10 mins read

Copywriting: Definisi, Jenis, Teknik Penulisan, dan Contohnya

Tayang
Ditulis oleh:
Direview oleh:
Alvin Iswanto, S.E Mekari Qontak Alvin Iswanto, S.E Reviewer
Copywriting: Definisi, Jenis, Teknik Penulisan, dan Contohnya
Mekari Qontak Highlights
  • Copywriting adalah aktivitas penulisan teks persuasif yang bertujuan untuk menggerakkan audiens melakukan tindakan tertentu, seperti pembelian atau pendaftaran, demi mendukung kegiatan pemasaran produk atau jasa.
  • Tujuan copywriting diantaranya membangun kesadaran merek, mengedukasi calon konsumen, memicu tindakan langsung melalui CTA, serta memperkuat kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
  • Jenis copywriting mulai dari Direct Response, Brand Copywriting, hingga teknik khusus seperti SEO, media sosial, iklan daring, serta pendekatan spesifik untuk model B2B dan B2C.
  • Teknik copywriting yang perlu dikuasai adalah penguasaan detail produk, pembuatan headline yang memikat, penggunaan pemicu emosional, serta penerapan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) agar naskah lebih terstruktur dan persuasif.

Copywriting menjadi elemen vital dalam digital marketing yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pengiklan dengan calon konsumen melalui tulisan persuasif.

Teknik ini tidak terbatas pada teks artikel saja, melainkan mencakup pembuatan skrip kreatif untuk berbagai format media seperti audio dan video guna mendorong terjadinya transaksi.

Ulasan Mekari Qontak blog di bawah ini akan membantu Anda memahami terkait tujuan, jenis, teknik, hingga indikator keberhasilan dalam dunia kepenulisan iklan.

Manfaat fitur utama CRM Mekari Qontak

Apa itu Copywriting?

Copywriting adalah aktivitas penulisan naskah atau teks iklan yang dibuat untuk kegiatan pemasaran suatu produk atau jasa.

Tulisan yang dihasilkan copywriting biasanya bersifat persuasif yang menargetkan audiens tertentu seperti ajakan untuk melakukan pembelian, mengklik tautan, menyumbang, atau himpauan lainnya sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Oleh karena itu, teks yang dibuat harus menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan tujuan serta nilai merek.

Baca juga: Social Media Ads 101: Pengertian, Manfaat, dan Jenis Platformnya untuk Bisnis

Tujuan Copywriting dalam Bisnis

Copywriting memiliki fokus utama untuk mengubah ketertarikan pembaca menjadi keputusan nyata melalui narasi yang persuasif dan relevan, namun terdapat beberapa tujuan utama lainnya.

  • Meningkatkan konversi dan penjualan: Mendorong audiens untuk melakukan transaksi pembelian, mendaftar layanan, atau berlangganan produk.
  • Membangun kesadaran merek: Memperkenalkan nilai-nilai perusahaan agar lebih mudah diingat dan dikenali oleh calon konsumen.
  • Mengedukasi calon konsumen: Memberikan informasi yang jelas mengenai manfaat produk atau solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi audiens.
  • Memicu tindakan langsung (Call to Action): Mengarahkan pembaca untuk melakukan aktivitas tertentu seperti mengklik tautan, mengisi formulir, atau mengunduh aplikasi.
  • Membangun kepercayaan dan loyalitas: Menciptakan hubungan emosional melalui tulisan yang mampu menjawab kebutuhan dan keresahan pelanggan.
Baca juga: Cara Membangun Loyalitas Pelanggan Agar Efektif Tingkatkan Profit

Jenis-Jenis Copywriting yang Wajib Diketahui

Setiap jenis copywriting di bawah ini memiliki karakteristik unik yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kampanye pemasaran yang berbeda-beda.

1. Direct Response

Jenis ini fokus pada upaya mendapatkan reaksi seketika dari audiens setelah membaca pesan yang disampaikan.

Anda akan sering menjumpainya dalam bentuk tombol Call to Action (CTA) seperti ajakan berlangganan atau membeli produk saat itu juga.

Tujuannya adalah meminimalkan hambatan psikologis agar konsumen segera melakukan konversi tanpa menunda.

2. Brand Copywriting

Fokus utama dari teknik ini adalah menanamkan citra dan identitas perusahaan ke dalam benak pelanggan melalui pesan yang kuat.

Umumnya, penulis akan merancang slogan atau tagline ikonik yang mencerminkan visi dan nilai unik sebuah merek untuk membangun pengenalan jangka panjang yang membedakan bisnis dari para pesaingnya.

3. Marketing Copywriting

Model penulisan ini digunakan secara luas untuk kebutuhan iklan di berbagai kanal seperti media cetak, televisi, hingga situs web bisnis.

