10 mins read

Chatbot dalam Bisnis: Jenis, Manfaat, Cara Kerja, dan Contohnya

Tayang
Chatbot dalam Bisnis: Jenis, Manfaat, Cara Kerja, dan Contohnya
Mekari Qontak Highlights
  • Chatbot adalah asisten virtual yang menggunakan Natural Language Processing (NLP) dan AI untuk mensimulasikan percakapan manusia.
  • Chatbot sangat bermanfaat untuk memberikan manfaat strategis lainnya bagi bisnis, seperti kepuasan pelanggan, meningkatkan penjualan, menghemat biaya operasional hingga membantu lead generation.
  • Cara kerja chatbot meliputi memproses input, menganalisis pertanyaan, menghasilkan respons, dan meningkatkan pengetahuan.
  • Terdapat beberapa jenis chatbot, yakni chatbot berbasis menu, chatbot berbasis aturan, dan chatbot berbasis AI generatif.
  • Penggunaan chatbot dalam sektor bisnis seperti e-commerce, perbankan, dan pendidikan menghasilkan interaksi lebih efisien dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Bayangkan Anda bertanya tentang ketersediaan produk di toko online. Anda mengirim pesan melalui fitur chat di website. Dalam hitungan detik, Anda mendapatkan jawaban. Inilah yang dikenal sebagai chatbot.

Selain merespon, chatbot juga bisa membangun percakapan dengan pelanggan layaknya berbicara dengan manusia. Kemampuan ini memudahkan agen agar fokus mengerjakan tugas yang kompleks.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak akan mengupas terkait hal ini, mulai dari pengertian, manfaat, tipe hingga contoh penggunaannya. Simak artikel ini!


Apa itu Chatbot?

Chatbot adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan percakapan dengan pengguna melalui teks atau suara.

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memahami pertanyaan dan memberikan jawaban yang sesuai, sehingga memungkinkan interaksi yang cepat dan efisien di berbagai platform seperti situs web dan aplikasi pesan.

Dengan kemampuan seperti Natural Language Processing (NLP) dan artificial intelligence untuk bisnis, tools ini semakin populer sebagai alat untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan automasi layanan.

Baca juga: Rekomendasi NLP Tools Terbaik untuk Perusahaan Indonesia

Pentingnya Chatbot untuk Bisnis

Chatbot sangat berperan penting untuk bisnis terutama sebagai asisten virtual. Sistem dengan kecerdasan buatan ini meringankan tugas bisnis yang berkaitan dengan interaksi pelanggan.

Dilansir laporan State of Chatbots, banyak keuntungan yang diperoleh bisnis setelah menggunakan chatbot seperti berikut:

  • Sekitar 64% penguna mengatakan merasakan manfaatnya yang membantu mereka menyediakan layanan 24 jam seperti merespon pertanyaan pelanggan. Hal ini mampu meningkatkan customer experience mereka yang merupakan salah satu faktor penting untuk kesuksesan bisnis.
  • Sebanyak 89% pengguna lebih memilih menggunakan bot daripada aplikasi lainnya saat berinteraksi dengan bisnis. Sebab, robot virtual ini memudahkan bisnis menyampaikan informasi produk atau layanan ke demografi yang lebih luas.
Baca juga: WhatsApp Chatbot: Pengertian, Manfaat, Contoh dan Tips Penggunaanya dalam Bisnis

Fungsi Chatbot untuk dalam Bisnis

Berikut fungsi utama penggunaan chatbot adalah sebagai berikut.

1. Customer Service

Fungsi utama chatbot adalah sebagai customer service yang melayani pelanggan. Sebab robot virtual ini memiliki kemampuan untuk merespon pertanyaan pelanggan, mengumpulkan data pelanggan dan lainnya.

Kemampuan tersebut mendukung aktivitas layanan pelanggan. Pelayanan yang bisnis berikan juga lebih cepat dengan tools ini, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Membantu Penjualan dan Pembayaran

Chatbot bisa menyederhanakan proses belanja dan pembayaran. Anda bisa menggunakan bot untuk mengirimkan katolog produk yang pelanggan butuhkan sesuai triger tertentu. Termasuk mengirimkan invoice yang memudahkan pelanggan membayar.

