15 mins read

Laporan CRM: Jenis, Cara Membuat dan Contohnya untuk Efisiensi Operasional Bisnis

Tayang
Laporan CRM: Jenis, Cara Membuat dan Contohnya untuk Efisiensi Operasional Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Laporan CRM adalah fitur dalam sistem CRM yang meringkas seluruh data penjualan, interaksi pelanggan, dan KPI secara visual dan real-time dengan bentuk dashboard.
  • Ada berbagai jenis laporan CRM, mulai dari laporan sales, laporan target hingga laporan kinerja untuk sales.
  • Cara membuat CRM yang efektif dimulai dengan memilih software yang tepat, menetapkan tujuan bisnis, merancang template yang jelas, memilih laporan relevan, dan sebagainya.
  • Komponen dalam laporan CRM idealnya memuat sales pipeline, prospek terbaru, aktivitas tim penjualan, tugas mendesak, dan KPI utama.
  • Penggunaan laporan CRM akan lebih optimal jika KPI dibatasi, review dilakukan rutin, benchmark memakai data historis, laporan disegmentasi, dan seluruh tim disiplin dalam input data.

Setiap minggu, manajer sales bertanya dengan pertanyaan yang sama, yaitu tim sudah telepon berapa prospek minggu lalu? Dari sekian banyak deal yang masuk, mana yang paling dekat closing? Dan berapa target yang masih harus dikejar sampai akhir bulan?

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu harus dikumpulkan manual dari berbagai spreadsheet, email, dan laporan WhatsApp maka ada yang perlu dibenahi dalam sistem pelaporan bisnis Anda.

Di sinilah laporan CRM sangat penting. Laporan CRM menjadi fondasi pengambilan keputusan bisnis berbasis data yang memungkinkan manajer, tim sales, dan customer service bekerja lebih terarah dan terukur.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak blog akan membahas secara lengkap apa itu laporan CRM, jenisnya, cara membuat dashboard yang efektif hingga contoh nyata penerapannya di berbagai industri.

solusi qontak sales suite untuk penjualan lebih cepat

Apa itu Laporan CRM?

Laporan CRM adalah fitur analitik dalam sistem Customer Relationship Management (CRM) yang digunakan bisnis untuk menyajikan gambaran mengenai data dan aktivitas interaksi pelanggan, pipeline penjualan, pemasaran, hingga indikator kinerja utama (KPI) secara otomatis dan real time.

Berbeda dengan laporan penjualan konvensional yang dibuat secara manual di akhir bulan, laporan CRM diperbarui secara otomatis setiap kali data diinput oleh tim, dari lapangan, hasil panggilan telepon, maupun dari interaksi digital.

Laporan CRM berfungsi sebagai pusat kendali bagi manajer untuk memantau kondisi pipeline penjualan, performa individu tim, tren konversi prospek, dan pola perilaku pelanggan.


Pentingnya Laporan CRM bagi Bisnis

Riset dari Salesforce menunjukkan bahwa tenaga penjualan rata-rata menghabiskan hampir 60% waktunya untuk kegiatan non-penjualan, termasuk membuat laporan manual. 

Angka ini mencerminkan inefisiensi besar yang sebenarnya bisa diatasi dengan otomatisasi laporan CRM. Oleh karena itu, berikut ini beberapa pentingnya laporan CRM bagi bisnis.

1. Memantau Kinerja Penjualan Secara Langsung

Manajer tidak perlu menunggu laporan mingguan untuk tahu apakah target sedang tercapai atau tidak. 

Dashboard CRM memperbarui data secara otomatis setiap kali tim memperbarui status deal sehingga keputusan bisa diambil lebih cepat dan lebih tepat.

2. Komunikasi Tim Menjadi Lebih Terstruktur

Daripada bergantung pada laporan verbal atau pesan WhatsApp grup yang mudah tenggelam, manajer dan anggota tim bisa melihat perkembangan pekerjaan masing-masing langsung dari dashboard.

Laporan CRM bisa menyajikan data tentang penugasan, catatan kendala, hingga  status tugas semua terekam di satu tempat.

