13 mins read

Quality Rating Whatsapp Business: Cara Melihat dan Menjaga Kualitas Interaksi dengan Pelanggan

Tayang
Ditulis oleh:
Quality Rating Whatsapp Business: Cara Melihat dan Menjaga Kualitas Interaksi dengan Pelanggan
Mekari Qontak Highlights
  • Quality rating WhatsApp Business adalah indikator kualitas interaksi nomor bisnis berdasarkan sinyal umpan balik pelanggan dalam periode berjalan.
  • Status hijau, kuning, dan merah perlu dibaca bersama risiko terhadap pertumbuhan kapasitas kirim dan kesehatan akun, bukan sebagai sinyal berhenti atau aman secara mutlak.
  • Penggunaan aplikasi WhatsApp Business API terbaik bisa membantu bisnis memantau percakapan, mengatur distribusi pesan, dan menjaga kontrol operasional saat volume interaksi meningkat.

Sejak Oktober 2025, cara kerja messaging limit WhatsApp Business berubah. Batas pengiriman kini dihitung pada level Business Portfolio, bukan lagi per nomor sehingga nomor baru dalam portfolio tidak selalu memulai kapasitas dari nol.

Perubahan tersebut membuat quality rating tidak lagi tepat dibaca sebagai lampu lalu lintas sederhana, seperti hijau berarti aman, kuning berarti harus menghentikan seluruh campaign, dan merah berarti kapasitas pasti langsung turun.

Mekanisme kualitas, limit, pacing, dan enforcement kini perlu dibedakan agar tim CS maupun marketing tidak mengambil keputusan yang keliru.

Dalam artikel Mekari Qontak Blog ini, Anda akan memahami seputar quality rating WhatsApp Business, status warnanya, kaitannya dengan kapasitas kirim, cara mengecek, penyebab penurunan hingga langkah operasional untuk menjaga dan memulihkannya.

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan

Apa Itu Quality Rating dalam WhatsApp Business?

Quality rating dalam WhatsApp Business adalah indikator yang menggambarkan bagaimana pelanggan menerima pesan dari nomor bisnis Anda berdasarkan sinyal kualitas dalam jendela evaluasi berjalan yang menekankan interaksi terbaru.

Meta Business Help Center menjelaskan bahwa penilaian ini mempertimbangkan berbagai sinyal umpan balik pelanggan, termasuk tindakan block dan alasan yang diberikan pelanggan ketika memblokir bisnis.

Bagi tim operasional bisnis, rating ini berfungsi sebagai sinyal dini. Penurunan kualitas dapat menunjukkan bahwa frekuensi, segmentasi, atau relevansi pesan Anda mulai tidak sesuai dengan ekspektasi penerima.

Dengan demikian, quality rating sebaiknya dipantau bersama pola campaign dan perilaku pelanggan, bukan dilihat sebagai angka atau warna yang berdiri sendiri.


Status Warna Quality Rating WhatsApp Business

WhatsApp Business menggunakan status warna untuk membantu bisnis membaca kondisi kualitas nomor. Nantinya, setiap perubahan status perlu diterjemahkan menjadi keputusan operasional mengenai segmentasi, volume pengiriman, template, dan risiko pengawasan akun.

1. Hijau: Kualitas Interaksi Relatif Sehat

Status Hijau menunjukkan kualitas nomor berada pada kondisi yang baik berdasarkan sinyal yang tersedia bagi Meta.

Kondisi ini memberi dasar yang lebih sehat untuk mempertahankan aktivitas pengiriman dan memenuhi syarat pertumbuhan kapasitas apabila kriteria utilisasi juga terpenuhi.

Meski demikian, Hijau bukan alasan untuk mengirim broadcast tanpa kontrol. Lonjakan volume ke audiens yang tidak aktif atau tidak pernah memberikan consent dapat mengubah respons penerima dengan cepat.

2. Kuning: Sinyal Waspada yang Memerlukan Koreksi

Status Kuning menunjukkan kualitas perlu diperhatikan. Reaksi yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa perubahan apa yang terjadi pada segmen, template, frekuensi, atau waktu pengiriman.

Tim Anda dapat mengurangi risiko dengan menahan broadcast massal yang tidak mendesak, mempersempit audiens ke kontak yang lebih relevan, dan memantau insight alasan block bila tersedia.

