
- Content marketing adalah strategi pemasaran berbasis konten yang bertujuan membangun hubungan jangka panjang, meningkatkan brand awareness, serta mendorong penjualan melalui konten yang relevan dan konsisten.
- Manfaat content marketing tidak hanya promosi, tetapi juga menjangkau lebih banyak audiens, membangun kepercayaan, meningkatkan traffic, dan menjadi investasi jangka panjang bagi bisnis.
- Terdapat berbagai jenis content marketing seperti media sosial, blog, video, podcast, email, ebook, infografis, hingga paid ads.
- Keberhasilan content marketing bergantung pada distribusi, evaluasi, dan personalisasi, termasuk pemanfaatan data pelanggan melalui sistem CRM atau omnichannel.
Content marketing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari strategi pemasaran. Bahkan menurut penelitian terbaru, hanya 10% pemasar yang tidak menggunakan pemasaran konten.
Namun sebenarnya apa itu content marketing? Mengapa Anda perlu membuat konten marketing? lalu konten seperti apa yang digemari audiens?
Mungkin pertanyaan tersebut muncul dibenak Anda. Hal ini wajar terutama bisnis pemula yang ingin usahanya berkembang melalui konten-konten menarik yang disukai audiens.
Semua jawaban pertanyaan tersebut dapat Anda temukan pada ulasan Mekari Qontak blog di bawah ini.
Apa itu Content Marketing?
Content marketing adalah strategi pemasaran yang fokus pada pembuatan dan distribusi konten berharga dan relevan untuk menarik perhatian serta membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Selain itu, pembuatan content marketing juga bertujuan untuk membangun hubungan yang kuat dengan audiens dalam jangka waktu lama.
Hal ini juga lah alasan mengapa konten Anda harus relevan dan konsisten. Dengan begitu, terbagun emosianal antar brand Anda dan audiens.
Tujuan Content Marketing
Tujuan utama perusahaan menggunakan content marketing adalah sebagai sarana promosi. Dengan informasi menarik yang dimuat dalam konten tersebut, diharapkan mampu menggugah hati audiens untuk membeli produk yang ditawarkan.
Selain itu, tujuan perusahaan menerapkan content marketing lainnya adalah sebagai berikut:
1. Menjangkau Banyak Pelanggan
Mendapatkan banyak pelanggan adalah tujuan utama perusahaan membuat sebuah konten.
Oleh karena itu, konten yang terlah dibuat akan dibagikan ke banyak platform populer seperti media sosial. Hal ini bahkan dilakukan oleh perusahaan besar seperti Shopee, Tokopedia, Gojek dan banyak yang lainnya.
2. Investasi Jangka Panjang
Content makerting tidak berlaku hanya waktu sesaat. Terlebih apabila Anda bagikan konten tersebut melalui blog atau video Youtube.
Melalui platform tersebut, audiens dapat menemukan konten Anda kapan saja saat mereka membutuhkan informasi yang relevan dengan konten yang Anda buat.
3. Memupuk Kepercayaan Audiens
Tidak mudah dalam membangun kepercayaan audiens. Dibutuhkan konsistensi jangan panjang agar audiens percaya terhadap brand Anda. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan mereka informasi-informasi terpercaya terkait produk Anda melalui konten edukatif.
4. Membangun Brand Awareness
Tujuan content marketing berikutnya adalah membangun brand awareness. Terlebih bagi pemula, konten merupakan strategi terbaik untuk membangun branding mulai dari warna, logo, image, dan sebagainya.
Hal tersebut bisa Anda sisipkan pada setiap konten yang Anda buat untuk memudahkan audiens mengenal perusahaan Anda.
5. Meningkatkan Traffic
Sebagian besar perusahaan berusaha membuat content marketing menghasilkan traffic tinggi di website atau plaform komunikasi lainnya.
Pasalnya dengan traffic tinggi, konten Anda akan dipercaya dan diprioritaskan oleh berbagai platform. Misalnya untuk konten blog, semakin banyak pengujung konten tersebut, maka akan diprioritaskan oleh mesin pencarian.
Jenis Content Marketing
Setidaknya ada 8 jenis content marketing yang perlu Anda ketahui seperti berikut:
1. Media Sosial

