7 mins read

Sales Executive: Tugas, Kemampuan dan Implementasi Perannya pada Perusahaan

Tayang
Ditulis oleh:
Sales Executive: Tugas, Kemampuan dan Implementasi Perannya pada Perusahaan
Mekari Qontak Highlights
  • Sales executive menjalankan tiga fungsi inti, yaitu mencari prospek baru, menegosiasikan closing, dan menjaga hubungan jangka panjang dengan klien.
  • Peran sales executive berbeda dari sales representative dan sales counter dalam cakupan tanggung jawab, tingkat otonomi, dan target kerja.
  • Perusahaan perlu mengaudit kesiapan tim sales executive dari sisi kompetensi, proses kerja, data, follow-up, dan target sebelum merekrut atau mengevaluasi kinerja.
Laporan Salesforce State of Sales menyebutkan rata-rata tenaga penjual hanya menghabiskan 40% dari total waktu kerjanya untuk benar-benar menjual. Gen Z bahkan mencatat waktu efektif menjual yang lebih rendah lagi, yaitu 35% karena kehilangan sekitar dua jam penuh setiap minggu untuk entri data manual.

Kondisi ini menegaskan satu hal bahwa perusahaan tidak cukup hanya merekrut sales executive, tetapi juga perlu memahami peran, kompetensi, dan sistem kerja yang membuat fungsi ini benar-benar produktif.

Sales executive menjadi ujung tombak yang menentukan apakah strategi penjualan perusahaan berhasil menyentuh target pendapatan atau justru berhenti di level rencana.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak Blog akan membahas seputar sales executive, dari tugas dan tanggung jawabnya, skill yang harus dimiliki, contoh implementasi di lapangan hingga checklist audit kesiapan tim sebelum merekrut atau mengevaluasi kinerja mereka.

CTA Banner aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing

Apa Itu Sales Executive untuk Peran Strategis Bisnis?

Sales executive adalah profesional yang bertanggung jawab menjual produk atau layanan perusahaan, mencari prospek klien baru, dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah ada.

Posisi ini berfungsi sebagai penghubung utama antara perusahaan dan klien untuk mencapai target pendapatan.

Sales executive umumnya melapor kepada sales manager atau head of sales dan bekerja berdampingan dengan tim marketing untuk mengonversi lead menjadi transaksi.

Perusahaan yang memahami peran ini secara utuh akan lebih mudah menyusun job description, KPI, dan skema kompensasi yang tepat sasaran.


Perbedaan Sales Executive dengan Sales Representative dan Sales Counter

Sales Executive, Sales Representative, dan Sales Counter posisi kerap dianggap sama, padahal cakupan tugas dan wewenangnya berbeda. Tabel berikut merangkum perbedaannya dari beberapa aspek utama.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Aspek PerbedaanSales ExecutiveSales RepresentativeSales Counter
Cakupan TugasMengelola siklus penjualan penuh, dari prospecting hingga closing dan retensi klienMenjalankan aktivitas penjualan harian sesuai arahan sales executive/managerMelayani pelanggan yang datang langsung ke toko atau outlet
Tingkat OtonomiTinggi, memiliki wewenang negosiasi harga dan syarat pembelian dalam batas tertentuMenengah, mengikuti skrip dan kebijakan yang sudah ditetapkanRendah, mengikuti SOP layanan yang baku
Target KerjaTarget revenue dan jumlah klien baru per periodeTarget volume penjualan atau kunjunganTarget transaksi harian di titik penjualan
Lokasi KerjaKombinasi kantor, kunjungan klien, dan lapangan (field sales)Umumnya di lapangan atau area penjualan tertentuSelalu berada di titik penjualan (toko/gerai)
Contoh IndustriB2B korporat, teknologi, manufakturRitel keliling, distribusi, FMCGRitel, otomotif, elektronik

Pentingnya Sales Executive untuk Pertumbuhan Perusahaan

Fungsi sales executive tidak berhenti pada aktivitas menjual harian. Peran ini punya dampak langsung terhadap pertumbuhan revenue dan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

1. Sebagai Penghubung Strategi Penjualan dan Revenue Perusahaan

Sales executive menerjemahkan target revenue dari manajemen menjadi aktivitas penjualan konkret di lapangan.

Tanpa peran ini, strategi penjualan hanya berhenti sebagai dokumen perencanaan tanpa eksekusi nyata ke pasar.

2. Korelasi Kompetensi Tenaga Penjual dengan Kinerja Penjualan

Penelitian dari riset Nufus dan Graciafernandy dalam Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Universitas Semarang membuktikan bahwa keterampilan menjual, perilaku penjualan adaptif, dan orientasi pelanggan berkorelasi langsung dengan kinerja tenaga penjual.

Artinya, investasi perusahaan pada pelatihan dan pengembangan skill sales executive akan berdampak langsung pada pencapaian target penjualan.

