Daftar isi
8 min read

Tingkatkan Penjualan dengan Strategi Sales Engagement

Tayang 29 Juni 2024
Diperbarui 15 Juli 2024
Panduan sales engagement untuk tingkatkan penjualan
Tingkatkan Penjualan dengan Strategi Sales Engagement

Sales engagement merupakan rahasia sukses tim penjualan mengubah prospek menjadi pelanggan. Melalui strategi sales engagement, tim penjualan mengetahui bagaimana dan kapan harus menjangkau pelanggan.

Panduan tersebut membuat tim penjualan dapat bekerja lebih efektif dengan memprioritaskan prospek memiliki urgensi tinggi. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu lagi kehilangan peluang penjualan.

Pada artikel berikut akan mengupas bagaimana strategi sales engagement yang efektif dan contoh penerapannya. Baca selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Sales Engagement?

Sales engagement adalah semua aktivitas yang melibatkan tim penjualan dan prospek atau pelanggan, baik dilakukan dengan tatap muka, telepon, daring atau lainnya.

Pada dasarnya, aktivitas sales engagement tidak selamanya berkaitan dengan jual beli suatu produk atau layanan, tapi juga berkaitan bagaimana cara tim sales membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Dengan secara aktif berinteraksi dengan pelanggan, tim penjualan mendapatkan wawasan berharga tentang kebutuhan, preferensi, dan tantangan mereka. Pemahaman ini memungkinkan tim penjualan untuk menyesuaikan pendekatan mereka, menawarkan solusi yang sesuai dengan pelanggan secara personal.

Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan konversi, tetapi juga berkontribusi pada retensi dan loyalitas pelanggan. Bahkan perusahaan yang berhasil menjalin hubungan dengan pelanggan mengaku berkinerja 23% lebih baik daripada pesaing mereka.

Strategi Sales Engagement yang Efektif

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa sales engagement memberikan dampak positif bagi penjualan dan hubungan dengan pelanggan. Namun hal tersebut tidak akan tercapai tanpa dukungan strategi yang tepat.

Berikut strategi efektif penerapan sales engagement yang bisa pada bisnis:

Lakukan Riset untuk Memahami Target Pelanggan Anda

Sebelum mulai berinteraksi dengan prospek, Anda perlu mengidentifikasi siapa mereka dengan baik. Sebab menargetkan prospek yang salah atau tidak berpotensi konversi akan membuang waktu Anda.

Dalam hal ini, Anda perlu membangun beberapa buyer persona yang didasarkan pada berbagai parameter seperti demografi, pola pembelian, preferensi, dan sebagainya. Berdasarkan buyer persona yang Anda bentuk, Anda bisa menyeleksi prospek ideal yang berpotensi menghasilkan konversi.

Personalisasi komunikasi untuk mendekati pelanggan

Setelah mengenal prospek yang menjadi target interaksi Anda, maka kini saatnya merancang strategi yang tepat untuk mendekati mereka. Komunikasi yang dipersonalisasi, baik melalui email penjualan, panggilan, atau pertemuan akan meningkatkan pengalaman prospek atau pelanggan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sesuaikan gaya komunikasi Anda dengan kebutuhan dan preferensi spesifik setiap pelanggan. Hal ini dapat menunjukkan pemahaman yang tulus terhadap masalah yang dihadapi pelanggan, serta memposisikan produk atau layanan Anda sebagai solusi yang disesuaikan.

Misalnya kelompok prospek generasi z cenderung lebih menyukai dihubungi melalui aplikasi pesan instan atau media sosial. Sementara prospek kelompok usia baby bloomers lebih memilih interaksi melalui telepon.

Menjaga komunikasi dengan memberikan konten relevan

Komunikasi yang sudah terjalin dengan baik sebelumnya perlu terus dijaga. Maka dari itu strategi sales engagement selanjutnya adalah menciptakan konten yang relevan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan.

Konten-konten yang Anda buat, tidak hanya menyediakan informasi berharga kepada prospek, tetapi juga membangun kepercayaan dan mengedukasi mereka tentang cara-cara yang efektif untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Sebagai contoh, dengan membuat artikel blog yang mendalam dan relevan dengan masalah atau kebutuhan pelanggan potensial Anda. Artikel ini harus memberikan solusi konkret atau informasi berharga yang dapat membantu prospek dalam memecahkan masalah mereka.

Sajikan juga studi kasus yang menggambarkan bagaimana produk atau layanan Anda membantu pelanggan lain untuk meraih kesuksesan atau menyelesaikan tantangan tertentu. Studi kasus ini memperkuat klaim Anda dengan bukti nyata dan dapat membantu prospek memvisualisasikan manfaat dari menggunakan solusi Anda.

