14 mins read

Agent Scorecard:, Manfaat, Komponen, dan Contoh Penerapannya

Tayang
Diperbarui
Agent Scorecard:, Manfaat, Komponen, dan Contoh Penerapannya
Mekari Qontak Highlights
  • Agent scorecard adalah tools manajemen untuk mengevaluasi kinerja agen berdasarkan KPI terukur seperti FCR, AHT, CSAT, dan NPS secara objektif.
  • Agent scorecard bekerja dengan mengubah interaksi antara agen customer service dan pelanggan menjadi data yang bisa diukur.
  • Penggunaan agent scorecard sangat krusial untuk evaluasi kinerja yang sistematis dan objektif, memastikan kualitas interaksi yang tinggi, serta meningkatkan pengalaman pelanggan.
  • Beberapa komponen agent scorecard, seperti First Call Resolution (FCR), Average Handling Time (AHT), Customer Satisfaction Score (CSAT), Net Promoter Score (NPS), Average Speed to Answer (ASA), dan Attendance Rate.
Riset Qualtrics XM Institute menyebut bahwa layanan pelanggan yang buruk menempatkan $3,7 triliun pendapatan global dalam risiko setiap tahunnya. Salah satu akar masalahnya adalah bisnis tidak punya cara yang konsisten untuk mengukur seberapa baik agen mereka melayani pelanggan.

Agent scorecard hadir untuk menjawab tantangan ini. Tools ini mengubah setiap interaksi antara agen dan pelanggan menjadi data terstruktur yang bisa diukur, dievaluasi, dan ditindaklanjuti.

Tanpa scorecard, evaluasi kinerja agen sering kali bergantung pada kesan subjektif supervisor dan itu menciptakan inkonsistensi yang langsung berdampak pada pengalaman pelanggan.

Melalui ulasan di Mekari Qontak Blog ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu agent scorecard, metrik utamanya, contoh penerapan, hingga langkah-langkah membuatnya secara efektif.

solusi customer service mekari qontak

Apa itu Agent Scorecard?

Agent scorecard adalah tools manajemen yang digunakan supervisor call center dan layanan bisnis untuk memantau, serta menilai kinerja agen, kualitas layanan, dan kepatuhan agen terhadap Service Level Agreement (SLA) perusahaan berdasarkan metrik yang sudah ditetapkan.  

Di sisi lain, penggunaan tools penilaian ini juga membantu agen untuk fokus pada tugas agen sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Termasuk didalamnya mendukung kesejahteraan karyawan karena adanya kejelasan dan pengakuan atas usaha yang dikerjakan.

Pada dasarnya, agent scorecard bekerja dengan cara mengubah interaksi agen dan pelanggan menjadi data yang bisa diukur dan dievaluasi. Ini membantu bisnis menjaga kualitas layanan sekaligus memotivasi agen.

Scorecard yang efektif menggabungkan dua jenis pengukuran sekaligus. Pertama, metrik kuantitatif seperti Average Handling Time (AHT) dan First Call Resolution (FCR)

Kedua, metrik kualitatif, seperti empati, kepatuhan skrip, dan kemampuan pemecahan masalah. Kombinasi metrik kuantitatif dan kualitatif memberikan gambaran yang lebih utuh tentang performa agen.


Pentingnya Agent Scorecard Bagi Bisnis Anda

Pada dasarnya, agent scorecard akan memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara maksimal. Berikut beberapa alasan pentingnya penggunaan agent scorecard.

