Daftar isi
6 min read

Mengenal Engagement di Media Sosial dan Cara Meningkatkannya

Tayang 22 September 2023
Diperbarui 13 Desember 2023
Engagement Rate Media Sosial
Mengenal Engagement di Media Sosial dan Cara Meningkatkannya

Engagement merupakan matriks penting dalam strategi social media marketing. Engagement mengambarkan tingkat kerterlibatan audiens dari postingan konten marketing Anda.

Pada artikel ini akan dibahas lebih jauh mengenai engagement, perannya dalam perusahaan hingga cara meningkatkannya. Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Engagement?

Engagement adalah tingkat keterlibatan audiens atau pelanggan dalam platform social media. Di mana kerap menjadi tolak ukur keberhasilan konten di sosial media menarik minat audiens.

Sementara, pengertian sosial media engagement merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa aktif audines berinteraksi pada postingan konten di platform media sosial tertentu. Hal ini bisa diukur dari jumlah likes, shares dan comments di konten tersebut.

Semakin tinggi jumlah interaksi audiens, maka bisa dikatakan content marketing yang dibuat sukses menarik minat audiens dan membuka kesempatan bisnis untuk meningkatkan penjualan.

Begitu juga sebaliknya, saat tingkat engagement rendah, maka kampanye yang bisnis buat masih kurang menarik, baik dari segi isi konten yang dibuat, channel yang digunakan, atau ada faktor lain yang mungkin mempengaruhinya.

Alasan Penting Bagi Bisnis untuk Meningkatkan Engagement

Social media engagement merupakan indikator penting yang diukur untuk mengetahui seberapa efektif strategi kampanye yang bisnis jalani. Oleh karena itu, meningkatkan engagement akan memberikan banyak manfaat untuk bisnis, seperti berikut:

1. Mendorong Pertumbuhan Bisnis secara Keseluruhan

Seperti disingung sebelumnya, tingginya tingkat engagement sejalan dengan banyaknya audines yang tertarik dengan konten marketing yang dibuat. Artinya mereka telah menerima pesan Anda dari konten tersebut dan kemungkinan tertarik untuk membeli.

Semakin banyak pelanggan yang tertarik untuk membeli produk, kesempatan bisnis untuk memperoleh keuntungan terbukan lebar. Hal ini secara tidak langsung akan mendorong pertumbuhan.

Seperti yang disinggung sebelumnya bahwa semakin tinggi engagement, artinya semakin banyak audiens yang tertarik dengan kampanye yang bisnis buat. Dimana bisnis lebih mudah untuk membujuk mereka melakukan pembelian.

Laporan Mad Mobile melaporkan perusahaan mengalamami pertumbuhan rata-rata 9,5% YoY karena fokus meingkatkan engagement di berbagai channel, sedangkan perusahaan yang tidak memperhatikan keterlibatan audiens hanya tumbuh 3,4%.

2. Memahami Pengalaman Pelanggan Lebih Baik

Engagement juga memberikan wawasan lengkap terkait pengalaman pelanggan pelanggan saat berinteraksi dengan bisnis Anda. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya interaksi pelanggan pada akun sosial media bisnis.

Jika pelanggan banyak melakukan interaksi (like, komen, following atau share) di akun sosial media, kemungkinan mereka menilai konten yang Anda sajikan bermanfaat.

Namun sebaliknya, apabila engagement rate rendah, kemungkinan pelanggan kurang berkesan karena beberapa alasan. Oleh karena itu, Anda perlu menganalisa faktor penyebabnya dan melakukan perbaikan.

3. Analisa Perkembangan Kompetitor

Selain mengukur tingkat engagement bisnis Anda, tidak ada salahnya juga untuk mengukur engagement kompetitor. Anda bisa menggunakan indikator atau matriks sama dengan yang digunakan untuk mengukur keterlibatan audiens di sosial media Anda.

Kemudian bandingkan temuan pengukuran engagement bisnis Anda dengan kompetitor. Apabila engagement rate kompetitor lebih tinggi, maka Anda bisa menganalisa konten mereka yang menghasilkan banyak engagement.

Selanjutnya, Anda bisa mengadopsinya dengan menyesuaikan keadaan bisnis Anda. Diharapkan hal tersebut juga berhasil meningkatkan engagement di media sosial Anda.

Matriks yang Digunakan dalam Mengukur Tingkat Engagement di Media Sosial

Setiap platform media sosial memiliki matriks berbeda untuk mengkur engagement rate. Misalnya Facebook, Instagram dan Twitter yang merupakan aplikasi media sosial media saat juga memiliki matriks sendiri, seperti berikut:

  • Facebook: jumlah like, follower dan share
  • Instagram: jumlah follower dan like
  • Twitter: jumlah follower dan retweet

Jumlah like pada aplikasi media sosial menunjukkan popularitas konten yang diposting. Sementara angka followers menunjukan berapa banyak pengguna ingin melihat konten Anda secara teratur.

Oleh karena itu, followers adalah jenis aspek engagement yang berfungsi untuk mengkur potensi audies yang akan melakukan konversi, seperti halnya subscribe pada email marketing.

Matriks untuk mengukur engagement rate

Cara Menghitung Engagement Rate di Media Sosial

Engagement rate adalah indikator yang mengukur rata-rata jumlah interaksi yang diterima oleh konten media sosial Anda dibandingkan jumlah pengikut.

