
- Omnichannel adalah strategi pemasaran yang mengintegrasikan semua saluran komunikasi dan penjualan untuk pengalaman pelanggan yang konsisten dan mulus.
- Manfaat implementasi omnichannel diantaranya meningkatkan pengalaman pelanggan, loyalitas, efisiensi operasional, dan potensi penjualan bisnis.
- Terdapat berbagai jenis omnichannel, termasuk call center, customer service, marketing, media sosial, dan e-commerce.
- Strategi efektif untuk omnichannel mencakup customer journey mapping, analisis kekuatan saluran, penggunaan data untuk personalisasi, dan memastikan keamanan informasi.
- Contoh sukses penerapan omnichannel di Indonesia termasuk Tokopedia, Matahari Department Store, dan Alfamart yang menunjukkan pentingnya integrasi platform untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Seiring perkembangan teknologi, pelanggan memiliki berbagai pilihan dalam berinteraksi dengan sebuah brand, mulai dari toko fisik, website, media sosial, hingga aplikasi mobile agar bisnis dapat memberikan pengalaman yang lebih seamless dan konsisten
Kemampuan Omnichannel tersebut dapat menghemat waktu tim sekaligus meningkatkan produktivitas bisnis. Semua interaksi pelanggan juga tersinkronisasi secara otomatis. Jadi tidak ada lagi permintaan pelanggan yang terabaikan.
Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan lengkap tentang Omnichannel dalam ulasan Mekari Qontak blog di bawah ini.

Apa itu Omnichannel?
Omnichannel adalah strategi pemasaran yang mengintegrasikan semua saluran komunikasi dan penjualan, baik online maupun offline, untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan mulus.
Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat berinteraksi dengan merek melalui berbagai platform, seperti situs web, media sosial, dan toko fisik, tanpa mengalami hambatan, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.
Selain itu, omnichannel berbeda dengan multichannel yang menggunakan beberapa saluran secara terpisah. Omnichannel memastikan semua saluran saling terhubung sehingga pelanggan bisa berpindah dari satu saluran ke saluran lain dengan mudah dan layanan seragam.
Ketahui lebih banyak tentang aplikasi Omnichannel dengan menonton video YouTube di bawah ini:
Baca juga: Mengenal Perbedaan Omnichannel vs Multichannel
Manfaat Implementasi Omnichannel untuk Bisnis
Implementasi strategi omnichannel memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi bisnis, antara lain:
1. Pengalaman Pelanggan yang Lebih Baik
Pelanggan dapat menikmati interaksi yang konsisten di seluruh kanal, baik online maupun offline. Misalnya, pelanggan dapat memulai transaksi di situs web dan menyelesaikannya di toko fisik, atau sebaliknya, tanpa ada perbedaan dalam pelayanan.
Baca juga: Apa Itu Customer Experience? Strategi dan Cara Mengukurnya dalam Bisnis
2. Meningkatan Loyalitas Pelanggan
Dengan memberikan pengalaman yang konsisten dan memuaskan, pelanggan lebih cenderung setia kepada brand. Mereka merasa dihargai karena perusahaan memperhatikan detail pengalaman mereka di semua kanal.
Baca juga: 15 Cara Membangun dan Menjaga Loyalitas Pelanggan
3. Efisiensi Operasional
Omnichannel memudahkan pengelolaan inventaris dan data pelanggan secara terpusat, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya.
4. Meningkatan Penjualan
Dengan memudahkan pelanggan bertransaksi di berbagai kanal, peluang untuk meningkatkan penjualan juga semakin besar.
Pelanggan dapat memilih kanal yang paling nyaman bagi mereka untuk melakukan pembelian.
Apa saja Jenis-Jenis Omnichannel?
Strategi omnichannel tidak hanya sekadar menghubungkan berbagai saluran pemasaran, tetapi juga menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi di semua titik kontak. Berikut adalah beberapa jenis omnichannel yang sering diterapkan dalam bisnis:
1. Omnichannel Call Center
Jenis omnichannel ini fokus membantu bisnis memberikan pusat layanan pelanggan melalui telepon. Sistem ini membantu merekam percakapan pelanggan.
Hasil rekaman tersebut akan tersimpan dan tersinkronisasi otomatis dengan data saluran lainnya.
Selain itu, sistem ini juga memberikan informasi pelanggan dari berbagai saluran saat tim call center. Dengan demikian, mereka bisa melayani pelanggan lebih cepat dan baik.
Baca juga: Omnichannel Call Center: Pengertian, Pentingnya, dan Cara Kerja
2. Omnichannel Customer Service
Omnichannel customer service adalah sistem yang memungkinkan bisnis memberikan layanan pelanggan kepada pelanggan melalui berbagai saluran yang tersedia.
Platform ini sering dimanfaatkan bisnis untuk meningkatkan pengalaman pelanggan yang konsisten.
Integrasi berbagai aplikasi memudahkan bisnis memantau setiap pesan dan panggilan pelanggan.
Selain itu, omnichannel customer service juga bisa mengakses semua informasi pelanggan tanpa perlu berpindah aplikasi. Hal ini mendorong peningkatan kualitas customer service.
Contohnya, pelanggan dapat mengajukan keluhan melalui email, live chat, media sosial, dan telepon, dan semua data percakapan mereka tetap tersimpan di sistem. Seperti nasabah bank BCA menghubungi customer service melalui Halo BCA (telepon), WhatsApp, aplikasi mobile banking, dan Twitter dengan informasi pelanggan yang tetap tersinkronisasi.
Baca juga: Indikator Penilaian KPI Customer Service yang Wajib Diukur Bisnis
3. Marketing Omnichannel
Marketing omnichannel fokus pada pemasaran produk dan layanan bisnis melalui berbagai kanal media seperti website, email, media sosial, dan iklan digital.
Bisnis yang mengadopsi jenis omnichannel ini biasanya memiliki tim pemasaran yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik.
Contohnya, Coca-Cola menjalankan kampanye digital di media sosial, billboard fisik, dan iklan televisi dengan tema yang seragam, dan Nike mengiklankan produk mereka di Instagram, Facebook, dan email marketing dengan penawaran yang dipersonalisasi berdasarkan riwayat belanja pelanggan.
4. Omnichannel Media Sosial
Jenis omnichannel ini fokus pada interaksi pelanggan melalui media sosial. Bisnis yang mengadopsi sistem ini biasanya memiliki akun media sosial yang aktif dan terintegrasi dengan baik dengan toko online atau toko fisik.
5. Omnichannel E-Commerce
Jenis omnichannel ini fokus pada transaksi e-commerce, seperti penjualan online, pembayaran, dan pengiriman barang.
Bisnis yang mengadopsi jenis omnichannel ini biasanya memiliki toko online, marketplaces, dan aplikasi mobile.
Baca juga: Omnichannel Ecommerce: Solusi Tingkatkan Kepuasan Pelanggan
Cara Kerja Sistem Omnichannel