  • Evaluasi Kinerja: Secara sistematis dan objektif berguna untuk mengevaluasi kinerja agen berdasarkan metrik dan Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditentukan. Hal ini membantu pengawas dan manajer membuat keputusan terkait promosi dan bonus.
  • Jaminan Kualitas: Membantu memantau kualitas interaksi antara agen dan pelanggan, memastikan kepatuhan dengan standar layanan, dan meningkatkan kualitas layanan.
  • Pelatihan dan Pengembangan: Memberikan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan agen, yang dapat digunakan untuk menyesuaikan program pelatihan dan meningkatkan kinerja agen.
  • Manajemen Kinerja: Berfungsi sebagai dasar untuk diskusi manajemen kinerja dan penetapan tujuan, memotivasi agen untuk mencapai keunggulan melalui umpan balik reguler.
  • Peningkatan Pengalaman Pelanggan: Membantu mengidentifikasi area peningkatan dalam pengalaman pelanggan dengan melacak metrik kepuasan pelanggan.
  • Efisiensi Operasional: Menyoroti ketidakefisienan dalam kinerja agen, membantu menyederhanakan proses dan mengoptimalkan alokasi sumber daya.
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Menyediakan data yang dapat dianalisis untuk membuat keputusan yang terinformasi dan meningkatkan kinerja pusat kontak.

Menurut Forrester US CX Index, perusahaan yang benar-benar customer-obsessed mencatat pertumbuhan revenue 41% lebih cepat dan retensi pelanggan 51% lebih baik dibanding kompetitor mereka.

Manfaat Agent Scorecard untuk Meningkatkan Kualitas Layanan dan Efisiensi Bisnis

Agent scorecard lah yang mejadi salah satu cara mewujudkan obsesi terhadap pelanggan itu secara sistematis.

Berikut ini manfaat utama yang bisa Anda rasakan ketika menggunakan agent scorecard secara konsisten:

1. Meningkatkan Kinerja Agen Secara Menyeluruh

Agent scorecard membantu menunjukkan secara jelas kelebihan dan kekurangan setiap agen. Melalui data yang rapi dan terukur, Anda bisa memberikan masukan yang lebih tepat.

Hal tersebut membuat agen tahu bagian mana yang perlu diperbaiki, misalnya dalam hal kecepatan melayani, ketepatan informasi, atau sikap empati saat berkomunikasi.

2. Memperbaiki Kualitas Layanan Pelanggan

Pemantauan metrik, seperti First Call Resolution (FCR) dan Customer Satisfaction Score (CSAT) pada agent scorecard membantu memastikan bahwa setiap interaksi memenuhi standar kualitas yang tinggi.

Hasilnya, pelanggan jadi lebih puas karena masalah mereka bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat.

3. Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan yang Tepat

Dibandingkan memberikan pelatihan umum, scorecard memungkinkan bisnis dalam mengidentifikasi celah keterampilan secara spesifik.

Contohnya, jika banyak agen mendapat nilai rendah pada bagian “kemampuan memecahkan masalah”, Anda bisa membuat pelatihan khusus yang fokus pada teknik pemecahan masalah.

4. Mendorong Akuntabilitas dan Motivasi Agen

Saat agen tahu bahwa kinerja mereka diukur secara transparan, agen Anda akan lebih bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.

Jika digunakan dengan tepat, scorecard juga bisa menjadi alat pemacu semangat, karena agen dengan hasil terbaik bisa mendapat pengakuan dan penghargaan.

5. Memungkinkan Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Anda dapat menggunakan data dari scorecard untuk membuat keputusan strategis, seperti mengalokasikan sumber daya, menyesuaikan target kinerja, dan mengidentifikasi tren masalah yang sering dialami pelanggan.

Langkah ini akan membuat proses manajemen menjadi lebih proaktif dan efisien.


Komponen Utama Agent Scorecard untuk Mengukur Kinerja Agen Secara Akurat

Ada beberapa metrik untuk mengukur kinerja agen dalam agent scorecard. Matriks tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Waktu Penanganan Rata-rata (Average Handling Time – AHT)

Metrik pertama yang diukur adalah rata-rata waktu yang agen habiskan untuk menangani pelanggan (AHT).

Biasanya, makin singkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pertanyaan atau masalah pelanggan, maka menunjukkan kinerja agen yang efisien dan efektif.

Benchmark AHT: 6 menit.

2. Resolusi Panggilan Pertama (First Call Resolution – FCR)

Metrik kinerja agen selanjutnya adalah mengukur persentase interaksi pelanggan yang diselesaikan pada panggilan pertama tanpa tindak lanjut atau eskalasi lebih lanjut atau sering disebut First Call Resolution (FCR).

