9 mins read

IVR (Interactive Voice Response): Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya pada Call Center

Tayang
Ditulis oleh:
IVR (Interactive Voice Response): Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya pada Call Center
Mekari Qontak Highlights
  • IVR membantu contact center menangani volume panggilan tinggi tanpa menambah jumlah agen
  • Sistem IVR memungkinkan routing panggilan otomatis berdasarkan kebutuhan dan input pelanggan
  • Penerapan IVR yang tepat dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan kualitas layanan
  • IVR modern dapat diintegrasikan dengan CRM untuk personalisasi dan keamanan data
  • Optimasi IVR bergantung pada desain alur, analitik KPI, dan evaluasi pengalaman pengguna

Dalam merespons tingginya ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang cepat dan responsif, industri call center dan customer experience (CX) kini mengandalkan sistem otomatisasi. 

Salah satu teknologi yang paling banyak digunakan adalah IVR (Interactive Voice Response) atau sistem respons suara interaktif. 

Teknologi ini telah menjadi standar global dalam layanan pelanggan. Berdasarkan laporan Global Growth Insights, hampir 66% perusahaan layanan di Amerika Serikat sudah mengandalkan IVR sebagai kontak pertama untuk menangani panggilan pelanggan. 

Bagi banyak bisnis, terutama UMKM dan perusahaan menengah, kendala utama call center adalah tingginya biaya operasional dan menumpuknya telepon pada jam sibuk. 

Hal ini sering menyebabkan pelanggan menunggu terlalu lama, yang berujung pada menurunnya kepuasan hingga hilangnya potensi penjualan.

Lewat artikel Mekari Qontak Blog ini, kita akan mengupas tuntas segala hal mengenai IVR mulai dari pengertian hingga manfaatnya bagi pertumbuhan bisnis. 

Banner CTA ivr (interactive voice response)

Apa Itu IVR (Interactive Voice Response)?

IVR (Interactive Voice Response) atau respons suara interaktif adalah sistem telepon otomatis yang bisa “berbicara” dan berinteraksi dengan penelepon. Sistem ini bekerja dengan cara merespons ketukan tombol keypad atau suara Anda.

Sistem ini digunakan untuk memberikan informasi, mengarahkan panggilan, atau menjalankan proses tertentu tanpa harus langsung terhubung ke staf CS (customer service) manusia.

Berbeda dengan sistem telepon konvensional yang hanya meneruskan panggilan ke operator, interactive voice response system mampu:

  • Menyapa penelepon secara otomatis
  • Menyajikan menu pilihan layanan
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan
  • Mengarahkan panggilan ke divisi atau staf yang tepat

Dengan kata lain, IVR bukan hanya sekadar sistem penerima panggilan, melainkan asisten suara pintar yang menjadi “pintu depan” layanan pelanggan di sebuah pusat kontak (contact center).


Manfaat Utama IVR untuk Pertumbuhan Jangka Panjang Bisnis

Bukan sekadar alat penjawab otomatis, IVR menawarkan berbagai keunggulan yang dapat mendukung bisnis Anda. Berikut adalah manfaat utama IVR untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang bisnis:

1. Peningkatan Pelayanan Pelanggan

Dengan IVR, pelanggan tidak perlu lagi menunggu lama hanya untuk menanyakan hal-hal sederhana. 

Mereka bisa langsung mendapatkan jawaban instan untuk informasi umum seperti status pesanan, jam operasional, atau prosedur layanan kapan pun mereka menelepon. 

Hasilnya, pelayanan jadi lebih cepat, praktis, dan selalu konsisten sehingga dapat meningkatkan customer experience.

2. Meminimalisir Kesalahan Manusia (Human Error)

Sistem IVR bekerja sesuai alur yang sudah diatur secara rapi dan terstandar. Hal ini sangat membantu mengurangi risiko salah sambung atau kesalahan mencatat informasi yang sering terjadi jika dilakukan secara manual. 

Karena input pelanggan diproses langsung oleh sistem, kemungkinan terjadinya miskomunikasi antar staf pun bisa ditekan seminimal mungkin.

3. Menghemat Biaya Operasional

Sistem IVR mampu menangani sebagian besar pertanyaan repetitif secara otomatis tanpa memerlukan bantuan staf CS. 

Hal ini sangat membantu bisnis dalam menekan biaya operasional call center , terutama saat terjadi lonjakan telepon pada jam-jam sibuk tanpa Anda harus menambah jumlah karyawan.