Sistem omnichannel bekerja dengan cara menghubungkan semua saluran komunikasi dan penjualan bisnis Anda.
1. Pelanggan melihat produk di Instagram
- Pelanggan wanita melihat pakaian di Instagram toko Anda.
- Dia melihat review produk di komen, tag, atau screenshot di Highlight Instagram.
2. Pelanggan diarahkan ke situs web melalui link di profil Instagram
- Pelanggan menekan link di profil Instagram Anda.
- Dia diarahkan ke laman yang berisi beberapa saluran seperti situs web, toko online, WhatsApp, dan media sosial lainnya.
3. Pelanggan membeli produk di situs web
- Pelanggan mengklik link situs web Anda.
- Dia memutuskan untuk membeli produk dari situs Anda.
- Proses pengiriman barang dilakukan dan produk sampai di tangan pelanggan.
4. Pelanggan menerima email untuk memberikan feedback
- Sistem secara otomatis mengirimkan email kepada pelanggan.
- Email tersebut menanyakan pendapatnya tentang produk dan layanan Anda.
5. Pelanggan senang dan melakukan pembelian kembali
- Jika pelanggan senang, dia akan melakukan pembelian kembali.
- Dia akan melalui proses yang sama seperti sebelumnya.
Sampai di sini apakah Anda sudah paham tentang bagaimana cara kerja omnichannel? Jika Anda masih bingung, Anda bisa melihat infografis di bawah ini untuk lebih memahaminya.
Baca juga: Customer Feedback: Cara Mengumpulkan dan Rekomendasi Tools
Bagaimana Strategi Omnichannel yang Efektif untuk Bisnis?
Sampai sini apakah Anda sudah mulai memahami apa itu omnichannel? Jika iya, maka kini saatnya untuk Anda menerapkan beberapa strategi omnichannel yang efektif untuk meningkatkan bisnis Anda.
Berikut adalah beberapa strategi omnichannel marketing yang dapat Anda terapkan pada bisnis Anda.
1. Melakukan Customer Journey Mapping

