11 mins read

Mengenal Marketing: Jenis, Cara Kerja Hingga Contohnya dalam Bisnis

Tayang
Diperbarui
Ditulis oleh:
Direview oleh:
Seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak sedang berpose di depan latar belakang polos. Fokus pada penampilan dan gaya berpakaian yang santai. Alvin Iswanto, S.E Mekari Qontak Alvin Iswanto, S.E Reviewer
Mengenal Marketing: Jenis, Cara Kerja Hingga Contohnya dalam Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Marketing adalah serangkaian aktivitas strategis yang bertujuan utama meningkatkan penjualan dan membangun loyalitas pelanggan dengan menciptakan serta mengomunikasikan nilai produk.
  • Beberapa jenis marketing seperti SEO, blog, media sosial, hingga video efektif menjangkau audiens secara lebih luas.
  • Cara kerja marketing mencakup riset pasar, penentuan target, strategi, hingga eksekusi oleh tim penjualan.
  • Konsep 4P (Produk, Harga, Tempat, Promosi) menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pemasaran.

Salah satu elemen utama dalam bisnis adalah marketing. Melalui marketing, bisnis dapat membangun reputasi brand serta meningkatkan omset perusahaan.

Namun, hal tersebut dapat terwujud saat bisnis menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, akan lebih bagi bisnis untuk memahami marketing secara mendalam.

Pelajari mengapa marketing penting bagi bisnis, fungsi, jenis, cara kerja, hingga penerapan strategi marketing yang tepat dalam ulasan blog Mekari Qontak berikut ini.

solusi qontak sales suite untuk penjualan lebih cepat

Apa itu Marketing?

Marketing adalah serangkaian proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan nilai produk dan jasa kepada konsumen, dari tahap identifikasi pasar hingga promosi.

Melalui kegiatan pemasaran tersebut, bisnis bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan membangun hubungan pelanggan jangka panjang untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan.

Biasanya kegiatan promosi menargetkan segmentasi pelanggan tertentu, bahkan dapat melibatkan dukungan dari tokoh terkenal atau influencer marketing.

Selain itu, bisnis juga seringkali menggunakan frasa atau slogan yang menarik pada kampanye pemasaran mereka. Kemudian merancang kemasan atau elemen desain grafis yang mudah diingat, dan disebarluaskan melalui berbagai media.


Tujuan Utama Marketing dalam Bisnis

Marketing memiliki peran vital yang tak hanya sekadar promosi. Tujuan-tujuan ini akan memandu setiap aktivitas pemasaran agar dapat efektif dan tepat sasaran, berikut diantaranya.

1. Meningkatkan Penjualan (Revenue Growth)

Tujuan dasar dan paling utama dari marketing adalah mendorong volume transaksi produk atau jasa perusahaan.

Strategi pemasaran yang efektif bekerja untuk mengubah calon pelanggan menjadi pembeli, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan.

2. Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Marketing bertujuan untuk memastikan bahwa audiens target dapat mengenali dan mengingat merek Anda di antara banyaknya pilihan pesaing.

Pencapaian Top-of-Mind Awareness sangat penting agar konsumen memilih produk atau jasa perusahaan saat mereka muncul kebutuhan.

3. Membangun Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty)

Tujuan jangka panjang dari marketing adalah menciptakan hubungan yang kuat dengan konsumen yang sudah ada.

Hubungan ini mendorong mereka untuk melakukan pembelian berulang dan bahkan bertindak sebagai advocate atau juru bicara merek Anda kepada orang lain.

4. Memperluas Potensi dan Jangkauan Pasar

Pemasaran berfungsi untuk mengidentifikasi segmen pasar baru yang belum tersentuh dan menjangkau audiens di lokasi yang berbeda atau ekspansi geografis.

Aktivitas ini membuka peluang pertumbuhan baru dan membantu perusahaan menguasai pangsa pasar yang lebih luas.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan

Marketing bertindak sebagai sumber data, menyediakan insight pasar berharga mengenai tren, preferensi, dan perilaku konsumen.

Informasi ini akan sangat berguna bagi manajemen untuk pengembangan produk dan penyusunan strategi bisnis yang lebih akurat dan berbasis data.


