
- Kata-kata jualan online di WA adalah strategi copywriting untuk meningkatkan respon dan konversi pelanggan
- Formula AIDA, PAS, dan BAB dinilai efektif untuk berbagai kebutuhan pesan promosi di WhatsApp
- Data Braze membuktikan WhatsApp 72% lebih efektif mendorong sesi pengguna dibanding channel komunikasi lainnya.
- Pesan yang personal, relevan, dan terstruktur dapat meningkatkan peluang closing secara signifikan
- Tools WhatsApp marketing membantu automasi, segmentasi, dan pengiriman pesan lebih efektif
Berjualan di WhatsApp terlihat mudah, namun, tantangan sebenarnya adalah membuat pesan Anda bisa dilirik pelanggan di antara tumpukan chat lainnya. Oleh karena itu menyusun strategi kata-kata jualan online di WA merupakan cara yang perlu Anda coba.
Dengan engagement yang cukup signifikan tersebut, dapat dikatakan bahwa pesan yang persuasif menjadi kunci utama untuk mendongkrak omzet Anda.
Berikut Mekari Qontak Blog telah merangkum 70+ contoh kata-kata jualan di WA beserta formula dan tips praktisnya!

Formula Copywriting yang Efektif untuk Jualan Online di WA
1. Formula AIDA
AIDA (Attention–Interest–Desire–Action) adalah salah satu formula copywriting paling klasik dan terbukti efektif dalam copywriting, termasuk untuk kata-kata jualan online di WhatsApp.
- Attention: Menarik perhatian di awal pesan
- Interest: Membangun ketertarikan dengan manfaat
- Desire: Menciptakan keinginan dengan value/penawaran
- Action: Mendorong aksi (klik, balas, beli)
Contoh:
“Diskon 50% hari ini! Lagi cari skincare yang aman buat kulit sensitif? Produk ini sudah dipakai 10.000+ customer. Yuk order sekarang sebelum kehabisan!”
Menariknya, model AIDA juga terbukti dapat meningkatkan loyalitas pelanggan lewat penyusunan pesan yang lebih terstruktur dan persuasif.
2. Formula PAS
Selanjutnya ada PAS (Problem–Agitate–Solution). Formula ini sangat efektif jika Anda ingin membuat pelanggan Anda langsung tersentuh karena masalah mereka terasa lebih nyata.
- Problem: Angkat masalah utama
- Agitate: Perbesar dampaknya
- Solution: Tawarkan solusi (produk Anda)
Contoh:
“Sering telat balas chat pelanggan karena kewalahan yang berakibat calon pembeli hilang begitu saja? Gunakan tools ini, dijamin semua chat bisa dibalas secara otomatis dan cepat!”
3. Formula BAB
BAB (Before–After–Bridge) biasanya digunakan untuk follow-up atau nurturing. Berikut penjelasannya:
- Before: kondisi sebelum pakai produk
- After: hasil setelah pakai
- Bridge: jembatan menuju solusi (produk)
Contoh:
“Bingung cari kado unik buat pacar tapi budget tipis? Coba bayangin gimana bahagianya dia pas terima kado custom dari [Nama brand]? Jangan kelamaan, cek katalog terbaru kita sekarang!”
4. Prinsip Cialdini
Dalam konteks contoh pesan promosi WhatsApp, ada 3 prinsip yang paling efektif:
- Scarcity (Kelangkaan): “Stok tinggal 5 pcs, setelah ini baru restock di bulan depan”
- Social proof (Bukti sosial): “Sudah dipakai 2.000+ pelanggan dan ratingnya 4.9”
- Authority (Otoritas): “Direkomendasikan oleh ahli dan sudah tersertifikasi resmi!”
Dengan menggabungkan prinsip ini, pesan WA dapat menjadi jauh lebih meyakinkan.
Contoh Kata-Kata Jualan Online di WA Agar Cepat Laris
1. Kata-Kata Sapaan yang Tidak Terasa Spam
- “Halo Kak [Nama], apa kabarnya hari ini? Semoga sehat dan lancar ya aktivitasnya!”
- “Hai Kak, terima kasih ya sudah sempat mampir dan bertanya-tanya di katalog [Nama brand] kemarin.”
