
- Omnichannel conversational AI adalah teknologi artificial intelligence yang dikembangkan untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara terintegrasi di seluruh saluran komunikasi.
- Penggunaan omnichannel conversational AI memastikan sinkronisasi data secara real-time di berbagai kanal mulai dari website, aplikasi seluler, hingga marketplace.
- Implementasi teknologi AI ini terbukti memberikan dampak nyata bagi PT XYZ dengan peningkatan retensi pelanggan, kenaikan konversi penjualan, serta pertumbuhan Net Promoter Score.
Omnichannel conversational AI adalah teknologi artificial intelligence yang dikembangkan untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara terintegrasi dan selaras di seluruh platform digital yang tersedia.
Teknologi ini membantu bisnis untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang saat ini tidak hanya berfokus pada produk atau layanan tetapi juga menginginkan pengalaman yang berkesan.
Salah satu perusahaan retail yang berhasil mengimplementasikan teknologi ini adalah PT XYZ. Ketahui kiat sukses dan dampaknya dalam ulasan Mekari Qontak blog di bawah ini.

Kunci Sukses Penerapan Omnichannel Conversational AI
Penggunaan omnichannel conversational AI memastikan seluruh saluran komunikasi perusahaan bekerja secara sinergis. Berikut adalah saluran yang digunakan PT XYZ dalam berinteraksi dengan pelanggan.
1. Website Bisnis
Website resmi PT XYZ berfungsi sebagai toko online pusat yang menyajikan informasi produk secara mendetail bagi pelanggan yang sedang melakukan riset.
Melalui integrasi omnichannel conversational AI, data ketersediaan barang pada website selalu sinkron dengan aplikasi lainnya secara real-time.
Sistem ini juga memudahkan transisi pelanggan dari penelusuran web ke platform transaksi lain tanpa merusak alur belanja mereka.
2. Mobile App
Aplikasi seluler ini dirancang khusus untuk menjangkau pengguna perangkat seluler yang mendominasi aktivitas digital saat ini.
Di dalam aplikasi, pelanggan dapat menikmati program rewards yang dipersonalisasi serta fitur navigasi untuk menemukan lokasi toko fisik terdekat.
Kehadiran aplikasi ini memperkuat ekosistem digital perusahaan dengan memberikan akses belanja yang cepat dan praktis dari genggaman.
3. Marketplace
Kehadiran PT XYZ di berbagai marketplace populer bertujuan untuk memperluas eksposur merek dan membangun reputasi yang kuat di mata publik.
Dengan integrasi sistem yang terpadu, pelanggan dapat berpindah dari media sosial ke website hingga akhirnya menyelesaikan transaksi di platform marketplace pilihan mereka.
4. Media Sosial
PT XYZ memanfaatkan media sosial tidak hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai kanal layanan pelanggan yang responsif terhadap tren generasi milenial.
Integrasi dengan omnichannel conversational AI memungkinkan tim CS memantau dan membalas semua pesan dari berbagai platform sosial hanya melalui satu dasbor terpusat.
Baca juga: Mengenal Pemasaran Media Sosial, Manfaat dan Strateginya
5. Chatbot
Layanan chatbot pada PT XYZ kini telah dilengkapi dengan kecerdasan buatan canggih yang mampu memberikan jawaban personal layaknya berkomunikasi dengan manusia.
Alat ini secara otomatis menangani permintaan informasi sederhana dalam hitungan detik, dan isu yang lebih rumit akan diteruskan kepada agen secara otomatis.
Penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendongkrak tingkat kepuasan pelanggan.
6. Voice Assistant
Untuk memberikan kemudahan ekstra, PT XYZ menyediakan asisten suara yang mampu memahami perintah lisan pelanggan dalam mencari produk tertentu.
Algoritma cerdas di dalamnya akan menerjemahkan suara pengguna ke dalam sistem untuk menampilkan hasil pencarian yang paling akurat secara instan.
Fitur ini sangat efektif dalam menghemat waktu pelanggan dan memberikan variasi metode interaksi yang lebih modern antara pelanggan dan bisnis.
Baca juga: Mengenal CRM Retail: Manfaat, Fitur, dan Contoh Penerapannya
Dampak Implementasi Omnichannel Conversational AI
Upaya yang PT XYZ lakukan dengan implementasi omnichannel conversational AI mendatangkan sejumlah keuntungan. Berikut adalah berbagai keuntungan yang berhasil dicapai antara lain:
1. Pertumbuhan Retensi dan Loyalitas Pelanggan
Integrasi teknologi ini berhasil meningkatkan retensi pelanggan hingga mencapai angka 20% hanya dalam kurun waktu enam bulan.
