8 mins read

Apa itu Salesman? Tugas, Skill, Tantangan, dan Jenjang Karir

Tayang
Apa itu Salesman? Tugas, Skill, Tantangan, dan Jenjang Karir
Mekari Qontak Highlights
  • Salesman adalah garda terdepan bisnis yang bertanggung jawab mencapai target penjualan melalui penguasaan produk, riset pasar, koordinasi internal, hingga pengelolaan administrasi pelanggan.
  • Kesuksesan salesman memerlukan keahlian komunikasi, negosiasi, dan analisis data, dengan peluang karier yang menjanjikan mulai dari level asisten hingga posisi direktur.
  • Hambatan umum yang dihadapi salesman seperti rendahnya efisiensi dan penolakan konsumen dapat diatasi melalui penggunaan teknologi otomatisasi, teknik lead nurturing, serta pembangunan kredibilitas yang jujur.

Salesman memiliki peran krusial bagi keberlangsungan bisnis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar menawarkan produk, mencakup tugas menjaga hubungan pelanggan hingga menyusun laporan riset.

Untuk menunjang tanggung jawab tersebut, seorang tenaga penjual wajib menguasai berbagai keterampilan esensial seperti komunikasi dan negosiasi yang mumpuni.

Ulasan Mekari Qontak blog berikut ini akan mengupas bagaiaman tugas, keahlian, hingga strategi jitu untuk meningkatkan performa penjualan Anda.

Manfaat fitur utama Sales Suite Mekari Qontak

Apa itu Salesman?

Salesman adalah seseorang yang bertanggung jawab menjual produk atau jasa dari sebuah merek dengan cara menawarkan, menjelaskan manfaat, serta membangun hubungan baik guna meyakinkan pelanggan untuk membeli.

Peran ini sering kali dilakukan melalui kontak langsung di lapangan atau toko, yang membutuhkan keahlian komunikasi, negosiasi, dan pemahaman produk yang kuat demi mencapai target penjualan yang ditetapkan.

Baca juga: Sales: Pengertian, Fungsi, Tugas dan Skill yang Dibutuhkan

Tugas Utama Salesman

Tugas Utama Seorang Salesman

Secara keseluruhan, salesman bertanggung jawab memenuhi target penjualan yang telah perusahaan tentukan. Untuk mencapai hal tersebut, tenaga penjual perlu melakukan beberapa tugas seperti berikut.

1. Melakukan Penjualan yang Ditargetkan

Salesman memikul tanggung jawab utama untuk memasarkan produk perusahaan demi mencapai target penjualan yang telah ditetapkan sebagai indikator kinerja sales.

Melalui pendekatan yang tepat, mereka berusaha mengubah prospek menjadi pembeli untuk memastikan profitabilitas bisnis tetap terjaga.

2. Penguasaan Pengetahuan Produk

Pemahaman mendalam mengenai spesifikasi dan keunggulan produk sangat krusial agar tenaga penjual dapat mengedukasi pelanggan dengan akurat.

Dengan penguasaan materi yang baik, mereka mampu menjawab setiap keraguan konsumen dan menjelaskan nilai manfaat produk secara meyakinkan.

3. Riset dan Analisis Tren Pasar

Tenaga penjualan bertugas mengumpulkan informasi terkini mengenai kebutuhan pelanggan serta pergerakan kompetitor di lapangan.

Data tersebut kemudian dianalisis untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih relevan dan efektif dalam memenangkan persaingan pasar.

Baca juga: Cara Analisis Pasar Konsumen, dan Keuntungannya bagi Bisnis

4. Menjaga Citra dan Reputasi Perusahaan

Sebagai representasi langsung perusahaan di mata publik, salesman wajib menunjukkan perilaku profesional dan etis dalam setiap interaksi.

Sikap yang positif tidak hanya membantu proses closing, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang terhadap nama baik perusahaan.

Baca juga: Pengertian Brand Image, Indikator dan Pentingnya untuk Usaha

5. Kolaborasi dan Koordinasi Internal

Keberhasilan penjualan memerlukan kerja sama yang solid dengan departemen lain, seperti tim pemasaran dan layanan pelanggan.