- “Hai Kak [Nama], [Nama brand] baru saja merilis koleksi yang sering Kakak tanyakan. Mau lihat fotonya?”
- “Halo! Terima kasih sudah menjadi pelanggan setia [Nama brand]. Kami punya kejutan kecil khusus buat Kakak hari ini.”
- “Hai Kak, sekadar berbagi tips singkat tentang [Kegunaan produk] yang mungkin bermanfaat buat Kakak!”
- “Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]. Saya [Nama Anda] dari [Nama brand], ingin menginformasikan pembaruan terkait layanan yang Bapak/Ibu gunakan.”
- “Halo Kak [Nama], semoga dalam keadaan baik. Kami ingin berbagi informasi singkat mengenai tren [Nama industri] minggu ini yang mungkin relevan untuk Anda.”
- “Selamat siang Kak, terima kasih atas kepercayaan Anda sebelumnya. Apakah ada hal lain yang bisa kami bantu terkait produk [Nama produk]?”
- “Halo Kak [Nama], sekadar menyapa dan memastikan apakah penggunaan [Nama produk] dari kami telah membantu aktivitas Anda dengan maksimal.”
- “Salam hangat dari [Nama brand]. Kami memiliki panduan eksklusif untuk [Topik] yang ingin kami bagikan khusus kepada pelanggan setia kami.”
2. Kata-Kata untuk Promosi Diskon dan Penawaran Terbatas
- “Kesempatan terakhir! Diskon 50% hanya berlaku sampai jam 9 malam ini. Jangan sampai kehabisan!”
- “Stok tinggal 3 pcs lagi! Amankan pesanan Anda sekarang!”
- “Khusus hari ini, beli 1 gratis 1 untuk 10 pembeli pertama. Siapa cepat dia dapat!”
- “Promo ‘Gajian Ceria’ cuma 24 jam! Insert kode promo ini saat pesan via WA.”
- “Segera discontinue! Cepat miliki koleksi terakhirnya dengan diskon spesial 30%.”
- “Eksklusif! Voucher potongan Rp50rb ini hanya bisa Anda pakai maksimal besok pagi!”
- “Siapa yang paling cepat? Promo flash sale mulai dalam 10 menit lagi. Siap-siap!”
- “Hanya tersedia 5 unit terakhir untuk inventaris [Nama Produk] dengan harga penawaran khusus. Segera konfirmasi pemesanan Anda.”
- “Sebagai bentuk apresiasi, kami menyediakan voucher terbatas yang berlaku hingga akhir pekan ini. Silakan gunakan kode [Kode] saat memesan.”
- “Mohon maaf, dikarenakan tingginya permintaan, promo ‘Gajian Ceria’ kami tutup lebih awal jika kuota terpenuhi. Segera amankan pesanan Anda.”
3. Kata-Kata untuk Follow-Up Prospek yang Belum Merespons
- “Halo Kak [Nama], sekadar mengingatkan terkait pesanan [Nama produk]-nya kemarin. Apakah ada kendala saat proses pembayaran?”
- “Halo! Mungkin pesan sebelumnya terlewat, apa Kakak masih tertarik dengan promo yang kami tawarkan?”
- “Hai Kak [Nama], pesanan Kakak sudah siap kirim, tinggal menunggu konfirmasi pembayarannya saja nih.”
- “Halo! Kami akan segera melakukan pengiriman sore ini untuk setiap pesanan dengan pembayaran maksimal sebelum jam 1 siang. Mau sekalian dikirim punya Kakak?”
- “Hai Kak [Nama], apa masih ada keraguan terkait [Nama produk]? Feel free untuk cerita ke kami ya kalau ada kendala.”
- “Selamat siang Kak [Nama], saya ingin memastikan apakah informasi produk yang saya kirimkan kemarin sudah diterima dengan baik?”
- “Halo Kak [Nama], terkait rencana pemesanan [Nama Produk], apakah ada detail spesifikasi tambahan yang Bapak/Ibu perlukan sebelum kami proses?”
- “Menindaklanjuti percakapan kita sebelumnya, apakah Bapak/Ibu masih berencana untuk mengamankan slot promo yang akan berakhir besok?”
- “Sekadar mengingatkan Kak, tautan pembayaran Anda masih berlaku hingga sore ini. Mohon informasikan jika Anda mengalami kendala teknis.”
