
- Pelanggan potensial adalah seseorang yang siap dan mampu untuk membeli produk atau layanan Anda, tetapi mereka belum menjadi pelanggan Anda.
- Pelanggan potensial memiliki karakteristik khusus, seperti menyadari masalah, memahami solusi, memiliki kemampuan membayar, dan mempercayai merek.
- Strategi mendapatkan pelanggan potensial meliputi segmentasi pasar, analisis kompetitor, networking, kampanye promosi, serta evaluasi berkelanjutan agar pendekatan semakin tepat sasaran.
- Pemanfaatan CRM seperti Mekari Qontak membantu bisnis mengelola data pelanggan potensial secara lebih efektif, sehingga peluang konversi dan penjualan.
Keberadaan pelanggan potensial sangat penting bagi bisnis. Mereka membantu perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Namun untuk mendapatkan pelanggan potensial tentu tidak mudah. Membutuhkan waktu dan strategi khusus untuk mendapatkannya dan mengubah mereka menjadi penjualan.
Yuk, pelajari lebih jauh definisi pelanggan potensial dan cara mendapatkannya pada ulasan Mekari Qontak blog berikut.
Apa itu Pelanggan Potensial?
Pelanggan potensial adalah seseorang yang siap dan mampu untuk membeli produk atau layanan Anda, tetapi mereka belum menjadi pelanggan Anda.
Mereka juga sering disebut sebagai “target audiens” yang merupakan fokus dari upaya pemasaran Anda dalam mempromosikan produk atau layanan.
Ada sejumlah faktor atau alasan mengapa target audiens belum menjadi pelanggan. Faktor-faktor tersebut meliputi keuangan, urgensi, atau kepentingan lain.
Oleh karena itu, bisnis harus bisa mengidentifikasi faktor tersebut dengan mengumpulkan data dan analisis terhadap perilaku dan kebutuhan audiens, sehingga dapat menciptakan pendekatan yang menarik bagi pelanggan potensial.
Karakteristik Pelanggan Potensial

Ada beberapa ciri atau karakteristik pelanggan potensial, seperti berikut:
1. Menyadari Masalah yang Mereka Hadapi
Sebagian calon pelanggan yang menyadari masalah mereka. Hal ini memudahkan bisnis untuk menjual produk karena bisnis tidak perlu mengidentifikasi masalah mereka.
Sebaliknya, cukup mengedukasi atau meyakinkan calon pelanggan pelanggan tersebut bahwa produk yang ditawarkan bisa menyelesaikan masalah mereka.
2. Telah Mengetahui Solusi atas Permasalah Mereka
Calon pelanggan yang sudah mengetahui masalah mereka, cenderung aktif mencari solusi. Mereka akan berusaha mengumpulkan berbagai informasi yang relevan.
Menariknya, sekitar 62% pelanggan lebih suka mendengarkan rekomendasi dari marketer saat mereka aktif mencari solusi untuk masalah mereka.
Maka dari itu, tim penjualan Anda harus memahami produk Anda dengan baik untuk dapat mengusulkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Memiliki Kemampuan untuk Membayar
Sebagian calon pelanggan mungkin menyadari masalah mereka dan berpotensi menjadi pelanggan, tetapi mereka tidak memiliki anggaran untuk membeli produk Anda.
Faktanya, sekitar 58% pelanggan ingin membahas harga terlebih dahulu, tetapi hanya 23% tim penjualan yang melakukannya.
Maka akan lebih baik mendorong tim sales untuk membicarakan harga dari awal dengan calon pelanggan. Jika mereka memiliki anggaran, mereka bisa dianggap sebagai calon pelanggan potensial.
4. Pelanggan Potensial Mempercayai Merek Anda
Membangun kepercayaan dengan prospek Anda akan membantu mengubah mereka menjadi pelanggan yang setia.
Upayakan untuk memperkuat merek Anda melalui pemasaran konten, media sosial, dan ulasan. Buat juga strategi pemasaran yang berfokus pada rekomendasi dari mulut ke mulut agar calon pelanggan terus mengingat merek Anda.
Cara Mendapatkan Pelanggan Potensial
Berikut cara mendapatkan pelanggan potensial adalah
1. Segmentasi Pelanggan
Tahapan pertama, mengidentifikasi pelanggan potensial. Caranya dengan membagi calon pelanggan yang Anda miliki ke beberapa kelompok berdasarkan karakteristik demografis, geografis, psikografis, dan perilaku.