3. Kontribusi Sales Executive pada Retensi dan Loyalitas Pelanggan

Sales executive tidak berhenti bekerja setelah closing pertama. Mereka menjaga komunikasi rutin, menangani keluhan, dan menawarkan solusi lanjutan agar pelanggan tetap bertransaksi dalam jangka panjang.

4. Risiko Bisnis bila Fungsi Sales Executive Tidak Dikelola dengan Baik

Perusahaan yang membiarkan fungsi sales executive berjalan tanpa sistem yang jelas berisiko kehilangan prospek, salah mencatat data pelanggan, dan kehilangan momentum closing.

Risiko ini pada akhirnya menekan pertumbuhan revenue secara langsung.

5. Kaitan Performa Individu Sales Executive dengan Pertumbuhan Revenue Tim

Performa individu sales executive menentukan capaian tim secara kolektif. Riset HubSpot mencatat bahwa win rate dan pencapaian target penjualan tim B2B maupun B2C global sangat bervariasi tergantung konsistensi performa masing-masing individu di dalamnya.


Tugas dan Tanggung Jawab Sales Executive untuk Capaian Target

Tugas sales executive mencakup keseluruhan siklus penjualan, bukan sekadar menjual di titik akhir transaksi. Berikut lima tanggung jawab utamanya.

1. Memetakan Prospek dan Melakukan Riset Pasar secara Rutin

Sales executive mengumpulkan data calon klien, menganalisis kebutuhan pasar, dan memetakan prospek yang paling potensial untuk didekati.

Riset ini menjadi dasar penyusunan strategi pendekatan yang lebih terarah.

2. Menyusun dan Menjalankan Strategi Penjualan sesuai Target Periode

Sales executive merancang taktik penjualan berdasarkan target bulanan, kuartalan, atau tahunan yang ditetapkan perusahaan.

Mereka menyesuaikan pendekatan sesuai karakteristik produk dan segmen pasar yang dituju.

3. Negosiasi Harga, Syarat Pembelian, hingga Closing Deal

Sales executive bernegosiasi langsung dengan calon klien terkait harga, termin pembayaran, dan syarat kontrak.

Kemampuan bernegosiasi yang baik menentukan seberapa cepat sebuah deal bisa disepakati tanpa merugikan kedua belah pihak.

4. Mengelola Retensi dan Hubungan Jangka Panjang dengan Klien Eksisting

Selain mencari klien baru, sales executive menjaga hubungan dengan klien lama melalui follow-up rutin dan penawaran produk tambahan. Aktivitas ini mendorong terjadinya cross-selling dan up-selling secara alami.

5. Melaporkan dan Menganalisis Data Penjualan

Sales executive menyusun laporan penjualan secara berkala dan menganalisis tren yang muncul dari data tersebut.

Laporan ini membantu manajemen mengambil keputusan terkait strategi pemasaran dan alokasi sumber daya.


Skill dan Kualifikasi Sales Executive untuk Kinerja Optimal

Sales executive yang unggul tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga menguasai sejumlah kompetensi teknis dan interpersonal berikut.

  • Product knowledge: sales executive yang menguasai detail produk secara mendalam mampu menjawab pertanyaan klien dengan meyakinkan sehingga proses closing berjalan lebih lancar.
  • Analisis prospek: kemampuan membaca data dan pola pasar membantu sales executive memprioritaskan pipeline yang lebih terarah, bukan sekadar mengejar jumlah lead.
  • Komunikasi dan negosiasi: skill ini menentukan seberapa cepat sebuah kesepakatan bisa disetujui kedua belah pihak tanpa mengorbankan margin perusahaan.
  • Kompetensi kolaborasi dengan AI/tools: survei Gartner terhadap lebih dari 1.000 tenaga penjual B2B menemukan bahwa sales yang efektif berkolaborasi dengan AI berpeluang 3,7 kali lebih besar mencapai kuota dibanding yang tidak.
  • Interpersonal skill: kemampuan membangun kedekatan personal dengan klien memperkuat retensi dan membuka peluang repeat order di masa mendatang.

Contoh Implementasi Peran Sales Executive dalam Bisnis

Penerapan peran sales executive berbeda-beda tergantung model bisnis dan segmen pasar yang dilayani. Berikut lima contoh implementasinya.

1. Field Sales B2B

Sales executive B2B melakukan kunjungan langsung ke kantor calon klien untuk presentasi produk dan negosiasi kontrak korporat. Pendekatan tatap muka ini penting untuk transaksi bernilai besar yang membutuhkan kepercayaan tinggi.

2. Sales Executive B2C Ritel/Otomotif

Di sektor ritel dan otomotif, sales executive menangani calon pembeli langsung di showroom atau gerai. Mereka menjelaskan spesifikasi produk, menawarkan skema pembayaran, dan menuntaskan closing di tempat.

3. Lead Qualification dengan Bantuan CRM

Sales executive memanfaatkan sistem CRM untuk menyaring dan memprioritaskan prospek yang paling potensial. Dengan begitu, waktu dan energi tim tidak habis untuk mengejar lead yang kecil kemungkinan konversinya.