Kemudian, Anda bisa menyelenggarakan webinar interaktif yang membahas topik-topik yang relevan dengan audiens target Anda. Webinar dapat berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan mendalam, menjawab pertanyaan langsung dari audiens, dan membangun kredibilitas serta hubungan dengan prospek.

Baca juga: Cara Membangun Komunikasi Efektif dengan Pelanggan

Memaksimalkan Penggunaan MultiChannel Engagement

Tahapan selanjutnya dalam strategi sales engagement adalah memanfaatkan banyak saluran komunikasi untuk berinteraksi dengan prospek dan pelanggan. Hal ini memungkinkan Anda berkomunikasi melalui saluran yang pelanggan sukai.

Sementara untuk memilih saluran komunikasi yang tepat, Anda perlu mengenal pelanggan Anda. Kemudian Anda bisa memaksimalkan saluran komunikasi tersebut dengan cara berikut:

  • Email: Atur beberapa kampanye email untuk tetap terhubung dengan prospek Anda. Kemudian ukur rasio klik (CTR) dan rasio buka untuk menganalisis apakah kampanye Anda berhasil. Lakukan pengujian A/B untuk bereksperimen dengan konten dan baris subjek guna mengoptimalkannya.
  • Telepon: Integrasikan dengan sistem panggilan telepon dengan teknologi yang dapat merekam panggilan guna analisis selanjutnya. Dapatkan laporan panggilan dan tambahkan catatan tentang apa yang dibicarakan dalam panggilan tersebut untuk referensi di masa mendatang.
  • Media Sosial: Anda juga dapat mengintegrasikan saluran media sosial Anda seperti LinkedIn, Instagram, Twitter, dan lainnya. Kumpulkan wawasan tentang engagement dan demografi audiens untuk menjangkau prospek Anda secara lebih proaktif.
    Pesan WhatsApp/SMS: Kelola semua percakapan Anda di satu platform. Lacak riwayat percakapan menggunakan template pesan
  • WhatsApp yang telah disetujui untuk berinteraksi dengan pembeli.
  • Chatbot: tambahkan chatbot pada saluran komunikasi Anda. Atur chatbot untuk memberikan respon tentang pertanyaan yang sering diajukan dan beri navigasi ke situs web Anda, kemudian serahkan percakapan kepada perwakilan penjualan untuk melanjutkannya.

Gunakan tools sales engagement untuk otomatisasi

Dalam menerapkan strategi sales engagement melibatkan banyak variabel atau aktivitas yang perlu dimonitoring. Hal ini tentu akan melelahkan dan memakan waktu jika dilakukan secara manual, karena setidaknya satu prospek bisa melakukan 15 hingga 20 aktivitas dalam sales pipeline.

Tools sales engagement menjadi pilihan tepat untuk membantu Anda mengelola semua aktivitas tersebut dalam satu sistem terpusat. Melalui tools tersebut, Anda bisa melacak prospek, menjadwalkan aktivitas, dan menghilangkan tugas administratif membosankan yang tim penjualan biasa kerjakan.

Disisi lain, manajer tim bisa melacak aktivitas dan kinerja perwakilan penjualan, menganalisis saluran dan strategi mana yang paling efektif, serta membuat laporan untuk mengukur hasil.

Selain itu, sales management software memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan teknologi dan alat pihak ketiga (CRM, spreadsheet, email dll) untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.

Baca juga: Rekomendasi Sales Engagement Platforms Terbaik untuk Penjualan

Analisis dan Pengukuran

Strategi terakhir dalam sales engagement adalah melakukan analitik penjualan. Dalam tahapan ini, Anda perlu memantau keterlibatan pelanggan seperti tingkat respons email, durasi panggilan rata-rata, jumlah konversi, dan lain-lain.

Dengan monitoring matriks tersebut, Anda bisa menilai seberapa baik strategi sales engagement Anda berfungsi, serta area yang perlu Anda tingkatkan.

Best Practice Sales Engagement untuk Tingkatkan Penjualan dan Hubungan Pelanggan

Pada akhir dari strategi sales engagement yang diterapkan adalah mengkonversi prospek menjadi pelanggan. Hal ini tentu memerlukan proses yang panjang dan tahapan untuk setiap prospek berbeda-beda.