Koordinasi ini memastikan bahwa setiap strategi yang dijalankan selaras dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen.

6. Manajemen Administrasi Penjualan

Selain aspek lapangan, salesman juga bertanggung jawab mengelola dokumen administratif seperti kontrak, kuitansi, dan laporan penjualan secara rapi.

Ketelitian dalam urusan administrasi ini sangat penting untuk menjamin transparansi serta kelancaran proses transaksi dengan pelanggan.

Baca juga: Pipeline Management: Definisi, Manfaat, dan Tahapan

Skill yang Wajib Dikuasai Salesman

Seorang salesman dapat bertugas secara efektif dan berkontribusi pada perusahaan karena memiliki skill yang mumpuni. Berikut beberapa keterampilan yang perlu tenaga penjualan miliki, antara lain.

  • Pemahaman produk yang mendalam: Salesman harus menguasai detail serta nilai bisnis dari produk yang ditawarkan agar mampu memberikan penjelasan yang edukatif dan persuasif kepada calon pembeli.
  • Kemampuan komunikasi efektif: Keterampilan berbicara dan mendengarkan secara aktif menjadi pondasi utama dalam membangun hubungan kepercayaan serta koneksi yang positif dengan pelanggan.
  • Keahlian negosiasi dan presentasi: Tenaga penjualan perlu piawai dalam memaparkan solusi dari sudut pandang konsumen guna mencapai kesepakatan transaksi yang saling menguntungkan.
  • Kemampuan analisis data: Keterampilan analitis diperlukan untuk mengevaluasi hasil penjualan serta memahami tren pasar sebagai dasar pengambilan keputusan strategis yang lebih akurat.
  • Penguasaan tools pendukung: Penggunaan teknologi seperti aplikasi manajemen penjualan dan software pengolah data sangat penting untuk meningkatkan efisiensi serta profesionalitas kerja.
  • Manajemen waktu: Kemampuan mengatur jadwal pertemuan dan prioritas tugas sangat krusial untuk menjaga ketepatan waktu serta meningkatkan kepuasan layanan pelanggan.
  • Teknik penutupan penjualan (closing): Seorang sales harus memiliki insting dan teknik yang kuat untuk meyakinkan pelanggan dalam mengambil keputusan akhir untuk melakukan pembelian.
Baca juga: Selling Skill Wajib Dimiliki Sales Person dan Cara Meningkatkannya

Tantangan dan Solusi Menjadi Salesman

Menjadi salesman tentu tidak mudah, Anda akan menghadapi sejumlah tantangan dalam perjalanannya. Berikut adalah beberapa tantangan utama bagi seorang salesman beserta solusi praktisnya:

1. Rendahnya Efisiensi Kerja

Banyak tenaga penjual yang kehilangan waktu berharga karena terlalu fokus pada beban administratif seperti penginputan data dan pembuatan laporan manual.

Untuk mengatasinya, Anda perlu memanfaatkan teknologi seperti sistem CRM guna mengotomatisasi tugas-tugas rutin.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengalokasikan lebih banyak waktu untuk berinteraksi langsung dan membangun relasi dengan calon pelanggan.

2. Siklus Pengambilan Keputusan yang Lama

Proses penjualan sering kali terhambat oleh birokrasi internal pelanggan atau keterbatasan anggaran yang membuat keputusan pembelian menjadi tertunda.

Solusi terbaik adalah dengan menerapkan strategi lead nurturing yang intensif untuk terus mengedukasi dan membimbing prospek. Anda dapat lebih membantu mereka memahami urgensi produk sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih singkat.

3. Kesulitan Menemukan Prospek Berkualitas

Anda harus mulai menyusun profil pelanggan ideal yang spesifik untuk memfilter setiap kontak yang masuk.

Dengan berfokus hanya pada prospek yang benar-benar membutuhkan solusi Anda, tingkat keberhasilan penjualan akan meningkat secara signifikan.

Baca juga: Sales Training: Manfaat, Jenis, Komponen, dan Kunci Efektivitasnya

4. Hambatan dalam Membangun Kepercayaan

Kurangnya kredibilitas di mata pelanggan sering kali menjadi tembok penghalang yang membuat penawaran Anda sulit diterima.

