7 mins read

10 Tips Telemarketing Sukses Meningkatkan Penjualan Bisnis Secara Signifikan

Tayang
Diperbarui
10 Tips Telemarketing Sukses Meningkatkan Penjualan Bisnis Secara Signifikan
Mekari Qontak Highlights
  • Telemarketing adalah strategi pemasaran melalui telepon yang efektif untuk menjangkau pelanggan secara personal dan meningkatkan peluang closing.
  • Bisnis membutuhkan telemarketing karena dapat membantu meningkatkan penjualan, mempercepat penyampaian informasi, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan.
  • Tips telemarketing agar sukses antara lain dengan mengutamakan komunikasi yang profesional, persuasif, terstruktur, serta konsisten dalam follow up untuk meningkatkan peluang closing.
  • Penerapan telemarketing dapat didukung dengan penggunaan teknologi seperti CRM dan omnichannel untuk otomatisasi, personalisasi, serta monitoring performa sales.

Telemarketing menjadi salah satu metode marketing populer yang banyak digunakan untuk mendatangkan pelanggan.

Terlebih di era digital saat ini, banyak aktivitas penjualan yang tidak dilakukan secara tatap muka. Maka dari itu banyak bisnis menerapkan telemarketing untuk membujuk pelanggan dapat mencapai close deal.

Namun hal tersebut tentu tidaklah mudah, diperlukan strategi tertentu agar calon pelanggan mau melakukan transaksi. Dalam hal ini telemarketer harus ahli dalam membujuk mereka. Sementara itu, bisnis juga harus menyiapkan tips khusus kepada karyawannya agar telemarketing berhasil meningkatkan penjualan.

Lalu, bagaimana cara membuat strategi telemarketing yang tidak ditolak pelanggan? Untuk lebih jelasnya, yuk simak jawabannya dalam ulasan Mekari Qontak blog berikut.


Apa itu Telemarketing?

Telemarketing adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan menghubungi calon pelanggan secara langsung melalui telepon untuk menawarkan produk atau jasa, membangun hubungan, serta mendorong terjadinya penjualan.

Sebagian besar ahli pemasaran menilai penawaran melalui telemarketing lebih mudah diterima calon pelanggan, sebab metode pemasaran ini bersifat personal dengan langsung menawarkan produk ke calon pelanggan. Selain itu, mereka juga menerapkan strategi telemarketing untuk meningkatkan penjualan.


Mengapa Bisnis Membutuhkan Telemarketing?

Semakin ketatnya persaingan pasar, maka akan semakin banyak bisnis yang berlomba melakukan kegiatan promosi untuk menghasilkan penjualan.

Dengan keadaan pasar yang demikian, bisnis dituntut aktif melakukan inovasi baik pada produk, kampanye, dan informasi perusahaan. Di sini lah peran telemarketing yang membantu bisnis menyampaikan informasi inovasi yang dilakukan ke pelanggan dalam waktu lebih singkat.

Selain itu, komunikasi yang terjalin dengan pelanggan akan mendorong brand awareness. Hal ini tentu sangat penting bagi bisnis, terutama dalam menghemat biaya promosi.

Hubungan erat yang terjalin dengan pelanggan dapat memudahkan bisnis dalam memahami kebutuhan mereka dan juga meningkatkan loyalitas pelanggan.


Tips Telemarketing Agar Sukses Berjualan via Telepon

Proses jualan via telepon (telemarketing) tidak selamanya dapat berjalan lancar. Berbagai penolakan kerap dilontarkan oleh calon pelanggan yang Anda hubungi.

Namun, Anda tidak perlu pesimis dahulu terhadap telesales tersebut. Maka dari itu, Anda perlu menyusun strategi telemarketing yang bisa jadikan telesales pedoman. Berikut adalah tips telemarketing yang bisa menjadi kunci sukses bisnis telemarketing Anda.

1. Awali Pembicaraan dengan Sapaan Profesional

Tips telemarketing yang pertama adalah dengan mengawali setiap pembicaraan dengan sapaan. Dalam melakukan telepon dengan orang yang sama sekali asing, Anda perlu mengawali pembicaraan dengan memberikan salam sapaan profesional.

Kemudian, jangan terburu-buru untuk melakukan promosi setelah disambut dengan, “Halo”. Berikan kesempatan pada lawan bicara Anda untuk merespon dan berpartisipasi dalam pembicaraan.

Sapalah semuanya dengan julukan ramah seperti Bapak atau Ibu, dan ucapkan salam sesuai dengan waktu tempat target bicara Anda berada.