Penulis bertugas menyampaikan detail manfaat produk secara mendalam untuk meyakinkan audiens agar ingin melakukan pembelian.

4. Technical Copywriting

Tujuan utama dari penulisan teknis adalah memberikan edukasi dan panduan mendalam kepada pengguna mengenai cara kerja sebuah produk.

Konten ini umumnya ditemukan pada buku manual, instruksi penggunaan, atau dokumen teknis lainnya agar konsumen tidak merasa kebingungan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

5. Creative Copywriting

Gaya penulisan ini sangat mengandalkan aspek orisinalitas dan imajinasi untuk memikat perhatian audiens sejak kalimat pertama.

Pembuatan teks kreatif biasanya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan jenis lainnya sebab membutuhkan proses berpikir yang mendalam.

Hasilnya adalah pesan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghibur dan membekas di ingatan pembaca.

6. SEO Copywriting

Penulisan ini dirancang khusus untuk menyeimbangkan antara kebutuhan search engine dan kenyamanan para pembaca.

Penulis harus menanamkan kata kunci strategis pada meta tags dan artikel blog agar konten mudah ditemukan di halaman utama Google.

Meskipun teknis secara algoritma, kualitas bahasa tetap dijaga agar audiens merasa terbantu oleh informasi yang disajikan.

7. Online Ads Copywriting

Sama halnya dengan SEO, penulisan untuk iklan daring harus mematuhi kaidah digital marketing yang ketat demi efektivitas biaya iklan.

Teks yang dihasilkan harus mampu menggugah rasa penasaran pembaca agar mereka tertarik klik tautan menuju landing page, sehingga fokusnya menciptakan urgensi yang mendorong audiens untuk segera mengambil keputusan belanja.

8. Social Media Copywriting

Jenis ini dapat ditemukan pada caption atau teks dalam konten visual yang dibagikan melalui platform sosial media.

Tujuannya adalah menciptakan interaksi organik berupa komentar, suka, maupun penambahan jumlah pengikut baru dan membangun komunitas yang loyal di sekitar merek tersebut.

9. Email Copywriting

Keberhasilan kampanye pemasaran melalui email marketing sangat bergantung pada seberapa menarik subjek dan isi pesan yang ditulis.

Teks yang baik harus mampu membuat penerima merasa penasaran untuk membuka email dan membaca penawaran di dalamnya hingga tuntas, kemudian dapat mengarahkan pembaca melakukan tindakan sesuai instruksi.

10. B2B Copywriting

Penulisan ini secara khusus menargetkan para pengambil keputusan di perusahaan lain melalui pendekatan yang lebih profesional dan logis.

Fokus bahasannya berpusat pada solusi atas masalah operasional bisnis serta efisiensi yang ditawarkan oleh produk terkait.

Baca juga: B2B Marketing: Definisi, Jenis, dan Contoh Penerapannya

11. B2C Copywriting

Berbeda dengan model bisnis, gaya penulisan ini langsung menyasar konsumen individu dengan pendekatan yang lebih emosional dan personal.

Penulis harus memahami keresahan harian audiens target agar bisa menawarkan produk sebagai solusi gaya hidup yang tepat dan efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan narasi dalam menyentuh sisi psikologis pembaca.

Baca juga: B2C Marketing: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Penjualan Anda

Perbedaan Copywriting dengan Content Writing

Meskipun keduanya sama-sama berfokus pada produksi teks, copywriting dan content writing memiliki peran yang sangat berbeda dalam strategi pemasaran. Beberapa perbedaannya dapat dipahami dalam tabel berikut ini.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

PerbandinganCopywritingContent Writing
Tujuan UtamaMendorong konversi dan tindakan langsung melalui Call to Action.Memberikan informasi, edukasi, dan membangun hiburan.
Fokus WaktuJangka pendek (hasil instan).Jangka panjang (membangun kepercayaan).
Gaya BahasaPersuasif, singkat, dan penuh urgensi.Deskriptif, informatif, dan mendalam.
Media OutputIklan, landing page, slogan, dan email marketing.Artikel blog, e-book, koran, dan laporan riset.
Target HasilPenjualan produk atau pengisian formulir.Loyalitas audiens dan otoritas merek (branding).
Baca juga: Content Marketing: Pengertian, Jenis dan Tipsnya

Teknik Copywriting yang Perlu Dikuasai

Sebelum mulai merangkai kata, Anda perlu memahami beberapa teknik copywriting berikut agar setiap kalimat yang dihasilkan memiliki kekuatan persuasif yang maksimal.

1. Menulis dengan Tujuan yang Jelas

Penulisan tidak boleh dilakukan secara acak tanpa sasaran yang terukur bagi audiens yang dituju sehingga perlu memahami preferensi pelanggan melalui riset mendalam agar pesan tersampaikan dengan dan menjawab kebutuhan pelanggan.