- Demografi: kelompokkan prospek seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, pendapatan, ukuran keluarga, dan agama.
- Geografis: membagi prospek berdasarkan lokasi, seperti negara, wilayah, iklim, atau perbedaan lain dalam adat istiadat dan preferensi makanan.
- Perilaku: menggunakan data perilaku pelanggan, seperti frekuensi pembelian, jadwal pembelian, jumlah produk yang dibeli, waktu yang dibutuhkan untuk berbelanja, dan alasan di balik pembelian mereka.
Segmentasi pelanggan memberikan wawasan lebih mendalam tentang apa yang mereka anggap penting seperti lokasi, harga, pelayanan pelanggan, dan kualitas memiliki pengaruh besar.
Bahkan segmentasi memungkinkan Anda memprioritaskan faktor-faktor ini sebagai tinggi, sedang, rendah, atau tidak relevan.
2. Mempelajari Kompetitor
Setiap bisnis tentu memiliki pelanggan potensial, termasuk kompetitor Anda. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan analisis kompetitor. Gunakan pertanyaan berikut untuk melakukan analisa kompetitor:
- Segmen pasar apa yang diberikan perhatian atau diabaikan oleh kompetitor saya?
- Berapa banyak pelanggan yang bersedia membayar kepada kompetitor?
- Apa posisi pasar yang ditempati oleh kompetitor Anda?
- Apa yang sedang dibicarakan oleh pelanggan di media sosial? Saluran komunikasi apa yang digunakan secara rutin oleh pelanggan?
- Kelemahan atau kekuatan apa yang dapat Anda identifikasi melalui ulasan pelanggan kompetitor?
Mengidentifikasi kelemahan kompetitor memberikan peluang untuk mengambil langkah-langkah baru yang bermanfaat.
Seperti melacak aktivitas dan pencapaian kompetitor, serta menganalisisnya, sehingga Anda bisa merancang strategi pemasaran lebih baik.
Dengan penelitian yang mendalam tentang kompetitor, bisnis Anda bisa tetap bersaing, bahkan dalam lingkungan industri yang sangat kompetitif.
3. Maksimalkan Networking atau Influencer
Menggunakan jaringan adalah cara pintar untuk menemukan prospek. Melalui jaringan bisnis bisa mendapatkan feedback yang berharga.
Semakin banyak feedback yang diperoleh, semakin banyak data yang tersedia. Ketika informasi ini sangat terperinci, bisnis dapat membuat keputusan yang lebih komprehensif.
4. Lakukan Kampanye Promosi
Ketika produk atau layanan diiklankan, hal itu mengedukasi berbagai aspek seperti kegunaan, manfaat, harga, nilai, dan elemen menarik lainnya yang dapat langsung atau tidak langsung menarik minat pelanggan.
Promosi juga membantu dalam membangun kesadaran merek. Sebab untuk mencatat penjualan, pelanggan harus terlebih dahulu mengetahui bahwa produk atau layanan tersebut ada.
Berikut adalah tips promosi pemasaran yang dapat mendatangkan calon pelanggan:
- Membuat konten yang berorientasi pada kebutuhan dan minat target audiens Anda.
- Membuat content marketing dengan menggunakan bahasa dan pesan yang paling sesuai dengan audiens target Anda.
- Optimalkan konten Anda menggunakan kata kunci terbaik yang dicari oleh pelanggan Anda untuk meningkatkan basis audiens Anda.
- Bangun kesadaran merek dan loyalitas dengan menggunakan email, iklan berbasis gambar, dan melibatkan influencer.
5. Lakukan Evaluasi dan Inovasi
Terakhir, mengevaluasi efektivitas dari strategi pemasaran yang telah Anda terapkan. Analisis hasil yang telah dicapai dengan harapan yang Anda terapkan di awal.
Kemudian identifikasi elemen atau sektor mana yang kurang berhasil. Maka Anda perlu melakukan perubahan atau berinovasi.
Sementara yang sudah bekerja baik, Anda bisa memaksimalkannya menjadi kekuatan Anda. Pertimbangkan juga faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pencapaian Anda.
Tips Agar Calon Pelanggan Potensial Memilih Anda
Berikut tips menarik calon pelanggan untuk memilih merek Anda:
- Menawarkan Diskon: Sediakan diskon dan promosi yang sulit untuk dilewatkan kepada pelanggan baru.
- Personalisasi: Manfaatkan alat prediktif untuk memberikan pengalaman yang personal kepada pelanggan selama seluruh perjalanan pembelian mereka.