- “Halo Kak, kami memahami kesibukan Anda. Silakan hubungi kami kembali jika Anda sudah siap untuk melanjutkan konsultasi produk ini.”
4. Kata-Kata untuk Broadcast WhatsApp
- “Hai Kak! Ada kabar gembira, koleksi paling favorit bulan ini akhirnya restock lagi! Cek katalognya sekarang!”
- “Siap-siap! Flash Sale akhir bulan dimulai hari ini. Diskon hingga 70% hanya untuk transaksi via WA.”
- “Halo pelanggan setia! Khusus hari ini, ada voucher belanja senilai Rp25rb khusus buat Kakak yang baca pesan ini.”
- “Ssttt… ada promo rahasia buat Anda hari ini! Balas chat ini dengan kata ‘MAU’ buat klaim promonya sekarang!”
- “Lagi cari inspirasi kado? Cek kurasi produk terbaik kami minggu ini yang cocok buat orang tersayang!”
- “Halo Kak! Jangan biarkan hari Seninmu kelabu. Yuk, manjakan diri dengan promo Happy Hour kami sore nanti!”
- “Mau dapetin merchandise gratis? Cukup belanja minimal Rp100rb hari ini saja. Stok terbatas!!”
- “Dapatkan akses prioritas untuk program [Nama program] sebelum kami umumkan secara publik melalui media sosial kami esok hari.”
- “Tingkatkan efisiensi kerja Anda dengan fitur terbaru dari [Nama brand] bernama [Nama produk]. Hubungi kami untuk demo penggunaan secara singkat.”
- “Selamat pagi! Kami telah merangkum beberapa pilihan produk terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda bulan ini.”
5. Kata-Kata untuk Customer Service untuk Mendorong Retensi
- “Halo Kak [Nama], ingin mengkonfirmasi, apakah pesanan Kakak sudah sampai? Bagaimana testimoninya, apakah sesuai dengan ekspektasi?”
- “Terima kasih sudah belanja lagi di sini, Kak! Sebagai apresiasi, kami selipkan bonus kecil di paket ya.”
- “Selamat ulang tahun Kak [Nama]! Ini ada kado kecil berupa potongan harga khusus buat Kakak.”
- “Hai Kak, sekadar info kalau poin belanja Kakak sudah cukup untuk ditukar dengan produk gratis. Mau diklaim sekarang?”
- “Terima kasih atas masukannya, Kak! Masukan Kakak sangat berarti bagi kami untuk jadi lebih baik lagi.”
- “Kepuasan Anda adalah prioritas kami. Bagaimana pengalaman Anda menggunakan [Nama produk] sejauh ini? Kami sangat menghargai masukan Anda.”
- “Sebagai bagian dari program loyalitas kami, Bapak/Ibu berhak mendapatkan pendampingan teknis gratis untuk pembelian bulan ini.”
- “Terima kasih telah setia menggunakan layanan kami. Kami telah mencatat preferensi Anda untuk memberikan rekomendasi yang lebih akurat di kemudian hari.”
- “Sekadar ingin memastikan kelancaran penggunaan produk Anda. Apakah ada fitur tertentu yang ingin Anda pelajari lebih lanjut bersama tim kami?”
- “Sebagai bentuk dedikasi kami, nikmati akses ke webinar eksklusif bagi pelanggan yang telah bersama kami selama lebih dari satu tahun.”
6. Kata-Kata untuk Up-sell dan Cross-Sell kepada Pelanggan Lama
- “Wah, pilihan yang bagus! Produk ini bakal makin awet kalau dibarengi dengan [Produk pelengkap]-nya juga.”
- “Karena Anda sudah ambil paket basic, apa mau di-upgrade ke paket premium cuma dengan nambah Rp20rb saja?”
- “Kebetulan [Produk A] yang Anda pesan cocok jika dipadukan dengan [Produk B] ini. Apakah mau sekalian dikirim?”
- “Beli 1 memang untung, tapi beli 3 jauh lebih hemat ongkir. Apakah Anda mau tambah varian lainnya?”
- “Karena Anda suka [Kategori produk], mungkin Kakak juga akan tertarik dengan model terbaru yang satu ini?”
- “Sebelum saya total, apa Kakak mau tambah [Produk murah] ini sebagai pelengkap? Mumpung masih promo!”