Dengan menetapkan tujuan yang spesifik, teks yang dihasilkan akan jauh lebih efektif dalam mendorong keputusan pembelian.

Baca juga: Contoh Kata-Kata Copywriting Ajaib yang Menarik Calon Pembeli

2. Kuasai Detail Produk atau Layanan

Pemahaman mendalam mengenai produk merupakan syarat mutlak sebelum Anda mulai memasarkannya kepada orang lain.

Anda harus mampu membedah keunikan, fitur unggulan, serta manfaat nyata yang akan dirasakan oleh konsumen setelah menggunakan produk tersebut.

Pengetahuan yang kuat akan memudahkan Anda dalam menyusun deskripsi yang jujur sekaligus sangat meyakinkan bagi calon pembeli.

3. Ciptakan Headline yang Memikat

Judul atau headline memegang peranan vital sebagai pintu masuk yang menentukan apakah audiens akan lanjut membaca atau berpaling.

Pastikan Anda menonjolkan manfaat utama atau tawaran menarik, seperti potongan harga, untuk memicu rasa penasaran pembaca dan mampu menyampaikan nilai jual secara instan dalam waktu yang sangat singkat.

Baca juga: Contoh Headline Penjualan yang Efektif

4. Gunakan Pemicu Emosional Konsumen

Selain menggunakan headline menarik, Anda juga bisa memanfaatkan emosional atau psikologi konsumen. Cobalah membuat tulisan yang menarik perhatian konsumen dengan cara berikut:

  • Sebutkan manfaat atau keunggulan produk: Gunakan judul atau tagline yang mengungkapkan manfaat. Misalnya, ubah “Cara Mudah Menghilangkan Jerawat” menjadi “Hanya dalam 1 Minggu, Jerawat Hilang dengan 7 Trik Ini”
  • Ciptakan urgensi: Tampilkan diskon dengan batas waktu untuk menarik perhatian. Contohnya, “Hanya Hari ini! Diskon 45% Untuk Semua Item”.
  • Gunakan persentase: Cantumkan angka spesifik untuk menambah daya tarik. Misalnya, “10 Kunci Sukses Meningkatkan Penjualan Sebesar 42,5%” lebih menarik daripada “Kunci Sukses Meningkatkan Penjualan”.

5. Terapkan Prinsip AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)

Model AIDA akan membuat copywriting Anda lebih terstruktur dan efektif dalam menarik perhatian audiens dan membangkitkan minat. Berikut cara menerapkannya:

  • Attention (Perhatian): Menarik atensi audiens secara instan menggunakan judul yang mencolok, relevan, dan unik agar pesan Anda menonjol di antara tumpukan informasi lainnya.
  • Interest (Minat): Membangkitkan keingintahuan pembaca dengan menyajikan informasi serta fitur unggulan yang mampu menjawab kebutuhan spesifik mereka secara menarik.
  • Desire (Keinginan): Menciptakan dorongan emosional untuk memiliki produk melalui bukti nyata seperti testimoni atau gambaran solusi atas permasalahan yang dihadapi konsumen.
  • Action (Tindakan): Mengarahkan audiens untuk segera melakukan transaksi atau pendaftaran melalui instruksi call-to-action (CTA) yang jelas, tegas, dan persuasif.
Baca juga: Strategi Marketing Generasi Z yang Wajib Diketahui Bisnis

Indikator Keberhasilan Copywriting

Indikator keberhasilan copywriting biasanya diukur melalui beberapa metrik berikut ini untuk melihat sejauh mana tulisan tersebut mampu mempengaruhi perilaku audiens.

  • Tingkat konversi (Conversion Rate): Persentase audiens yang melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli produk atau mengisi formulir, setelah membaca copy Anda.
  • Rasio Click-Through Rate: Mengukur seberapa banyak orang yang tertarik untuk mengeklik tautan atau tombol Call to Action (CTA) dibandingkan dengan jumlah orang yang melihatnya.
  • Tingkat Bounce Rate: Jika bounce rate rendah pada sebuah landing page, artinya copy Anda berhasil mempertahankan minat pembaca untuk tetap berada di halaman tersebut.
  • Time on Page: Durasi yang dihabiskan pembaca menunjukkan seberapa menarik dan relevannya pesan yang Anda sampaikan bagi mereka.
  • Jumlah penjualan: Indikator paling nyata dari direct response copywriting adalah adanya peningkatan angka penjualan yang berasal dari kanal pemasaran tertentu.
  • Kualitas leads (Lead Quality): Sejauh mana audiens yang terjaring sesuai dengan target pasar (loyal), bukan hanya sekadar klik yang tidak berujung pada transaksi.
  • Engagement: Pada media sosial, keberhasilan copy diukur dari banyaknya jumlah suka, komentar, dan berapa kali konten tersebut dibagikan oleh audiens.
Baca juga: Contoh KPI Digital Marketing: Wajib Diukur Bisnis Pemula