FCR yang lebih tinggi menunjukkan kemampuan agen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara efektif. Hal ini berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan dan pengurangan volume panggilan.

Benchmark FCR: 70%.

3. Skor Promotor Bersih (Net Promoter Score – NPS)

NPS menjadi metrik kinerja agen yang diukur melalui survei setelah interaksi dengan pelanggan. Net Promoter Score (NPS) mengukur kemungkinan pelanggan merekomendasikan perusahaan atau produk/layanannya kepada orang lain.

Hasil pengukuran NPS bisa juga diartikan sebagai tingkat loyalitas dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Hal ini membantu mengidentifikasi area untuk perbaikan dalam kinerja agen dan pengalaman pelanggan.

Benchmark NPS: +50.

4. Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction – CSAT)

Selain NPS, CSAT juga biasa digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap interaksi tertentu atau pengalaman keseluruhan saat berinteraksi dengan agen. Penilaian ini sering dikumpulkan melalui survei setelah panggilan atau mekanisme feedback.

Memantau CSAT membantu mengidentifikasi area di mana agen dapat meningkatkan penyampaian layanan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Benchmark CSAT: 75% hingga 84%.

5. Kecepatan Rata-rata Menjawab (Average Speed to Answer – ASA)

ASA mengukur waktu rata-rata yang diperlukan untuk menjawab panggilan oleh agen. Metrik kinerja agen ini mencerminkan efisiensi operasi pusat panggilan dan tingkat staf.

ASA yang rendah menunjukkan waktu tunggu minimal bagi pelanggan, yang mengarah pada peningkatan pengalaman pelanggan dan pengurangan tingkat pengabaian.

Benchmark ASA: 70-30 (70% panggilan dijawab dalam 30 detik).

6. Tingkat Kehadiran (Attendance Rate)

Tingkat Kehadiran mewakili frekuensi kehadiran agen di tempat kerja. Dalam hal ini mencakup tingkat absensi dan keterlambatan, yang dapat berdampak langsung pada produktivitas tim dan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.

Tingkat kehadiran yang tinggi menunjukkan komitmen agen terhadap pekerjaannya dan dapat meningkatkan moral tim secara keseluruhan.

Sementara untuk mengelola tingkat kehadiran, perusahaan sering menggunakan sistem pelacakan waktu dan kebijakan kehadiran yang ketat.

Benchmark: 95% atau lebih tinggi

7. Tingkat Penyelesaian Panggilan (Call Completion Rate – CCR)

Tingkat Penyelesaian Panggilan adalah metrik yang mengukur persentase panggilan yang berhasil diselesaikan tanpa terputus atau ditinggalkan oleh pelanggan.

Metrik CCR menunjukkan kemampuan agen untuk menangani dan menyelesaikan panggilan dengan efektif tanpa gangguan teknis atau pelanggan yang menyerah.

Tingkat penyelesaian yang tinggi menunjukkan bahwa sistem dan agen bekerja dengan efisien. Untuk meningkatkan metrik ini, Anda dapat melakukan pemeliharaan rutin pada infrastruktur teknologi dan memberikan pelatihan kepada agen untuk menangani panggilan dengan lebih efektif.

Benchmark: 95% atau lebih tinggi

8. Tingkat Kepatuhan (Compliance Rate)

Tingkat kepatuhan adalah metrik yang mengukur sejauh mana agen mematuhi kebijakan perusahaan, skrip panggilan, dan prosedur standar selama interaksi dengan pelanggan.

Angka kepatuhan yang tinggi memastikan bahwa semua agen memberikan layanan yang konsisten dan sesuai dengan standar perusahaan.

Dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi risiko hukum atau pelanggaran regulasi.

Sementara untuk memastikan tingkat kepatuhan yang tinggi, perusahaan sering melakukan pemantauan panggilan secara berkala dan memberikan pelatihan berkelanjutan kepada agen.

