8 mins read

Mengenal B2B2C: Manfaat, Jenis, Tantangan, dan Contoh Penerapannya pada Perusahaan

Tayang
Ditulis oleh:
Mengenal B2B2C: Manfaat, Jenis, Tantangan, dan Contoh Penerapannya pada Perusahaan
Mekari Qontak Highlights
  • B2B2C adalah gabungan model B2B dan B2C, di mana bisnis bekerja sama dengan bisnis lain untuk menjangkau konsumen akhir melalui perantara.
  • Manfaat utama B2B2C antara lain efisiensi biaya operasional, peningkatan jumlah pelanggan, pertumbuhan pendapatan, serta penguatan branding.
  • Jenis B2B2C mencakup penjualan melalui e-commerce dan kerja sama bisnis langsung, baik secara online maupun offline.
  • Contoh implementasi B2B2C di Indonesia meliputi perusahaan e-commerce, Telkomsel, dan Zalora yang memanfaatkan kemitraan untuk menjangkau konsumen.

Istilah B2B2C mungkin tidak sepopuler B2B dan B2C, sebab B2B2C merupakan perpaduan antara B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Business).

Perlu diketahui, B2B merupakan transaksi yang terjadi antara dua bisnis seperti grosir dan produsen. Sementara B2C melibatkan bisnis dan pelanggan di dalamnya.

Pelajari selengkapnya terkait model bisnis B2B2C dalam ulasan Mekari Qontak blog berikut.


Apa itu B2B2C?

B2B2C (Business to Business to Consumer) adalah model bisnis yang melibatkan kerjasama dua perusahaan untuk menjangkau dan melayani konsumen, di mana satu bisnis berperan sebagai penyedia utama dan bisnis lainnya sebagai perantara atau distributor dalam satu ekosistem terintegrasi.

Model B2B2C adalah hal yang cukup terkenal di hampir seluruh perdagangan e-commerce. Strategi ini dapat memaksimalkan peluang bisnis dari perusahaan untuk mencapai target. Karena itulah sebabnya mengapa banyak perusahaan yang memperluas sistem atau modelnya dari B2B menjadi sistem bisnis ke bisnis ke konsumen.

Tentunya hal ini dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan dari banyak manfaat model. Sebab strategi ini campuran atau gabungan dari kedua model sebelumnya yaitu B2B dan B2C. Namun dalam mengembangkan sistem ini, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Diantaranya hubungan kemitraan yang harus tetap dapat berjalan dengan baik.


Perbedaan B2B2C vs B2B vs B2C

Pada dasarnya B2B merupakan transaksi yang terjadi antara dua bisnis atau dua perusahaan. Biasanya B2B diterapkan dalam rantai pasokan sehingga perusahaan melakukan pembelian produk di perusahaan lain untuk digunakan dalam proses manufakturnya.

Sedangkan B2C berkaitan dengan bisnis yang umumnya menjual layanan dan produk pada pelanggan secara langsung. Dalam hal ini tidak ada pihak perantara atau pihak dan orang tengah. Sebab proses penjualan langsung dari perusahaan menuju ke pelanggan. Kedua hal ini mungkin sekarang juga hadir dalam sistem jual-beli di e-commerce.

Dari sisi terminologi sudah jelas berbeda. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa B2B2C merupakan bisnis ke bisnis ke konsumen. Kemudian B2B adalah bisnis ke bisnis dan B2C merupakan bisnis ke konsumen.

Perbedaan selanjutnya yaitu pada B2B2C ada perantara yang diperlukan. Sementara model bisnis B2B dan B2C tidak membutuhkan perantara. Terakhir perbedaan yang terlihat yaitu adapun B2B2C melibatkan 3 pihak, sedangkan masing-masing pada B2B dan B2C hanya melibatkan dua pihak saja.


Tantangan B2B2C

Menjalankan bisnis B2B2C juga memiliki beberapa tantangan pada pelaksanaannya. Sehingga bagi pebisnis yang melakukan strategi ini untuk pertama kalinya, sebaiknya mengetahui potensi tantangan yang dialami nantinya. Umumnya model bisnis B2B2C ini memiliki tantangan sebagai berikut:

1. Sharing Data Yang Real Time

Sangat penting dalam strategi ini untuk dapat membagikan data secara real time dari pihak pebisnis pertama ke konsumen akhir dengan tepat. Dimana karena adanya perantara maka kemungkinan terjadi penundaan informasi bisa saja terjadi setiap saat.

Hal ini berdampak pada penerimaan informasi oleh konsumen tidak tidak akurat. Sementara di sisi pebisnis data penjualan juga tidak segera terupdate dengan baik.

2. Tantangan Dalam Melakukan Promosi

Selanjutnya yaitu tantangan B2B2C dalam melakukan promosi. Dikarenakan ada dua pihak yang bertugas untuk melakukan aktivitas ini, sehingga keduanya harus saling mendukung untuk mengenalkan produk dan jasa sebaik mungkin kepada konsumen akhir.