Tujuannya adalah menghentikan pola yang memicu respons negatif tanpa mengorbankan seluruh layanan pelanggan.

3. Merah: Risiko Operasional dan Pengawasan Lebih Tinggi

Status Merah menandakan kualitas rendah dan membutuhkan tindakan korektif yang lebih serius. Kondisi ini bisa membatasi kemampuan bisnis Anda untuk berkembang ke tier berikutnya, dan tergantung konteks serta kebijakan yang berlaku.

Karena rating dan enforcement bukan hal yang identik, Anda perlu memeriksa keduanya secara terpisah.

Penting
Penurunan rating tidak selalu berarti nomor langsung dibekukan, tetapi mengabaikan pola yang sama dapat meningkatkan risiko pembatasan atau tindakan lanjutan.

Kaitan Quality Rating dengan Kapasitas Kirim Pesan WhatsApp

1. Dari Per Nomor ke Per Business Portfolio

Sejak perubahan kebijakan yang berlaku pada Oktober 2025, messaging limit tidak lagi ditetapkan secara terpisah untuk setiap nomor. Limit dihitung pada level Business Portfolio dan dibagikan oleh nomor-nomor bisnis yang berada di dalam portfolio tersebut.

Perubahan ini berarti nomor baru dapat memanfaatkan kapasitas portfolio yang sudah tersedia sehingga bisnis tidak perlu membangun limit dari nol untuk setiap nomor.

Bagi perusahaan dengan beberapa nomor, perencanaan kapasitas kini perlu dilakukan sebagai satu keputusan portfolio, bukan sekadar keputusan per nomor.

2. Rating Rendah Kini Menahan Kenaikan Tier

Dalam mekanisme baru, kualitas rendah tidak otomatis berarti limit yang sudah dimiliki langsung diturunkan selama tidak ada persoalan kebijakan yang memicu tindakan lain. Fokus utamanya bergeser pada kelayakan bisnis untuk terus berkembang ke kapasitas berikutnya.

Artinya, bisnis Anda bisa tetap memiliki kapasitas yang sudah diperoleh, tetapi kualitas yang tidak memadai dapat menghambat kenaikan tier.

Perbedaan ini penting bagi tim yang sebelumnya langsung menghentikan kampanye setiap kali rating berubah kuning. Yang perlu dievaluasi adalah penyebab penurunan dan dampaknya terhadap pertumbuhan kapasitas.

3. Syarat Bisnis Layak Naik Tier Secara Otomatis

Kenaikan kapasitas dilakukan secara otomatis ketika bisnis memenuhi kriteria penggunaan dan kualitas yang ditetapkan.

Salah satu syarat utamanya adalah memanfaatkan setidaknya 50% dari limit yang sedang berjalan dalam periode tujuh hari, disertai kualitas pengiriman yang tetap terjaga.

Evaluasi dilakukan secara berkala dan kenaikan dapat diproses dalam waktu sekitar 6 jam setelah kriteria terpenuhi. Untuk itu, Anda perlu menyeimbangkan volume dan kualitas.

Pasalnya, mengirim terlalu sedikit dapat membuat utilisasi tidak memenuhi syarat, sedangkan menaikkan volume tanpa segmentasi dapat memperburuk sinyal kualitas.

4. Dampak ke Reach Campaign dan SLA Tim CS

Kapasitas kirim yang tertahan dapat membatasi jangkauan campaign ketika bisnis sedang menghadapi peningkatan permintaan.

Di sisi layanan, volume percakapan yang meningkat tanpa kapasitas dan distribusi chat pelanggan ke agen yang memadai juga berisiko membuat waktu respons melambat.

Gartner mencatat perubahan preferensi pelanggan menuju pengalaman layanan yang lebih mudah dan bersifat percakapan sehingga ekspektasi terhadap respons digital terus meningkat.

Bagi CS Manager, dampaknya terlihat pada SLA. Ketika campaign menghasilkan lonjakan percakapan tetapi tim tidak dapat mendistribusikan chat atau memprioritaskan permintaan dengan cepat, pelanggan berpotensi menunggu tanpa kepastian.

5. Kesalahan Umum Menahan Semua Kirim Saat Status Kuning

Status kuning adalah sinyal waspada, bukan instruksi otomatis untuk menghentikan seluruh pengiriman.