Benchmark: 90% atau lebih tinggi

9. Skor Kualitas Panggilan (Call Quality Score)

Metrik kinerja terakhir untuk mengukur kualitas interaksi agen dengan pelanggan berdasarkan kriteria tertentu seperti kesopanan, kemampuan penyelesaian masalah, pemahaman produk, dan teknik komunikasi.

Penilaian ini sering kali dilakukan menggunakan tools analitik untuk memeriksa rekaman panggilan. Skor kualitas panggilan yang tinggi menunjukkan bahwa agen memberikan layanan yang ramah dan efektif, yang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Benchmark: 85% atau lebih tinggi.

Penting
Benchmark untuk setiap bisnis atau industri bisa saja berbeda-beda. Hal tersebut kembali lagi tergantung pada kondisi internal perusahaan tersebut

Sistem Pembobotan (Weighted Scoring) dalam Agent Scorecard untuk Prioritas Bisnis

Tidak semua metrik memiliki tingkat kepentingan yang sama. Bisnis yang memprioritaskan kepuasan pelanggan tentu akan memberikan bobot lebih besar pada CSAT dibanding AHT.

1. Mengapa Pembobotan Diperlukan?

Tanpa pembobotan, scorecard memperlakukan semua metrik secara setara. Padahal, dampak masing-masing terhadap bisnis berbeda. 

Agen yang mencetak AHT sangat rendah tetapi CSAT juga rendah seharusnya tidak mendapat skor keseluruhan yang baik jika kepuasan pelanggan adalah prioritas utama.

Pembobotan memastikan bahwa skor akhir mencerminkan apa yang benar-benar penting bagi bisnis Anda, bukan hanya rata-rata dari semua metrik.

2. Contoh Formula Pembobotan

Berikut contoh formula yang bisa diadaptasi:

Skor Kinerja Keseluruhan = (CSAT × 0,35) + (FCR × 0,25) + (AHT × 0,15) + (Quality Score × 0,15) + (Compliance × 0,10)

Dengan formula ini, CSAT dan FCR (dua metrik yang paling berhubungan dengan kepuasan pelanggan) mendominasi 60% dari skor akhir. Formula bisa disesuaikan berdasarkan prioritas bisnis masing-masing.

3. Cara Menentukan Bobot yang Tepat

Mulai dari tujuan bisnis Anda. Jika fokus utama adalah retensi pelanggan, berikan bobot tinggi pada CSAT dan NPS. Jika efisiensi operasional lebih penting, AHT dan FCR bisa mendapat porsi lebih besar.

Libatkan stakeholder terkait, dari manajer layanan hingga tim operasional, dalam menentukan bobot. Ini memastikan scorecard mencerminkan prioritas lintas departemen.

4. Menyesuaikan Bobot untuk Tim yang Berbeda

Tim yang menangani keluhan teknis mungkin memerlukan bobot AHT yang lebih tinggi karena kompleksitas masalah. Sementara tim yang fokus pada retensi pelanggan bisa memberikan bobot lebih pada NPS dan teknik komunikasi.

Satu template scorecard bisa dipakai untuk seluruh organisasi, tetapi pembobotan perlu dikustomisasi per fungsi tim.


Contoh Penerapan Agent Scorecard dalam Bisnis

Sebagai contoh, sebuah pusat panggilan yang menangani pertanyaan pelanggan. Untuk memastikan setiap agen memberikan layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi, Anda bisa menggunakan metrik berikut.

1. Evaluasi Kualitas Onboarding Pelanggan Baru

Saat pelanggan baru pertama kali menggunakan produk atau layanan, kualitas onboarding menentukan apakah mereka akan bertahan atau churn di bulan pertama. 

Scorecard dapat mengukur performa agen onboarding berdasarkan kejelasan instruksi, kelengkapan informasi yang disampaikan, dan skor kepuasan pelanggan pasca-onboarding.

Metrik yang diukur: CSAT pasca-onboarding, waktu penyelesaian onboarding, tingkat eskalasi selama proses, dan skor kepatuhan terhadap checklist onboarding.