Perbedaan Marketing dan Sales dalam Bisnis

Berikut ini beberapa perbedaan antara marketing (pemsaran)dan sales (penjualan) dalam bisnis.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Aspek PerbedaanMarketingSales
DefinisiProses menciptakan, mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pasarAktivitas menjual produk/jasa secara langsung kepada pelanggan
Fokus UtamaMembangun awareness dan minatMenutup penjualan (closing)
TujuanMenghasilkan leads dan membangun brandMencapai target penjualan dan revenue
Peran dalam Customer JourneyTahap awal–tengah (awareness hingga consideration)Tahap akhir (decision hingga purchase)
PendekatanMass communication (konten, iklan, kampanye)Personal (negosiasi, follow-up, presentasi)
Aktivitas UtamaSEO, content marketing, social media, riset pasarMeeting klien, demo produk, negosiasi, closing
Interaksi dengan PelangganTidak langsung (melalui media/channel)Langsung (one-to-one interaction)
Jangka WaktuJangka panjang (brand building)Jangka pendek (target bulanan/kuartalan)
OutputLeads (calon pelanggan)Penjualan (transaksi nyata)
Metrik KeberhasilanTraffic, engagement, leadsConversion rate, omzet, profit

Fungsi Utama Menerapkan Marketing

Meskipun mengembangkan rencana pemasaran yang tepat atau menjalankannya bisa menjadi tantangan, ketika dijalankan dengan efektif, pemasaran memiliki fungsi, sebagai berikut.

1. Riset Pasar dan Analisis Konsumen

Marketing memiliki fungsi penting dalam mengumpulkan dan menganalisis data pasar secara komprehensif.

Data ini mencakup faktor demografi, psikografi, dan perilaku konsumen yang membantu perusahaan memahami kebutuhan mendalam pelanggan. Wawasan ini kemudian menjadi dasar strategis bagi semua pengambilan keputusan bisnis.

2. Pembentukan Identitas Merek (Brand Identity)

Salah satu fungsi krusial marketing adalah membentuk citra, reputasi, dan pesan perusahaan secara aktif dan konsisten.

Melalui kampanye yang terencana, bisnis dapat mengontrol bagaimana mereka dipersepsikan oleh publik, membangun merek yang kuat dan dipercaya.

3. Edukasi Eksternal

Marketing berperan sebagai jembatan komunikasi untuk mengomunikasikan nilai, manfaat, dan diferensiasi produk kepada masyarakat luas.

Fungsi ini memastikan bahwa target audiens memahami mengapa produk atau jasa perusahaan Anda adalah solusi terbaik untuk kebutuhan mereka.

4. Menghasilkan Prospek (Lead Generation)

Secara operasional, marketing bertugas menarik perhatian calon pelanggan baru dan mengarahkan mereka ke saluran penjualan.

Proses lead generation ini merupakan kunci pembuka peluang yang memastikan tim sales memiliki aliran prospek yang stabil untuk dikonversi menjadi penjualan.

5. Menciptakan Nilai (Value Creation)

Fungsi terakhir yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan benar-benar memecahkan masalah dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pelanggan.

Marketing membantu memvalidasi bahwa nilai yang dijanjikan sesuai dengan nilai yang diterima oleh konsumen.


Jenis-Jenis Marketing

Di bawah ini adalah beberapa jenis pemasaran yang relevan pada saat ini, bahkan beberapa diantaranya telah terbukti seiring berjalannya waktu.

  • Internet marketing: Memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan pemasaran.
  • Search engine optimization (SEO): Optimalisasi konten di website agar muncul dalam hasil pencarian mesin pencari, sehingga bisa menarik orang yang sedang mencari informasi tentang industri tertentu.
  • Blog marketing: Mengelola blog untuk keperluan brand awareness dan pemasaran, sehingga dapat menarik minat calon pelanggan yang mencari informasi online.
  • Social media marketing: Menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan platform sosial media lainnya untuk menarik audiens mereka dari waktu ke waktu.
  • Print marketing: Kampanye pemasaran yang dipublikasi lewat media cetak, berupa artikel, gambar, dan konten serupa dalam surat kabar dan majalah.
  • Search engine marketing: Bisnis membayar mesin pencari untuk menampilkan halaman mereka di awal hasil pencarian yang mendapat banyak target audiens mereka cari. Metode ini dikenal juga sebagai “pay-per-click“.
  • Video marketing: Mempublikasikan berbagai jenis video yang menghibur dan memberikan pengetahuan kepada target audiens mereka.