Menghentikan semua campaign tanpa memeriksa penyebabnya dapat membuat bisnis kehilangan momentum utilisasi dan menunda komunikasi yang sebenarnya relevan bagi pelanggan.

Pendekatan yang lebih tepat adalah mempersempit evaluasi, misalnya mengurangi atau menghentikan segmen yang menghasilkan sinyal negatif, periksa frekuensi dan konten, lalu lanjutkan komunikasi yang memiliki opt-in dan relevansi kuat.


Cara Melihat Quality Rating Nomor WhatsApp

1. Cara Cek di WhatsApp Manager (Meta Business Suite)

Quality rating dapat diperiksa melalui WhatsApp Manager. Pertama-tama, buka WhatsApp Manager > masuk ke Account tools > pilih Phone Numbers untuk melihat status yang tersedia pada nomor bisnis Anda.

Tampilan menu dapat berubah mengikuti pembaruan Meta Business Suite. Untuk itu, Anda sebaiknya menggunakan tampilan WhatsApp Manager sebagai rujukan operasional utama dan memastikan akses akun berada pada Business Portfolio yang tepat.

2. Cara Membaca Insight Alasan Block saat Rating Turun

Saat status kualitas menurun, insight yang tersedia dapat membantu bisnis memahami sinyal block dari pelanggan. Pada kondisi tertentu, Anda dapat mengarahkan kursor ke status kuning atau merah untuk melihat breakdown alasan yang tersedia.

Informasi tersebut lebih berguna jika dibandingkan dengan aktivitas campaign pada periode yang sama.

Misalnya, lonjakan block setelah pengiriman template tertentu dapat menjadi dasar untuk meninjau ulang audiens, frekuensi, atau isi pesan sebelum volume diperbesar.

3. Cara Cek Melalui Dashboard Provider WhatsApp Business API

Provider resmi WhatsApp Business API umumnya menyediakan dashboard untuk membantu bisnis memantau integrasi dan aktivitas nomor.

Contohnya, Mekari Qontak yang menyediakan pengelolaan komunikasi WhatsApp melalui ekosistem customer engagement yang memusatkan percakapan dan operasional tim.

Dashboard terpusat ini bisa mengurangi kebutuhan berpindah antar-aplikasi saat tim harus memantau banyak nomor atau campaign. Namun, Anda tetap perlu memastikan data yang digunakan sesuai dengan status dan konfigurasi resmi pada akun WhatsApp Business.

4. Mengecek via API untuk Tim Teknis

Tim engineering dapat menggunakan API untuk mengotomatisasi monitoring dan menghubungkan status akun dengan sistem internal.

Pendekatan ini relevan ketika perusahaan mengelola beberapa nomor dan membutuhkan pemantauan tanpa pemeriksaan manual.

Sebagai catatan, dokumentasi Meta perlu menjadi acuan untuk field dan versi API yang digunakan karena beberapa field lama telah mengalami perubahan atau deprecated. Tim teknis sebaiknya mengikuti dokumentasi terbaru sebelum membangun automasi monitoring.

5. Berlangganan Notifikasi Perubahan Status

Anda juga bisa mengintegrasikan webhook untuk menerima pembaruan terkait perubahan akun atau pelanggaran yang relevan. Pendekatan ini membantu tim mengetahui perubahan tanpa menunggu pemeriksaan dashboard berikutnya.

Notifikasi akan lebih efektif jika masuk ke workflow yang memiliki tim penanggung jawab jelas. Tanpa proses tindak lanjut, alert hanya menambah informasi baru tanpa mempercepat evaluasi penyebab atau tindakan pemulihan.


Penyebab Quality Rating WhatsApp Turun

1. Volume dan Frekuensi Kirim yang Tidak Tersegmentasi

Mengirim pesan ke seluruh database tanpa mempertimbangkan interaksi terakhir, kebutuhan, atau konteks pelanggan meningkatkan kemungkinan pesan diterima sebagai gangguan.

Risiko ini makin besar ketika volume campaign meningkat setelah bisnis memperoleh kapasitas baru. Segmentasi membantu tim membedakan pelanggan aktif, pelanggan yang hanya membutuhkan update transaksi, dan audiens yang memang menginginkan penawaran.