2. Pemantauan Kecepatan dan Kualitas Resolusi Keluhan Teknis

Untuk produk SaaS atau layanan teknologi, keluhan teknis memerlukan penanganan yang berbeda dari pertanyaan umum. 

Scorecard di sini bisa mengukur kemampuan agen dalam mendiagnosis masalah, akurasi solusi yang diberikan, dan apakah pelanggan perlu menghubungi kembali untuk masalah yang sama.

Metrik yang diukur: FCR untuk tiket teknis, AHT per kategori masalah, skor pemahaman produk, dan tingkat eskalasi ke tim engineering.

3. Penilaian Efektivitas Upselling dan Cross-selling oleh Agen

Agen customer service sering kali memiliki peluang untuk merekomendasikan produk atau layanan tambahan yang relevan.n

Scorecard bisa menilai apakah agen memanfaatkan peluang ini secara tepat yang menawarkan solusi yang benar-benar sesuai kebutuhan pelanggan.

Metrik yang diukur: Conversion rate dari rekomendasi, nilai rata-rata upsell, CSAT tetap terjaga (menandakan rekomendasi tidak mengganggu pengalaman), dan jumlah peluang yang teridentifikasi.

4. Pengukuran Konsistensi Agen di Layanan Multikanal

Pelanggan berinteraksi melalui berbagai kanal, seperti WhatsApp, email, telepon, live chat. Untuk itu, scorecard membantu memastikan bahwa kualitas layanan agen konsisten di semua kanal, bukan hanya di satu kanal yang paling sering dipantau.

Metrik yang diukur: CSAT per kanal, response time per kanal, skor kualitas interaksi yang dinormalisasi, dan tingkat penyelesaian masalah per kanal.

5. Audit Kepatuhan terhadap Skrip dan Prosedur Regulasi

Di industri seperti keuangan, asuransi, dan kesehatan, kepatuhan terhadap skrip dan prosedur regulasi menjadi kewajiban hukum. 

Scorecard bisa mengukur seberapa konsisten agen mengikuti prosedur verifikasi identitas, disclosure wajib, dan protokol keamanan data.

Metrik yang diukur: Compliance rate, jumlah pelanggaran prosedur, skor audit acak, dan akurasi pencatatan data pelanggan.


Cara Membuat Agent Scorecard yang Efektif untuk Tim Layanan Pelanggan

Setelah mengetahui metrik penilaian kinerja agen, maka tahap selanjutnya adalah membuat agent scorecard. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, seperti berikut:

1. Menentukan Tujuan dan Sasaran

Langkah pertama dimulai menentukan tujuan dengan mengidentifikasi apa saja yang ingin perusahaan Anda capai. Dalam hal ini, pastikan semua orang yang terlibat dalam perusahaan harus memahami dan memiliki tujuan ini dalam pikiran.

Bukan hanya itu saja, pastikan tujuan tersebut harus selaras dengan nilai-nilai perusahaan.

2. Memilih Metrik yang Relevan

Tahapan selanjutnya menentukan metrik kinerja agen yang akan diukur. Pastikan metrik tersebut selaras dengan prioritas organisasi dan standar layanan pelanggan Anda

Metrik ini dapat mencakup ukuran kuantitatif seperti waktu penanganan rata-rata, tingkat resolusi panggilan pertama, dan skor kepuasan pelanggan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kualitatif seperti kepatuhan terhadap skrip dan kebijakan perusahaan.

3. Menentukan Bobot Metrik

Setelah memilih metrik kinerja agen, Anda perlu menentukan bobot setiap metrik sebagai standar atau target yang perlu agen capai. Kemudian, komunikasikan dengan jelas kepada agen Anda agar termotivasi.