3. Mengirimkan Notifikasi Penting

Chatbot juga bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan notifikasi terakit informasi atau berita terbaru dari perusahaan ke pelanggan.

Anda cukup mengaturnya pada sistem chatbot, kemudian bot akan otomatis mengirimkan ke banyak pelanggan sekaligus.

4. Mengatur Janji Temu

Bot memudahkan penggunanya untuk mengatur janji temu dengan menampilkan ketersediaan di kalender dan memilih tanggal. Kemudian bot akan otomatis mengirimkan notifikasi pengingat saat mendekati waktu janjian.

Baca juga: Aplikasi WhatsApp Chatbot Terbaik untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Manfaat Chatbot bagi Pertumbuhan Bisnis

Berikut ini beberapa manfaat dari chatbot.

1. Tersedia Selama 24/7

Tidak seperti manusia yang memiliki jam kerja dan butuh istirahat, bot dapat bekerja sepanjang waktu. Pelanggan Anda dapat bertanya atau menghubungi Anda kapanpun mereka mau.

Baca juga: Customer Service 24/7 Non-Stop, Apa Pentingnya untuk Bisnis?

2. Menghemat Waktu Pelanggan

Chatbot menghemat waktu pelanggan dengan cara mengotomatisasi dan mempercepat proses interaksi.

Dibandingkan dengan layanan pelanggan tradisional seperti telepon atau email, chatbot bisa mengurangi waktu tunggu dan upaya yang harus dikeluarkan pelanggan.

3. Meningkatkan Kualitas Pengalaman Pelanggan

Respon yang tepat dan cepat tentu dapat memberikan pengalaman yang baik bagi pelanggan Anda. Hal ini juga dapat meraih kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

Baca juga: Mengenal Apa Itu Customer Experience dan Cara Meningkatkannya

4. Meningkatkan Kepercayaan

Interkasi yang dibangun bot sangat cepat dan bersifat personal. Hal ini mendorong pelanggan untuk merespon interaksi tersebut.

Artinya, keterlibatan mereka juga meningkat, termasuk customer experience dan kepuasan pelanggan.

5. Meningkatkan Jumlah Penjualan

Dengan semua peningkatan serta efisiensi dalam melayani pelanggan, Anda dapat memperoleh peningkatan penjualan. Semakin pelanggan nyaman berbelanja di toko online Anda, semakin mereka akan loyal pada bisnis Anda.

6. Menghemat Biaya

Tidak hanya pelanggan yang memperoleh manfaat dari Bot, namun juga pebisnis.

Pebisnis dapat menekan biaya pengeluaran jika menggunakan fitur ini, salah satunya adalah tidak perlu merekrut banyak customer service dalam melayani pelanggan.

6. Mendukung Lead Generation

Anda dapat memperoleh konversi dari setiap pengunjung yang datang ke website Anda.

Bot dapat digunakan untuk mengumpulkan data penting terkait setiap pengunjung website, seperti: email, nomor telepon, produk yang dicari, produk yang disukai, dan sebagainya.

Baca juga: Lead Generation: Pengertian, Strategi, dan Jenisnya

Cara Kerja Chatbot dalam Merespon Pelanggan

Sebagian besar Chatbot menggabungkan machine learning dan Natural Language Processing (NLP) dalam merespon setiap permintaan perintah suara atau teks berdasarkan dua hal berikut.

1. Memproses dan Memahami Input

Chatbot Decision Tree Based

Memproses dan memahami input adalah langkah pertama saat Anda berinteraksi dengan chatbot. Anda akan menerima masukan, baik berupa teks yang diketik atau suara yang diucapkan, kemudian memprosesnya.

Di tahap ini, adanya NLP memungkinkannya untuk memecah kalimat, mengidentifikasi kata-kata, dan memahami struktur bahasa yang digunakan manusia, termasuk slang atau kesalahan ketik.