Rumus engagement rate adalah sebagai berikut:

Engagement Rate = (Jumlah Total Interaksi / Jumlah Total Pengikut) x 100%

Contoh perhitungan:

Diketahui bahwa perusahaan A memiliki pengikut 10.000 di Facebook. Kemudian perusahaan tersebut memposting konten video di Facebook menerima:

  • 200 suka (likes)
  • 100 komentar
  • 50 berbagi (shares)

Maka engagement perusahaan A adalah 350 (200 + 100 + 50). Selanjutnya gunakan rumus di atas untuk menghitung tingkat keterlibatan Perusahaan A:

Engagement rate Perusahaan A = (350 / 10.000) x 100% = 3,5%

Jadi tingkat engagement perusahaan A di Facebook sebesar 3.5%

Baca juga: Engagement Management Software Terbaik

Strategi Meningkatkan Engagement di Media Sosial

Berikut cara untuk meningkatkan engagement di media sosial

– Analisis Engagement Anda Saat ini

Sebelum mulai suatu kampanye atau event, akan lebih baik untuk mengukur tingkat engagement yang ada terlebih dahulu. Tujuannya agar mengetahui konten Anda yang menghasilkan banyak engagement.

Setelah itu, periksa postingan atau kampanye yang menduduki peringkat tertinggi dan terendah dalam analisis Anda. Identifikasi pola-pola apa yang mungkin Anda temui.

Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa postingan yang berkaitan kuis cenderung memiliki keterlibatan yang lebih tinggi, sementara postingan edukasi kurang diminati.

Selain itu, pantau pesan, komentar, dan penyebutan brand Anda. Ini akan memberikan wawasan tentang preferensi dan ketertarikan audiens Anda.

– Tetapkan Tujuan Anda

Menetapkan tujuan yang jelas sangat penting, untuk menentukan matriks yang perlu diukur. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai matrik media sosial yang tersedia di setiap platform, dan bagaimana matriks tersebut relevan dengan tujuan Anda.

Misalnya, tujuan Anda adalah meningkatkan tingkat keterlibatan pada postingan Anda. Maka matriks yang diukur adalah jumlah orang yang berintekasi dan jenis interaksi yang mereka lakukan, seperti like, komentar, atau share.

– Buat dan Bagikan Konten Berkualitas

Konten berkualitas tidak hanya menarik dilihat, tapi juga memberikan manfaat bagi audiens. Artinya konten tersebut harus memberikan apa yang audiens butuhkan, sehingga mendorong mereka untuk berinteraksi.

Namun, jangan hanya mengandalkan persepsi Anda tentang apa yang diinginkan oleh audiens Anda. Lakukan riset untuk memahami apa yang benar-benar audiens inginkan.

Anda juga dapat melakukan uji coba dengan berbagai jenis konten untuk melihat mana yang berhasil dan tidak. Pantau dan pelajari dari publikasi sebelumnya. Jangan takut untuk bereksperimen, perhatikan ulasan, perbaiki, dan ulangi.

– Tunjukkan Sisi Kemanusiaan Anda

Engagemen lebih tinggi jika audiens merasa ada manusia yang sebenarnya berada di baliknya.

Ada berbagai cara untuk menunjukkan sisi kemanusiaan Anda melalui media sosial, seperti berikut:

  • Mulailah berinteraksi dengan membalas komentar dan memulai percakapan, jangan hanya sekadar me-retweet dan menyukai.
  • Merespons pertanyaan dari audiens.
  • Membalas komentar dengan humor atau kehangatan.
  • Menampilkan orang-orang di balik merek tersebut dalam foto atau video.

– Pilih Waktu yang Tepat untuk Posting

Pemilihan waktu posting menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat keterlibatan audiens. Oleh karena itu, Anda perlu mengidentifikasi kapan waktu audiens Anda aktif mengakses sosial media. Hal ini membuka peluang konten Anda akan dilihat oleh mereka.

Selain itu, penting juga untuk memahami seberapa sering Anda harus memposting di media sosial. Terlalu banyak konten dapat membuat audiens merasa terganggu.

Baca juga: Cara Meningkatkan Customer Engagement

Tingkatkan Engagement Bisnis Anda di Media Sosial Sekarang

Engagement merupakan matriks penting yang harus diukur dalam strategi media sosial marketing. Engagement mengambarkan tingkat keterlibatan dan interaksi audiens dengan bisnis.

Salah satu cara untuk meningkatkan engagement di media sosial adalah dengan menghubungkan beberapa platform medsos. Hal ini memudahkan Anda dalam berinteraksi dengan audiens. Jadi Anda tidak akan ketinggalan satu pun interaksi dan tidak ada audines yang terabaikan.

Mekari Qontak menawarkan solusi customer service terbaik di Indonesia. Salah satu produk unggulan Mekari Qontak adalah aplikasi omnichannel yang menghubungkan berbagai channel media sosial. Dengan begitu, Anda bisa merespon dan mengelola interaksi audiens dari berbagai channel dalam satu dasbor.

Jadi tunggu apalagi? Coba Gratis aplikasi Omnichannel terbaik dari Mekari Qontak atau konsultasi gratis dengan tim Mekari Qontak.

Kategori : BisnisMarketing
WhatsApp WhatsApp Sales