Pesan pemasaran membutuhkan persetujuan pelanggan yang jelas. Dokumentasi Meta tentang opt-in WhatsApp menekankan bahwa bisnis perlu memperoleh izin sebelum mengirim komunikasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menjadi konteks penting mengenai pengolahan dan penggunaan data pribadi di Indonesia.

Dalam praktiknya, masalah sering muncul ketika bisnis hanya menyimpan nomor telepon tanpa menyimpan bukti bagaimana dan untuk tujuan apa pelanggan memberikan persetujuan.

Opt-in yang terdokumentasi membantu tim membedakan komunikasi yang diharapkan pelanggan dari pesan yang berisiko dianggap spam.

3. Konten Pesan Tidak Relevan per Segmen Pelanggan

Pesan umum akan terasa tidak relevan meskipun pelanggan pernah berinteraksi dengan bisnis.

Contohnya, pelanggan yang baru menyelesaikan pembelian tidak selalu membutuhkan penawaran yang sama dengan calon pelanggan yang belum pernah bertransaksi.

Personalisasi tidak harus berarti menambahkan nama penerima pada setiap pesan. Hal yang lebih penting adalah menyesuaikan alasan pengiriman, penawaran, dan waktu pesan dengan konteks pelanggan agar komunikasi memiliki nilai yang jelas.

4. Response Time Tim CS yang Lambat di Luar Jam Operasional

Keterlambatan respons dapat memperburuk pengalaman pelanggan, terutama ketika pesan bisnis memicu pertanyaan lanjutan tetapi tidak ada alur penanganan yang tersedia.

Anda perlu memahami perbedaan kategori pesan dan customer service window agar respons tidak bergantung sepenuhnya pada jam kerja manual.

Dokumentasi pengiriman pesan WhatsApp menjelaskan konteks customer service window 24 jam yang perlu dipertimbangkan dalam workflow layanan dan penggunaan jenis pesan.

5. Template Ditolak atau Salah Kategori (Marketing vs Utility)

Kesalahan kategorisasi template dapat menghambat pengiriman dan mempersulit tim saat campaign harus berjalan sesuai jadwal.

Contohnya, template yang bernada promosi tetapi diajukan sebagai utility dapat menghadapi penilaian yang berbeda dari tujuan komunikasinya. Untuk itu, tim marketing dan operasional perlu menyepakati tujuan setiap template sebelum pengajuan.

6. Pola yang Paling Sering Muncul Saat Menelusuri Kasus Dukungan Klien

Berdasarkan insight operasional non-numerik dari proses onboarding dan troubleshooting WhatsApp Business API, salah satu pola yang sering muncul adalah broadcast massal tanpa filter interaksi terakhir setelah nomor atau portfolio memperoleh kapasitas lebih tinggi.

Kapasitas baru sering dianggap sebagai alasan untuk langsung memperluas seluruh database kontak pelanggan. Padahal, pertumbuhan volume perlu tetap mengikuti kualitas audiens.

Menambah kapasitas tanpa memperbaiki segmentasi hanya memperbesar skala dari pola pengiriman yang sebelumnya sudah berisiko.


Cara Menjaga dan Memulihkan Quality Rating WhatsApp

1. Segmentasi dan Opt-in Berlapis per Jenis Pesan

Persetujuan pelanggan sebaiknya tidak diperlakukan sebagai izin tunggal untuk semua jenis komunikasi. Anda bisa membedakan opt-in untuk update pesanan, penawaran promosi, atau rekomendasi produk sesuai kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.

Pendekatan berlapis memberi kontrol yang lebih baik terhadap frekuensi. Pelanggan yang hanya ingin menerima pembaruan transaksi tidak otomatis menerima seluruh campaign marketing sehingga risiko komunikasi berlebihan dapat ditekan.

2. Standar Waktu Respons yang Realistis untuk Tim CS

SLA respons perlu disusun berdasarkan volume, jam operasional, dan kompleksitas permintaan. Menetapkan target yang terlalu ketat tanpa jumlah agen dan workflow yang memadai hanya membuat backlog berpindah dari satu antrean ke antrean lain.

Anda harus membuat kerangka sederhana yang mencakup target first respons, waktu eskalasi, dan jalur penanganan di luar jam operasional.