- “Kak, mumpung lagi ada promo bundle, ambil paket isi 3 saja jauh lebih murah dibanding beli satuan.”
- “Dapatkan nilai lebih dengan melakukan upgrade ke paket [Nama paket] yang menawarkan fitur lebih lengkap untuk kebutuhan Anda.”
- “Dapatkan nilai lebih dengan melakukan pemutakhiran (upgrade) ke paket [Nama Paket] yang menawarkan fitur lebih lengkap untuk kebutuhan Anda.”
- “Khusus untuk pelanggan aktif, kami memberikan penawaran harga khusus jika Anda memutuskan untuk menambah unit [Nama Produk] hari ini.”
7. Kata-Kata untuk Launching Produk Baru
- “Akhirnya yang ditunggu-tunggu rilis juga! Kenalin nih, [Nama produk], solusi buat masalah [Masalah] Anda!”
- “Siap jadi orang pertama yang punya? Produk terbaru kami sudah bisa dipesan mulai detik ini juga!”
- “Launch Day! Dapatkan harga perkenalan khusus untuk 20 orang pertama yang memesan hari ini.”
- “Baru mendarat! [Nama produk] hadir dengan pilihan warna yang lebih fresh. Mana warna favorit Anda?”
- “Terima kasih sudah menunggu! Sekarang [Nama produk] sudah tersedia dan siap dikirim ke rumah Kakak.”
- “Eksklusif Launch! Dapatkan bonus [Nama bonus] untuk setiap pembelian produk baru kami selama minggu ini.”
- “Kenali produk terbaru kami yang akan membuat hidup Anda makin praktis. Amankan pesanan Anda sekarang karena stok terbatas untuk batch pertama!”
- “Sambut anggota terbaru di katalog kami! Simak spesifikasi lengkapnya di foto berikut ya Kak.”
- “Kami mengundang Bapak/Ibu untuk mencoba keunggulan [Nama produk baru] melalui program Early Access khusus pelanggan terdaftar.”
- “Jadilah yang pertama merasakan transformasi digital produk terbaru [Nama brand] bernama [Nama produk]. Solusi kreatif untuk bisnis yang adaptif!”
8. Kata-Kata Penutup yang Menarik (CTA)
- “Mumpung lagi gratis ongkir, yuk selesaikan pesanannya sekarang!”
- “Klik link di bawah ini buat langsung terhubung ke admin pembayaran ya, Kak.”
- “Ketik ‘MAU’ kalau Kakak ingin aku kirimkan detail harganya sekarang.”
- “Jadi, mau ambil warna yang mana nih Kak untuk pesanan pertamanya?”
- “Langsung isi format order di bawah ini untuk bisa ikut pengiriman hari ini.”
- “Cek katalog lengkapnya di sini ya [Link]. Ditunggu kabar baiknya, Kak!”
- “Jangan sampai nyesel karena kehabisan, yuk amankan punyamu sekarang!”
- “Untuk memastikan pengiriman tepat waktu pada jadwal besok, silakan lakukan konfirmasi pemesanan sebelum pukul 16.00 WIB.”
- “Terima kasih atas waktu Anda. Kami menantikan konfirmasi untuk dapat segera memproses permintaan Anda ke tahap selanjutnya.”
Tips Membuat Kata-Kata Jualan WA Sendiri yang Mendatangkan Banyak Leads

Menyusun pesan yang mampu menarik minat calon pembeli memerlukan strategi yang lebih dalam sekadar “asal kirim”. Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membuat kata-kata jualan online di WA yang efektif:
1. Kenali Pelanggan yang Anda Hubungi
Sebelum menulis pesan, Anda harus memahami siapa audiens Anda. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan profil mereka; apakah mereka lebih nyaman dengan sapaan formal seperti “Bapak/Ibu” atau lebih santai dengan panggilan “Kakak”.
Karena semakin relevan bahasa Anda dengan kebutuhan dan masalah mereka, maka akan semakin tinggi kemungkinan pesan Anda akan dibaca hingga tuntas.