3. Meningkatkan Kredibilitas Data Bisnis

Data laporan CRM yang terekam secara otomatis dan real-time jauh lebih akurat dibanding rekap manual. 

Laporan ini juga bisa diakumulasikan per periode sebagai portofolio bisnis yang berguna saat presentasi ke investor, mitra, atau pemangku kepentingan.

4. Menghemat Waktu dan Meningkatkan Produktivitas

Dengan laporan yang dibuat otomatis, tim sales bisa fokus sepenuhnya pada aktivitas yang menghasilkan, seperti prospecting, negosiasi, dan closing, bukan pada pekerjaan administratif. 

Perusahaan yang mengadopsi CRM menunjukkan peningkatan produktivitas tim sales hingga 30% lebih tinggi dibanding yang masih menggunakan sistem manual.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Dengan laporan CRM, keputusan strategis seperti alokasi anggaran pemasaran, target kuartal, dan penugasan wilayah menjadi lebih akurat. Setiap keputusan bisa didukung data historis yang konkret dan terverifikasi.


Manfaat Laporan CRM untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

Laporan CRM sangat bermanfaat untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Berikut ini beberapa manfaat laporan CRM yang bisa Anda pertimbangkan. 

1. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Laporan CRM akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan data visual yang akurat.

Dengan kemampuan melakukan pelacakan KPI berkualitas, Anda akan mengubah informasi menjadi wawasan secara real-time.

Peningkatan pengambilan keputusan tidak hanya akan membuat Anda lebih mudah beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga merampingkan operasi layanan pelanggan Anda sekaligus mengurangi waktu serta inefisiensi biaya.

2. Menambah Insight untuk Bisnis

Laporan CRM menawarkan wawasan mendalam berdasarkan data historis dan prediktif secara real time.

Informasi visual yang mudah dicerna yang disajikan oleh dasbor CRM akan memberdayakan Anda untuk melihat tren yang muncul, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, dan memenuhi kebutuhan pelanggan Anda secara langsung.

3. Efektivitas Pelacakan Kampanye

Salah satu manfaat utama laporan CRM adalah pelacakan kampanye yang efektif.

Jika dilakukan dengan benar, hal ini memungkinkan Anda untuk mengumpulkan informasi yang relevan terkait dengan perilaku dan preferensi pelanggan Anda di berbagai titik kontak dan memahami apakah inisiatif pemasaran Anda efektif.

Dengan melakukannya, Anda dapat bertemu pelanggan Anda di tempat yang paling mereka minati, dan menyampaikan pesan, penawaran, diskon, saran, dan solusi yang kemungkinan akan menghasilkan peningkatan loyalitas pelanggan.

4. Performa yang Konsisten

Laporan CRM memungkinkan Anda menetapkan tolok ukur yang dapat ditindaklanjuti sekaligus memantau kinerja bisnis di berbagai area dengan akurasi yang tepat.

Dengan laporan analisis CRM yang tepat, Anda dapat terus membangun aktivitas menghadapi pelanggan secara konsisten, meningkatkan reputasi merek Anda sambil memperoleh dan mempertahankan banyak pelanggan baru.

5. Memaksimalkan Akses dan Efisiensi

Dengan laporan CRM, Anda dapat memberi semua orang di departemen layanan pelanggan Anda alat untuk meningkatkan kinerja mereka dengan analitik data.

Dan ketika Anda melakukannya, komunikasi akan meningkat, produktivitas akan meningkat, dan Anda akan dapat memperoleh manfaat dari kekuatan business intelligence (BI).

6. Meningkatkan Inovasi Bisnis

Saat menggunakan alat dasbor CRM, Anda bisa turut mengembangkan budaya inovasi layanan pelanggan.

Banyak bisnis membuat kesalahan dengan melihat pemasaran dan layanan pelanggan sebagai rangkaian transaksi klinis.

Tetapi jika Anda dapat berpikir di luar kebiasaan, memukau pelanggan dengan layanan Anda, dan mengembangkan pesan yang menawarkan nilai nyata, Anda akan mendorong diri Anda sendiri.