Berikut adalah beberapa contoh metrik beserta bobotnya untuk agent scorecard Anda:

  • Waktu penanganan: Targetkan waktu penanganan rata-rata 5 menit atau kurang per interaksi
  • Resolusi kontak pertama: Upayakan minimal 80% kasus terselesaikan pada kontak pertama
  • Tingkat eskalasi: Jaga agar tetap di bawah 10% dari total kasus

4. Membuat Template Scorecard

Langkah selanjutnya membuat template scorecard yang berfungsi sebagai kerangka kerja terstruktur. Dengan template scorecard, Anda dapat melacak kemajuan, mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, dan mengakui kinerja agen.

Dalam membuat template scorecard yang baik, ada beberapa catatan yang perlu Anda perhatikan seperti berikut:

  • Tetapkan desain scorecard yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami
  • Gunakan format yang menarik secara visual, seperti grafik atau diagram, untuk menyajikan data
  • Berikan instruksi dan panduan yang jelas tentang cara menginterpretasikan dan menggunakan kartu skor agen secara efektif
  • Sesuaikan scorecard untuk memenuhi kebutuhan unik pusat panggilan Anda
  • Libatkan pihak terkait dalam proses desain, termasuk manajer, pengawas, dan agen
  • Seimbangkan antara ukuran kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pandangan komprehensif tentang kinerja agen
  • Sertakan umpan balik pelanggan, skor jaminan kualitas, dan penilaian diri agen

5. Melakukan Penilaian Secara Berkala

Tahapan terakhir, pantau dan lacak kinerja agen menggunakan scorecard yang telah Anda buat sebelumnya. Hal ini memungkinkan Anda mengidentifikasi area kekuatan dan yang memerlukan perbaikan.

Selain itu, Anda juga bisa membuat agent scorecard melalui Qontak Sales Suite. Produk Mekari Qontak ini memiliki fitur canggih yang membantu Anda untuk membuat agent scorecard secara instan. Selanjutnya, Anda hanya perlu memantaunya dari satu dasbor.

Berikut ini turorial melakukan agent scoring yang mudah pada dashboard Mekari Qontak.


Tips Menggunakan Agent Scorecard dengan Efektif

Meski Anda telah membuat agent scorecard dengan baik, mungkin suatu saat Anda akan menemukan kendala. Berikut ini beberapa tips cara menggunakan kartu kinerja agen dengan tepat.

1. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif Kepada Agen

Memberikan umpan balik yang konstruktif adalah kunci untuk memotivasi dan meningkatkan kinerja agen. Umpan balik harus spesifik, berdasarkan data yang diukur oleh kartu skor, dan disampaikan secara positif.

Fokuslah pada aspek yang bisa diperbaiki serta bagaimana agen dapat mencapai peningkatan tersebut. Contohnya, jika seorang agen memiliki waktu penanganan rata-rata yang tinggi, berikan saran praktis tentang cara mereka bisa menyelesaikan panggilan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Umpan balik yang disampaikan dengan baik dapat membantu agen merasa dihargai dan didukung dalam perannya.

2. Gunakan Scorecard sebagai Alat Pengembangan

Scorecard sebaiknya digunakan sebagai alat untuk pengembangan profesional, bukan sebagai alat untuk menghukum agen. Tujuannya adalah untuk membantu agen memahami kinerja mereka dan menemukan cara untuk meningkatkannya.

Menggunakan scorecard sebagai alat pengembangan berarti memberikan pelatihan tambahan, sumber daya, atau kesempatan untuk belajar berdasarkan hasil kartu skor.

Hal tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran, di mana agen merasa termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka tanpa rasa takut akan konsekuensi negatif.

3. Review dan Perbarui Scorecard Secara Berkala

Seiring berjalannya waktu, kemungkinan akan ada perubahan ekspektasi pelanggan. Oleh karena itu, Anda perlu merevisi metrik dan tujuan agar selaras dengan sasaran baru.

Berikut cara untuk terus meningkatkan dan menyesuaikan strategi agent scorecard Anda:

  • Evaluasi efektivitas scorecard agen dan lakukan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan umpan balik.
  • Tetap terinformasi tentang tren dan kemajuan industri, serta integrasikan strategi dan teknologi baru yang dapat meningkatkan kinerja pusat panggilan Anda.
  • Adopsi budaya organisasi yang memprioritaskan perbaikan berkelanjutan, mendorong inovasi dan kelincahan di semua tingkatan.