2. Menganalisis Pertanyaan

Contextual Chat

Setelah input diproses, chatbot akan menganalisisnya untuk mengidentifikasi maksud (intents) dan entitas (entities). Inten sendiri adalah tujuan atau niat utama dari pertanyaan pengguna.

Misalnya, jika pengguna mengetik “Saya ingin cek saldo rekening,” maksudnya adalah cek_saldo.

Sementara itu, entitas adalah informasi penting dalam kalimat yang dibutuhkan untuk merespons. Dari contoh di terebut, “rekening” bisa menjadi entitas yang mengacu pada jenis akun.

Analisis tersebut membantu chatbot untuk mencari jawaban yang paling sesuai dan relevan dari basis pengetahuannya.

3. Membuat dan Menghasilkan Respons

Setelah maksud dan entitas diidentifikasi, chatbot akan mencari jawaban yang paling pas. Respons ini bisa dihasilkan melalui beberapa cara.

  • Respons berbasis aturan: Mengambil jawaban yang sudah disiapkan sebelumnya, mirip dengan template.
  • Respons berbasis AI generatif: Cenderung lebih modern menggunakan Large Language Models (LLM) untuk menciptakan respons yang baru dan unik. Ini memungkinkan percakapan yang lebih alami dan dinamis.

Hasil dari proses ini adalah respons yang dikirim kembali kepada pengguna dalam format teks atau suara.

4. Peningkatan Pengetahuan

Peningkatan pengetahuan merupakan tahap krusial yang membedakan chatbot dasar dengan chatbot cerdas yang mampu beradaptasi secara berkelanjutan. Pada tahap ini, setiap percakapan yang terjadi akan dikumpulkan sebagai data penting untuk interaksi.

Melalui teknologi machine learning, chatbot mempelajari interaksi sebelumnya untuk memahami perilaku pengguna, mengenali pola pertanyaan, serta menyempurnakan respons yang diberikan.

Proses ini akan semakin optimal ketika didukung oleh integrasi chatbot dengan CRM, karena data pelanggan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih terstruktur.

Baca juga: Omnichannel CRM: Pengertian, Keunggulan dan Strategi Penggunaanya

Jenis-Jenis Chatbot

Berikut adalah jenis-jenis Chatbot yang perlu Anda ketahui.

1. Chatbot Berbasis Menu atau Tombol

Chatbot jenis berbasis menu menggunakan menu atau tombol yang bisa diklik pengguna untuk berinteraksi.

Pengguna memilih opsi dari menu yang telah ditentukan, kemudian chatbot akan menampilkan opsi lain berdasarkan pilihan tersebut sampai menemukan jawaban yang sesuai.

Chatbot jenis ini cocok untuk menjawab pertanyaan yang rutin dan langsung. Namun, chatbot ini kesulitan jika dihadapkan pada pertanyaan yang lebih kompleks karena terbatas pada opsi yang sudah ada.

Jika pilihan yang diinginkan tidak ada di menu, maka chatbot tidak bisa membantu.

2. Chatbot Berbasis Aturan

Jenis selanjutnya menggunakan logika “jika/kemudian” untuk mengelola percakapan. Bot akan bekerja seperti FAQ interaktif di mana desainer percakapan telah memprogram pertanyaan dan jawaban yang telah ditentukan.

Sayangnya, jenis ini kesulitan merespon pertanyaan yang tidak diprogram sebelumnya. Imbasnya, bot seringkali harus meminta pengguna mengulang informasi jika tidak memahami permintaan dengan benar.

3. Chatbot Berbasis AI

Berbeda dari jenis sebelumnya, jenis ini menggunakan kecerdasan buatan dan pemahaman bahasa alami untuk memahami berbagai pertanyaan pengguna.

Program chatbot bisa mengenali konteks, memberikan jawaban yang lebih tepat, dan bahkan mengajukan pertanyaan klarifikasi jika diperlukan.