Jenis-Jenis Laporan CRM yang Perlu Diketahui Manajer Bisnis

Setiap jenis laporan memberikan perspektif berbeda tentang kondisi bisnis, dan pemilihan jenis laporan yang tepat bergantung pada peran dan kebutuhan penggunanya.

Berikut ini beberapa jenis laporan CRM yang perlu Anda pelajari.

1. Laporan Perkembangan Penjualan (Sales Progress Report)

Jenis laporan perkembangan penjualan menampilkan semua aktivitas tim sales beserta progres pencapaian target KPI yang telah ditentukan. 

Dari laporan ini, manajer bisa melihat apakah tren penjualan sedang bergerak ke arah positif atau perlu intervensi segera.

2. Laporan Rasio Konversi Prospek

Laporan rasio konversi prospek berisi data tentang berapa banyak prospek yang berhasil diubah menjadi pelanggan dalam periode tertentu.

Dengan memahami rasio konversi dan rata-rata panjang siklus penjualan, bisnis bisa memperkirakan pendapatan secara lebih akurat.

3. Laporan Target vs Realisasi Penjualan

Laporan target dan realisasi penjualan menjelaskan tentang matriks pencapaian penjualan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, contohnya apakah sudah memenuhi, masih kurang, atau bahkan melampaui ekspektasi. 

Laporan ini menjadi acuan evaluasi performa tim secara keseluruhan.

4. Laporan Kinerja Per Salesman

Laporan kinerja sales memperlihatkan statistik aktivitas setiap anggota tim sales, yaitu jumlah panggilan, meeting, deal yang masuk, dan yang berhasil closed. 

Laporan ini berguna untuk evaluasi individu dan sebagai dasar perencanaan pelatihan atau insentif kinerja.

5. Laporan Aktivitas Pelanggan

Selanjutnya adalah laporan aktivitas pelanggan yang menyajikan gambaran tentang bagaimana pelanggan berinteraksi dengan bisnis, dari riwayat pembelian, frekuensi kontak, hingga saluran komunikasi yang paling sering digunakan. 

Data dari laporan aktivitas pelanggan sangat berguna bagi tim customer service dan marketing.

6. Laporan Kepuasan Pelanggan

Laporan kepuasan pelanggan mengukur tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan survei, feedback, dan interaksi layanan. 

Nantinya, laporan ini membantu mengidentifikasi area layanan yang perlu diperbaiki sebelum berujung pada churn pelanggan.

7. Laporan Kinerja Kampanye Pemasaran

Laporan kinerja kampanye pemasaran menganalisis efektivitas kampanye pemasaran dengan melacak metrik seperti ROI, tingkat respons, dan biaya per prospek. 

Sebagai manajer marketing, Anda bisa menggunakan laporan ini untuk mengalokasikan anggaran ke channel yang paling menghasilkan.


Cara Membuat Dashboard Laporan CRM yang Efektif

Berikut langkah-langkah praktis untuk membangun dashboard laporan CRM yang benar-benar efektif.

1. Pilih Perangkat Laporan CRM Profesional

Laporan-crm-Qontak

Fondasi laporan CRM yang baik dimulai dari pemilihan software CRM yang andal dan fleksibel. Pastikan platform yang Anda pilih mendukung pembuatan laporan yang dapat dikustomisasi, diakses dari berbagai perangkat (PC, tablet, smartphone), dan diperbarui secara real-time.

Sebagai pertimbangan, Anda dapat menjalin kerjasama dengan penyedia aplikasi CRM yang profesional seperti Mekari Qontak.

Dashboard aplikasi CRM dari Mekari Qontak bersifat interaktif, dapat disesuaikan dengan bisnis Anda. Fitur-fitur canggih Qontak juga memberikan gambaran/laporan tak ternilai untuk bisnis Anda yang bisa diakses dari berbagai perangkat seperti PC, tablet dan smartphone.