Salah satu strategi omnichannel marketing yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan customer journey di berbagai touchpoint atau membuat customer journey map.
Dengan melakukan customer journey mapping, Anda dapat memahami perjalanan pelanggan Anda dan mengetahui jalur mana yang mereka tempuh untuk melakukan transaksi dengan merek bisnis Anda.
Tak hanya itu saja, Anda juga dapat meningkatkan saluran Anda dan memperbaiki proses yang dirasa masih kurang efektif guna memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggan Anda.
2. Tentukan Kekuatan Masing-masing Saluran

Setiap saluran tentu memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing, ini tergantung pada apa yang ingin dilakukan oleh pelanggan Anda.
Misalnya, pelanggan Anda lebih nyaman menggunakan aplikasi e-commerce untuk melakukan pembelian yang lebih cepat, tetapi aplikasi tersebut mungkin memiliki kekurangan terkait layanan pelanggan.
Dalam hal ini, Anda dapat membuat analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan dan kekurangan masing-masing saluran Anda. Lalu cari tahu solusi apa yang Anda perlu lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan analisis SWOT untuk memahami keunggulan kompetitor dalam pengalaman omnichannel, yang nantinya dapat membantu Anda untuk mengetahui hal apa saja perlu diperbaiki untuk meningkatkan pelayanan Anda.
Manfaatkan kekurangan kompetitor sebagai peluang yang dapat Anda tingkatkan untuk mendapatkan lebih banyak target pasar.
3. Membuat Strategi Omnichannel yang Berbasis Data

Strategi berikutnya adalah dengan membuat strategi omnichannel yang berbasiskan data. Anda dapat menggunakan data dan wawasan yang Anda miliki terkait prospek dan pelanggan untuk membuat strategi omnichannel yang efektif dan tepat.
Sehingga nantinya strategi tersebut akan mampu untuk menjangkau target audiens yang diinginkan.
4. Lakukan Segmentasi dan Personalisasi

Sebelum menerapkan strategi omnichannel, Anda perlu melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengetahui siapa target pasar yang Anda inginkan sebagai calon pelanggan potensial bisnis Anda.
Setelah mengetahui siapa target audiens Anda, lanjutkan dengan membuat strategi omnichannel yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan segmentasi pasar bisnis atau produk Anda.
Hal ini akan sangat membantu Anda untuk menjangkau calon pelanggan potensial yang berkualitas.
Baca juga: Rekomendasi Software Aplikasi CRM Terbaik untuk Bisnis di Indonesia
5. Pastikan Keamanan Setiap Saluran

Beberapa saluran mungkin rentan terhadap beberapa ancaman yang berbeda. Namun di saat yang bersamaan, keamanan data dan pembayaran menjadi prioritas utama bagi pelanggan, terutama ketika informasi mereka dibagikan di seluruh jaringan omnichannel.
Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa informasi dan data terkait pelanggan dan bisnis Anda memiliki sistem keamanan yang baik, sehingga dapat mengurangi risiko keamanan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Baca juga: Standar ISO yang Populer dan Wajib Diterapkan Perusahaan
6. Pilih Aplikasi Omnichannel yang Tepat

