
- Broadcast message membantu bisnis menjangkau banyak pelanggan sekaligus dengan lebih cepat, efisien, dan hemat biaya dibandingkan metode pemasaran berbayar.
- Personalisasi pesan dan penjadwalan pengiriman menjadi kunci agar broadcast tidak dianggap spam dan mampu meningkatkan keterlibatan pelanggan.
- Beragam channel dapat digunakan untuk broadcast, mulai dari email, SMS, WhatsApp, hingga omnichannel, sesuai dengan karakter audiens dan tujuan bisnis.
- Kesalahan umum mengirim broadcast messgae seperti pengiriman berlebihan dan pesan yang tidak relevan berisiko menurunkan engagement, memicu keluhan spam, hingga pemblokiran akun.
Broadcast message merupakan salah satu cara untuk membagikan informasi ke banyak orang sekaligus. Cara ini banyak dipilih karena lebih hemat waktu.
Sayangnya, tidak sedikit pesan broadcast yang berakhir diabaikan karena dianggap sebagai spam. Padahal hal tersebut bisa dihindari jika pesan Anda lebih personal dan terjadwal pengirimannya.
Artikel ini akan mengulas tentang jenis-jenis broadcast message, kesalahan dalam mengirimkan pesan hingga tips membuatnya dalam ulasan Mekari Qontak blog berikut.

Apa itu Broadcast Message?
Broadcast message adalah metode pengiriman pesan secara massal kepada banyak kontak sekaligus, yang sering digunakan oleh bisnis untuk menyampaikan informasi penting, promosi, atau pembaruan kepada pelanggan.
Dengan memanfaatkan teknologi seperti WhatsApp Business API, bisnis dapat mengirimkan pesan yang lebih personal dan terjadwal, sehingga meningkatkan keterlibatan pelanggan dan meminimalkan risiko dianggap sebagai spam.
Baca juga: WhatsApp Blast: Manfaat, Contoh, Cara Menggunakan, dan Perbedaannya dengan WA Broadcast
Apa Manfaat Menggunakan Broadcast Message untuk Bisnis?
Secara umum, broadcast message bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam komunikasi. Selengkapnya akan dijelaskan dibawah:
1. Menjangkau pelanggan lebih luas
Berbeda jenis pesan lainnya, broadcast chat dapat menjangkau ratusan hingga ribuan kontak sekaligus. Namun, perlu dipastikan bahwa kontak tersebut termasuk dalam segmen pasar Anda agar tetap relevan.
2. Sarana pemasaran yang ekonomis
Selain mengirimkan informasi edukasi, broadcast message seringkali dimanfaatkan untuk mengirimkan pesan penawaran atau promosi. Cara ini lebih efisien karena langsung kepada pelanggan, tanpa harus memasang iklan berbayar.
3. Komunikasi yang lebih personal
Meskipun pengiriman massal, pesan broadcast bisa dibuat lebih personal. Banyak teknologi yang memungkinkan bisnis untuk mempersonaliasasi pesan broadcast, misalnya dengan menyebutkan nama.
Baca juga: Cara Membangun Komunikasi Efektif dengan Pelanggan
4. Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan
Keunggulan lain dari broadcast message adalah pelanggan dapat membalas pesan yang diberikan, baik berupa feedback atau pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mereka.
Informasi berharga ini bisa digunakan untuk memahami sentimen pelanggan dan menyusun strategi selanjutnya.
Baca juga: Customer Engagement: Definisi, Prinsip, Contoh, dan Tips Meningkatkannya
Apa saja Jenis-Jenis Broadcast Message?
Berikut adalah 5 metode yang bisa Anda gunakan untuk melakukan broadcast message:
1. Email

Broadcast email merupakan metode mengirimkan email ke banyak penerima secara bersamaan. Dengan tingkat keterbukaan cukup baik, email broadcast dapat membangun kedekatan dengan pelanggan.
Baca juga: Email Marketing: Pengertian, Jenis, dan Tips Sukses
2. Facebook Messenger

Facebook Messenger menjadi salah satu media untuk mengirimkan pesan broadcast. Adapun pesan yang dikirimkan bisa berupa promosi, non-promosi, dan tindak lanjut kepada pelanggan. Ketiga pesan ini cukup efektif untuk memperkuat interaksi dengan pelanggan di Facebook.
3. SMS

Meski terkesan jadul, SMS masih menjadi pilihan bisnis ternama untuk mengirimkan broadcast. Provider biasanya menawarkan paket khusus untuk SMS broadcast yang dapat disesuaikan dengan anggaran pemasaran bisnis agar lebih efisien.
Baca juga: SMS Blast: Cara Menggunakan, Contoh, dan Perbedaannya dengan WhatsApp Blast
4. WhatsApp