2. Tentukan Tujuan Bisnis Lebih Dulu

Target-pada-Laporan-CRM

Sebelum merancang tampilan dashboard, pastikan sudah ada kejelasan soal apa yang ingin dicapai. Misalnya ingin meningkatkan loyalitas pelanggan yang sudah ada atau lebih fokus untuk merampingkan pengeluaran layanan pelanggan Anda.

Pikirkan tentang apa yang ingin Anda lakukan dan alasan untuk melakukannya. Kemudian, Anda dapat menentukan KPI terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Setelah Anda menyelaraskan tujuan, sasaran, dan sasaran berbasis konsumen, Anda akan dapat memilih KPI terbaik untuk visualisasi yang akan menghidupkan desain dasbor CRM Anda.

3. Desain Template Laporan

customized-sales-report-app

Buatlah template dashboard CRM yang menampilkan visualisasi dan format dari tujuan, target dan preferensi pelanggan Anda.

Paduan yang dihadirkan pada template tersebut akan memberitahu Anda semua data yang perlu diketahui melalui satu tampilan dashboard interaktif. Hal yang perlu Anda perhatikan dalam merancang template laporan adalah:

  • Pastikan visual dan data diatur secara logis, dapat dipindai dan mudah untuk mengekstrak informasi.
  • Jangan menggunakan lebih dari 3 warna pada salah satu sampel laporan CRM Anda, karena ini hanya akan mengganggu pandangan dan mengurangi informasi di halaman.
  • Padukanlah antara wawasan historis, prediktif dan real time pada dashboard untuk menawarkan nilai tambah.

4. Pilih Jenis Laporan yang Relevan

powerful-dashboard-of-Laporan-CRM

Ada beberapa jenis laporan yang umum digunakan oleh pelaku usaha di dunia. Laporan tersebut di antaranya: laporan pipeline untuk melacak prospek, rasio konversi, siklus penjualan, laporan probabilitas dan pendapatan hingga ROI pemasaran.

Anda dapat memilih jenis mana yang akan digunakan atau membuatnya sendiri sesuai dengan kebutuhan Anda.

Berikut contoh jenis laporan CRM yang bisa Anda pilih:

  • Laporan profitabilitas & pendapatan: laporan ini menawarkan rincian KPI penjualan seperti sumber pendapatan utama Anda di tingkat konsumen. Melacak jenis laporan ini akan memberi Anda indikasi yang jelas tentang d mana Anda harus memfokuskan upaya penjualan dan pemasaran Anda.
  • Laporan saluran: jenis laporan ini sangat efektif karena  membantu Anda melacak prospek saat melalui saluran penjualan Anda. Bekerja dengan laporan saluran akan memberdayakan Anda untuk merampingkan proses penjualan sambil meningkatkan komunikasi pelanggan Anda.
  • Laporan konversi penjualan: laporan ini penting bagi tim penjualan dan pemasaran di seluruh industri karena mampu memecah data konversi Anda untuk menawarkan wawasan tentang sumber prospek serta kualitas prospek Anda.
  • Siklus penjualan Laporan CRM: Alat pelaporan ini efektif karena menyediakan semua data visual yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan siklus penjualan Anda di setiap tahap dan titik kontak untuk efisiensi dan ROI maksimum.
  • Laporan benchmarking: laporan ini memberikan gambaran rinci tentang bagaimana berbagai strategi dan aktivitas bekerja dalam hubungannya dengan tolok ukur yang telah ditentukan dan menawarkan wawasan penting yang dirancang untuk melihat kekuatan dan kelemahan organisasi.
  • Pelaporan ROI Pemasaran: memberikan wawasan mendalam tentang seberapa efektif aktivitas promosi Anda sambil menawarkan perincian yang jelas tentang sumber pendapatan menurut saluran atau kampanye.

Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan bagaimana tim penjualan, CS dan pemasaran dapat memperoleh manfaat dari jenis laporan yang Anda pilih.

Pada akhirnya mereka yang akan menggunakannya. Anda dapat mengkonsultasikan hal ini dengan Mekari Qontak untuk mendapatkan masukan Anda untuk mengambil keputusan.

