Daftar isi
6 min read

Marketplace: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Tipsnya

Tayang 26 Desember 2023
Diperbarui 27 Desember 2023
Marketplace: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Tipsnya

Popularitas marketplace terus meningkat seiring tingginya tingkat persaingan pasar. Banyak aplikasi online yang memungkinkan bisnis untuk berjualan seperti Facebook.

Namun, ada juga platform khusus marketplace yang lebih dikenal sebagai e-commerce. Misalnya Tokopedia, Shoppe, Amazon dan lainnya.

Aplikasi tersebut membantu menghadirkan produk-produk dengan permintaan tinggi kepada pelanggan, yang dapat mendorong tren pembelian.

Yuk, pelajari lebih jauh mengenai marketplace pada artikel berikut.

Apa itu Marketplace?

Marketpalce adalah platform online tempat berkumpulnya penjual yang menawarkan barang atau jasa ke pelanggan tanpa tatap muka.

Layaknya pasar pada umumnya, marketplace menawarkan hampir semua jenis produk untuk dijual, mulai dari suku cadang mobil dan peralatan olahraga hingga perlengkapan pesta dan mainan anak-anak.

Platform marketplace bisa berupa website ataupun website. Sebagian pengelola marketplace online bahkan tidak memiliki stok barang sendiri. Sebagai gantinya, Penyedia platform marketplace akan menerima komisi dari setiap barang berhasil terjual.

Sementara itu, marketplace bertugas untuk menyajikan barang dari penjual lain kepada pengguna, mengelola wabsite hingga metode pembayaran.

Baca juga: Ide Bisnis Digital Kreatif yang Menjanjikan Keuntungan

Jenis-jenis Marketplace

Perlu diketahui, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital ada juga beragam jenis marketplace yang muncul di pasar. Berikut beberapa jenis-jenisnya:

Berdasarkan Jenis Produk atau Layanan

  • Barang Fisik: Pasar jenis ini menjual produk fisik, dan contoh terbaiknya adalah Tokopedia, Lazada, Shoppe dan lainnya.
  • Barang Virtual: Pasar jenis ini menawarkan produk virtual adalah Google Play Store dan Apple Store. Produk tersebut disediakan oleh aplikasi seluler.
  • Layanan Pemesanan: Pasar ini berfungsi sebagai antarmuka untuk memesan layanan seperti hotel, taksi, penerbangan, dan liburan, seperti Traveloka, Tiket.com dan Pegipegi.
  • Layanan Lainnya: Kategori ini mencakup berbagai jenis layanan seperti portal pekerjaan, platform pekerja lepas, layanan perawatan rumah, layanan perawatan mobil, dan lain sebagainya. Contoh: Glints, Jobstreet, Rumah123 dan banyak lagi.

Berdasarkan Struktur Penjual di Pasar

  • Vertikal: Pasar jenis ini memiliki banyak penjual yang menawarkan produk sejenis. Misalnya, gramedia adalah pasar yang berfokus pada penerbitan dan Zara menjual produk fashion.
  • Horizontal: tempat jual beli online yang menyediakan banyak jenis produk dan layanan di dalamnya, seperti  Blibli, Lazada, Tokopedia dan lainnya.
  • Global: tempat atau website online yang menyediakan jual beli segala macam produk dan jasa yang berasal dari berbagai negara. Contohnya: Amazon, Alibaba, Ebay dan lainnya.

Berdasarkan Target Audiens

  • Business-to-Business (B2B): pasar jenis ini menawarkan produk dan layanannya dari suatu bisnis ke bisnis lain. Tujuannya adalah membangun rantai pasok yang kuat dan hubungan bisnis jangka panjang. Contoh pasar B2B termasuk Bizzy.co.id, Blibli Business, Mbiz.co.id, Ralali.com dan lainnya.
  • Business-to-Customer (B2C): Pasar B2C memungkinkan bisnis berinteraksi langsung dengan pelanggan. Fokus utamanya untuk mendapatkan sebanyak mungkin pelanggan sehingga meningkatkan penjualan. Contohnya termasuk Shopee, Matahari.com, Zalora BerryBenka, dan Tiket.com.
  • Customer-to-Customer (C2C): Pasar jenis ini menghubungkan penjual individu dengan pembeli dan memungkinkan mereka untuk berdagang dan bernegosiasi produk atau layanan. Contoh pasar C2C yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Lamido.

Baca juga: Cara Agar Jualan Online Laris bagi Pemula

Kelebihan dan Kekurangan Marketplace?

