12 mins read

Teknik Closing: Strategi, Contoh, dan Tips Efektif untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

Tayang
Diperbarui
Teknik Closing: Strategi, Contoh, dan Tips Efektif untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Teknik closing adalah metode sales untuk membantu calon pelanggan melakukan pembelian atau mencapai kesepakatan transaksi.
  • Teknik closing yang tepat membantu membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
  • Terdapat 15 teknik closing yang bisa disesuaikan dengan karakter prospek, mulai dari Now or Never Close hingga Objection Close
  • Teknologi seperti CRM & marketing automation sangat membantu closing deal.

Dari seluruh rangkaian aktivitas penjualan, prospecting, presentasi, negosiasi, closing menjadi momen yang menentukan apakah semua upaya tersebut membuahkan hasil atau tidak.

Faktanya, data dari Salesforce dalam ResourcefulSelling menunjukkan bahwa 48% percakapan penjualan berakhir tanpa ada upaya closing dari sisi sales. 

Artinya, hampir separuh peluang terbuang bukan karena produknya kurang bagus, melainkan karena tim sales tidak menggunakan teknik closing yang tepat.

Di sisi lain, data Dooly dalam HubSpot mencatat rata-rata close rate di seluruh industri hanya berkisar 20%. Angka ini mempertegas betapa pentingnya menguasai teknik closing yang efektif untuk memaksimalkan setiap peluang penjualan yang sudah ada.

Melalui artikel di Mekari Qontak Blog ini, Anda akan memahami berbagai teknik closing sales yang terbukti efektif, tips sukses penerapannya, hingga contoh yang bisa langsung Anda adaptasi untuk tim sales bisnis Anda.

aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing

Apa itu Teknik Closing?

Pengertian teknik closing adalah metode atau strategi yang bersifat persuasif dan dilakukan tenaga penjual untuk membantu calon pelanggan dalam melakukan keputusan pembelian atau mencapai kesepakatan transaksi.

Penggunaan teknik closing sales tidak hanya dapat membantu bisnis untuk melakukan kesepakatan penjualan, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan, meningkatkan pangsa pasar, hingga meningkatkan efektivitas dari strategi personal selling yang dilakukan.

Dalam penerapannya, ada banyak teknik yang dapat dilakukan untuk melakukan closing deals. Oleh karena itu, seorang tenaga penjual perlu menyesuaikan teknik closingnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi saat melakukan penawaran kepada prospek.


Mengapa Teknik Closing Penting untuk Bisnis?

1. Menghasilkan Penjualan dan Pendapatan Secara Konsisten

Teknik closing yang efektif memastikan setiap peluang penjualan yang sudah dibangun melalui prospecting dan presentasi tidak terbuang percuma. 

Tanpa kemampuan closing yang baik, pipeline penjualan yang penuh pun tidak akan menghasilkan revenue.

Menurut laporan The LinkedIn State of Sales Report dalam Pipedrive menyebutkan bahwa 70% tenaga penjualan menilai penggunaan CRM sangat penting untuk proses closing deals

Ini menunjukkan bahwa teknik closing yang didukung sistem yang tepat akan menghasilkan penjualan yang lebih konsisten.

2. Membangun Reputasi Profesional Tim Sales

Closing yang dilakukan secara etis dan terstruktur akan membangun reputasi positif bagi tim sales Anda. Prospek yang merasa dihargai selama proses penjualan cenderung menjadi pelanggan loyal dan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain.

Sebaliknya, teknik closing yang terlalu agresif justru berisiko merusak hubungan dan citra bisnis. Pemilihan teknik yang tepat sesuai dengan karakter prospek menjadi faktor pembeda antara sales yang berhasil dan yang tidak.

3. Memperkuat Basis Pelanggan Jangka Panjang

Closing menjadi awal dari relasi bisnis yang lebih panjang. Teknik closing yang baik membuka peluang untuk pembaruan kontrak, upselling, dan cross-selling di masa mendatang.

Data dari Flowlu menyebutkan bahwa 72% pendapatan perusahaan berasal dari pelanggan eksisting. Artinya, setiap closing yang berhasil adalah investasi untuk pendapatan berulang di masa depan.
Baca juga: Pengertian, Strategi, dan Tips Mendapatkan Banyak Prospek Penjualan

4. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data Penjualan

Setiap proses closing yang tercatat akan menghasilkan data berharga bagi manajemen. Data ini bisa dianalisis untuk memahami pola pembelian pelanggan, teknik mana yang paling efektif, dan di tahap mana prospek paling sering terhenti.