Pengguna media sosial terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini juga menyebabkan banyak bisnis platform media sosial untuk menghasilkan hasil content terbaik.
Bahkan CMI melaporkan bahwa B2C yang setidaknya membagikan kontennya di 2 media sosial Facebook (59%) dan Instagram (21%) mendapatkan hasil memuaskan. Salah satu perusahaan yang memanfaat media sosial untuk membagikan kontennya adalah Mekari Qontak.
Pada akun media sosialnya, Qontak memberikan informasi terkait produk, keunggulan dari bran tersebut. Selain itu, Mekari Qontak juga berusaha membangun brand awarness melalui logo brand, deskripsi bio yang ringkas dan padat, akan memudahkan audiens mengenali brand tersebut.
2. Infografis

Inforgrafis merupakan konten yang menonjolkan visual dengan teks singkat sebagai penjelasnya. Teks tersebut biasanya berisi informasi penting yang mendukung visualnya yang biasanya berupa grafis dan diagram yang berisi data faktual.
Oleh karena itu, Inforgrafis biasanya lebih disukai audiens karena memudahkan mereka untuk memahami isi konten.
Konten infografis banyak digunakan untuk menampilkan data-data penting. Visual yang digunakan mendukung agar audiens lebih mudah dipahami. Misalnya Infografis Paket Kebijakan Ekonomi XIV – Peta Jalan E-Commerce yang dibuat oleh Kemenko Perekonomian RI.
3. Blog

Blog berperan penting dalam meningkatkan traffic website Anda. Hal ini didorong trend banyaknya orang yang mencari informasi melalui blog.
Bahkan sebesar 70% orang lebih suka mendapatkan informasi dari blog daripada iklan tradisional. Artinya, blog berpotensi untuk meingkatkan penjualan dan membangun brand awareness.
Contoh bisnis yang memanfaatkan blog untuk membagikan konten pemasarnya adalah Mekari Jurnal. Dalam blog-nya, Jurnal membagikan konten seputar Aplikasi Akuntansi, Aplikasi Pembukuan, Aplikasi Invoice, dan sebagainya. Melalui konten tersebut, Mekari Jurnal lebih dipercaya audiensnya.
4. Podcast

Seiring perjalanan waktu, podcast menjelma menjadi media populer yang banyak didengarkan. Setidaknya 80% pendengar podcast mendengarkan semua atau sebagian besar setiap episode (Podcast Insights).
Hal ini peluang baru bagi bisnis memasarkan produknya melalui podcast. Merek seperti Slack, Shopify, dan Basecamp telah berinvestasi dalam membuat podcast bermerek.
Bahkan berdasarkan data, pengeluaran iklan podcast di AS diperkirakan akan mencapai $1,74 miliar pada tahun 2022, meningkat 23% dari tahun 2021 (Statista).
Sementara pendengar podcast mingguan mendengarkan rata-rata delapan podcast per minggu (Edison Research).
5. Video

Video menjadi content yang efektif menarik perhatian audiens. Bahkan sebuah penelitian menunjukan setidaknya 88% orang mengatakan bahwa mereka telah diyakinkan untuk membeli produk atau layanan dengan menonton konten video.
Contoh penerapan video marketing yang bisa menginspirasi adalah platform e-commerce Shopee. Setiap harinya, mereka membagikan konten video melalui reels Instagram berdurasi 60 detik. Pada video tersebut menampilkan informasi menarik seputar promosi yang diadakan oleh shopee.
6. Ebook

Ebook adalah salah satu media yang bisa diandalkan untuk memuat informasi detail yang mungkin dibutuhkan audiens.
Agar tidak terlalu tebal, topik yang diangkat pada Ebook biasanya sepesifik yang dilengkapi data lengkap hasil riset, hasil ujicoba dan lainnya.
Salah satu yang sering membuat Ebook adalah website searchenginejournal. Website tersebut kerap membagikan Ebook yang mengulas panduan, tips dan trik serta checklist untuk lebih mudah meraih sukses secara online. Hal ini tentu bermanfaat untuk profesional atau bisnis lainnya.
7. Paid Ads