Pencapaian ini membuktikan bahwa pengalaman komunikasi yang konsisten sangat efektif dalam menjaga loyalitas konsumen terhadap merek, sehingga turut mempertahankan stabilitas pendapatan jangka panjang.
2. Peningkatan Angka Konversi Penjualan
PT XYZ mencatatkan kenaikan konversi pelanggan sebesar 15% dalam waktu singkat, yaitu hanya tiga bulan setelah implementasi dilakukan.
Hal ini dimungkinkan karena omnichannel conversational AI mampu memberikan respon yang cepat dan personal di setiap tahap perjalanan belanja.
Efisiensi dalam menanggapi minat beli pelanggan tersebut secara langsung mendorong pertumbuhan transaksi di berbagai saluran digital.
3. Meningkatkan Net Promoter Score (NPS)
Kualitas layanan yang lebih responsif dan terintegrasi berhasil meningkatkan Net Promoter Score (NPS) sebesar 10% dari sebelumnya.
Kepuasan yang tinggi ini menunjukkan bahwa pelanggan merasa lebih dihargai dan terbantu dengan adanya sistem AI yang cerdas.
Melalui reputasi positif ini, PT XYZ kini jauh lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Baca juga: AI Omnichannel: Strategi Modern untuk Bisnis dan Contoh Penerapannya
Wujudkan Omnichannel Conversational AI dengan Solusi Mekari Qontak!
Dari penjelasan di atas, omnichannel conversational AI terbukti efektif dalam meningkatkan retensi, konversi, dan kepuasan pelanggan dari PT XYZ. Anda juga dapat mewujudkannya pada bisnis dengan solusi CRM omnichannel resmi dari Mekari Qontak.
Selain dapat terintegrasi dengan beberapa saluran komunikasi bisnis, solusi ini didukung dengan fitur chatbot AI untuk menghadirkan interaksi pelanggan yang personal selama 24 jam dan mampu melakukan follow-up otomatis.
Selain mempermudah komunikasi, Anda juga dapat memantau performa bisnis secara mendalam melalui fitur custom report yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan analisis data perusahaan.
Mekari Qontak telah dipercaya lebih dari 3500+ perusahaan terkemuka di Indonesia dan telah disertifikasi oleh ISO 27001 untuk menjamin keamanan data pelanggan.
Eksplor berbagai fitur canggih lainnya dengan uji coba gratis solusi CRM Omnichannel Mekari Qontak atau konsultasikan strategi layanan Anda terlebih dahulu dengan tim ahlinya tanpa dipungut biaya!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Omnichannel Conversational AI (FAQ)
Industri apa saja yang cocok menggunakan Omnichannel Conversational AI selain ritel?
Industri apa saja yang cocok menggunakan Omnichannel Conversational AI selain ritel?
Meskipun PT XYZ bergerak di bidang ritel, teknologi ini sangat fleksibel dan efektif untuk berbagai sektor lainnya. Industri seperti perbankan (untuk automasi layanan nasabah), perhotelan (untuk reservasi cepat), layanan kesehatan (untuk penjadwalan janji temu), hingga sektor e-commerce dan pendidikan dapat memanfaatkan AI ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.
Bagaimana cara mengukur keberhasilan (ROI) setelah menerapkan omnichannel conversational AI ini?
Bagaimana cara mengukur keberhasilan (ROI) setelah menerapkan omnichannel conversational AI ini?
Bisnis dapat mengukur ROI dari implementasi omnichannel conversational AI melalui metrik seperti penurunan waktu respons rata-rata (Average Response Time), penghematan biaya operasional per agen, hingga peningkatan nilai rata-rata transaksi (Average Order Value) yang berasal dari rekomendasi produk oleh chatbot.
Apakah bisnis kecil atau UMKM juga bisa menerapkan teknologi ini, atau hanya untuk perusahaan besar?
Apakah bisnis kecil atau UMKM juga bisa menerapkan teknologi ini, atau hanya untuk perusahaan besar?
Teknologi ini sangat skalabel, artinya dapat disesuaikan dengan skala bisnis apa pun. Mekari Qontak menyediakan berbagai paket yang bisa disesuaikan dengan volume pesan dan jumlah saluran komunikasi yang dimiliki, sehingga UMKM tetap bisa tampil profesional dan memberikan layanan sekelas perusahaan besar tanpa harus mengeluarkan biaya infrastruktur yang sangat tinggi.