Insight dari proses closing ini menjadi dasar untuk menyusun strategi penjualan yang lebih akurat dan terukur ke depannya.

5. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Tim Sales

Menguasai teknik closing yang tepat membantu tim sales bekerja lebih efisien. Alih-alih menghabiskan waktu pada prospek yang belum siap, sales bisa mengidentifikasi momen terbaik untuk melakukan closing dan mengalokasikan energi mereka secara strategis.


Tips Sukses Menerapkan Teknik Closing Sales untuk Hasil yang Konsisten

Berikut adalah beberapa tips closing penjualan yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan angka penjualan bisnis Anda.

1. Minta Penjualan Secara Langsung

Sebagai seorang sales, tugas Anda adalah memprovokasi tindakan dari pihak pembeli, dan langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah meminta penjualan.

Dalam hal ini, Anda perlu langsung dengan permintaan yang jelas, sehingga tidak ada ambiguitas. Anda dapat mengatakan, “Jika tidak ada pertanyaan lebih lanjut, saya akan melanjutkan dan mengambil dokumennya.”

2. Perlakukan Selling dan Closing sebagai Dua Fase Berbeda

Banyak tenaga penjual yang hebat dalam presentasi produk tetapi kesulitan saat momen closing tiba. Menurut Grant Cardone, menjual produk adalah tempat proposisi nilai dibuat, sementara closing adalah tempat kesepakatan diputuskan.

Latih kedua keterampilan ini secara terpisah. Dengan memahami bahwa selling dan closing membutuhkan pendekatan yang berbeda, tim sales Anda bisa lebih siap menghadapi setiap fase penjualan.

3. Tanyakan Kesiapan Pelanggan Mengambil Keputusan

Ini adalah cara yang bagus untuk mengukur apakah klien Anda siap untuk “menarik pelatuknya” atau tidak. Dengan menanyakan apakah mereka siap untuk mengambil keputusan, Anda dapat segera menentukan apakah sudah waktunya untuk menutup atau belum.

Jika klien Anda menjawab “iya”, maka ini saatnya untuk Anda melakukan closing. Tetapi, jika Anda mendapatkan jawaban “tidak”, maka Anda harus terus tunjukkan fitur produk Anda, dan lihat kembali pertanyaannya nanti.

4. Siapkan Diri untuk Menghadapi Keberatan Prospek

Keberatan adalah hal yang tidak asing bagi perwakilan penjualan. Oleh karena itu, sebagai seorang tenaga sales, Anda harus bersiap dengan keberatan dan dengan cekatan mengatasi keberatan tersebut.

Dalam hal ini, Anda harus mengumpulkan semua kemungkinan keberatan yang mungkin akan Anda dengar ketika Anda mencoba untuk menutup, dan menyiapkan tanggapan terlebih dahulu. Temukan seseorang untuk berdiri sebagai klien sehingga Anda dapat berlatih dengan mereka.

5. Minta Pelanggan untuk Mencobanya

Jika pelanggan tampak tertarik tetapi ragu-ragu, ada kemungkinan dia benar-benar menyukai produk tersebut tetapi memiliki banyak keraguan tentang anggaran dan ingin memeriksanya terlebih dahulu.

Cara yang baik untuk menangkis semua itu adalah dengan menghilangkan komitmen. Beritahu mereka untuk mencobanya saja. Biarkan mereka membawanya pulang sekarang, dan berjanji untuk menangani semua keraguan yang mereka hadapi.

Jangan lupa untuk menyiapkan beberapa dokumen yang memungkinkan Anda untuk segera mentransfer kepemilikan jika Anda perlu menggunakan penutupan ini.

6. Bersikap Fleksibel dalam Hal Pembiayaan

Pembayaran dan pembiayaan seharusnya tidak menjadi masalah saat menutup penjualan. Apabila klien mengatakan bahwa mereka tidak mampu membeli produk, maka Anda dapat memberikan paket pembayaran bulanan yang terjangkau dan dapat mereka batalkan kapan saja.

Apabila mereka tidak mau membayar label harga premium, maka Anda dapat menawarkan versi berbiaya lebih rendah yang masih memiliki beberapa fitur penting.