Cara Kerja Marketing dalam Bisnis

Marketing bekerja dengan memandu calon pelanggan melalui seluruh customer journey mereka menuju keputusan pembelian. Proses ini biasanya mengikuti tahapan kunci, sebagai berikut.

1. Riset dan Target Audiens

Langkah awal marketing adalah melakukan riset mendalam untuk mengidentifikasi siapa target pelanggan ideal (buyer persona).

Tim marketing akan menganalisis preferensi, perilaku, dan tantangan yang dihadapi oleh audiens tersebut. Data ini krusial untuk menentukan segmentasi pasar dan memastikan semua upaya berikutnya akan tepat sasaran.

2. Penyusunan Strategi dan Posisi Merek

Setelah memahami audiens, marketing bekerja dengan menyusun strategi pemasaran, termasuk menentukan posisi merek (brand positioning) yang unik di benak konsumen.

Pada tahap ini, konsep seperti Marketing Mix (4P) diterapkan untuk memastikan produk, harga, lokasi, dan promosi selaras dengan nilai yang ingin disampaikan.

3. Mendorong Customer Journey

Marketing bertugas mengarahkan konsumen melalui tahapan krusial, seperti model Attention, Interest, Desire, dan Action (AIDA).

Hal ini dilakukan dengan menciptakan konten edukatif dan menarik yang relevan untuk setiap tahapan. Marketing memastikan bahwa audiens sadar akan masalah dan solusi yang ditawarkan, lalu menumbuhkan minat hingga mencapai keinginan untuk membeli.

4. Eksekusi Kampanye dan Pengukuran

Pada tahap operasional, marketing menjalankan berbagai kampanye promosi, baik melalui digital (SEO, iklan, media sosial) maupun konvensional.

Setelah kampanye berjalan, tim wajib memantau efektivitas menggunakan metrik seperti conversion rate, meningkatkan Return on Investment (ROI), dan engagement.

Hasil pengukuran ini kemudian digunakan untuk mengoptimalkan strategi berikutnya, menjadikan proses marketing sebuah siklus perbaikan berkelanjutan.


Konsep Marketing Mix (4P) dalam Bisnis

Konsep Marketing Mix (4P) yang dirumuskan oleh E.J McCarthy di bawah ini menjadi dasar kerangka kerja yang menyeluruh bagi bisnis untuk mengevaluasi dan mengontrol elemen-elemen kunci dalam upaya memasarkan produk mereka.

1. Produk

Fokus utama dari elemen produk adalah apa yang dijual dan bagaimana produk atau jasa tersebut secara efektif memecahkan masalah pelanggan.

Saat peluncuran produk baru, tim pemasaran perlu melakukan riset pasar dan menjawab beberapa pertanyaan penting seperti:

  • Siapa target audiens produk ini?
  • Apakah ada permintaan yang tepat untuk produk ini di pasar?
  • Pesan apa yang dapat memperkuat penjualan produk, dan melalui platform mana?
  • Bagaimana pengembang produk dapat memodifikasi produk untuk meningkatkan peluang keberhasilan?
  • Apa pandangan kelompok fokus tentang produk, serta pertanyaan atau keraguan yang mereka miliki?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membantu pemasar memahami permintaan produk dan meningkatkan kualitasnya dengan memperhatikan masukan dari kelompok fokus atau hasil survei.

2. Harga

Elemen harga berfokus pada penentuan nilai moneter yang akan dikenakan kepada konsumen. Strategi penetapan harga harus mempertimbangkan harga pesaing dan kesediaan konsumen untuk membayar, karena harga yang terlalu tinggi dapat menghilangkan pangsa pasar.

Tujuan akhirnya adalah menemukan titik harga yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan sekaligus tetap kompetitif di pasar.

3. Tempat

Sangatlah penting untuk tim pemasaran mengaplikasikan pemahaman dan analisis mereka tentang konsumen, sehingga mereka bisa memberikan saran mengenai cara dan lokasi penjualan produk.

Tim marketing mungkin berpendapat bahwa platform e-commerce lebih efektif daripada toko fisik, atau sebaliknya. Atau, mereka mungkin bisa memberikan wawasan tentang lokasi yang paling cocok untuk penjualan produk, baik di tingkat nasional maupun internasional.