Dengan terus meningkatkan dan menyesuaikan pendekatan kartu skor agen Anda, Anda memastikan bahwa alat ini tetap dinamis dan efektif untuk mendorong peningkatan kinerja di pusat panggilan Anda.

Infografis Panduan Menggunakan Agent Scorecard
Sumber: Mekari Qontak

Tingkatkan Kinerja Kualitas Agen dengan Mekari Qontak!

Dengan demikian, agent scorecard menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kinerja agen support. Agent scorecard menggunakan parameter penilaian untuk memberikan gambaran umum pencapaian kinerja agen.

Mekari Qontak menawarkan produk all in one Qontak Service Suite yang dilengkapi dengan fitur agent scorecard. Fitur ini berfungsi untuk memastikan bahwa setiap interaksi pelanggan bisa dievaluasi untuk menjaga kualitas layanan berstandar tinggi.

Agent Scorecard Mekari Qontak juga memberikan wawasan mendalam mengenai kinerja agen, mengidentifikasi hal yang perlu diapresiasi, dilatih, maupun dikembangkan. Hal ini memberikan gambaran umum mengenai kinerja agen Anda secara keseluruhan.

Jadi, tunggu apalagi? Hubungi tim kami atau coba gratis Mekari Qontak sekarang!

Referensi

solusi customer service mekari qontak
Kategori : Customer Service

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Agent Scorecard (FAQ)

Apakah agent scorecard bisa diterapkan di luar call center?

Apakah agent scorecard bisa diterapkan di luar call center?

Ya, tentu saja! Agent scorecard tidak hanya terbatas pada call center. Alat ini juga bisa dipakai untuk menilai kinerja tim layanan pelanggan lain, seperti live chat, email support, customer success, bahkan sales.

Sederhananya, scorecard bisa digunakan di semua pekerjaan yang melibatkan interaksi langsung dengan pelanggan.

Apakah agent scorecard hanya digunakan untuk menilai kinerja individu?

Apakah agent scorecard hanya digunakan untuk menilai kinerja individu?

Secara umum, agent scorecard digunakan untuk menilai kinerja individu agen. Namun, data yang terkumpul dari seluruh scorecard agen juga sangat berharga untuk mengevaluasi kinerja tim atau departemen secara keseluruhan.

Apa perbedaan agent scorecard dengan KPI (Key Performance Indicator)?

Apa perbedaan agent scorecard dengan KPI (Key Performance Indicator)?

Perbedaannya terletak pada fungsinya. KPI (Key Performance Indicator) adalah metrik umum yang mengukur keberhasilan suatu organisasi, tim, atau individu dalam mencapai tujuan strategis. Contohnya: revenue growth atau customer churn rate. Sementara itu, agent scorecard menjadi alat atau sistem yang menggunakan KPI untuk memberikan penilaian yang terperinci.

Apakah agent scorecard dapat digunakan sebagai dasar penilaian insentif dan bonus agen?

Apakah agent scorecard dapat digunakan sebagai dasar penilaian insentif dan bonus agen?

Agent scorecard sangat relevan digunakan sebagai dasar pemberian insentif dan bonus karena bersifat objektif dan berbasis data. Dengan kriteria yang jelas, agen dapat memahami hubungan antara kinerja dan penghargaan yang diterima. Hal ini juga mendorong kompetisi sehat dan peningkatan performa berkelanjutan.

Apa indikator awal bahwa agent scorecard yang digunakan sudah tidak efektif lagi?

Apa indikator awal bahwa agent scorecard yang digunakan sudah tidak efektif lagi?

Beberapa indikatornya antara lain stagnasi kinerja agen, penurunan motivasi, atau metrik yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan pelanggan. Jika hasil scorecard tidak lagi memberikan insight baru atau sulit ditindaklanjuti, itu tanda perlu evaluasi. Penyesuaian metrik dan pendekatan penilaian menjadi langkah yang perlu segera dilakukan.