7. Tunjukkan Nilai Produk, Bukan Sekadar Harga

Jika prospek terus menggunakan anggaran sebagai alasan penolakan, itu sinyal bahwa proposisi nilai yang Anda sampaikan belum cukup kuat. Telusuri kembali pain point prospek dan demonstrasikan bagaimana produk Anda memberikan nilai yang jauh melebihi harganya.

Gunakan pendekatan ROI dengan tunjukkan berapa banyak waktu, biaya, atau peluang yang bisa dihemat oleh produk Anda dibandingkan dengan investasi yang mereka keluarkan.

Baca juga: Value Proposition Canvas: Pengertian, Manfaat, dan Contoh

8. Coba Berbagai Teknik Closing Sales

Anda mungkin sudah memiliki beberapa teknik closing di kepala Anda. Tuliskan itu, dan buat beberapa lagi. Latih mereka sebanyak yang Anda bisa, dan terus tambahkan ke daftar. Catat mana yang bekerja lebih baik daripada yang lain.

Selain itu, Anda juga dapat meminta kiat atau tips dari kolega penjualan Anda tentang teknik penjualan seperti apa yang menurut mereka paling berhasil.

9. Bersikap Gigih Tanpa Terkesan Memaksa

Data Marketingdonut dalam Yesware menunjukkan bahwa 80% kesepakatan penjualan membutuhkan minimal 5 kali follow-up setelah kontak pertama. Namun, 44% sales berhenti setelah percobaan pertama.

Selama Anda tetap menghormati prospek dan yakin bahwa produk Anda benar-benar bisa membantu mereka, persistensi yang sopan justru menunjukkan profesionalisme dan keseriusan Anda.

10. Buat Langkah Selanjutnya yang Jelas dan Terjadwal

Tidak semua closing terjadi dalam satu pertemuan. Untuk deal yang membutuhkan proses panjang, pastikan setiap interaksi dengan prospek diakhiri dengan langkah selanjutnya yang spesifik dan terjadwal.

Minta prospek membuka kalender mereka, tentukan waktu pertemuan berikutnya, dan kirimkan undangan kalender saat itu juga. Kejelasan jadwal mengurangi risiko deal yang menggantung tanpa kejelasan.


Teknik Closing Sales yang Efektif untuk Meningkatkan Konversi Penjualan

Pilihan Teknik Closing yang Efektif untuk Bisnis

1. Now or Never Close

Teknik closing penjualan yang pertama dan banyak digunakan oleh bisnis adalah now or never close atau urgency close.

Sama seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan cara memberi tekanan pada prospek untuk membuat keputusan. Di mana prospek akan dihadapkan dengan pilihan melakukan kesepakatan sekarang atau tidak sama sekali.

Lebih lanjut, teknik ini akan lebih maksimal apabila digabungkan dengan penawaran diskon khusus atau freebie untuk jangka waktu terbatas.

2. Summary Close

Teknik penutupan ini digunakan oleh sales dengan cara menyebutkan kembali item-item yang diharapkan akan dibeli oleh pelanggan, sambil menekankan nilai dan manfaat dalam upaya untuk mendapatkan minat prospek.

Misalnya seperti “Jadi, kami memiliki spring bed dengan lapisan memory foam yang dapat mengikuti bentuk tubuh Anda dan memberikan kenyamanan yang lembut saat Anda tidur. Kasur ini juga dilengkapi dengan garansi lengkap selama 10 tahun dan layanan pengiriman serta pemasangan gratis.”

Dengan merangkum poin-poin penjualan dalam satu rangkuman yang mengesankan, prospek dapat memvisualisasikan keuntungan apa saja yang dapat mereka peroleh dengan melakukan kesepakatan penjualan.

3. Assumptive Close

Assumptive close merupakan teknik closing yang menggunakan asumsi, di mana sales bertindak seolah-olah mereka telah melakukan penjualan.

Sales dapat menggunakan teknik ini ketika prospek telah memeriksa sebagai besar langkah proses penjualan tetapi belum mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

4. Sharp Angle Close

Teknik sharp angle close dapat digunakan ketika prospek kemungkinan besar akan membeli produk Anda, tetapi mereka memiliki satu keberatan yang mengganggu.