4. Promosi

Elemen promosi mencakup semua kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran merek, menarik perhatian, dan pada akhirnya, mendorong penjualan.

Hal ini meliputi serangkaian aktivitas seperti periklanan berbayar, public relations (PR), Social Media Marketing, diskon, dan content marketing. Promosi ini menjadi cara perusahaan mengomunikasikan nilai produk kepada target audiens.


Strategi Penerapan Marketing dalam Bisnis

1. Social Media Marketing (Pemasaran Media Sosial)

Kunci keberhasilan social media marketing terletak pada konsistensi konten, pemahaman algoritma platform, dan kemampuan membangun komunitas yang loyal.

Contohnya, sebuah brand skincare lokal Indonesia ingin memperluas jangkauan ke segmen usia 18–25 tahun. Mereka membuat konten TikTok berformat “before-after” pemakaian produk secara konsisten setiap hari, memanfaatkan trending audio, dan aktif membalas komentar. 

Dalam tiga bulan, akun mereka tumbuh organik dan traffic ke website meningkat signifikan tanpa biaya iklan tambahan.

2. Influencer Marketing dan Endorsement

Strategi influencer marketing melibatkan kerja sama dengan individu yang memiliki pengaruh besar di komunitas tertentu untuk mempromosikan produk atau layanan.

Influencer bisa berskala mega (jutaan followers), macro, micro (10K–100K), hingga nano.

Contohnya, sebuah startup food & beverage yang baru meluncurkan minuman kesehatan bermitra dengan 20 micro influencer di niche healthy lifestyle di Instagram. 

Masing-masing influencer membuat konten ulasan jujur dengan kode diskon unik. Hasilnya, brand mendapat eksposur ke ratusan ribu calon konsumen yang relevan dan bisa melacak performa tiap influencer secara terpisah berdasarkan penggunaan kode diskon.

3. Content Marketing (Pemasaran Konten)

Content marketing berfokus pada penciptaan dan distribusi konten yang bernilai, relevan, dan konsisten untuk menarik serta mempertahankan audiens yang sudah terdefinisi dengan tujuan akhir mendorong tindakan yang menguntungkan bisnis. 

Contohnya, sebuah brand menerbitkan artikel blog bertopik “cara meningkatkan layanan pelanggan dengan CRM” yang dioptimasi untuk SEO. Artikel ini menjawab pertanyaan spesifik yang dicari oleh manajer bisnis di Google. 

Pengunjung yang membaca artikel tersebut kemudian diarahkan ke halaman demo produk melalui CTA yang relevan. Konten ini bekerja 24 jam tanpa biaya tambahan setelah dipublikasikan, terus mendatangkan organic traffic selama berbulan-bulan.

4. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah model pemasaran berbasis performa di mana bisnis membayar komisi kepada pihak ketiga (affiliate) yang berhasil membawa penjualan atau prospek. 

Strategi ini menguntungkan kedua belah pihak, bisnis hanya membayar saat hasil nyata tercapai, sementara affiliate mendapat penghasilan pasif dari konten atau jaringan yang sudah mereka bangun.

Contohnya, sebuah platform e-learning membuka program afiliasi dan mengundang para blogger pendidikan serta kreator YouTube untuk bergabung. 

Setiap kreator mendapat tautan unik. Ketika penonton mengklik tautan tersebut dan membeli kursus, kreator mendapat komisi 20%. 

Seorang YouTuber dengan 50.000 subscriber di niche pengembangan diri bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan hanya dari video review kursus yang sudah ia unggah setahun lalu.

5. Iklan Berbayar (Paid Ads)

Paid ads mencakup semua bentuk pemasaran berbayar, dari Google Ads (search dan display), Meta Ads (Facebook & Instagram), TikTok Ads hingga iklan di YouTube atau LinkedIn. 

Contohnya, sebuah toko online yang menjual perlengkapan bayi ingin meningkatkan penjualan menjelang tanggal kembar. Mereka menjalankan kampanye Meta Ads dengan menarget ibu berusia 25–35 tahun di kota-kota besar Indonesia yang baru melahirkan dalam 6 bulan terakhir. 

Dengan anggaran Rp 5 juta selama 7 hari dan creative iklan berupa video produk dan testimonial, mereka berhasil mencapai ROAS (Return on Ad Spend) sebesar 6 kali lipat.


Tingkatkan Keberhasilan Marketing Anda dengan Solusi Mekari Qontak!