4. Meningkatkan Keamanan Data

IVR bisa digunakan untuk proses verifikasi otomatis yang bersifat rahasia, seperti saat pelanggan memasukkan nomor identitas atau PIN melalui keypad

Dengan cara ini, pelanggan tidak perlu menyebutkan data sensitif kepada staf CS manusia, sehingga keamanan informasi pribadi mereka jauh lebih terjaga.

5. Hasil Analisa yang Lebih Baik

Setiap interaksi pelanggan dengan menu IVR akan terekam secara otomatis di dalam sistem. Data ini memberikan gambaran berharga mengenai masalah yang paling sering ditanyakan hingga pola panggilan pelanggan. 

Kemudian hasil laporan ini sangat berguna bagi perusahaan untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran berdasarkan data.


Cara Kerja IVR di Pusat Layanan Pelanggan

Secara sederhana, IVR bekerja sebagai “penerima tamu” digital saat pelanggan menelepon nomor bisnis Anda. Sebelum terhubung ke staf atau agen, sistem inilah yang pertama kali menyapa dan mencari tahu kebutuhan penelepon.

Berikut adalah alur kerja IVR dalam sebuah pusat layanan pelanggan (call center):

  1. Panggilan masuk: Pelanggan menelepon nomor layanan Anda dan langsung disambut oleh sistem otomatis, bukan oleh staf CS manusia.
  2. Sapaan otomatis: Sistem akan memutar rekaman suara berupa ucapan salam atau informasi singkat mengenai layanan yang tersedia.
  3. Input dari pelanggan: Penelepon memberikan respons dengan dua cara: menekan tombol angka pada telepon (DTMF) atau melalui perintah suara langsung.
  4. Pemrosesan data: Sistem IVR akan mencocokkan pilihan pelanggan dengan database perusahaan atau sistem CRM untuk mencari solusi yang tepat.
  5. Tindakan Lanjutan: Tergantung pilihan pelanggan, sistem akan melakukan salah satu dari hal berikut:
    • Memberikan informasi otomatis (seperti sisa saldo atau jadwal operasional).
    • Menyelesaikan transaksi sederhana.
    • Menghubungkan telepon ke staf di divisi yang tepat.
    • Menawarkan layanan telepon balik (callback) jika antrean sedang penuh.

Dalam operasional modern, IVR sudah terhubung langsung dengan ticketing system dan platform pesan lainnya. 

Hal ini membantu bisnis Anda memastikan setiap interaksi dengan pelanggan tercatat dengan rapi, sehingga staf yang menerima telepon sudah memiliki informasi awal untuk memberikan bantuan yang lebih cepat.


Jenis-Jenis Workflow IVR (Interactive Voice Response)

Tidak semua IVR bekerja dengan cara yang sama. Berikut beberapa jenis workflow IVR yang umum digunakan dalam sistem respons suara interaktif.

1. Penggantian Touch-tone (Touch-tone Replacement)

Jenis IVR ini merupakan yang paling dasar yang mengandalkan input tombol angka pada telepon.

Contoh: “Tekan 1 untuk informasi produk, tekan 2 untuk layanan pelanggan.”

Workflow ini sederhana, mudah diimplementasikan, dan cocok untuk kebutuhan layanan standar.

2. Dialog Terarah (Directed Dialogue)

Pada jenis ini, sistem IVR bekerja lebih aktif dengan memberikan pertanyaan terstruktur dan membimbing penelepon langkah demi langkah. 

Pengguna tidak perlu lagi menghafal atau menebak menu karena mereka cukup mengikuti instruksi suara yang diberikan oleh sistem secara langsung. 

Dibandingkan dengan sistem tekan tombol biasa, directed dialogue memberikan pengalaman yang lebih baik karena alur percakapannya terasa lebih jelas, natural, dan terkendali sehingga pelanggan tidak merasa bingung saat mencari solusi.

3. Bahasa Alami (Natural Language)

Jenis IVR ini adalah yang paling canggih karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memahami ucapan manusia secara langsung. 

Pelanggan bisa berbicara secara alami tanpa perlu menekan tombol, misalnya dengan mengatakan, “Saya ingin cek status pesanan.” 

Sistem ini jauh lebih fleksibel dan terasa manusiawi, sehingga sangat ideal bagi bisnis besar yang ingin memberikan layanan lebih personal dan praktis bagi pelanggannya.


Contoh IVR (Interactive Voice Response) dalam Bisnis

Penerapan IVR sangat luas dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan operasional bisnis. Berikut beberapa contoh penggunaan IVR dalam konteks bisnis dan call center.