Paid Ad merupakan iklan berbayar yang disediakan beberapa platform digital seperti Facebook, Instagram, Google dan lainnya.
Iklan berbayar ini juga dapat dimasukkan sebagai jenis content marketing. Sebab, iklan juga membutuhkan konten yang menarik agar mampu menarik audiens.
Hampir semua bisnis menggunakan Paid Ad untuk meningkatkan engagement. Namun Anda bisa melihat Facebook ads, TikTok dan Udemy menggunakan Google ads untuk keyword ‘content marketing’ di pencarian google.
8. Email

Terakhir, email merupakan jenis content marketing yang paling porpuler. Menurut mckinsey.com, efektivitas email untuk tujuan marketing terbilang tinggi, yaitu 40 kali lipat lebih efektif dibanding Facebook dan Twitter.
Bentuk konten untuk email marketing bervariasi mulai dari email promosi, email pengingat shopping cart, newsletter, sampai promosi ebook.
Salah satu contoh penerapan content marketing email adalah konten dari Tokocrypto. Bisa dilihat dari gambar di atas, brand tersebut mengirimkan pesan Newsletter produknya dengan judul yang singkat, tapi memiliki pesan visual yang menarik.
Jenis Konten Berisiko Merusak Nama Baik Brand
1. Review User-Generated
Review user-generated merupakan review yang diperoleh dari para customer Anda, sesuatu yang mereka tuliskan di dunia maya mengenai brand Anda serta pengalaman mereka dalam menggunakan produk maupun jasa Anda.
Review dari sesama customer sangatlah krusial karena sebanyak 75% dari prospek Anda cenderung akan melihat komentar dari pengguna sebelumnya.
Review negatif akan menghalau prospek potensial Anda dan menurunkan keinginan mereka untuk melakukan bisnis dengan Anda.
2. Postingan Sosial Media Tanpa Filter
Social media merupakan bagian penting dari pengembangan suatu brand dan merupakan sasaran empuk bagi komentar-komentar negatif yang dapat diakses oleh siapa saja yang mem-follow akun Anda atau melakukan share.
Untuk mempertahankan reputasi brand yang baik, pastikan Anda secara reguler memperbarui media sosial Anda di kanal apapun.
Lakukan monitor rutin jumlah mention dan komentar yang menyebutkan bisnis Anda, dan jika ada apapun komentar negatif atau pertanyaan yang belum dijawab, segera tanggulangi.
Tips Memaksimalkan Content Marketing
1. Ciptakan Konten Sesuai Jenis dan Jumlah yang Tepat
Jenis konten yang harus didistribusikan lebih dulu yakni konten pengenalan, baru setelah itu branding dan disusul selling.
Namun untuk membuat konten branding dan selling tak semudah membuat konten pengenalan.
Dan untuk jumlah konten, ada baiknya bila konten pengenalan dan branding dibuat dalam jumlah relatif lebih banyak dibandingkan selling karena sesuai prinsip content marketing, yakni Anda harus lebih sering memberikan edukasi dan penyelesaian masalah daripada penjualan.
Dengan begitu target market Anda pun tanpa sadar telah terbawa arus digital marketing Anda.
2. Distribusikan Konten di Berbagai Media
Sebagus apa pun konten yang Anda buat tidak akan berarti bila Anda hanya mengendapkannya di website atau channel perusahaan Anda sendiri.
Anda harus mendistribusikan konten Anda di berbagai media agar dapat menjangkau target market Anda. Sebab di era digital ini sudah terdapat banyak konten yang muncul di setiap harinya.
3. Ukur dan Evaluasi
Mungkin banyak yang akan beranggapan bahwa pekerjaan Anda telah selesai setelah mendistribusikan content marketing.
Padahal ada hal penting yang masih harus Anda lakukan setelahnya, yakni mengukur dan mengevaluasi kinerja content marketing Anda.
Bila Anda tidak mengukur dan mengevaluasi kinerja content marketing maka Anda tidak akan tahu seberapa besar tingkat keberhasilannya.
Dan yang berbahaya justru ketika Anda menganggap bahwa kinerja content marketing Anda telah bagus, namun kenyataannya tidak. Dan Anda masih terus menggunakan cara-cara yang sama di kemudian hari.
Google sendiri telah menyediakan Google Analytics. Dari situ Anda dapat mengukur kinerja konten Anda sesuai dengan goals yang sudah ditentukan masing-masing.