Berikut best practice yang biasa bisnis terapkan agar strategi sales engagement mereka menghasilkan penjualan:

Bangun Hubungan yang Autentik

Menjalin hubungan yang baik dengan prospek akan memudahkan bisnis untuk menghasilkan penjualan. Hal tersebut dapat terjalin karena bisnis secara konsisten mempersonalisasi interaksi mereka.

Oleh karena itu, bisnis perlu mengenali dan memahami siapa prospek mereka, apa minat, dan bagaimana cara untuk membantu prospek mencapai tujuan mereka.

Gunakan informasi tersebut untuk mempersonalisasi komunikasi mulai dengan menambahkan [nama-depan] di awal email hingga memberikan rekomendasi khusus untuk prospek.

Upaya bisnis untuk menjaga komunikasi tersebut akan memupuk kepercayaan dan loyalitas mereka.

Fokus pada Nilai, Bukan Hanya Penjualan

Meskipun tujuan utama dari sales engagement menghasilkan penjualan, tapi bisnis tidak boleh hanya fokus berjualan produk atau layanan. Cobalah melakukan pendekatan pada prosepek dengan menawarkan nilai pada produk Anda.

Jelaskan bagaimana solusi Anda dapat menyelesaikan masalah prospek atau meningkatkan bisnis mereka. Memberikan nilai akan membuat prospek lebih mungkin untuk melakukan pembelian, daripada “memaksa” mereka membeli.

Dengarkan dan Pahami Kebutuhan Pelanggan

Selain berjualan, penting juga untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan Anda. Ajukan pertanyaan yang tepat dan dengarkan dengan seksama jawaban mereka.

Berdasarkan jawaban tersebut, Anda bisa menyesuaikan pendekatan kepada pelanggan agar lebih berkesan. Kemudian tawarkan juga solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan prospek.

Berikan Solusi yang Relevan

Setelah Anda memahami kebutuhan pelanggan, berikan solusi yang paling relevan dan bermanfaat bagi mereka. Tunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda dapat memecahkan masalah spesifik mereka atau memenuhi kebutuhan tertentu.

Follow-up yang Konsisten

Follow up prospek menjadi tugas yang berat untuk tim sales. Tim sales harus memilih waktu dan pesan yang tepat agar prospek tidak merasa terganggu dan tertarik melakukan transaksi.

Cara terbaik untuk memanfaatkan tindak lanjut adalah mengurangi waktu antara aktivitas prospek dan tindak lanjut akan meminimalkan peluang prospek menjadi dingin.

Baca juga: Cara Follow Up Customer sampai Close Deal

Evaluasi dan Perbaikan Terus-Menerus

Evaluasi rutin menjadi rangkaian penting dalam penerapan strategi sales engagement. Hal ini untuk memastikan bahwa strategi tersebut berhasil dijalankan dan jika ditemukan kekurangan bisa diperbaiki.

Sementara itu, untuk mempermudah proses evaluasi, bisnis menggunakan Google Analytics. Dari tools tersebut, bisnis bisa memantau dengan cermat bagaimana pelanggan merespons aktivitas Anda, seperti:

  • Apakah prospek lebih suka dihubungi melalui email atau saluran komunikasi lainnya?
  • Apakah cenderung lebih banyak membeli setelah Anda menelpon mereka secara pribadi?

Semua informasi tersebut sangat penting karena membantu Anda menyesuaikan strategi dan menjual dengan cara yang lebih bijaksana.

Kesimpulan

Sales engagement adalah proses penting dalam membangun hubungan kuat dengan prospek dan pelanggan, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan penjualan. Dalam membangun hubungan tersebut, bisnis harus melaukkan pendekatan yang autentik, fokus pada nilai yang diberikan, daripada berjualan.

Salah satu cara efektif dalam meningkatkan efektivitas sales engagement adalah menggunakan aplikasi CRM. Aplikasi ini membantu mengotomatisasi banyak tugas yang memakan waktu, seperti pencatatan interaksi dengan pelanggan, pengelolaan data pelanggan, dan penjadwalan tindak lanjut.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM terbaik yang memudahkan tim penjualan untuk mengakses informasi penting tentang prospek dan pelanggan, sehingga memungkinkan personalisasi yang lebih baik dan komunikasi yang lebih relevan.

Dengan aplikasi Mekari Qontak, bisnis bisa dnegan mudah melacak kinerja dan mengevaluasi strategi sales engagement mereka secara real-time. Termasuk didalamnya, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan menyesuaikan pendekatan mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Coba Demo Aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak atau Konsultasikan Kebutuhan Bisnis Anda dengan tim Ahli Mekari Qontak melalui link berikut.

Referensi

Kategori : Sales
WhatsApp WhatsApp Sales