Contoh Copywriting yang Sering Ditemukan

Contoh copywriting sangat beragam dan bisa ditemukan di hampir seluruh kanal pemasaran, mulai dari media sosial hingga iklan televisi. Berikut beberapa contohnya, antara lain:

1. Headline Landing Page

Contoh Copywriting_Headline Landing Page

Contoh headline landing page dari Mekari Qontak tersebut menunjukkan penerapan copywriting yang sangat efektif karena langsung memberikan solusi bagi seller Tokopedia dalam mengelola komunikasi pelanggan secara terpusat melalui satu dasbor.

Narasi yang digunakan berhasil menonjolkan manfaat efisiensi waktu dan biaya operasional hingga lebih dari 70%, yang kemudian ditutup dengan ajakan bertindak melalui tombol “Coba gratis” yang mencolok.

2. Social Media Copywriting

Contoh Copywriting_Social Media Copywriting

Gaya penulisan ini dirancang untuk menarik perhatian audiens secara cepat dengan menggunakan pernyataan yang memiliki kredibilitas tinggi guna membangun rasa percaya.

Penulis sering kali menyertakan janji berupa solusi atau informasi berharga yang dikemas dalam format ringkas agar memicu rasa penasaran serta interaksi dari para pembaca.

3. Tagline Brand

Contoh Copywriting_Tagline Brand

Jenis penulisan ini berfokus pada penciptaan identitas merek melalui pesan yang singkat, padat, dan memiliki daya ingat yang sangat kuat di benak konsumen.

Penggunaan rima atau struktur kalimat yang sederhana bertujuan agar nilai utama perusahaan dapat diasosiasikan secara instan oleh audiens dalam berbagai situasi.

Baca juga: Digital Advertising: Manfaat, Jenis, dan Cara Efektif Menerapkannya

Optimalkan Strategi Copywriting Bisnis dengan Solusi Mekari Qontak!

Maksimalkan potensi strategi pemasaran Anda dengan mengintegrasikan teknik copywriting yang persuasif untuk mendorong konversi dan memperkuat identitas merek di berbagai platform digital.

Agar pesan yang disampaikan tepat sasaran dan mampu menjawab keresahan audiens secara personal, penggunaan data pelanggan yang akurat menjadi kunci utama dalam setiap penulisan.

Mekari Qontak menyediakan solusi CRM terpercaya yang memudahkan Anda mengelola informasi pelanggan secara mendalam, sehingga Anda dapat menciptakan konten iklan yang jauh lebih efektif dan berdampak pada penjualan.

Manfaatkan fitur chatbot berbasis AI untuk merancang kampanye pemasaran yang lebih interaktif dan efektif dan pantau keberhasilan dari penerapan copywriting yang digunakan melalui fitur custom report.

Eksplor berbagai fitur canggih lainnya dengan uji coba gratis solusi CRM Mekari Qontak atau konsultasikan strategi layanan Anda terlebih dahulu dengan tim ahlinya tanpa dipungut biaya.

Manfaat fitur utama CRM Mekari Qontak
Kategori : Marketing

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Copywriting (FAQ)

Apa perbedaan utama antara copywriting untuk media cetak dan media digital?

Apa perbedaan utama antara copywriting untuk media cetak dan media digital?

Media cetak biasanya memiliki keterbatasan ruang dan bersifat statis sehingga menuntut kepadatan informasi, sementara copywriting digital lebih dinamis karena bisa memanfaatkan elemen interaktif, tautan (hyperlink), dan optimasi kata kunci untuk mesin pencari.

Bagaimana cara menghindari risiko plagiarisme saat mencari inspirasi dari kompetitor?

Bagaimana cara menghindari risiko plagiarisme saat mencari inspirasi dari kompetitor?

Gunakan teknik Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) dengan cara mempelajari struktur atau pola keberhasilan mereka, namun tetap tuliskan pesan Anda menggunakan proposisi nilai unik (USP) dan sudut pandang orisinal yang hanya dimiliki oleh bisnis Anda.

Bagaimana cara melakukan A/B testing pada teks copywriting?

Bagaimana cara melakukan A/B testing pada teks copywriting?

A/B testing dilakukan dengan membuat dua versi tulisan yang berbeda (misalnya perbedaan pada headline atau tombol CTA) untuk kemudian diuji kepada audiens yang sama guna melihat versi mana yang menghasilkan tingkat konversi lebih tinggi.