Misalnya seperti keberhasilan sebuah konten untuk meningkatkan jumlah visitor, backlink, dan share. Atau konten yang bertujuan untuk menambahkan subscriber, followers dan likes.
4. Sesuai dengan Personalisasi Pelanggan
Melalui aplikasi omnichannel CRM, pelanggan Anda dapat terdata dan teranalisis secara otomatis.
Personalisasi ini dapat membantu Anda untuk menentukan konten yang tepat. Qontak adalah penyedia aplikasi omnichannel CRM terbaik di Indonesia.
Data pelanggan yang tersimpan akan teranalisis secara otomatis untuk bisa menciptakan personalisasi pelanggan. Dengan begitu content marketing bisnis Anda bisa lebih terukur.
Terapkan Content Marketing pada Bisnis dengan Dukungan Omnichannel!
Contetn marketing merupakan strategi pemasaran terbaik untuk bisnis meningkatkan brand awarness dan penjualan. Konten ini juga kerap berfungsi sebagai media peromosi yang efektif menarik perhatian pelanggan.
Oleh karena itu, banyak bisnis membagikan conten marketing diberbagai platform untuk mendapatkan hasil optimal. Namun mengelola banyak platform bukanlah pekerjaan mudah.
Salah satu strategi yang bisa Anda manfaatkan adalah dengan menerapkan Omnichannel dan CRM dari Mekari Qontak.
Di mana aplikasi ini akan secara otomatis mengumpulkan semua interaksi leads dari berbagai satu platform. Hal ini memudahkan Anda untuk mengidentifikasi prospek yang potensial hanya dari satu platform.
Mekari Qontak juga telah dipercaya lebih dari 3000+ perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengembangkan usahannya. Bahkan Qontak juga telah tersertifikasiISO 27001 untuk memastikankeamanan informasi data pelanggan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Content Marketing (FAQ)
Berapa lama hasil content marketing bisa terlihat?
Berapa lama hasil content marketing bisa terlihat?
Hasil content marketing umumnya tidak instan karena strategi ini berfokus pada jangka panjang. Biasanya, peningkatan traffic dan engagement mulai terlihat dalam 3–6 bulan, tergantung konsistensi produksi konten, kualitas distribusi, serta tingkat persaingan industri. Semakin rutin dan relevan konten yang dipublikasikan, semakin cepat pula dampaknya terasa.
Bagaimana cara membuat strategi content marketing yang efektif?
Bagaimana cara membuat strategi content marketing yang efektif?
Strategi content marketing dimulai dengan menentukan tujuan (brand awareness, leads, atau penjualan), mengenali target audiens, lalu melakukan riset topik dan keyword. Setelah itu, buat kalender konten agar produksi lebih terencana dan konsisten. Terakhir, tentukan kanal distribusi serta metrik evaluasi untuk mengukur keberhasilan setiap konten yang dipublikasikan.
Bagaimana cara kerja content marketing dalam menarik pelanggan?
Bagaimana cara kerja content marketing dalam menarik pelanggan?
Content marketing bekerja dengan menarik audiens melalui informasi yang relevan dan bermanfaat. Ketika audiens menemukan solusi atas kebutuhannya melalui konten, kepercayaan terhadap brand akan terbentuk secara alami. Dari situ, audiens lebih berpotensi berinteraksi, mendaftar, hingga akhirnya melakukan pembelian tanpa merasa dipaksa.
Apakah content marketing cocok untuk semua jenis bisnis?
Apakah content marketing cocok untuk semua jenis bisnis?
Ya, hampir semua jenis bisnis dapat menerapkan content marketing, baik B2B maupun B2C. Perbedaannya terletak pada format konten, gaya komunikasi, dan platform distribusinya. Misalnya, bisnis B2B cenderung menggunakan blog, webinar, atau whitepaper, sedangkan B2C lebih efektif melalui media sosial dan video.
Bagaimana peran CRM omnichannel untuk mendukung content marketing?
Bagaimana peran CRM omnichannel untuk mendukung content marketing?
CRM omnichannel memungkinkan bisnis memantau perjalanan pelanggan dari pertama kali melihat konten hingga melakukan transaksi. Data tersebut membantu tim pemasaran memahami preferensi audiens, mengelompokkan leads, serta menyesuaikan konten berikutnya berdasarkan perilaku pelanggan. Hasilnya, strategi content marketing menjadi lebih terukur, terpersonalisasi, dan berorientasi pada konversi.