3. Uji Template Sebelum Broadcast Skala Besar

Sebelum mengirim campaign ke seluruh segmen, lakukan pengujian pada kelompok audiens yang lebih kecil dan relevan. Soft launch membantu tim membaca respons awal sebelum masalah diperbesar oleh volume pengiriman.

Uji ini dapat digunakan untuk memeriksa kejelasan CTA, relevansi penawaran, kategori template, dan respons pelanggan. Jika muncul sinyal negatif, perubahan dapat dilakukan sebelum campaign mencapai seluruh database.

4. Langkah Pemulihan Saat Status Sudah Kuning atau Merah

Saat rating menurun, hentikan sementara broadcast massal yang berpotensi memperburuk sinyal. Selanjutnya, evaluasi segmen penerima, frekuensi, dan konten yang dikirim pada periode sebelum perubahan status.

Pantau insight alasan block bila tersedia, lalu naikkan kembali volume secara bertahap setelah tren membaik.

Jika terdapat indikasi pelanggaran kebijakan, ikuti proses enforcement yang berlaku karena penanganannya berbeda dari pemulihan rating biasa.

5. Kapan Harus Membuka Nomor Baru vs Memperbaiki Nomor Lama

Membuka nomor dan akun WA baru tidak otomatis menyelesaikan masalah kualitas. Karena messaging limit kini terkait Business Portfolio, nomor baru dapat berbagi konteks kapasitas portfolio dan tidak selalu berfungsi sebagai tombol reset untuk pola komunikasi yang bermasalah.

Nomor baru lebih relevan ketika bisnis memang membutuhkan pemisahan fungsi, unit, atau alur komunikasi.

Masalah tersebut perlu diperbaiki pada strategi pengiriman terlebih dahulu jika penyebab utama adalah opt-in yang buruk, segmentasi lemah, atau konten tidak relevan.


Fitur Utama yang Harus Dimiliki WhatsApp Business API untuk Menjaga Quality Rating WhatsApp

1. Dashboard SLA Respons per Nomor dan per Tim

Dashboard manajemen SLA membantu tim melihat pola keterlambatan berdasarkan nomor, antrean, atau kelompok agen. Informasi ini berguna untuk menemukan risiko sebelum masalah berubah menjadi keluhan pelanggan.

Selain itu, visibilitas terhadap antrean dan waktu respons membantu tim menyesuaikan kapasitas agen ketika volume pesan mulai naik.

2. Auto-Routing Pesan ke Agen Sesuai Kapasitas dan Skill

Auto-routing mendistribusikan percakapan berdasarkan aturan seperti kapasitas agen, departemen, atau jenis permintaan.

Mekanisme ini bisa mengurangi waktu perpindahan chat yang sering terjadi ketika pelanggan harus menunggu percakapannya diteruskan secara manual.

Distribusi yang lebih konsisten membantu menjaga SLA saat campaign meningkatkan volume. Pelanggan juga lebih cepat diarahkan ke tim yang memahami konteks permintaannya.

3. WhatsApp Template Pacing

Template pacing adalah mekanisme evaluasi pengiriman Campaign Message terbaru yang diterapkan Meta untuk memeriksa sensitivitas kualitas pesan terhadap penerima dan membantu mengurangi potensi risiko nomor terkena blok.

Pacing bisa memberi ruang untuk membaca kualitas respons sebelum pesan disebarkan lebih luas. Mekanisme ini tetap perlu didukung segmentasi dan kualitas konten karena pacing bukan pengganti strategi komunikasi yang relevan.

4. Segmentasi Audiens

Fitur segmentasi pelanggan membantu bisnis membentuk kelompok penerima berdasarkan atribut, riwayat interaksi, atau tahap customer journey. Pengiriman kemudian dapat disesuaikan dengan alasan pelanggan menerima pesan tersebut.

Makin besar database maka makin tinggi kebutuhan untuk menghindari pendekatan satu pesan untuk semua orang. Segmentasi bisa membantu menekan pengiriman yang tidak relevan tanpa harus mengurangi kemampuan bisnis berkomunikasi dengan pelanggan yang tepat.

5. Tombol Balas Cepat (Quick Reply & CTA)

Quick reply dan CTA memudahkan pelanggan memilih respons atau tindakan berikutnya tanpa harus mengetik pertanyaan dari awal. Hal ini dapat mempercepat perpindahan percakapan menuju informasi yang dibutuhkan.