Dengan demikian, marketing menjadi proses strategis yang menyeluruh, dari memahami kebutuhan pasar, membangun nilai produk, hingga menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Salah satu cara efektif untuk melakukan pemasaran adalah menggunakan aplikasi CRM yang mampu mengelola hubungan pelanggan lebih efisien dan salah satu rekomendasinya adalah solusi Sales Suite dari Mekari Qontak.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM terbaik di Indonesia dengan fitur lengkap yang mendukung aktivitas pemasaran Anda lebih efektif seperti fitur manajemen deal dan custom goal tracking. Fitur tersebut dapat melacak efektivitas setiap campaign dan mencapai target penjualan secara akurat.

Selain itu, solusi tersebut telah terintegrasi omnichannel dan dapat menghubungkan Anda ke berbagai saluran seperti WhatsApp Business API resmi, media sosial hingga e-commerce untuk mengelola dan menindaklanjuti prospek dari berbagai kanal komunikasi secara efisien.

Apa saja strategi marketing yang efektif?Jadi, tunggu apalagi? Dapatkan uji coba gratis solusi Sales Suite Mekari Qontak atau konsultasikan strategi marketing bisnis Anda dengan para ahli Mekari Qontak untuk mulai optimalkan proses implementasi marketing yang tepat.

solusi qontak sales suite untuk penjualan lebih cepat
Kategori : BisnisMarketing

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Marketing (FAQ)

Apa perbedaan mendasar antara Marketing dan Sales?

Apa perbedaan mendasar antara Marketing dan Sales?

Perbedaan mendasar antara Marketing dan Sales terletak pada fokus dan waktu. Marketing fokus pada tahap awal, yaitu membangun kesadaran merek, menciptakan permintaan, dan menghasilkan prospek (leads) dalam jangka panjang. Sementara itu, Sales mengambil alih di tahap akhir, fokus pada interaksi langsung dengan prospek untuk negosiasi, mengatasi keberatan, dan menutup transaksi penjualan.

Apa perbedaan utama KPI antara tim Marketing dan tim Sales?

Apa perbedaan utama KPI antara tim Marketing dan tim Sales?

Meskipun keduanya berkontribusi pada pendapatan, KPI keduanya berbeda. Tim Marketing berfokus pada metrik yang ada di hulu funnel, seperti Brand Awareness, Website Traffic, Conversion Rate (dari pengunjung menjadi lead), dan Cost Per Lead (CPL).

Sementara itu, Tim Sales berfokus pada metrik di hilir funnel, seperti Lead-to-Customer Conversion Rate, Sales Cycle Length (durasi penutupan penjualan), dan Customer Lifetime Value (CLV).

Selain 4P, apa itu konsep 4C dalam Marketing dan kapan konsep ini digunakan?

Selain 4P, apa itu konsep 4C dalam Marketing dan kapan konsep ini digunakan?

Konsep 4C (Customer Needs and Wants, Cost, Convenience, dan Communication) adalah perspektif modern yang berfokus pada pelanggan, sebagai evolusi dari 4P yang berpusat pada produk.

Konsep 4C paling relevan digunakan dalam strategi Inbound Marketing dan Digital Marketing, yakni perusahaan berupaya untuk memahami kebutuhan spesifik pelanggan dan menyediakan solusi yang nyaman dengan komunikasi yang transparan.

Apa saja strategi marketing yang efektif?

Apa saja strategi marketing yang efektif?

Strategi marketing yang efektif meliputi riset pasar, segmentasi audiens, penggunaan kanal digital, pembuatan konten berkualitas, serta analisis dan evaluasi performa kampanye.

Bagaimana cara memulai marketing untuk bisnis kecil?

Bagaimana cara memulai marketing untuk bisnis kecil?

Bisnis kecil dapat memulai marketing dengan menentukan target pasar, memilih kanal yang sesuai (seperti media sosial), membuat konten sederhana, serta memanfaatkan tools digital dengan biaya terjangkau.

Apa saja tugas dan pekerjaan marketing?

Apa saja tugas dan pekerjaan marketing?

Tugas dan pekerjaan marketing mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menarik, mengonversi, dan mempertahankan pelanggan.

Secara umum, tim marketing bertanggung jawab melakukan riset pasar, memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta menyusun strategi pemasaran yang tepat.