2. Perkenalkan Diri

Tips telemarketing sukses yang kedua adalah memperkenalkan diri. Perkenalkan diri Anda dengan menyebut nama dan asal perusahaan Anda, lalu diikuti dengan penjelasan singkat mengenai apa bidang perusahaan yang Anda wakili.

Jangan langsung menyebut hal-hal yang spesifik dulu, apalagi menyebutkan produk. Jika Anda menyebutkannya, lawan bicara cenderung akan langsung menolak.

Sebaiknya Anda membuka dengan hal umum yang menawarkan manfaat bagi lawan bicara, sehingga mereka merasa penasaran dan terus mendengarkan.

3. Ucapkan Terima Kasih atas Waktu Luangnya

Tips telemarketing ketiga adalah berterima kasih ke calon pelanggan karena lawan bicara mau meluangkan waktu untuk berbicara dengan Anda.

Katakan bahwa pembicaraan ini hanya akan melibatkan waktu sebentar saja dari kesibukan lawan bicara Anda. Kata-kata ini akan membantu lawan bicara termotivasi untuk mendengarkan apa yang ingin Anda katakan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan.

4. Mulai dalam Bentuk Pertanyaan

Selanjutnya, tips telemarketing keempat adalah menyatakan tujuan Anda menelepon, namun dalam bentuk pertanyaan. Misalnya: “Jika kami dapat menginformasikan cara memajukan usaha Anda, apakah Anda mau tahu lebih lanjut?”.

Jika lawan bicara Anda sudah merespon dengan baik, besar kemungkinan mereka mau diajak bertemu langsung atau mau mendengar lebih mendetail mengenai hal yang Anda jual. Promosikan apa manfaat dari produk yang Anda tawarkan, bukan fitur produknya.

5. Bicaralah Perlahan dan Jelas

Normal untuk merasa sedikit gugup saat pertama kali memulai telemarketing. Sayangnya, kegugupan itu sering kali dapat menyebabkan Anda mengungkapkan catatan Anda alih-alih menyampaikannya dengan cara yang dapat dipahami oleh orang di ujung telepon.

Jatuhkan lengan Anda ke samping sehingga dapat menciptakan tekanan pada diafragma dan membantu Anda releks. Dengan kecepatan yang lebih alami, Anda akan terdengar lebih tulus. Ketulusan bekerja dengan baik saat berinteraksi dengan pelanggan

6. Tentukan Waktu Meeting

Kunci sukses bisnis telemarketing selanjutnya adalah menentukan waktu meeting. Jika calon pelanggan yang dihubungi sudah setuju untuk bertemu, maka ajukan dua opsi waktu yang berbeda agar lawan bicara Anda dapat langsung memilih.

Dengan demikian, Anda memegang kendali waktu pertemuannya, tapi tetap memberikan kebebasan mereka memilih jamnya.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk mengajak bertemu di luar jam kerja, biasanya mereka akan lebih percaya bahwa Anda akan datang tepat waktu.

7. Konfirmasi dan Follow Up

Tips telemarketing keenam adalah melakukan konfirmasi dan follow up. Setelahnya, sediakan detail lebih jelas mengenai tempat pertemuan, jam yang telah disepakati, kontak yang bisa dihubungi serta arahan diskusi yang akan Anda lakukan nantinya.

Lakukan juga follow up untuk mengonfirmasi, seperti mengirim email atau chat singkat. Meski terkesan sepele, strategi telemarketing ini sangat penting agar pelanggan tidak melupakan janjinya dengan Anda.

8. Akhiri Panggilan dengan Sopan

Terlepas dari apakah Anda mendapatkan yang diinginkan atau tidak, ucapkan berterima kasih kepada orang di ujung sana atas waktunya. Mungkin perlu banyak panggilan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. 

Meski begitu cobalah untuk berbuat sopan setiap panggilan terakhir Anda. Pasalnya kesan pertama bertahan lama di kepala pelanggan. Hal ini memudahkan Anda untuk menghubungi kembali pelanggan tersebut di masa depan.

9. Terus Mencoba

Strategi telemarketing yang selanjutnya adalah pantang menyerah, ingatlah bahwa practice makes perfect. Dengan terus-menerus menunjukkan bahwa Anda seorang salesperson yang dapat diandalkan dan peduli pada pelanggan Anda, maka Anda akan sering mencetak keberhasilan deal-deal via sales call.

10. Manfaatkan Teknologi

Tips telemarketing yang terakhir adalah jangan ragu beralih menggunakan teknologi. Saat ini banyak perusahaan menawarkan teknologi yang membantu aktivitas telemarketing jauh lebih mudah seperti software telemarketing.