Biasanya prospek akan mengajukan keberatan dalam bentuk tantangan seperti ‘bisakah Anda …’ atau ‘ada masalah’, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan teknik sharp angle untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan pertanyaan lain yang relevan dengan harapan dapat menutup kesepakatan.

5. Soft Close

Soft close merupakan teknik yang digunakan oleh sales untuk menunjukkan kepada prospek terkait manfaat produk yang ditawarkan.

Kemudian sales dapat melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan berdampak rendah untuk memastikan apakah mereka mau belajar lebih banyak tentang produk yang ditawarkan atau tidak.

Dalam hal ini, Anda dengan jelas menyatakan keuntungan tanpa membuat tuntutan atau permintaan mendadak.

6. Take Away Close

Teknik closing ini menggunakan praktik psikologis dalam penerapannya. Di mana, apabila prospek menolak harga yang telah Anda tawarkan, maka Anda dapat menghapus fitur atau layanan tertentu, dan berikan penawaran diskon kepada mereka.

Kemungkinan besar mereka akan memikirkan fitur yang Anda hapus daripada harga diskon yang ditawarkan. Pada akhirnya membuat kesepakatan tanpa diskon dan tanpa menghilang fitur yang ada.

7. Question Close

Question close merupakan teknik closing yang digunakan segera setelah percakapan dengan prospek dimulai.

Di mana Anda sebagai sales akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengembangkan keinginan pelanggan dan menghilangkan setiap keberatan yang dirasakan untuk membeli produk Anda.

8. Empathy Close

Tidak semua kesepakatan penjualan membutuhkan penekanan, terkadang ada baiknya Anda juga mencoba empati sebagai salah satu teknik penutupan Anda. Empathy close memungkinkan Anda menggunakan emosi untuk memahami situasi yang dihadapi oleh prospek.

Saat prospek memberi tahu bahwa dia belum siap membuat keputusan, maka ada baiknya untuk Anda memberikan lebih banyak waktu untuk berpikir daripada mendorong mereka secara paksa.

Dengan demikian, Anda juga dapat membantu membangun ikatan khusus dengan prospek yang mungkin akan berguna dalam jangka panjang.

9. Ben Franklin Close

Benjamin Franklin tidak hanya dikenal sebagai seorang penemu atau politisi hebat saja, tetapi ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang brilian. Setiap kali Ben merasa ragu dengan sesuatu, ia akan mencatat pro dan kontra dari keputusan tersebut.

Anda juga dapat menggunakan teknik tersebut untuk melakukan closing deals. Di mana Anda dapat menggunakan daftar pro dan kontra untuk membantu prospek dalam memvisualisasikan betapa berharganya produk Anda bagi mereka.

10. Something For Nothing Close

Something for nothing close bekerja dengan konsep yang mirip dengan prinsip timbal balik Dr, Robert Cialdini, di mana Anda dapat menanggapi tindakan positif dengan tindakan positif lainnya.

Dalam hal ini, Anda dapat memberikan prospek Anda fitur tambahan atau tambahan gratis dengan itikad baik, maka mereka juga akan melakukan sesuatu yang baik sebagai balasannya, dalam hal ini yaitu membeli produk Anda.

11. Artisan Close

Teknik closing artisan dapat memungkinkan Anda untuk menyoroti jumlah pekerjaan, keterampilan, dan waktu yang diinvestasikan dalam sebuah produk. Menekankan hal tersebut dapat menempatkan produk Anda dalam perspektif yang baik dan membawa apresiasi baru bagi prospek.

Namun perlu diketahui, umumnya teknik ini hanya bekerja dengan prospek yang menghargai sesuatu dengan banyak usaha dan kerja keras yang dimasukkan ke dalamnya.

12. Best-time Close

Seperti namanya, teknik ini paling efektif digunakan ketika Anda melihat waktu terbaik atau peristiwa pemicu yang terkait dengan prospek Anda.

Anda dapat menghubungkan momen tersebut dengan produk Anda dan mengajukan pernyataan meyakinkan yang menekankan mengapa ini adalah waktu terbaik bagi mereka untuk membeli produk Anda.

13. Objection Close

Objection close merupakan teknik yang digunakan setelah sales memastikan bahwa prospek mereka telah memahami segala sesuatu terkait produk yang ditawarkan.