5. Lakukan Uji Coba dan Kumpulkan Feedback

Uji-Coba-Laporan-CRM

Setelah Anda memutuskan dashboard CRM seperti apa yang akan Anda gunakan, penyedia CRM akan merancang dashboard CRM sesuai kebutuhan Anda.

Dalam beberapa jam, Anda bisa menggunakan dashboard CRM system untuk kepentingan bisnis.

Luangkan waktu untuk menganalisis, menjelajahi, menguji contoh laporan CRM Anda, dan meminta feedback pelanggan secara teratur.

Pastikan Anda melakukan penyesuaian, pengeditan, dan peningkatan yang akan memberi Anda wawasan terbaik untuk terus berkembang.

6. Evaluasi dan Perbarui Secara Berkala

Analisa

Setelah rutin menggunakan dashboard CRM system, Anda tetap perlu menganalisis dan memeriksa apakah report yang dihasilkan telah sesuai dengan yang diinginkan atau mengalami masalah.

Dengan begitu, Anda dapat mengidentifikasi sumber masalah dan melakukan perbaikan dengan segera.

Selain itu, Anda juga dapat melihat apakah bisnis dan tim Anda telah berhasil mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya.

Lakukan hal ini secara berkala sehingga bisnis Anda dapat berkembang dan beroperasi lebih baik.


Komponen Penting dalam Dashboard Laporan CRM

Setelah Anda membuat laporan CRM, ada beberapa komponen penting yang perlu Anda masukan dalam dashboard laporan CRM seperti berikut:

  • Sales Pipeline: menampilkan progres semua transaksi berdasarkan tahapan, mulai dari prospek masuk hingga deal yang sudah closed.
  • Prospek Terbaru: daftar lead baru yang masuk beserta status tindak lanjut, agar tidak ada prospek yang terlewat.
  • Aktivitas Tim Penjualan: ringkasan aktivitas harian tim seperti jumlah panggilan, meeting, dan follow-up yang telah dilakukan.
  • Tugas Mendesak: daftar pekerjaan berdasarkan urgensi dan tenggat waktu, agar tim selalu tahu prioritas hari ini.
  • KPI Utama: indikator kinerja yang paling relevan dengan tujuan bisnis, ditampilkan dalam format yang mudah dibaca sekilas.

Faktor Wajib dalam Dashboard Laporan CRM

Selain komponen-komponen di atas, Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut saat membuat dasbor CRM:

  • Key Performance Indicator (KPI): Anda harus membatasi KPI dasbor Anda pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan oleh tim untuk mendapatkan gambaran instan agar berhasil. KPI tersebut dapat mencakup tingkat kontak tindak lanjut, durasi saluran penjualan rata-rata, dan waktu respons prospek.
  • Tujuan dan metode penjualan: Dasbor CRM Anda harus mencerminkan aktivitas bisnis yang secara langsung dalam perolehan prospek. Artinya Anda harus fokus pada metrik keterlibatan dengan konten pemasaran, pembelian berulang dari pelanggan saat ini, atau durasi siklus penjualan untuk prospek perusahaan.
  • Tampilan dasbor: Hindari menggunakan desain dasbor secara berlebihan untuk mendapatkan hasil terbaik. Pastikan tampilan dasbor tetap sederhana dengan memaksimalkan ruang putih di dasbor Anda dan menggunakan (paling banyak) tiga warna dalam grafik.
  • Seberapa mudah dasbor untuk dipahami: Widget di dasbor CRM yang mudah digunakan harus diatur untuk eksplorasi cepat. Widget ini juga akan membantu tim penjualan Anda memahami kemajuan setiap prospek individu di sepanjang jalur penjualan Anda.
  • Fleksibilitas dasbor: Setidaknya sekali per kuartal, tanyakan kepada tim Anda apa yang bisa dan tidak berfungsi di dasbor Anda. Kemudian, bekerjalah bersama tim penjualan Anda untuk mendesain ulang dasbor, sehingga menciptakan peluang sukses yang lebih tinggi.