Aplikasi ini akan mengotomatiskan sebagian proses telemarketing seperti menyimpan panggilan, routing agent, IVR dan masih banyak lagi.

Aplikasi telemarketing yang terintegrasi dengan sistem CRM integration seperti yang ditawarkan Mekari Qontak, akan memudahkan Anda untuk mengakses data pelanggan tanpa berpindah platform. Selain itu, aplikasi CRM berbasis cloud/web, sehingga dapat diakses dari mana saja.


Contoh Penerapan Telemarketing yang Tepat

Penerapan tips telemarketing akan lebih menghasilkan ketika didukung dengan teknologi. Selain mempermudah kinerja sales Anda, banyak fitur yang dimiliki aplikasi telemarketing yang mendorong ketertarikan pelanggan untuk berinteraksi dengan bisnis Anda, baik sebelum atau sesudah dihubungi. Jadi ini tidak terbatas pada saat sales Anda menghubungi calon pelanggan saja.

Namun, hal tersebut tentu tidak bisa Anda lakukan secara manual. Berikut adalah contoh penerapan strategi telemarketing dengan dukungan aplikasi telemarketing:

  • Integrasi dengan sistem email marketing untuk personalisasi pesan follow up.
  • Tampilan yang dapat diubah secara instan agar cocok dengan perspektif bisnis dan pelanggan Anda.
  • Menyajikan data yang lengkap, meliputi monitoring dan manajemen aktivitas sales, visualisasi sales pipeline untuk melacak proses bisnis dan deals yang sedang berlangsung.
  • Pelaporan dan analisis yang lengkap untuk memberikan insight dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
  • Memiliki fitur pelacakan KPI marketing maupun sales dan task management yang dapat dikostumisasi. Sehingga para penggunanya dapat menciptakan KPI tertentu yang ingin mereka pantau sesuai dengan kebutuhan.
  • Terintegrasi dengan WhatsApp dan Omnichannel lainnya seperti media sosial, e-commerce, dan VOIP call center pada customer service.
  • Memberikan otomatisasi dokumen serta dukungan/layanan penuh terhadap penggunanya.

Tingkatkan Penjualan Telemarketing Anda dengan Mekari Qontak Sekarang!

Telemarketing adalah strategi marketing yang efektif menarik pelanggan bertransaski hingga saat ini. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan tips telemarketing di atas sebagai kunci sukses bisnis telemarketing, dan tidak lupa dibantu dengan aplikasi pendukung seperti aplikasi CRM Mekari Qontak.

Solusi CRM terpercaya dari Mekari Qontak dapat terhubung ke WhatsApp API dan omnichannel lainnya.  Selain itu, teknologi yang ditawarkan Qontak telah membantu perusahaan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, memperbaiki produktivitas, serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Maka tidak heran jika Mekari Qontak telah dipercaya lebih 3000+ perusahaan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, memperbaiki produktivitas, serta meningkatkan layanan pelanggan. Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan Anda.

Kategori : MarketingSales

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Telemarketing (FAQ)

Apa saja skill yang harus dimiliki seorang telemarketer?

Apa saja skill yang harus dimiliki seorang telemarketer?

Seorang telemarketer perlu memiliki beberapa skill utama seperti komunikasi yang jelas dan persuasif, kemampuan mendengarkan aktif, empati terhadap kebutuhan pelanggan, serta kemampuan membangun hubungan dengan cepat.

Apa perbedaan telemarketing dengan telesales?

Apa perbedaan telemarketing dengan telesales?

Telemarketing berfokus pada membangun awareness dan menjalin hubungan dengan pelanggan, sedangkan telesales lebih berorientasi langsung pada penjualan produk atau jasa.

Apakah telemarketing masih efektif di era digital?

Apakah telemarketing masih efektif di era digital?

Ya, telemarketing tetap efektif karena memberikan pendekatan personal yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh channel digital seperti email atau iklan online.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan telemarketing?

Bagaimana cara mengukur keberhasilan telemarketing?

Keberhasilan telemarketing dapat diukur melalui metrik seperti conversion rate, jumlah deal yang terjadi, durasi panggilan efektif, dan tingkat follow up yang berhasil.

Berapa lama durasi ideal untuk satu panggilan telemarketing?

Berapa lama durasi ideal untuk satu panggilan telemarketing?

Durasi ideal biasanya berkisar 3–7 menit, cukup untuk menyampaikan value utama tanpa membuat pelanggan merasa terganggu atau bosan.