Anda dapat mengatasinya dengan selalu bersikap jujur, memenuhi setiap janji, dan memposisikan diri sebagai ahli melalui konten edukatif.

5. Menghadapi Penolakan Konsumen

Menerima penolakan secara berulang sering kali menurunkan motivasi dan kepercayaan diri seorang tenaga penjual dalam menjalankan tugasnya.

Penting untuk memandang setiap kata “tidak” bukan sebagai kegagalan pribadi, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki teknik pendekatan, sehingga Anda akan lebih siap dan tangguh dalam menghadapi peluang penjualan.

Baca juga: Cara Sukses Menjadi Sales Pemula Dapatkan Pelanggan

Gaji Salesman dan Peluang Karir di Indonesia

Profesi penjualan di Indonesia menawarkan prospek masa depan yang menjanjikan dengan rincian gaji serta jenjang karier, sebagai berikut.

  • Asisten sales (0-2 tahun): Memperoleh gaji rata-rata Rp 3.460.000 hingga Rp 5.850.000 per bulan dengan tanggung jawab utama mendukung operasional harian tim penjualan.
  • Sales executive (3-5 tahun): Memiliki kisaran pendapatan Rp 4.250.000 sampai Rp 5.900.000 per bulan untuk fokus pada pengelolaan hubungan pelanggan dan perancangan strategi pemasaran.
  • Sales supervisor (4-6 tahun): Bertugas mengawasi kinerja tim serta memastikan pencapaian target kolektif dengan estimasi gaji antara Rp 5.000.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan.
  • Sales manager (6-10 tahun): Menduduki tingkat manajerial dengan kompensasi mencapai Rp 22.500.000 hingga Rp 25.500.000 per bulan untuk mengelola fungsi dan strategi penjualan secara menyeluruh.
  • Sales director: Menempati posisi puncak dengan penghasilan mulai dari Rp 30.000.000 ke atas guna memimpin keseluruhan strategi bisnis dan kolaborasi tingkat eksekutif.
Baca juga: Tips Efektif Melakukan Presentasi Sales untuk Tingkatkan Closing

Cara Kerja CRM Optimalkan Kinerja Salesman

Sistem customer relationship management (CRM) dapat menjadi fondasi utama dalam memacu produktivitas tenaga penjual. Berikut manfaat CRM dalam mendukung kinerja salesman.

1. Digitalisasi Manajemen Data Prospek dan Konsumen

Digitalisasi Manajemen Data Prospek dan Konsumen

CRM mengintegrasikan seluruh informasi pelanggan secara terpusat untuk memberikan wawasan langsung mengenai perilaku dan preferensi pasar.

Hal ini memudahkan salesman dalam menentukan skala prioritas prospek yang paling potensial serta melacak setiap tahapan interaksi hingga terjadi kesepakatan transaksi.

2. Penguatan Interaksi dan Kedekatan Pelanggan

Penguatan Interaksi dan Kedekatan Pelanggan

Sistem ini memungkinkan tim penjualan untuk mencatat setiap detail riwayat komunikasi guna menciptakan pendekatan yang lebih personal bagi setiap individu.

Melalui informasi yang akurat, salesman dapat menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan sehingga hubungan bisnis jangka panjang tetap terjaga.

3. Sinkronisasi Alur Penjualan dan Program Pemasaran

Sinkronisasi Alur Penjualan dan Program Pemasaran

CRM mampu menyederhanakan alur kerja, sehingga tim penjualan bisa fokus pada aktivitas bernilai tinggi dan membuat keputusan yang lebih baik.

Selain itu, CRM memungkinkan tim untuk mensegmentasi pelanggan dan merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi penjualan.

4. Monitoring Performa dan Evaluasi Tim Secara Akurat

Monitoring Performa dan Evaluasi Tim Secara Akurat

Fitur pelaporan real-time pada CRM memberikan gambaran objektif mengenai pencapaian setiap individu di dalam tim penjualan.

Data ini memudahkan manajer untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan dan memberikan pelatihan khusus yang diperlukan guna mendongkrak performa tim secara kolektif.

