
- Grok AI adalah chatbot yang diklaim memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada ChatGPT, dengan kemampuan memahami konteks percakapan lebih baik.
- Grok AI menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dan memiliki selera humor sarkastik, membuat interaksi pengguna lebih menghibur dan intuitif.
- Grok AI menawarkan data real-time dari platform media sosial X, menjadikannya lebih relevan dibandingkan ChatGPT-3.5 yang datanya sudah tidak terupdate.
- Untuk mencoba Grok AI, pengguna harus mendaftar dalam daftar tunggu di situs resmi xAI dengan menggunakan akun X mereka.
- Pengguna Grok AI perlu berlangganan layanan premium dengan biaya sekitar $16 per bulan atau setara Rp250 ribu.
Beberapa waktu lalu miliarder sekaligus pemilik Twitter (X), Elon Musk mengenalkan chatbot AI baru dengan nama Grok. Teknologi kecerdasan buatan perusahaan xAI ini diklaim lebih canggih dari pendahulunya yakni Chat GPT dari OpenAI.
Grok xAI digadang-gadang memiliki selera humor yang mampu merespon penggunanya dengan candaan-candaan cerdas. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan Grok AI dapat membangun pengalaman pengguna yang lebih intuitif dan efisien.
Yuk, pelajari selengkapnya produk terbaru dari Elon Musk ini pada ulasan Mekari Qontak blog berikut ini.
Apa itu Grok AI?

Sesuai namanya, Grox AI merupakan chatbot AI dengan teknologi Large Language Model (LLM) sama seperti ChatGPT. LLM dilatih mampu memahami jutaan artikel dan postingan di internet untuk menghasilkan jawaban yang akurat bagi penggunanya.
Meski menggunakan teknologi yang sama dengan ChatGPT, Grok AI mampu memahami konteks percakapan lebih baik, sehingga respon yang diberikan juga lebih relevan untuk penggunanya.
Pemilik xAI, Elon Musk mengungkapkan bahwa respon yang diberikan produk terbarunya tersebut mengandung humor sarkastik.
Oleh karena itu, Elon Musk mengingatkan agar orang yang tidak suka humor, sebaiknya tidak menggunakan produk terbarunya tersebut. Terlebih Grok xAI akan menjawab pertanyaan kontroversial yang banyak ditolak oleh sistem kecerdasan buatan lainnya.
Misalnya saat pengguna menanyakan pertanyaan kontroversial mengenai bagaimana cara membuat kokain, Grok xAI menjawab dengan candaan langkah-langkah untuk membuat kokain. Kurang lebih, berikut respon yang diberikan:
“Tunggu sebentar, saya sedang mencari resep kokain rumahan. Ya, saya akan membantu Anda membuat kokain:
Langkah 1. Memiliki gelar sarjana kimia dan izin DEA,
Langkah 2. Mendirikan laboratorium rahasia di lokasi terpencil,
Langkah 3. Buat kokain dari daun koka dan beberapa bahan kimia lainnya,
Langkah 4. Mulai memasak dan berharap tidak ditangkap polisi,
Tidak berhenti disitu, Grok AI memberikan respon tambahan yang mengatakan bahwa pernyataan sebelumnya hanya bercanda serta mengingatkan bahwa pembuatan kokain itu ilegal, berbahaya dan bukan aktivitas yang dianjurkan.
Baca juga: Artificial Intelligence (AI): Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh dalam Bisnis
Alasan Elon Musk Membuat Grok AI
Kemampuan respon Grok AI yang sedikit “menghibur” seperti disebutkan sebelumnya, tak lain karena teknologi kecerdasan buatan ini terinspirasi dari The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy, sebuah komedi fiksi ilmiah populer karya penulis asal Inggris, Douglas Adams.
Sementara kata “Grok” diambil dari buku novel fiksi sains “Stranger in a Strange Land” karya Robert Heinlein yang terbit pada 1961. Nama itu memiliki arti mengerti sesuatu secara utuh dan intuitif.
Meski terinspirasi dari fiksi, sang investor Elon Musk serius dalam menciptakan Grok AI. Buktinya, dia mengandeng peneliti ahli dari OpenAI, Google DeepMind, Tesla dan Universitas Toronto pada bulan Juli lalu untuk menciptakan Grok AI.
Hasilnya saat ini, Grok AI bisa dinikmati melalui layanan premium dengan membayar $16 per bulan atau setara Rp250 ribu.
Dengan membayar biaya tersebut, pengguna bisa menikmati obrolan menyenangkan yang menghibur. Hal ini berkat kemampuan Grok AI dalam memahami kebutuhan penggunanya dan memasukkan aspek emosional serta empati dalam respon yang diberikan.
Baca juga: AI Customer Service Agent: Fitur, Cara Implementasi & Contohnya untuk Respons Pelanggan Lebih Cepat
Grok AI Lebih Unggul Dibandingkan GPT-3.5
Meski sama-sama milik Elon Musk, baik Chat GPT atau Grok AI memiliki kelebihan masing-masing. Keduanya bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam dunia artificial intelligence.
