Daftar isi
6 min read

Biaya Operasional: Definisi, Cara Menghitung dan Contohnya

Tayang 30 Mei 2022
Diperbarui 15 Juli 2024
Image CTA aplikasi CRM
Biaya Operasional: Definisi, Cara Menghitung dan Contohnya

Supaya perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasional dengan baik, perusahaan memerlukan biaya operasional. Karena setiap perusahaan menjalankan kegiatan operasional, maka sudah bisa dipastikan bahwa semua perusahaan pasti mengeluarkan biaya ini.

Pehitungan pengeluaran operasional diperlukan untuk menjalankan proses produksi dalam jangka waktu yang relatif pendek, yaitu kurang dari setahun. Biaya ini umumnya dikeluarkan dengan tujuan untuk mengelola sumber ekonomi milik perusahaan agar bisa menjalankan kegiatan bisnis dan menghasilkan keuntungan.

Pelajari selengkapnya apa itu biaya operasional dengan lebih detail hingga bagaimana cara menghitungnya pada artikel berikut.


Apa itu Biaya Operasional?

Pengertian biaya operasional adalah biaya yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan secara berkala supaya kegiatan produksi terlaksana dengan baik dan lancar. Biaya tersebut termasuk ongkos penjualan, dan administrasi. Biaya tersebut termasuk dengan aktivitas produksi.

Perusahaan harus melakukan pencatatan pengeluaran operasional dan non operasional secara teratur. Mencatat kedua jenis biaya ini akan membantu akuntan untuk mencari tahu kaitan antara biaya tersebut dengan aktivitas yang menghasilkan keuntungan terhadap perusahaan.

Selain itu, mencatat biaya-biaya ini juga memungkinkan Anda untuk melihat kondisi bisnis di masa mendatang, memprediksi apakah bisnis Anda kedepannya akan berjalan dengan lancar atau tidak.

Baca juga: Manajemen Risiko: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya


Jenis Komponen Biaya

Perusahaan perlu memahami komponen biaya. Tujuannya agar mereka dapat mengelompokkan biaya operasional dan non operasional dengan lebih terarah.

Berikut ini adalah komponen kedua biaya yang dimaksud:.

1. Biaya Operasional

Komponen biaya operasional terdiri dari biaya tetap, variabel, bunga, dan penyusutan. Berikut penjelasan selengkapnya:

– Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang sama meskipun terjadi peningkatan dalam penjualan dan produksi.

Jadi, biaya ini dikeluarkan tanpa mengamati kondisi bisnis. Biaya ini tidak terpengaruh dengan perubahan kegiatan tertentu dalam perusahaan. Contoh dari biaya tetap adalah biaya maintenance, biaya sewa, biaya asuransi, dan biaya gaji pegawai.

– Semi Variabel

Biaya lainnya yang adalah biaya semi variabel. Biaya semi variabel merupakan biaya yang dikeluarkan akibat perpaduan antara dua komponen sekaligus, yaitu variabel dan tetap. Salah satu contoh biaya ini adalah gaji lembur beberapa pegawai di perusahaan.

– Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan adalah suatu nilai yang akan terus berkurang setiap bulannya. Sebab, beberapa barang mengalami penyusutan setiap bulan. Contohnya adalah alat kantor dengan mesin produksi, kendaraan, komputer, dan sebagainya.

– Biaya Bunga

Biaya bunga merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan ketika masih ada utang yang harus dibayar secara rutin. Contohnya, biaya bunga kartu kredit.

2. Biaya Non Operasional

Meskipun biasanya nilai dari biaya ini lebih kecil bila dibandingkan dengan pengeluaran operasional, biaya ini juga cukup penting. Sebab, biaya ini juga memberikan dampak bagi perusahaan. Maka dari itu, perusahaan perlu memperhatikan biaya ini beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya.

Terdapat tiga komponen biaya non operasional, yaitu:

– Biaya Sewa Peminjaman Barang atau Harta

Biaya sewa peminjaman barang atau harta adalah biaya yang perlu dibayarkan oleh perusahan kepada pihak lain atas peminjaman barang atau properti tertentu. Jumlahnya tidak tetap dan tidak harus dikeluarkan setiap waktu.

– Biaya Bunga Pinjaman

Biaya bunga pinjaman merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada penyedia pinjaman. Iuran ini juga tidak harus dibayarkan secara rutin.

– Biaya Kerugian atas Penjualan Harta

Biaya kerugian atas penjualan harta adalah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan karena adanya penjualan harta. Contohnya, ketika perusahaan menjual perlengkapan kantor yang fungsinya sudah menurun. Bila harga jualnya lebih rendah daripada harga beli maka akan muncul biaya rugi.


Pentingnya Membedakan Biaya Operasional dan Biaya Non Operasional

Biaya operasional adalah hal yang krusial, termasuk biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan citranya. Baik pembiayaan operasional maupun non operasional perlu dikeluarkan oleh perusahaan agar kegiatannya tetap berjalan dengan baik.