3. Tantangan Terkait Kepemilikan Pelanggan

Cukup sulit untuk menentukan kepemilikan pelanggan dalam menggunakan model bisnis semacam ini. Karena dalam dua bisnis ini pengelolaan pelanggan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan keduanya. Sehingga membagi jumlah pelanggan masing-masing bukan perkara yang mudah pada akhirnya.

4. Tantangan Dalam Diferensiasi Merek

Terakhir yang juga sering terjadi yaitu tantangan berupa diferensiasi merek yang dikenalkan pada konsumen. Karena dalam hal ini ada dua bentuk bisnis yang sama-sama ingin dikenal oleh konsumen. Sehingga dalam mempromosikan produk bisnis B secara otomatis juga mempromosikan produk bisnis A.


Manfaat B2B2C

Di sisi lain tentu saja ada banyak manfaat yang bisa didapatkan saat memutuskan untuk menggunakan metode bisnis tersebut. Melalui bentuk bisnis B2B2C ada keuntungan yang bisa didapatkan oleh masing-masing pebisnis yang tergabung dalam kerja sama tersebut. Biasanya keuntungan yang bisa diperoleh saat menerapkan B2B2C adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi Biaya Operasional

Tentunya cukup jelas bahwa B2B2C dapat membantu mengurangi biaya operasional yang dibutuhkan. Terutama terkait dengan biaya logistik, termasuk dalam membangun bisnis yang lebih berkembang. Umumnya mendirikan bisnis membutuhkan banyak biaya di awal.

Namun tidak seperti jika menggunakan metode ini. Ada banyak modal awal yang bisa dihemat dan bahkan diminimalkan berkat metode kerjasama tersebut.

2. Mendapatkan Pelanggan Lebih Banyak

Sudah jelas bahwa menggunakan sistem bisnis yang satu ini memberikan peluang untuk memperoleh lebih banyak pelanggan atau target konsumen.

Apalagi di masa sekarang ini, hal tersebut dilakukan secara digital, sehingga kesempatan memperoleh lebih banyak calon konsumen dengan data yang akurat akan lebih tinggi.

3. Meningkatkan Pendapatan

Bisnis semacam ini akan membantu meningkatkan pendapatan yang lebih optimal. Berkat adanya kerja sama tersebut, maka pelanggan akan lebih maksimal. Hal ini dapat mendorong bisnis berkembang lebih baik dan pendapatan akan makin meningkat.

4. Mempertahankan Branding Maupun Harga

Manfaat B2B2C lainnya yaitu kemampuan dalam membantu pebisnis untuk membangun branding serta mempertahankan harga. Dalam model bisnis seperti ini, konsumen dapat mengetahui perusahaan mana saja yang terlibat. Sehingga konsumen mampu mengenai merek produk dengan baik.


Jenis-jenis B2B2C

Beberapa jenis B2B2C tersebut antara lain yaitu sebagai berikut:

1. Jual produk secara online

Dunia perdagangan secara online mungkin sudah bukan hal asing lagi. Kini kehadiran e-commerce semakin merebak di tengah masyarakat.

Berbagai perusahaan e-commerce ini tentu saja melakukan penjualan produk ke perusahaan lainnya. Perusahaan e-commerce juga menyediakan layanan penjual ke konsumen secara langsung. Maka dalam hal ini bisa dikatakan bahwa model B2B2C diterapkan olehnya.

2. Jual produk ke perusahaan lain dan pelanggan

Selain e-commerce tentunya model B2B2C juga bisa diterapkan oleh berbagai perusahaan non-e-commerce. Sebenarnya sekarang ini banyak perusahaan yang bergabung ke dalam e-commerce untuk memperluas perusahaan.

Namun bukan tidak mungkin beberapa perusahaan tetap menjalankan bisnisnya bukan secara online. Dalam hal ini beberapa perusahaan juga tetap menjalankan bisnisnya dengan mengedepankan sistem yang menarik tersebut.


Contoh Perusahaan B2B2C

Tentunya ada beberapa contoh B2B2C dalam suatu transaksi baik yang menggunakan media online maupun offline. Dalam hal ini harus dipastikan bahwa kolaborasi di antara dua perusahaan bisa terus berlangsung. Operasi masing-masing perusahaan juga bisa menjadi lebih optimal.

Seperti itu pula saat konsep B2C turut diterapkan berkaitan dengan bisnis yang menjual ke konsumen. Strategi bisnis ke bisnis ke konsumen ini dapat memadukan kedua kerangka kerja secara bersama-sama. Hingga akhirnya  terbentuklah model bisnis yang baru.

Pada dasarnya strategi tersebut akan mengacu pada model mitra bisnis antara dua perusahaan. Dimana perusahaan menjual produk dan layanannya pada pelanggan atau konsumen yang sama.