1. Layanan Informasi & Inquiry Otomatis

IVR dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan umum seperti:

  • Jam operasional
  • Status pesanan
  • Informasi produk atau layanan

Dengan mengotomatisasi jawaban-jawaban ini, beban kerja staf customer service berkurang drastis dan pelanggan bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan secara instan.

2. Otomatisasi Transaksi & Aktivasi Layanan

Bisnis juga bisa menggunakan IVR untuk menangani proses teknis yang sederhana namun repetitif, misalnya seperti:

  • Aktivasi layanan
  • Perubahan paket
  • Konfirmasi data pelanggan

Semua proses ini dapat diselesaikan oleh sistem secara mandiri tanpa pelanggan harus berbicara langsung dengan staf, sehingga layanan terasa lebih praktis dan efisien.

3. Distribusi Panggilan Otomatis

Melalui sistem IVR, setiap telepon yang masuk akan langsung diarahkan ke tim atau staf yang paling kompeten sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

Dengan distribusi yang tepat sasaran ini, waktu tunggu jadi jauh lebih singkat dan masalah pelanggan dapat diselesaikan dengan lebih cepat serta akurat.

4. Penanganan Volume Panggilan Tinggi secara Massal

Saat terjadi lonjakan panggilan (misalnya selama promo besar atau saat ada kendala teknis massal), IVR mampu melayani ribuan penelepon secara bersamaan. 

Hal ini memastikan bisnis Anda tetap bisa merespons semua pelanggan tanpa menurunkan kualitas layanan meski jumlah agen terbatas.

5. Callback Otomatis untuk Mengurangi Waktu Tunggu

Jika antrean sedang sangat panjang, IVR dapat menawarkan fitur callback otomatis. Pelanggan tidak perlu menunggu lama di telepon, mereka cukup menutup telepon dan sistem akan menjadwalkan staf untuk menghubungi mereka kembali. 

Cara ini sangat efektif untuk menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mengurangi beban antrean.

6. Survei & Pengumpulan Data Otomatis

IVR sering diandalkan untuk melakukan survei kepuasan pelanggan atau meminta feedback segera setelah layanan selesai. 

Selain itu, sistem ini juga bisa digunakan untuk melakukan polling singkat secara otomatis. Semua data yang terkumpul dapat langsung diolah menjadi laporan analisis pengalaman pelanggan (CX) yang akurat tanpa perlu input manual.

7. Autentikasi & Akses Informasi Terproteksi

Untuk menjaga keamanan, IVR dapat digunakan sebagai sarana verifikasi identitas pelanggan sebelum mereka diberikan akses ke informasi sensitif. 

Misalnya, pelanggan harus memasukkan kode tertentu sebelum bisa mengecek data akun atau riwayat transaksi pribadi. Dengan begitu, kerahasiaan data tetap terjaga meskipun prosesnya berjalan secara otomatis.


Tips Mengoptimalkan IVR pada Bisnis

Agar IVR (Interactive Voice Response) memberikan dampak positif bagi operasional bisnis, penerapannya perlu dirancang dengan strategi yang tepat. 

Berikut beberapa tips penting untuk mengoptimalkan penggunaan IVR dalam bisnis:

1. Rancang Alur Menu yang Logis dan Singkat

Hindari membuat menu yang terlalu panjang atau berlapis-lapis karena dapat membingungkan pelanggan. Semakin cepat pelanggan menemukan solusi, semakin baik pengalaman yang mereka rasakan.

  • Prioritaskan: Letakkan opsi yang paling sering dicari di urutan awal.
  • Batasi Level: Usahakan maksimal hanya ada 2 hingga 3 tingkatan menu.
  • Gunakan Bahasa Jelas: Hindari istilah teknis yang rumit agar mudah dipahami siapa saja.

2. Integrasikan Data Pelanggan untuk Layanan Personal

IVR akan jauh lebih efektif jika terhubung langsung dengan sistem CRM atau database perusahaan. Hal ini akan membuat sistem memberikan layanan yang lebih personal, seperti:

  • Menyapa pelanggan dengan nama mereka secara otomatis.
  • Menawarkan pilihan menu berdasarkan riwayat transaksi terakhir mereka.
  • Mengarahkan penelepon langsung ke tim spesialis yang pernah membantu mereka sebelumnya.

Sentuhan personal ini tidak hanya mempercepat penyelesaian masalah, tetapi juga membuat pelanggan merasa lebih dihargai oleh bisnis Anda.