Strategi omni channel marketing yang terakhir tidak kalah penting dari keempat strategi sebelumnya, yaitu memilih penyedia sistem omnichannel yang tepat.
Penyedia omnichannel terbaik memberikan semua fasilitas dari keempat strategi omni channel marketing di atas untuk memastikan bisnis Anda berjalan dengan maksimal.
Baca juga: 9 Cara Efektif untuk Meningkatkan Penjualan dengan Omnichannel
Contoh Penerapan Omnichannel di Indonesia
Beberapa perusahaan di Indonesia telah sukses mengimplementasikan strategi omnichannel, di antaranya:
1. Tokopedia
Salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi dan penjualan, termasuk aplikasi mobile, situs web, dan layanan pelanggan di media sosial, untuk memberikan pengalaman belanja yang mulus bagi pelanggan.
Baca juga: Auto Reply Chat Tokopedia: Cara Membuat dan Rekomendasi Templatenya
2. Matahari Department Store
Retailer ini menawarkan pengalaman belanja yang terintegrasi antara toko fisik dan platform online. Pelanggan dapat memesan produk secara online dan mengambilnya di toko fisik, atau sebaliknya, memesan di toko dan mengatur pengiriman ke rumah.
3. Alfamart
Jaringan minimarket ini juga mengadopsi pendekatan omnichannel dengan menyediakan berbagai opsi belanja dan pembayaran, termasuk aplikasi mobile, toko fisik, dan platform e-commerce.
Omnichannel bukan hanya tentang menggunakan banyak platform, tetapi bagaimana semua platform tersebut bekerja secara terpadu untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Dengan menerapkan strategi omnichannel yang tepat, bisnis dapat lebih efektif menjangkau pelanggan, meningkatkan kepuasan, serta mendorong loyalitas mereka terhadap brand.
Baca juga: Pengertian, Cara Kerja, dan Keunggulan Omnichannel CRM
Dapatkan Omnichannel Terbaik untuk Bisnis Anda Sekarang!
Penggunaan omnichannel memungkinkan Anda menggabungkan seluruh saluran bisnis Anda dalam satu platform terpadu, salah satu contohnya seperti solusi Omnichannel yang terintegrasi CRM dari Mekari Qontak.
Sistem ini membantu mengotomatiskan bisnis, memberikan jangkauan yang lebih luas, meningkatkan kepuasan pelanggan, penjualan, dan pendapatan bisnis.
Jadi tunggu apa lagi? Dapatkan FREE TRIAL Omnichannel CRM Mekari Qontak selama 14 hari atau Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Qontak sekarang!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Omnichannel (FAQ)
Apa perbedaan biaya implementasi omnichannel dibandingkan dengan strategi multichannel biasa?
Apa perbedaan biaya implementasi omnichannel dibandingkan dengan strategi multichannel biasa?
Biaya implementasi omnichannel cenderung lebih tinggi di awal karena membutuhkan integrasi sistem dan data yang menyeluruh. Namun, dalam jangka panjang, omnichannel dapat menekan biaya operasional melalui otomatisasi dan efisiensi kerja tim. Berbeda dengan multichannel yang sering menimbulkan biaya tersembunyi akibat sistem yang terpisah.
Apa keuntungan menggunakan solusi omnichannel yang sudah terintegrasi dengan CRM?
Apa keuntungan menggunakan solusi omnichannel yang sudah terintegrasi dengan CRM?
Integrasi omnichannel dengan CRM memungkinkan bisnis menyimpan dan mengelola data pelanggan secara menyeluruh. Setiap interaksi dari berbagai saluran akan otomatis tercatat dalam satu profil pelanggan. Hal ini membantu tim memberikan layanan yang lebih personal dan relevan. Selain itu, CRM memudahkan analisis performa dan pengambilan keputusan berbasis data.
Apakah solusi Omnichannel Mekari Qontak dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berbeda?
Apakah solusi Omnichannel Mekari Qontak dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berbeda?
Solusi Omnichannel Mekari Qontak bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai industri. Baik untuk retail, e-commerce, jasa keuangan, maupun B2B, sistem dapat dikonfigurasi sesuai alur bisnis masing-masing. Integrasi berbagai channel memungkinkan pengalaman pelanggan yang konsisten di setiap industri. Hal ini membantu bisnis meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Apa saja fitur utama yang harus dimiliki oleh sistem omnichannel untuk mendukung operasional bisnis?
Apa saja fitur utama yang harus dimiliki oleh sistem omnichannel untuk mendukung operasional bisnis?
Sistem omnichannel idealnya memiliki fitur integrasi multi-channel seperti WhatsApp, media sosial, email, dan telepon dalam satu dashboard terpusat. Selain itu, fitur sinkronisasi data pelanggan dan riwayat percakapan sangat penting agar tim dapat memberikan layanan yang konsisten di setiap kanal. Fitur otomatisasi, seperti routing pesan dan respons cepat, juga membantu meningkatkan efisiensi kerja tim. Dukungan laporan dan analitik memungkinkan bisnis memantau performa layanan dan mengoptimalkan strategi omnichannel secara berkelanjutan.
Apa tantangan terbesar dalam menerapkan strategi omnichannel pada bisnis?
Apa tantangan terbesar dalam menerapkan strategi omnichannel pada bisnis?
Tantangan terbesar biasanya terletak pada integrasi sistem dan kesiapan data. Banyak bisnis masih memiliki data pelanggan yang tersebar di berbagai saluran dan belum terpusat. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan pemahaman teknologi juga dapat memperlambat proses implementasi. Oleh karena itu, bisnis perlu memulai dari sistem yang fleksibel dan mudah diadopsi.