- Memanfaatkan Media Sosial: Bagikan content marketing yang relevan di platform media sosial untuk berinteraksi dengan pengikut Anda.
- Pelayanan Pelanggan: Pastikan bahwa Anda merespons pertanyaan calon pelanggan dengan cepat dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk membimbing mereka menuju pembelian.
- Cold calling: Hubungi calon pelanggan secara langsung untuk membangun hubungan baik dengan mereka.
Raih lebih banyak Pelanggan Potensial dengan Solusi Mekari Qontak!
Demikianlah penjelasan singkat terkait pelanggan potensial. Untuk mendapatkanya, bisnis perlu memahami produk mereka dengan baik dan mengidentifikasi target pelanggan yang tepat.
Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM terbaik di Indonesia. Aplikasi Mekari Qontak mempermudah Anda untuk menentukan produk atau jasa yang tepat untuk pelanggan potensial Anda. Dengan begitu, peluang penjualan meningkat pesat.
Jadi tunggu apa lagi? Yuk, Coba Demo Gratis Aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak atau Konsultasi Gratis dengan tim Mekari Qontak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Pelanggan Potensial (FAQ)
Apa perbedaan antara pelanggan potensial, prospek, dan leads dalam strategi pemasaran?
Apa perbedaan antara pelanggan potensial, prospek, dan leads dalam strategi pemasaran?
Leads adalah kontak awal yang menunjukkan ketertarikan terhadap bisnis, misalnya dengan mengisi formulir atau berlangganan email. Prospek merupakan leads yang telah disaring dan dinilai memiliki kebutuhan serta kecocokan dengan produk. Sementara pelanggan potensial adalah prospek yang sudah memiliki kesiapan lebih tinggi untuk melakukan pembelian.
Bagaimana cara mengukur tingkat kesiapan pelanggan potensial sebelum dihubungi tim sales?
Bagaimana cara mengukur tingkat kesiapan pelanggan potensial sebelum dihubungi tim sales?
Tingkat kesiapan dapat diukur melalui perilaku pelanggan, seperti frekuensi interaksi, respons terhadap konten, dan aktivitas di website. Data ini membantu bisnis menilai apakah calon pelanggan masih dalam tahap eksplorasi atau sudah mendekati keputusan pembelian. Dengan penilaian yang tepat, pendekatan sales bisa lebih relevan.
Kapan waktu yang tepat untuk menghubungi pelanggan potensial agar peluang konversi lebih tinggi?
Kapan waktu yang tepat untuk menghubungi pelanggan potensial agar peluang konversi lebih tinggi?
Waktu terbaik biasanya ketika pelanggan menunjukkan minat aktif, seperti mengunjungi halaman produk atau meminta informasi lebih lanjut. Respons yang cepat saat momen ini dapat meningkatkan peluang penjualan. Keterlambatan justru bisa membuat calon pelanggan beralih ke kompetitor.
Apa kesalahan paling umum bisnis saat mengelola data pelanggan potensial?
Apa kesalahan paling umum bisnis saat mengelola data pelanggan potensial?
Kesalahan yang sering terjadi adalah data pelanggan yang tidak terpusat dan jarang diperbarui. Hal ini menyebabkan pendekatan pemasaran tidak relevan dan tidak personal. Selain itu, kurangnya analisis data membuat peluang penjualan terlewat.
Apakah pelanggan potensial dari online dan offline perlu ditangani dengan strategi yang berbeda?
Apakah pelanggan potensial dari online dan offline perlu ditangani dengan strategi yang berbeda?
Ya, pelanggan dari online dan offline umumnya memiliki perilaku dan ekspektasi yang berbeda. Namun, keduanya tetap perlu dikelola secara terintegrasi agar pengalaman pelanggan konsisten. Pendekatan ini membantu bisnis memahami perjalanan pelanggan secara menyeluruh.
Bagaimana cara menyaring pelanggan potensial agar tim sales lebih fokus pada prospek berkualitas?
Bagaimana cara menyaring pelanggan potensial agar tim sales lebih fokus pada prospek berkualitas?
Penyaringan dapat dilakukan dengan menetapkan kriteria jelas, seperti kebutuhan, anggaran, dan tingkat minat. Dengan bantuan data dan tools yang terstruktur seperti CRM Mekari Qontak, bisnis dapat mengelompokkan prospek berdasarkan prioritas. Hal ini membuat tim sales bekerja lebih efektif dan terarah.