Hal tersebut karena bot peroleh dari interaksi dan bisa mengingat informasi dari percakapan sebelumnya, serta terintegrasi dengan sistem bisnis untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan efisien.

4. Chatbot Suara

Chatbot suara memungkinkan pengguna berinteraksi melalui suara, bukan mengetik. Program kecerdasan buata ini menggunakan teknologi teks ke suara dan suara ke teks untuk memahami dan merespons pertanyaan yang diucapkan.

Jenis ini menawarkan fungsionalitas canggih seperti berbasis AI lainnya dan bisa meningkatkan keterlibatan serta mengurangi waktu tunggu.

Baca juga: AI Voice Generator Terbaik untuk Membuat Suara Mirip Manusia

5. Chatbot Berbasis AI Generatif

Jenis terakhir ini menggunakan AI generatif untuk menciptakan konten baru seperti teks, gambar, dan suara. Tidak hanya menjawab pertanyaan, chatbot ini juga bisa menghasilkan konten yang relevan berdasarkan permintaan pengguna.

Kelebihannya terletak dalam memahami bahasa dan gaya percakapan pengguna, serta mampu menghasilkan respons yang lebih kreatif dan mendalam.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Chatbot Terbaik untuk Bisnis Digital

Contoh Penggunaan Chatbot yang Tepat

Berikut contoh penggunaan chatbot yang tepat.

1. Customer Service dan Helpdesk

Salah satu penerapan yang paling populer adalah di bidang customer service dan helpdesk. Chatbot mampu menjawab pertanyaan dasar pelanggan, seperti cara melacak pesanan, informasi produk, atau prosedur pengembalian barang.

Sebagai contoh, penggunaan chatbot di website e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada.

Baca juga: Rekomendasi Software Chatbot Customer Service Terbaik

2. Perbankan dan Fintech

Chatbot di industri perbankan hadir untuk mempermudah layanan finansial sehari-hari.

Nasabah bisa mengecek saldo, melihat mutasi rekening, hingga mendapatkan informasi promo atau edukasi keuangan hanya dengan mengetikkan pertanyaan sederhana.

3. E-commerce dan Penjualan

Dalam dunia e-commerce, chatbot menjadi asisten yang selalu siap melayani pembeli. Tools ini bisa menjawab pertanyaan tentang stok, harga, hingga biaya pengiriman secara otomatis.

Bahkan, dengan bantuan AI, Anda dapat menerima rekomendasi produk yang sesuai dengan preferensi Anda sebagai pelanggan. Dengan demikian, ini bisa meningkatkan peluang terjadinya transaksi.

4. Travel dan Hospitality

Industri travel dan hospitality juga merasakan manfaat besar dari chatbot. Sebagai contoh, chatbot di Traveloka atau aplikasi hotel. lainnya.

Sebagai contoh seperti dalam aplikasi pemesanan tiket dapat membantu pengguna mencari jadwal penerbangan, memesan hotel, hingga memberikan update status perjalanan.

Baca juga: Chatbot AI untuk Perhotelan: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

5. Kesehatan

Chatbot di bidang kesehatan berperan sebagai asisten medis virtual. Meski begitu, chatbot tidak menggantikan peran tenaga medis.

Misalnya, dapat menjawab pertanyaan umum terkait gejala ringan, memberikan tips kesehatan, hingga membantu pengguna menemukan dokter yang tepat untuk konsultasi.

6. Edukasi dan Training

Dalam dunia pendidikan, chatbot digunakan sebagai tutor virtual yang membantu siswa belajar secara interaktif.

Sebagai contoh, aplikasi pembelajaran bahasa asing seperti Duolingo juga menggunakan chatbot untuk melatih percakapan dengan pengguna.

Bukan hanya itu, tools ini juga bisa dipakai perusahaan untuk melatih karyawan baru melalui simulasi percakapan sehingga proses onboarding menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Chatbot AI untuk Pendidikan: Solusi Digital untuk Pembelajaran Efektif

7. Marketing dan Engagement

Chatbot juga berfungsi sebagai alat pemasaran yang efektif untuk menjaga interaksi dengan pelanggan. Dengan AI, chatbot bisa mengirimkan promo personal, mengingatkan pelanggan untuk produk hingga menawarkan rekomendasi sesuai minat.