Sebagai aplikasi populer di Indonesia, WhatsApp menjadi pilihan tepat untuk mengirimkan broadcast.
Bahkan produk WhatsApp API yang didesain untuk bisnis memiliki fitur khusus broadcast yang dapat mengirimkan ribuan pesan tanpa diblokir. Hal ini tidak hanya meningkatkan brand awareness tetapi juga menambah peluang penjualan.
Baca juga: Cara Kirim Broadcast WhatsApp Tanpa Simpan Nomor ke Banyak Kontak dan Pelanggan
5. Omnichannel

Omnichannel bisa menjadi pilihan untuk bisnis menghubungkan beberapa channel. Sistem ini memungkinkan Anda untuk mengimrimkan broadcast secara bersamaan atau terjadwal di setiap channel.
Hal tersebut membantu Anda secara konsisten dalam memperkuat brand awareness dan mendorong penjualan di setiap channel.
Baca juga: Omnichannel: Pengertian, Strategi, dan Cara Kerjanya dalam Layanan Pelanggan
Apa Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Broadcast Message?
Meskipun mengirim broadcast message dapat menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan penjualan. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai, seperti berikut:
1. Keterlibatan yang Rendah
Sebagian broadcast kurang mempersonalisasi isi pesan, sehingga penerima menganggap tersebut kurang relevan. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat keterlibatan penerima dalam merespon pesan tersebut.
2. Keluhan Spam yang Tinggi
Mengirim broadcast terlalu sering ke nomor yang sama, dapat membuat penerima pesan terganggu. Akibatnya, pesan tersebut akan terdeteksi sebagai spam yang bisa berakibat nomor atau akun Anda dilaporkan ke penyedia aplikasi.
Baca juga: Panduan Cara Mengatasi Spam WhatsApp dan Tips Mencegahnya
3. Diblokir oleh Penerima/Pelanggan
Jika Anda tidak dapat mengirim pesan ke penerima tertentu melalui broadcast, namun bisa mengirimkan pesan ke orang lain, kemungkinan besar penerima tersebut telah memblokir Anda. Hal ini bisa terjadi, saat pelanggan merasa terganggu dengan pesan Anda.
Baca juga: Cara Mengatasi WhatsApp Diblokir Sementara dan Permanen Lengkap
Tips Membuat Broadcast Message yang Menarik
Berikut tips untuk membuat broadcast message Anda dapat menarik dan bukan dianggap sebagai spam:
1. Kenali Target Audiens Anda
Langkah pertama Anda perlu menyesuaikanbroadcast message dengan targetaudiens. Oleh sebab itu, lakukan riset untuk mengetahui minat atau kebutuhan target audiens.
Kemudian segmentasikan target audiens kedalam beberapa kelompok. Satukan mereka dalam daftar yang memiliki minat atau demografi serupa untuk membentuk buyer persona. Hal ini memudahkan Anda dalam menyusun broadcast chat.
2. Personalisasi isi pesan
Kedua, personalisasikan pesan Anda dengan menambahkan nama penerima di dalamnya. Sesuaikan juga nada pesan dengan audiens.
Misalnya, jika Anda mengirimkan broadcast untuk promo akhir tahun dengan target audiens gen Z, gunakan nada yang lebih menyenangkan. Gunakan nada lebih santai dan tambahkan emoji untuk menambah keakraban.
Pada dasarnya, pembaca lebih senang menerima pesan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka, daripada pesan yang bersifat umum dan tidak relevan.
Baca juga: Contoh Kata-Kata Copywriting Ajaib yang Menarik Calon Pembeli
3. Hindari pesan berulang dan berlebihan
Langkah selanjutnya, membuat agar pesan tetap singkat. Pesan yang panjang dan bertele-tela akan membuat pembaca jenuh dan kurang memahami isi yang disampaikan.
Upayakan untuk tetap to the point dan menarik dengan menambahkan gambar, emoji atau gif. Hal ini akan memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk pembaca.
Jika Anda mengirimkan lebih dari satu pesan, cobalah untuk berkreasi agar tidak monoton.
Misalnya, jika broadcast pertama mengirimkan pesan promosi hard selling, buatlah broadcast berikutnya berbeda dengan mengirimkan newsletter. Variasi ini akan membuat audiens terus terlibat dan menurunkan risiko mereka berhenti berlangganan.
Baca juga: Contoh Template Broadcast WhatsApp Sukses Datangkan Banyak Pelanggan
4. Buat Call to Action yang Jelas
Pada akhir pesan broadcast tambahkan Call to Action yang sederhana dan jelas agar mendorong audiens untuk melakukan tindakan.
Sebagai contoh:
“Dapakkan Diskon 10% Hanya Hari ini dengan Klik Link berikut.”
“Pesan Sekarang dan Nikmati Gratis Ongkir”
Baca juga: Contoh Call to Action untuk Tarik Banyak Pelanggan
5. Jadwalkan Rangkaian Broadcast untuk Menghemat Waktu