Baca juga: Rekomendasi Sales Tracking Software Terbaik untuk Lacak Penjualan Bisnis

5. Peningkatan Loyalitas dan Retensi Konsumen

Peningkatan Loyalitas dan Retensi Konsumen

Pemanfaatan database yang terorganisir memungkinkan salesman untuk memberikan layanan purna jual yang lebih responsif dan perhatian.

Kepuasan yang konsisten ini akan mendorong terciptanya loyalitas pelanggan, sehingga peluang untuk melakukan pembelian ulang menjadi jauh lebih besar.

6. Landasan Pengambilan Keputusan Strategis

Landasan Pengambilan Keputusan Strategis

CRM menyediakan data analitik yang mendalam untuk membantu tim penjualan menentukan arah strategi dan alokasi sumber daya dengan lebih bijak.

Dengan dukungan data yang valid, setiap langkah yang diambil menjadi lebih terukur dan memiliki risiko kegagalan yang lebih kecil dalam mencapai target bisnis.

Baca juga: Cara Membuat Custom Report di Aplikasi CRM untuk Laporan Bisnis yang Fleksibel

Optimalkan Kinerja Salesman dengan Solusi Mekari Qontak!

Peran salesman tidak hanya sebatas menjual produk, tetapi juga menjaga hubungan dengan pelanggan dan bertanggung jawab mencapai target penjualan.

Sementara, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisa dibantu dengan penggunaan CRM. Mekari Qontak menyediakan solusi Sales Suite terintegrasi CRM yang mudah diintegrasikan dengan saluran komunikasi dan mampu mengotomatisasi interaksi pelanggan secara real-time.

Dengan fitur omnichannel, data yang dikumpulkan salesman juga dapat disinkronkan dengan saluran digital lain, memberikan pandangan pelanggan yang utuh bagi tim. Adapun fitur custom report yang memungkinkan manajer menganalisis kinerja tim dan efektivitas penjualan secara mendalam.

Solusi Mekari Qontak juga telah dipercaya oleh lebih dari 3500+ perusahaan terkemuka di Indonesia dan telah tersertifikasi ISO 27001 untuk menjamin keamanan data pelanggan.

Eksplor berbagai fitur canggih lainnya dengan uji coba gratis Sales Suite Mekari Qontak atau konsultasikan kebutuhan tim Sales dari bisnis Anda dengan tim ahlinya di sini!

Manfaat fitur utama Sales Suite Mekari Qontak
Kategori : Sales

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Salesman (FAQ)

Apa perbedaan mendasar antara Sales dan Salesman?

Apa perbedaan mendasar antara Sales dan Salesman?

Meskipun sering digunakan secara bergantian, Sales merujuk pada keseluruhan departemen, aktivitas, atau proses pertukaran barang/jasa dengan uang dalam suatu bisnis. Sementara itu, Salesman adalah individu atau profesi yang menjalankan aktivitas penjualan tersebut. Singkatnya, sales adalah fungsinya, sedangkan salesman adalah orang yang menjalankannya.

Apa perbedaan antara Inside Sales dan Outside Sales dalam profesi ini?

Apa perbedaan antara Inside Sales dan Outside Sales dalam profesi ini?

Inside Sales adalah salesman yang melakukan seluruh aktivitas penjualan dari jarak jauh (kantor/rumah) menggunakan telepon, email, atau video konferensi. Sebaliknya, Outside Sales (atau sales lapangan) lebih banyak menghabiskan waktu dengan bepergian untuk bertemu langsung dengan calon pelanggan secara tatap muka.

Bagaimana cara salesman menentukan waktu terbaik untuk melakukan "follow-up" kepada prospek?

Bagaimana cara salesman menentukan waktu terbaik untuk melakukan "follow-up" kepada prospek?

Waktu terbaik biasanya bergantung pada sektor industri, namun secara umum, follow-up pertama sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam setelah kontak pertama. Gunakan pola interval yang sopan (misalnya 3 hari sekali atau seminggu sekali) agar prospek tetap mengingat produk tanpa merasa tertekan oleh komunikasi yang berlebihan.