Dalam hal ini, sales akan mencoba menutup kesepakatan dengan menanyakan keberatan yang mungkin prospek miliki tentang produk tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan calon pelanggan untuk mengajukan keberatan atau keraguan terakhir yang perlu mereka selesaikan tanpa mengatakan tidak pada kesepakatan.

14. Double Binding Close (Memberi Pilihan)

Teknik Double Binding Close bekerja dengan memberikan dua opsi kepada prospek, di mana kedua opsi tersebut sama-sama mengarah ke closing. 

Alih-alih bertanya “apakah Anda ingin membeli?”, sales menawarkan pilihan seperti metode pembayaran, paket layanan, atau jadwal implementasi.

Prinsip psikologisnya sederhana, yaitu ketika prospek diberikan pilihan antara A atau B, pikiran mereka secara otomatis beralih dari “beli atau tidak” menjadi “pilih yang mana.” Ini mengurangi resistansi terhadap keputusan pembelian itu sendiri.

Contoh: “Untuk implementasi CRM-nya, Anda lebih nyaman mulai awal Juli atau pertengahan Juli? Kami bisa sesuaikan jadwal onboarding tim Anda.”

15. Puppy Dog Close

Teknik closing Puppy Dog menawarkan kesempatan bagi prospek untuk mencoba produk secara langsung tanpa komitmen awal. 

Adapun istilah Puppy Dog Close berasal dari analogi toko hewan peliharaan, ketika seseorang diizinkan membawa pulang anak anjing selama beberapa hari, kemungkinan besar mereka tidak akan mengembalikannya.

Pendekatan ini sangat efektif karena tidak ada tekanan untuk membeli. Sales cukup membiarkan prospek merasakan manfaat produk secara langsung, lalu menunggu mereka secara alami memutuskan untuk melanjutkan. 

Contoh: “Bagaimana kalau Anda coba gunakan Qontak CRM selama 14 hari tanpa biaya? Tim kami akan bantu setup awalnya, dan setelah itu Anda bisa nilai sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan tim sales Anda.”


Tingkatkan Closing Rate Bisnis dengan Mekari Qontak!

Menguasai teknik closing sales yang tepat menjadi langkah krusial untuk meningkatkan konversi penjualan secara konsisten. Namun, teknik terbaik sekalipun membutuhkan dukungan sistem yang memadai. Di sinilah teknologi seperti CRM berperan penting. 

Aplikasi CRM Mekari Qontak hadir dengan fitur sales pipeline management, integrasi omnichannel, WhatsApp Business API, dan workflow automation

Didukung Agentic AI, seluruh fitur Aplikasi CRM Mekari Qontak dirancang untuk membantu tim sales Anda mengelola prospek lebih efektif, melakukan follow-up tepat waktu, dan meningkatkan closing rate secara terukur.

Dapatkan demo gratis sekarang atau konsultasikan kebutuhan strategis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak!

Referensi

aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing
Kategori : BisnisSales

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Teknik Closing (FAQ)

Apa itu teknik closing dalam penjualan?

Apa itu teknik closing dalam penjualan?

Teknik closing adalah metode atau strategi yang digunakan tenaga sales untuk meyakinkan calon pelanggan agar melakukan pembelian atau mencapai kesepakatan transaksi. Teknik ini merupakan fase kritis yang menentukan apakah seluruh proses penjualan berhasil menghasilkan revenue.

Teknik closing sales apa yang paling efektif?

Teknik closing sales apa yang paling efektif?

Tidak ada satu teknik yang paling efektif untuk semua situasi. Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan karakter prospek.

Contohnya, Now or Never Close cocok untuk prospek yang responsif terhadap urgensi, sedangkan Ben Franklin Close lebih sesuai untuk prospek analitis yang membutuhkan justifikasi logis.

Bagaimana cara meningkatkan closing rate tim sales?

Bagaimana cara meningkatkan closing rate tim sales?

Beberapa cara yang terbukti efektif antara lain: melatih tim dengan berbagai teknik closing, menggunakan CRM untuk tracking pipeline dan automasi follow-up, serta memastikan setiap interaksi dengan prospek diakhiri dengan next step yang jelas dan terjadwal.

Apakah CRM benar-benar membantu proses closing?

Apakah CRM benar-benar membantu proses closing?

Tentu saja! CRM membantu sales melacak pipeline, mengotomasi follow-up, dan menganalisis data penjualan untuk mengidentifikasi peluang closing yang optimal.