Misalnya untuk tim CS, struktur respons yang lebih jelas juga membantu klasifikasi permintaan. Namun, pilihan tombol harus tetap sesuai konteks pesan agar tidak menciptakan pengalaman yang terasa memaksa atau tidak relevan.

6. Personalisasi Pesan

Personalisasi yang efektif menggunakan konteks pelanggan. Riwayat pembelian, status pesanan, atau minat yang telah disetujui dapat membantu bisnis menentukan isi pesan yang lebih relevan.

Dengan konteks yang tepat, bisnis dapat mengurangi frekuensi pesan yang tidak diperlukan. Pendekatan ini juga membantu tim membedakan komunikasi layanan dari campaign promosi yang membutuhkan dasar persetujuan berbeda.

7. Chatbot AI dan Respon Instan

Chatbot AI bisa menangani pertanyaan repetitif dan memberikan respons awal ketika agen belum tersedia. Nilainya muncul ketika chatbot terhubung dengan knowledge base dan memiliki jalur eskalasi yang jelas untuk kasus kompleks.

Respon instan bukan berarti semua masalah harus diselesaikan otomatis. Workflow yang baik memastikan pelanggan dapat berpindah ke agen manusia ketika pertanyaan membutuhkan keputusan, verifikasi, atau penanganan khusus.


Jaga Quality Rating WhatsApp Anda Bersama Mekari Qontak!

Menjaga quality rating WhatsApp tidak cukup dengan memantau warna status. Anda perlu menghubungkan kualitas pesan dengan kapasitas kirim, utilisasi portfolio, opt-in, segmentasi, serta kemampuan tim merespons lonjakan percakapan sesuai SLA.

Melalui WhatsApp Business API Mekari Qontak, Anda dapat mengelola komunikasi WhatsApp dalam workflow yang lebih terpusat, mendukung distribusi percakapan, automasi respons, dan pengelolaan campaign.

Pendekatan ini membantu tim memiliki visibilitas yang lebih baik ketika volume pesan meningkat.

Jika bisnis Anda mengelola beberapa nomor atau menghadapi kendala menjaga kualitas campaign dan SLA layanan, Anda dapat berkonsultasi dengan tim Mekari Qontak atau uji coba gratis sekarang.

Pelajari bagaimana Mekari Qontak membantu bisnis mengevaluasi kebutuhan integrasi dan workflow WhatsApp Business API yang sesuai.

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan
Kategori : WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Quality Rating WhatsApp Business (FAQ)

Apa bedanya quality rating dengan messaging limit di WhatsApp Business API?

Apa bedanya quality rating dengan messaging limit di WhatsApp Business API?

Quality rating mengukur sinyal kualitas interaksi berdasarkan umpan balik pelanggan, sedangkan messaging limit menentukan kapasitas pengiriman yang dapat digunakan bisnis.

Berapa lama quality rating pulih setelah turun ke status kuning atau merah?

Berapa lama quality rating pulih setelah turun ke status kuning atau merah?

Tidak ada waktu pemulihan tunggal yang berlaku untuk semua akun. Perbaikan bergantung pada perubahan sinyal kualitas setelah bisnis memperbaiki pola pengiriman, segmentasi, dan relevansi pesan.

Apakah messaging limit dihitung per nomor atau per Business Portfolio sejak kebijakan terbaru?

Apakah messaging limit dihitung per nomor atau per Business Portfolio sejak kebijakan terbaru?

Sejak perubahan Oktober 2025, messaging limit dihitung pada level Business Portfolio dan dibagikan oleh nomor bisnis dalam portfolio tersebut.

Apakah status quality rating merah otomatis membekukan nomor WhatsApp Business?

Apakah status quality rating merah otomatis membekukan nomor WhatsApp Business?

Tidak otomatis. Status kualitas dan tindakan enforcement adalah mekanisme berbeda. Pembekuan atau pembatasan dapat terkait pelanggaran kebijakan dan kondisi akun tertentu.

Bagaimana cara melihat alasan pelanggan memblokir nomor WhatsApp bisnis?

Bagaimana cara melihat alasan pelanggan memblokir nomor WhatsApp bisnis?

Periksa insight yang tersedia di WhatsApp Manager saat status kualitas menurun. Pada kondisi tertentu, informasi alasan block dapat ditampilkan melalui detail status.