4. Cross-Selling dan Up-Selling ke Pelanggan Lama

Sales executive menawarkan produk tambahan atau versi upgrade kepada pelanggan yang sudah pernah bertransaksi. Strategi ini menjaga retensi sekaligus meningkatkan nilai transaksi rata-rata per klien.

5. Kolaborasi Sales dan Marketing

Sales executive bekerja sama dengan tim marketing untuk menyelaraskan pesan promosi dengan kebutuhan lapangan.

Kolaborasi ini mempercepat konversi lead yang dihasilkan kampanye marketing menjadi transaksi nyata.


Audit Kesiapan Tim Sales Executive: Checklist Sebelum Rekrut atau Evaluasi

Kompilasi data yang dihimpun Everstage menunjukkan rata-rata pencapaian kuota tenaga penjual B2B secara global hanya berkisar 47%, sedangkan laporan Ebsta x Pavilion mencatat 69% tenaga penjual gagal memenuhi kuota mereka pada awal 2024.

Angka ini menjadi alasan kuat bagi perusahaan untuk mengaudit kesiapan tim sales executive secara berkala, baik sebelum merekrut maupun saat mengevaluasi kinerja yang sudah berjalan.

1. Audit Kemampuan Sales Executive

Pastikan kandidat atau anggota tim sudah menguasai product knowledge secara mendalam. Kompetensi ini menjadi fondasi sebelum sales executive terjun langsung menghadapi klien.

2. Audit Proses Kerja Operasional

Periksa apakah pipeline penjualan dan data prospek tercatat secara konsisten dalam satu sistem. Proses kerja yang tercecer di berbagai file terpisah membuat prospek mudah terlewat.

3. Audit Data yang Ada dan Akan Masuk

Selanjutnya, cek apakah laporan penjualan sudah terdokumentasi rapi dan mudah dianalisis. Data yang berantakan membuat manajemen kesulitan mengambil keputusan berbasis fakta.

4. Audit Follow-Up

Tinjau apakah SLA respons terhadap prospek dan pelanggan sudah jelas. Follow-up yang lambat sering menjadi penyebab utama hilangnya peluang closing.

5. Audit Target Sales Executive

Pastikan KPI, kuota, dan skema insentif sudah selaras dengan beban kerja tim. Target yang tidak realistis justru menurunkan motivasi dan memperbesar risiko turnover.


Tingkatkan Kinerja Tim Sales Executive Anda dengan Mekari Qontak!

Sales executive yang kompeten membutuhkan sistem kerja yang mendukung, bukan sekadar target yang tinggi. Perusahaan yang mengelola pipeline, data pelanggan, dan follow-up secara manual akan kesulitan bersaing dengan tim yang sudah didukung otomasi.

Aplikasi CRM Mekari Qontak dirancang khusus untuk mendukung kinerja tim sales executive dari hulu ke hilir. Integrasi omnichannel menyatukan seluruh komunikasi pelanggan dalam satu dashboard, sedangkan manajelem pipeline membantu sales executive memantau setiap tahap penjualan.

Bukan hanya itu, fitur manajemen leads memastikan tim hanya fokus pada prospek yang benar-benar potensial, sedangkan automasi workflow memangkas pekerjaan administratif yang selama ini menyita waktu efektif menjual.

Live GPS Tracking Mekari Qontak juga melengkapi kebutuhan pemantauan tim sales lapangan secara real-time. Coba gratis sekarang atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli kami.

CTA Banner https://qontak.com/aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing
Kategori : Sales

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Sales Executive (FAQ)

Apa perbedaan sales executive dan account executive?

Apa perbedaan sales executive dan account executive?

Sales executive berfokus mencari klien baru dan menutup transaksi awal, sedangkan account executive lebih banyak mengelola dan mengembangkan hubungan dengan klien yang sudah ada.

Apa saja skill wajib yang harus dimiliki sales executive?

Apa saja skill wajib yang harus dimiliki sales executive?

Skill wajib sales executive meliputi product knowledge, analisis prospek, komunikasi dan negosiasi, kemampuan kolaborasi dengan AI/tools, serta interpersonal skill.

Bagaimana CRM membantu sales executive mencapai target penjualan?

Bagaimana CRM membantu sales executive mencapai target penjualan?

CRM membantu sales executive mengelola pipeline, memprioritaskan prospek potensial, dan memantau progres closing secara terstruktur.

Dengan data yang terpusat, sales executive bisa fokus menjual tanpa kehilangan waktu untuk pencatatan manual.

Apa perbedaan sales executive B2B dan B2C?

Apa perbedaan sales executive B2B dan B2C?

Sales executive B2B menangani siklus penjualan yang lebih panjang dengan proses negosiasi kontrak korporat, sementara sales executive B2C berurusan dengan siklus penjualan yang lebih singkat dan keputusan pembelian individu.