Apalagi, banyak orang menganggap bahwa baik atau buruknya perusahaan bisa dinilai berdasarkan pembiayaannya.

Keuntunggan membedakan pembiayaan operasional dan non operasional sangat penting adalah:

  • Pihak manajemen akan dipermudah dalam mengkoordinasi arus kas masuk dan keluar serta dalam memakai sumber daya untuk mendukung kegiatan operasional.
  • Pemangku kepentingan dalam perusahaan bisa menggunakannya sebagai pedoman dalam membuat keputusan atau strategi di masa mendatang.

Baca juga: Membangun Personal Branding di Era Digital


Contoh Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang dipakai untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari sebuah bisnis. Biaya ini berfokus pada kebutuhan bisnis dan bisa mengukur pendapatan perusahaan, seperti:

  • Gaji karyawan
  • Tunjangan pegawai
  • Transportasi
  • Pajak
  • Depresiasi dan amortisasi
  • Komisi penjualan
  • Kontribusi pensiun
  • Perbaikan
  • Utilitas

Bila perusahaan terlalu banyak mengeluarkan biaya operasional, hal ini bisa menjadi indikasi buruk bahwa perusahaan mempunyai manajemen stok yang buruk. Dengan demikian, kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kelebihan stok.

Baca juga: Profit Margin: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara Menghitungnya


Contoh Biaya Non Operasional

Biaya non operasional adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan, namun tidak ada hubungannya dengan aktivitas pokok perusahaan. Misalnya biaya kerugian atas disposisi aset dan biaya bunga.

Semua perusahaan tetap perlu mengamati pembiayaan non operasional yang mereka keluarkan, lengkap beserta komponen-komponennya. Contoh biaya tersebut adalah:

– Interest Expenses (Biaya Bunga Pinjaman)

Biaya bunga merupakan biaya yang harus diberikan kepada pihak lain karena telah meminjamkan sejumlah dana kepada perusahaan. Biaya ini tidak perlu dikeluarkan secara rutin. Oleh karena itu, biaya ini termasuk biaya non operasional.

– Biaya Sewa (Rent Expenses)

Biaya sewa merupakan biaya yang diberikan kepada pihak lain karena telah meminjamkan asetnya, baik berupa properti maupun barang kepada perusahaan. Pengeluaran ini tergolong non operasional karena bersifat tidak tetap. Perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya ini setiap waktu.

– Biaya Rugi (Loss)

Kerugian pada perusahaan termasuk biaya non operasional. Sebab, dalam hal ini, perusahaan menjual harta yang bukan merupakan objek bisnisnya.

Contohnya, apabila perusahaan menjual perlengkapan kantor yang sudah tidak mereka gunakan lagi. Selisih biaya jual dan belinya akan dimasukkan ke dalam biaya rugi.

Posisi akuntan di perusahaan wajib mengetahui perbedaan antara biaya operasional dan non operasional agar tidak terjadi kekeliruan.

Baca juga: 15 Peluang Usaha yang Belum banyak Pesaing, Cocok untuk Pemula


Cara Menghitung Biaya Operasional

Dilansir dari wartaekonomi bahwa biaya operasional sering dihitung sebagai elemen positif dan negatif dari laporan laba rugi karena banyak pengeluaran operasional yang juga dianggap sebagai aset yang dapat dibiayai atau disusutkan dari waktu ke waktu.

Perhitungan biaya operasional memerlukan perkiraan biaya setiap bulan. Formulasi perhitungannya meliputi biaya gaji, transportasi, utilitas, dan biaya lainnya.

Penghitungan biaya ini biasanya dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Rumus menghitung biaya operasional adalah:

Biaya Operasional = Biaya Produksi + Pengeluaran Operasional

Besarnya biaya operasional sebenarnya bisa berbeda tergantung setiap perusahaan. Namun, cara menghitungnya sama untuk semua perusahaan.

Selain itu, juga biasanya dicantumkan ke dalam laporan laba rugi. Bila semua pengeluaran operasional sudah dicantumkan, hitung total semua pengeluarannya.

Baca juga: Return on Investment (ROI), Manfaat, dan Cara Menghitungnya


Efektifkan Biaya Operasional Bisnis Anda Sekarang!

Dapat dikatakan bahwa biaya operasional memegang peranan penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus bisa mengelola pembiayaan operasional dan non operasional dengan baik.

Untuk mempermudah dalam menghitung biaya tersebut, sebagian bisnis saat ini menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak. Aplikasi ini dapat mencatat semua interaksi bisnis dalam satu database. Selain itu aplikasi CRM terbaik juga dapat dihubungkan dengan aplikais bisnis lainnya.

Lebih 3500 perusahaan yang menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak. Aplikasi CRM secara otomatis menyimpan semua data penjualan bisnis. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam membuat laporan penjualan, termasuk diantaranya menghitung biaya operasional.

Tidak hanya itu saja, Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.

Kategori : Bisnis
WhatsApp WhatsApp Sales