3. Terapkan Speech Recognition dan NLP yang Efektif

Jika memungkinkan, terapkan IVR yang didukung teknologi Speech Recognition dan Natural Language Processing (NLP). 

Dengan fitur ini, pelanggan tidak perlu bingung mencari tombol; mereka cukup berbicara secara alami untuk menyampaikan kebutuhannya. Interaksi pun terasa lebih manusiawi, lancar, dan tidak kaku.

4. Pantau dan Evaluasi Performa Secara Rutin

Ukur efektivitas sistem Anda menggunakan Key Performance Indicator (KPI) secara berkala, seperti:

  • Tingkat Penyelesaian Masalah: Berapa banyak masalah yang selesai di IVR tanpa bantuan agen.
  • Durasi Panggilan: Berapa lama waktu yang dibutuhkan sistem untuk membantu pelanggan.
  • Tingkat Telepon Terputus: Berapa banyak pelanggan yang menutup telepon sebelum selesai. Data ini sangat penting untuk memastikan apakah sistem IVR benar-benar membantu atau malah membuat pelanggan kesulitan.

5. Uji Pengalaman Pengguna dan Terima Masukan Langsung

Lakukan pengujian secara internal dan mintalah saran langsung dari pelanggan Anda. Dari masukan tersebut, bisnis Anda dapat:

  • Menyederhanakan menu yang membingungkan
  • Menghapus opsi yang jarang digunakan
  • Menyesuaikan alur berdasarkan perilaku pelanggan nyata

Efisiensikan Layanan Panggilan Pelanggan dengan Aplikasi Call Center Mekari Qontak

IVR bukan sekadar sistem telepon otomatis, melainkan fondasi penting dalam membangun layanan pelanggan yang cepat, efisien, dan skalabel. 

Dengan desain alur yang tepat dan integrasi ke sistem bisnis, IVR mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.

Untuk bisnis yang ingin mengelola IVR, call center, sekaligus komunikasi pelanggan hanya dalam satu platform, Mekari Qontak menghadirkan solusi aplikasi Call Center modern yang dirancang untuk kebutuhan bisnis di Indonesia.

Melalui aplikasi Call Center Mekari Qontak, bisnis dapat:

  • Mengelola IVR dan routing panggilan secara fleksibel
  • Mengintegrasikan panggilan dengan CRM dan histori pelanggan
  • Memantau performa agen melalui dashboard analitik real-time
  • Menggabungkan voice, chat, dan channel lain dalam satu sistem terpadu

Segera optimalkan layanan pelanggan Anda sekarang! Jangan biarkan pelanggan menunggu terlalu lama. Tingkatkan efisiensi call center Anda bersama Mekari Qontak.

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda atau coba gratis sekarang di sini!

Banner CTA ivr (interactive voice response)

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang IVR (Interactive Voice Response) (FAQ)

Apa perbedaan antara IVR tradisional dan IVR berbasis AI?

Apa perbedaan antara IVR tradisional dan IVR berbasis AI?

IVR tradisional bekerja menggunakan menu statis berbasis tombol (DTMF) dengan alur yang sudah ditentukan. Pelanggan harus mengikuti struktur menu tertentu untuk mendapatkan layanan.

Sementara itu, IVR berbasis AI memanfaatkan speech recognition dan Natural Language Processing (NLP), sehingga pelanggan dapat berbicara secara alami tanpa harus menekan tombol. IVR AI juga mampu memahami konteks, belajar dari interaksi sebelumnya, dan memberikan respons yang lebih personal serta fleksibel.

Bagaimana IVR meningkatkan efisiensi contact center?

Bagaimana IVR meningkatkan efisiensi contact center?

IVR meningkatkan efisiensi dengan menyaring dan mengarahkan panggilan sejak awal. Pertanyaan umum seperti informasi layanan, status pesanan, atau jam operasional dapat diselesaikan secara otomatis tanpa melibatkan agen.

Hasilnya, agen contact center dapat fokus menangani kasus yang lebih kompleks, waktu tunggu pelanggan berkurang, dan biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.

Apakah IVR cocok untuk SMB? (Small and Medium Business)

Apakah IVR cocok untuk SMB? (Small and Medium Business)

Ya, IVR sangat cocok untuk SMB (Small and Medium Business). Dengan IVR, bisnis skala kecil dan menengah dapat memberikan layanan profesional tanpa harus memiliki tim call center besar.
IVR membantu SMB menangani lonjakan panggilan, menjaga konsistensi layanan, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan, sekaligus tetap efisien dari sisi biaya dan sumber daya.