Layaknya tempat pembelanjaan pada umumnya, marketplace juga memiliki beberapa kelebihan seperti praktis dan fleksibel. Namun disisi lain, marketplace juga memiliki kekurangan. Berikut penjelasanya:

Kelebihan Marketplace

Keunggulan menjual produk melalui marketplace adalah

  • Lebih ekonomis, dibandingkan memiliki toko sendiri. Sebab, Anda tidak harus merogoh kocek untuk biaya seperti domain dan hosting, optimisasi mesin pencari (SEO), hak cipta, tema, desain web, dan biaya pengelolaan lainnya.
  • Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan tanpa membutuhkan waktu lama. Jika pelanggan merasa tidak puas dengan produk yang mereka beli, mereka dapat mengajukan keluhan kepada pihak marketplace.
  • Memudahkan dalam mengelola inventaris. Pasalnya, sebagian marketplace menyediakan pilihan inventaris berkualitas tinggi yang membantu Anda menjaga dan mengelola stok produk.
  • Menjual produk tanpa memiliki toko sendiri, sehingga tidak perlu khawatir tentang pembuatan dan pemeliharaan toko online.
  • Menjangkau pasar internasional. Marketplace global tidak membatasi bisnis untuk menjual produk lintas negara.

Kekurangan Marketplace

Selain kelebihan, marketplace juga memiliki kekurangan yaitu:

  • Biaya komisi penjualan untuk tiap produknya. Biasanya berkisar antara 5%, 10%, 15%, atau 20%, tergantung pada jenis marketplace yang Anda ikuti.
  • Seringkali terjadi persaingan harga di mana penjual cenderung menurunkan harga mereka untuk mencari pangsa pasar yang lebih besar.
  • Membagikan data pelanggan, sehingga Anda kehilangan sebagian kendali atas hubungan dengan pelanggan Anda.
  • Kehilangan kendali atas niche Anda. Sebab, saat Anda keluar dari platform marketplace, mereka akan tetap mengelola kategori tersebut dan mungkin akan memaksa pemasok lain untuk mengisi celah tersebut.
  • Potensi konflik kepentingan. Saat pasar menetapkan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada toko Anda, ini dapat merusak citra merek Anda, mengurangi profitabilitas perusahaan, dan menimbulkan ketidakpuasan pelanggan.

Cara Memilih Marketplace yang Tepat untuk Suatu Produk

Mengidentifikasi marketplace yang cocok untuk produk Anda membutuhkan waktu. Sebab Anda perlu memulai hubungan awal dengan pelanggan untuk membangun reputasi brand.

Berdasarkan katadata marketplace dengan jumlah kunjungan situs terbanyak di Indonesia pada kuartal I 2023 adalah Shopee. Toko orange tersebut meraih rata-rata 157,9 juta kunjungan per bulan, jauh melampaui para pesaingnya.

Dalam periode sama, Tokopedia meraih rata-rata 117 juta kunjungan, situs Lazada 83,2 juta kunjungan, situs BliBli 25,4 juta kunjungan, dan situs Bukalapak 18,1 juta kunjungan per bulan.

Kelima platform marketplace tersebut dapat Anda manfaatkan untuk berjualan. Semakin banyak suatu platform dikunjungi, peluang bisnis Anda untuk mendapat penjualan juga terbuka.

Berikut tips memilih marketplace yang tepat untuk memasarkan produk Anda adalah

  • Memiliki reputasi yang kuat di tengah target pasar Anda.
  • Menawarkan layanan lengkap untuk kebutuhan bisnis Anda.
  • Menyediakan fasilitas gratis untuk mengelola inventaris dan administrasi toko online Anda.
  • Memudahkan penjual dan pembeli dalam bertransaksi.
  • Memberikan jaminan keamanan data dan transaksi.
  • Layanan pelanggan mereka mudah dihubungi kapan saja.
  • Ramai dikunjungi oleh calon pelanggan.

Baca juga: Strategi Marketing Online Shop

Bangun Marketplace Anda lebih kuat

Marketplace adalah salah satu cara terbaik untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan potensial, yang memiliki minat dalam produk atau layanan Anda.

Dengan demikian, Anda dapat menghubungi lebih banyak calon pelanggan yang berkualitas, yang berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi bisnis Anda.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi omnichannel terbaik di Indonesia. Aplikasi ini mampu menghubungkan berbagai saluran pemasaran untuk memperluas jangkauan audiens bisnis, seperti integrasi Tokopedia chat.

Tokopedia merupakan salah satu platform marketplace populer di Indonesia. Platform ini memfasilitasi bisnis untuk memasarkan produk kepada pelanggan dengan mudah dan aman.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk, Coba Demo Gratis Aplikasi Omnichannel terbaik dari Mekari Qontak atau Konsultasi Gratis dengan tim Mekari Qontak.

Kategori : Bisnis
WhatsApp WhatsApp Sales