Jika Anda memiliki serangkaian broadcast chat yang akan dikirim, Anda bisa menjadwalkan beberapa broadcast sekaligus. Sebaiknya, batasi pengiriman broadcast message hanya 2-3 kali per minggu.
Buatlah jadwal yang pasti untuk pengiriman broadcast message agar tidak ada yang terlewat. Sebagai contoh, hari senin untuk pesan hard selling, rabu mengirimkan newsletter dan jumat memberitahu event atau peluncuran produk.
6. Alokasikan Layanan Pelanggan Khusus
Setelah mengirim broadcast message, pastikan ada setidaknya satu orang customer service yang siap menangani feedback dari pelanggan.
Jika Anda tidak memiliki SDM yang cukup, Anda juga bisa memanfaatkan chatbot pintar untuk menangani respons ini. Dengan demikian, respon pelanggan dari broadcast yang Anda kirim tidak terabaikan.
Baca juga: Rekomendasi Software AI Customer Service Terbaik untuk Bisnis
7. Pengukuran dan Evaluasi
Setelah mengirimkan broadcast message, lakukan pengukuran efektivitas kampanye Anda. Tentukan parameter yang sesuai dengan tujuan broadcast tersebut.
Misalnya, jika tujuan Anda adalah untuk mengumpulkan feedback atau melakukan jajak pendapat, hitunglah persentase pelanggan yang memberikan respon dan bandingkan dengan jumlah pelanggan yang menerima pesan.
Baca juga: Contoh KPI Digital Marketing: Wajib Diukur Bisnis Pemula
Gunakan Broadcast Message untuk Menarik Pelanggan dan Meningkatkan Penjualan
Broadcast message adalah cara efektif untuk mengirim informasi ke banyak pelanggan sekaligus. Dengan konten yang personal dan jadwal yang tepat, pesan broadcast dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan serta menghemat biaya pemasaran.
Namun, pengiriman berlebihan dan kurangnya personalisasi bisa membuat pesan terabaikan atau bahkan dilaporkan sebagai spam.
WhatsApp Business API adalah solusi terbaik untuk mengirim broadcast ke ribuan kontak tanpa risiko pemblokiran. Mekari Qontak, mitra resmi WhatsApp, menyediakan fitur WhatsApp Blast resmi dan integrasi Omnichannel untuk komunikasi bisnis yang lebih efektif.
Hubungi kami dan coba demo WhatsApp API Mekari Qontak sekarang!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Broadcast Message (FAQ)
Apakah broadcast message harus selalu bersifat promosi?
Apakah broadcast message harus selalu bersifat promosi?
Tidak. Broadcast message juga dapat digunakan untuk tujuan non-promosi seperti edukasi pelanggan, pengumuman layanan, pengingat pembayaran, konfirmasi transaksi, atau survei kepuasan. Variasi konten ini justru membantu menjaga engagement dan mengurangi risiko dianggap spam.
Apakah broadcast message bisa disesuaikan dengan tahapan customer journey?
Apakah broadcast message bisa disesuaikan dengan tahapan customer journey?
Ya, Broadcast message dapat dirancang berbeda untuk pelanggan baru, pelanggan aktif, hingga pelanggan loyal. Penyesuaian ini membuat pesan lebih relevan dan berdampak pada peningkatan konversi.
Apa perbedaan efektivitas broadcast message untuk pelanggan baru dan pelanggan lama?
Apa perbedaan efektivitas broadcast message untuk pelanggan baru dan pelanggan lama?
Pelanggan lama cenderung memiliki tingkat respons lebih tinggi karena sudah mengenal brand, sedangkan pelanggan baru membutuhkan pendekatan yang lebih edukatif dan membangun kepercayaan terlebih dahulu agar pesan tidak diabaikan.
Bagaimana Mekari Qontak menjaga keamanan data pelanggan dalam pengiriman broadcast message?
Bagaimana Mekari Qontak menjaga keamanan data pelanggan dalam pengiriman broadcast message?
Mekari Qontak menerapkan standar keamanan data yang ketat untuk melindungi informasi pelanggan dengan sertifikasi ISO 27001. Sistem dirancang agar data tersimpan dan dikelola secara aman, sehingga bisnis dapat menjalankan broadcast message tanpa khawatir terhadap risiko kebocoran data.
Apakah Mekari Qontak dapat membantu personalisasi pesan broadcast?
Apakah Mekari Qontak dapat membantu personalisasi pesan broadcast?
Ya, Mekari Qontak dapat membantu personalisasi pesan broadcast dengan dukungan sistem CRM terintegrasi. Melalui CRM Omnichannel Mekari Qontak, bisnis dapat menyimpan dan mengelola data pelanggan secara terpusat, seperti nama, riwayat interaksi, status pelanggan, hingga preferensi komunikasi. Data ini kemudian digunakan untuk membuat pesan broadcast yang lebih personal, misalnya menyapa pelanggan dengan nama, menyesuaikan penawaran berdasarkan kebutuhan,