Contoh Laporan CRM Berdasarkan Kebutuhan Industri dan Peran

Penerapan laporan CRM tidak one-size-fits-all. Berikut tiga contoh nyata penggunaan dashboard CRM yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.

1. CRM KPI Dashboard untuk Manajer Sales

Dashboard laporan CRM KPI dirancang untuk memberikan gambaran instan tentang kondisi penjualan kepada kepala tim sales. KPI utama yang ditampilkan antara lain:

  • Waktu respon prospek
  • Follow-Up Contact Rate
  • Aktivitas sales
  • Nilai Kontrak Rata-rata
  • Rata-rata panjang siklus penjualan

Matriks tersebut disajikan dalam format yang seimbang dan logis, sehingga tim penjualan dan manajer dapat membuat keputusan cepat.

Keputusan yang dibuat dapat melibatkan prospek di seluruh saluran sambil mengembangkan strategi untuk meningkatkan konversi, meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya, meningkatkan pendapatan.

2. CMO Dashboard untuk Kepala Pemasaran

Dashboard CMO ditujukan khusus untuk kebutuhan pengambilan keputusan di level pemasaran. CMO dashboard menampilkan metrik seperti berikut.

  • Target sales
  • Website-Traffic-to-Lead Ratio
  • Biaya per Lead
  • Lead-to-MQL Ratio
  • MQL-to-SQL Ratio

Dashboard ini sangat efektif untuk bisnis B2B yang mengandalkan funnel pemasaran digital, karena membantu memastikan bahwa upaya marketing menghasilkan prospek berkualitas.

3. CRM Opportunity Dashboard untuk Tim Business Development

Berikut ini beberapa KPI utama yang diukur dalam CRM opportunity dashboard.

  • Jumlah Peluang Penjualan
  • Skor Peluang Penjualan
  • Nilai Pembelian Rata-rata

Dari informasi yang ditampilkan pada dasbor memudahkan Anda memprioritaskan peluang penjualan dan juga memandu tim fokus untuk menutup lebih banyak penjualan.

Anda juga dapat mengatur waktu, strategi, dan komunikasi dengan tepat, Anda akan mengelola hubungan pelanggan Anda dengan lebih efektif, yang akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan laba yang lebih baik.


Penerapan Laporan CRM di Berbagai Industri

Salah satu keunggulan laporan CRM adalah fleksibilitasnya untuk diterapkan di hampir semua jenis bisnis. Berikut beberapa skenario nyata penerapannya:

1. Industri Ritel dan E-commerce

Tim sales ritel menggunakan laporan CRM untuk memantau tren produk terlaris, menganalisis pola pembelian pelanggan berulang, dan mengidentifikasi kapan waktu terbaik untuk mengirim penawaran promosi. 

Data ini membantu mengoptimalkan strategi cross-selling dan up-selling secara berbasis data.

2. Properti dan Real Estate

Agen properti memanfaatkan CRM khusus real estate untuk melacak status setiap prospek, dari kunjungan pertama, negosiasi harga, hingga proses KPR. Laporan ini juga membantu agen menghitung estimasi komisi dan memantau kinerja per area atau jenis properti.

3. Jasa dan B2B

Perusahaan yang menjual layanan atau solusi bisnis menggunakan laporan CRM untuk memantau siklus penjualan yang panjang, terkadang berlangsung berbulan-bulan. 

Laporan ini memastikan setiap prospek terus dipelihara dengan tepat dan tidak ada peluang yang hilang di tengah jalan.

4. Finansial dan Perbankan

Bank dan perusahaan keuangan menggunakan laporan CRM untuk melacak nasabah yang sedang dalam proses pengajuan produk keuangan, memantau kepuasan layanan, dan mengidentifikasi pelanggan yang berpotensi menjadi nasabah premium.


Tips Memaksimalkan Penggunaan Laporan CRM

Sekadar memiliki akses ke laporan CRM tidak cukup. Berikut beberapa praktik terbaik agar laporan CRM benar-benar memberikan dampak nyata.