Selain itu, chatbot dapat membangun engagement jangka panjang melalui percakapan yang interaktif. Dengan demikian, brand Anda tetap dekat dengan pelanggan tanpa harus selalu melibatkan tenaga manusia.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi AI dan Contohnya Berdasarkan Aktivitas Pengguna dan Bisnis

Dapatkan Chatbot Terbaik dari Mekari Qontak!

Dengan demikian, chatbot dapat meningkatkan layanan pelanggan, merampingkan tugas customer service, dan memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggan Anda.

Chatbot AI Mekari Qontak hadir menjadi solusi terbaik untuk mengotomatiskan pekerjaan Anda dengan bot cerdas.

Melalui Chatbot AI Mekari Qontak, Anda juga dapat mengintegrasikannya dengan aplikasi CRM, sistem omnichannel, dan WhatsApp sehingga meningkatkan kinerja bisnis Anda secara keseluruhan.

Jadi tunggu apa lagi? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan kami atau coba demo gratis Chatbot AI Mekari Qontak sekarang!

Kategori : Chatbot

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Chatbot (FAQ)

Apa perbedaan chatbot dan bot?

Apa perbedaan chatbot dan bot?

Meskipun istilah bot dan chatbot sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Sederhananya, chatbot adalah salah satu jenis bot.

Bot adalah program komputer otomatis yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas spesifik secara berulang dengan cepat. Tugas-tugas ini tidak selalu melibatkan interaksi percakapan dengan manusia.

Sementara itu, chatbot adalah jenis bot yang secara khusus dirancang untuk mensimulasikan percakapan dengan manusia.

Apakah chatbot hanya bisa digunakan di website?

Apakah chatbot hanya bisa digunakan di website?

Tentu tidak. Meskipun penggunaan chatbot di situs web sangat umum, chatbot juga dapat diimplementasikan di berbagai platform lainnya.

Banyak bisnis mengintegrasikan chatbot ke dalam aplikasi pesan, seperti WhatsApp Business API, Telegram Bot, Facebook Messenger, Instagram Direct Message, aplikasi seluler, dan email.

Apa yang membedakan chatbot berbasis AI dengan jenis chatbot lainnya?

Apa yang membedakan chatbot berbasis AI dengan jenis chatbot lainnya?

Chatbot berbasis AI menggunakan kecerdasan buatan untuk memahami konteks percakapan dan memberikan jawaban yang lebih tepat. Berbeda dengan chatbot berbasis aturan yang hanya mengikuti logika tetap, chatbot AI dapat belajar dari interaksi sebelumnya dan memberikan respons yang lebih dinamis.

Apa perbedaan performa chatbot ketika digunakan di website, WhatsApp, dan media sosial?

Apa perbedaan performa chatbot ketika digunakan di website, WhatsApp, dan media sosial?

Performa chatbot dipengaruhi oleh perilaku pengguna di setiap channel. Di website, chatbot sering digunakan untuk eksplorasi informasi dan lead generation. Sementara di WhatsApp dan media sosial, chatbot cenderung digunakan untuk percakapan personal dan transaksi cepat. Strategi penggunaan chatbot sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing channel.

Apa keunggulan Chatbot AI Mekari Qontak dibandingkan chatbot tanpa integrasi omnichannel?

Apa keunggulan Chatbot AI Mekari Qontak dibandingkan chatbot tanpa integrasi omnichannel?

Chatbot AI Mekari Qontak dapat digunakan di berbagai channel dalam satu dashboard. Bisnis tidak perlu mengelola chatbot secara terpisah di setiap platform. Integrasi ini meningkatkan efisiensi dan konsistensi layanan. Selain itu, analitik yang tersedia membantu evaluasi performa secara menyeluruh.