2. Gunakan Tools WhatsApp Marketing
Mengelola pesan secara manual akan sulit ketika jumlah pelanggan mulai banyak. Maka dari itu, penggunaan tools WhatsApp marketing menjadi sangat penting. Tools ini umumnya menawarkan:
- Kemudahan penggunaan (user-friendly)
- Integrasi dengan sistem lain seperti CRM atau e-commerce
- Kemampuan kustomisasi pesan sesuai segmentasi pelanggan
Dengan bantuan tools WhatsApp marketing, Anda dapat mengirim contoh pesan promosi WhatsApp yang terpersonalisasi secara otomatis.
3. Buat Struktur Pesan WA yang Ideal
Pesan WhatsApp yang efektif biasanya memiliki struktur yang jelas dan tidak bertele-tele. Berikut di bawah ini panduan yang bisa Anda gunakan:
- Pembuka (hook): Menarik perhatian
- Isi pesan (value): Jelaskan manfaat/penawaran
- Bukti (optional): Testimoni atau angka
- Penutup (CTA): Ajakan untuk bertindak
4. Uji Coba dan Optimalkan Pesan WA Secara Berkala
Jangan ragu untuk melakukan eksperimen. Cobalah beberapa kombinasi kata-kata (A/B testing) untuk melihat mana yang mendapatkan respon paling banyak.
Namun, penting untuk memperhatikan waktu/jam pengiriman dan jenis penawaran yang paling sering mengundang klik atau balasan dari pelanggan.
Tingkatkan Penjualan dengan Strategi Kata-Kata Jualan Online di WA yang Efektif
Pada akhirnya, keberhasilan jualan di WhatsApp tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga bagaimana Anda menyampaikan pesan. Dengan menggunakan copywriting yang tepat, Anda bisa mengubah chat menjadi peluang penjualan.
Untuk hasil yang lebih optimal, Anda juga bisa menggunakan solusi seperti WhatsApp Business API berbasis Agentic AI dari Mekari Qontak.
Selain membantu bisnis Anda dalam pengelolaan komunikasi pelanggan, Mekari Qontak juga mampu mengotomatisasi pesan dan integrasi sistem CRM ke dalam satu dashboard sehingga tim sales, customer service, dan marketing bisa bekerja lebih efisien.
Jika Anda ingin meningkatkan performa penjualan melalui WhatsApp secara lebih terukur dan scalable, Anda bisa mulai eksplorasi solusi lengkapnya di sini.
Jangan ragu untuk konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim ahli kami. Mulailah langkah awal Anda hari ini dengan melakukan uji coba gratis Mekari Qontak untuk merasakan langsung transformasinya!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Kata-Kata Jualan Online di WA (FAQ)
Apakah ada perbedaan strategi kata-kata jualan di WA untuk produk fisik dibanding layanan atau jasa?
Apakah ada perbedaan strategi kata-kata jualan di WA untuk produk fisik dibanding layanan atau jasa?
Ya, ada perbedaan. Untuk produk fisik, fokus utama biasanya pada manfaat, harga, promo, dan visual produk. Sedangkan untuk layanan atau jasa, pesan lebih menekankan pada solusi, kepercayaan, hasil yang didapat, serta testimoni. Intinya, produk fisik cenderung lebih “tangible”, sementara jasa membutuhkan pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif.
Berapa panjang ideal pesan promosi di WhatsApp agar tingkat respons tetap tinggi?
Berapa panjang ideal pesan promosi di WhatsApp agar tingkat respons tetap tinggi?
Pesan promosi yang ideal di WhatsApp sebaiknya singkat, padat, dan langsung ke inti, umumnya sekitar 2–4 baris utama. Hindari pesan yang terlalu panjang di awal, karena berpotensi diabaikan. Jika informasi cukup kompleks, Anda bisa membaginya menjadi beberapa pesan bertahap agar tetap mudah dibaca dan tidak terasa berat.
Apa formula copywriting yang paling cocok digunakan untuk follow-up prospek yang belum membalas pesan WA?
Apa formula copywriting yang paling cocok digunakan untuk follow-up prospek yang belum membalas pesan WA?
Formula yang paling cocok adalah BAB (Before–After–Bridge) karena membantu mengingatkan prospek dengan cara yang lebih halus. Formula ini menyoroti kondisi sebelum, hasil yang bisa didapat, lalu mengarahkan kembali ke solusi. Pendekatan ini terasa lebih natural dibanding hard selling, sehingga peluang mendapatkan respons kembali lebih tinggi.