  • Batasi jumlah KPI pada dashboard utama. Lebih dari 7–10 metrik sekaligus justru menyulitkan interpretasi cepat. Prioritaskan yang paling relevan dengan tujuan bulan ini.
  • Jadikan review laporan sebagai kegiatan rutin tim. Alokasikan waktu khusus setiap minggu untuk membahas laporan CRM bersama tim.
  • Gunakan data historis untuk menetapkan benchmark realistis. Laporan performa tim bulan ini akan lebih bermakna jika dibandingkan dengan rata-rata tiga bulan sebelumnya.
  • Manfaatkan fitur segmentasi. Filter laporan berdasarkan wilayah, jenis produk, atau saluran akuisisi untuk mendapatkan wawasan yang lebih granular dan actionable.
  • Pastikan seluruh tim menginput data dengan konsisten. Kualitas laporan CRM sangat bergantung pada kelengkapan data yang dimasukkan. Tetapkan SOP input data yang jelas sejak awal.

Optimalkan Kinerja Tim Sales Anda dengan Laporan CRM Mekari Qontak

Dengan demikian, laporan CRM memberikan Anda gambaran secara real-time keadaan bisnis Anda. Hal ini memudahkan Anda dan tim penjualan dalam menentukan langkah selanjutnya untuk melakukan lebih banyak penjualan.

Dengan laporan yang akurat dan real-time, manajer bisa mengalokasikan waktu untuk hal yang lebih penting, dari memimpin tim, membangun strategi, dan menutup deal.

Mekari Qontak menyediakan dashboard CRM dengan fitur laporan yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis Anda. Bukan hanya itu, Aplikasi CRM Mekari Qontak juga terintegrasi dengan WhatsApp Business API, omnichannel inbox, dan workflow automation.

Jadi, tunggu apalagi? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dan dapatkan demo gratis Mekari Qontak sekarang!

solusi qontak sales suite untuk penjualan lebih cepat
Kategori : BisnisCRM

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Laporan CRM (FAQ)

Apa perbedaan laporan CRM dengan laporan penjualan biasa?

Apa perbedaan laporan CRM dengan laporan penjualan biasa?

Laporan penjualan biasa umumnya dibuat manual secara periodik dan hanya fokus pada angka transaksi.

Sementara, laporan CRM dibuat otomatis secara real-time dan mencakup data yang lebih luas, dari aktivitas tim, progres pipeline, hingga perilaku pelanggan.

Seberapa sering laporan CRM harus dianalisis?

Seberapa sering laporan CRM harus dianalisis?

Untuk laporan operasional seperti pipeline dan aktivitas tim, sebaiknya dipantau setiap hari atau minimal setiap minggu.

Laporan strategis seperti ROI kampanye atau tren konversi bisa dianalisis setiap bulan atau per kuartal sesuai siklus perencanaan bisnis.

Apakah laporan CRM hanya berguna untuk tim sales?

Apakah laporan CRM hanya berguna untuk tim sales?

Tidak. Meskipun tim sales adalah pengguna utama, laporan CRM juga sangat berguna untuk manajer marketing (analisis kampanye dan lead quality), tim customer service (monitoring kepuasan pelanggan dan response time), serta manajemen eksekutif (evaluasi kinerja bisnis secara keseluruhan).

Bagaimana jika data yang masuk ke CRM tidak konsisten?

Bagaimana jika data yang masuk ke CRM tidak konsisten?

Ini adalah tantangan umum. Solusinya adalah menetapkan standar input data yang jelas, memberikan pelatihan kepada tim, dan secara berkala melakukan audit data.

Beberapa platform CRM seperti Mekari Qontak juga dilengkapi fitur validasi data yang membantu mencegah inkonsistensi sejak awal.

Apakah bisnis kecil perlu laporan CRM?

Apakah bisnis kecil perlu laporan CRM?

Tentu saja! Justru bisnis kecil dan menengah sangat diuntungkan karena laporan CRM membantu mereka bersaing dengan sumber daya yang lebih terbatas. Dengan visibilitas data yang jelas, tim kecil bisa fokus pada prioritas yang benar-benar menggerakkan pertumbuhan.