Di tanah air sendiri ada beberapa contoh perusahaan B2B2C yang cukup banyak dikenal masyarakat. Pastinya banyak yang penasaran, seperti apa saja contoh perusahaan B2B2C tersebut. Adapun beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:

1. Perusahaan e-commerce

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa e-commerce menjadi contoh nyata bagi pelaksanaan dan penerapan Business to Business to Consumer. Umumnya perusahaan yang tergabung ke dalam e-commerce ini bisa menjual produknya ke perusahaan lain. Hubungan kemitraan bahkan juga bisa dijalin baik dengan perusahaan e-commerce lainnya maupun bukan.

Di masa kini memang e-commerce sudah semakin meluas dan juga telah mengambil alih dunia B2B dan B2C. Dengan adanya hal ini maka menggabungkan B2B & B2C dan melibatkan bisnis yang membentuk kemitraan dengan bisnis lain adalah pilihan yang tepat. Strategi ini umumnya memungkinkan bisnis untuk dapat menskalakan pertumbuhan.

Berbagai perusahaan yang tergabung ke dalam e-commerce umumnya juga menyediakan produknya untuk perusahaan lain. Oleh karena itu, kebanyakan harga produk yang tersedia di e-commerce relatif terjangkau.

2. Telkomsel

Bukan hanya perusahaan e-commerce saja yang bisa menerapkan sistem atau model Business to Business to Consumer. Namun Telkomsel juga dikenal menerapkan sistem atau model jual beli ini. Dalam hal ini Telkomsel menerapkan sistem kemitraan.

Misalnya saja seperti PT Anugerah Cahaya Titian dan PT Easypay Indonesia National Payment Systems. Serta ada pula Koperasi Karyawan SIGAP Prima Astrea. Sehingga dengan demikian tidak heran jika penyedia layanan telekomunikasi tersebut dapat menjadi salah satu contoh B2B2C yang cukup sukses di Indonesia.

3. Zalora

Zalora merupakan salah satu perusahaan yang berkembang begitu pesat. Bahkan perusahaan ini termasuk perusahaan yang menerapkan pengertian B2B2C dan contohnya.

Tentu saja hal ini bisa menjadi solusi di tengah maraknya penipuan online shopping. Zalora menjadi perusahaan populer di Indonesia terutama di bidang fashion. Tak heran jika toko online yang satu ini mendapatkan posisi di benak para konsumennya.


Tingkatkan Penjualan Bisnis B2B2C Anda Sekarang dengan Mekari Qontak!

Itulah beberapa penjelasan terkait pengertian B2B2C dan contohnya. Termasuk juga informasi mengenai contoh perusahaan B2B2C yang cukup terkenal di Indonesia. Dengan adanya informasi di atas, tentu cukup jelas mana saja perusahaan yang menerapkan sistem dan model bisnis tersebut. Sehingga setidaknya hal ini dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia secara umum terkait bisnis yang berjalan di tanah air.

Apabila Anda menjalankan bisnis B2B2C tentu Anda perlu teknologi agar penjualan berjalan lancar. Banyak bisnis menjatuhkan pilihan menggunakan aplikasi Omnichannel terbaik dari Mekari Qontak.

Sebab Omnichannel Qontak dapat dihubungkan dengan berbagai saluran bisnis dalam satu platform terpadu. Selain itu, Omnichannel Qontak juga mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Qontak telah dipercaya lebih dari 3000+ perusahaan menyelesaikan keluhan pelanggan. Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan data pelanggan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang B2B2C (FAQ)

Bagaimana cara memulai model bisnis B2B2C untuk pemula?

Bagaimana cara memulai model bisnis B2B2C untuk pemula?

Untuk memulai B2B2C, bisnis perlu menentukan produk yang ditawarkan, mencari mitra yang relevan, serta membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dukungan sistem yang terintegrasi.

Bagaimana cara memilih mitra yang tepat dalam B2B2C?

Bagaimana cara memilih mitra yang tepat dalam B2B2C?

Mitra yang tepat adalah yang memiliki target pasar serupa, reputasi baik, serta mampu mendukung distribusi dan pertumbuhan bisnis secara bersama.

Apa faktor utama keberhasilan model B2B2C?

Apa faktor utama keberhasilan model B2B2C?

Keberhasilan B2B2C ditentukan oleh kualitas mitra, integrasi sistem, strategi pemasaran yang selaras, serta kemampuan memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten.

Bagaimana alur distribusi produk dalam model B2B2C?

Bagaimana alur distribusi produk dalam model B2B2C?

Produk biasanya disediakan oleh satu bisnis, kemudian didistribusikan melalui mitra sebelum akhirnya sampai ke konsumen akhir secara terstruktur.

Apa saja tools yang digunakan untuk membangun model bisnis B2B2C?

Apa saja tools yang digunakan untuk membangun model bisnis B2B2C?

Untuk menjalankan model B2B2C secara optimal, bisnis umumnya menggunakan berbagai tools seperti CRM untuk mengelola data pelanggan, platform omnichannel untuk komunikasi terintegrasi, sistem ERP untuk operasional, serta tools analitik untuk memantau performa dan pengambilan keputusan.