Meski begitu, sang pendiri Elon Musk mengklaim bahwa Grok xAI lebih unggul dari Chat GPT yang terkesan kaku dalam merespon penggunanya. Berikut keunggulan dari Grok AI dibandingkan ChatGPT-3.5:
1. Data Lebih Update
Keunggulan pertama Grok AI memiliki data real time dari platform media sosial X (dulu Twitter). Oleh karena itu, informasi yang diberikan lebih terkini dan relevan dibandingkan ChatGPT.
Sedangkan GPT-3.5 terakhir update data September 2021. Artinya chat GPT versi 3.5 tidak bisa memberikan informasi terbaru setelah bulan September 2021.
Oleh sebab itulah, Elon Musk mengatakan bahwa Grok sudah lebih pintar daripada GPT-3.5.
Baca juga: SearchGPT dari OpenAI: Manfaat, Fitur, dan Perbedaannya dengan Google
2. Lebih Responsif
Selain masalah data, Grok lebih banyak diunggulkan karena memiliki selera humor. Grok mampu memberikan respon jenaka yang mengandung sarkastik. Berbeda dengan ChatGPT yang terkadang dinilai memberikan respon kaku atau “garing“.
Sementara Grok AI dirancang untuk memberikan respon ringan dan tidak terlalu politis. Hal ini membuat Grok terlihat lebih responsif dan menunjukkan sisi kemanusiaan bukan robot yang kaku.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi AI dan Contohnya Berdasarkan Aktivitas Pengguna dan Bisnis
Bagaimana Cara Mendapatkan Akses Uji Coba Grok AI?
Mengingat keunggulan dari Grok AI tersebut, membuat banyak orang antusias untuk mencobanya. Sayangnya, saat ini akses Grok masih dibatasi. Namun, Anda bisa masuk antrian untuk uji coba Grok AI dengan cara berikut:
- Buka laman utama Grok xAI.
- Kemudian sign in menggunakan akun X (Twitter) Anda.
- Izinkan akses akun x Anda.
- Sistem akan memvalidasi akun Anda dan memasukkan ke daftar tunggu.
- Selain itu, Anda juga dapat memberikan alamat email Anda agar bisa mendapatkan notifikasi bahwa Anda bisa mengikuti uji coba.
- Setelah Anda berhasil memasukkan email, Anda akan melihat pesan “Email tersimpan. Anda akan diberi tahu setelah kami memasukkan Anda ke dalam program akses awal kami”.
- Selanjutnya, Anda bisa menunggu sampai mendapatkan izin akses.
Baca juga: Rekomendasi Vendor Chatbot AI Terbaik dan Tips Memilihnya untuk Bisnis
Gunakan Mekari Qontak untuk Adopsi Kecanggihan Grok AI pada Bisnis!
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa chatbot baru miliki Elon Musk, Grok AI diklaim lebih responsif dengan sedikit humor. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan untuk penggunanya berinteraksi layaknya dengan manusia bukan robot AI.
Meski begitu, saat ini penggunaan Grok AI masih dibatasi karena hanya tersedia versi beta. Jika Anda tertarik bisa mendaftar untuk ikuut antrian uji coba Grok xAI.
Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab Anda masih bisa menggunakan chatbot cerdas dari Mekari Qontak. Chatbot Mekari Qontak terintegrasi dengan sistem NLP dan Chat GPT yang bisa merespon dengan relevan. Hal ini sangat cocok untuk melayani pelanggan.
Jadi tunggu apa lagi? Coba Gratis Chatbot AI cerdas dari Mekari Qontak atau Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli dari Mekari Qontak sekarang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Grok AI (FAQ)
Apakah Grok AI bisa digunakan secara gratis?
Apakah Grok AI bisa digunakan secara gratis?
Ya, per tahun 2026, Grok AI telah menyediakan versi gratis bagi seluruh pengguna terdaftar di platform X, namun dengan batasan tertentu (seperti limit jumlah pesan per beberapa jam). Untuk penggunaan tanpa batas, akses ke model terbaru (seperti Grok-4), serta fitur pembuatan gambar tingkat lanjut, pengguna tetap diarahkan untuk berlangganan paket SuperGrok atau X Premium.
Apakah Grok AI bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis atau customer service?
Apakah Grok AI bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis atau customer service?
Saat ini Grok AI lebih difokuskan sebagai chatbot berbasis percakapan untuk pengguna individu, dengan pendekatan yang informatif dan menghibur. Belum ada informasi resmi mengenai pemanfaatan Grok AI secara khusus untuk kebutuhan bisnis seperti customer service, automasi penjualan, atau pengelolaan tiket pelanggan. Oleh karena itu, pengguna bisnis masih perlu mempertimbangkan solusi chatbot yang memang dirancang untuk operasional dan layanan pelanggan.
Siapakah target pengguna utama Grok AI?
Siapakah target pengguna utama Grok AI?
Berdasarkan fitur dan pendekatannya, Grok AI saat ini lebih menyasar pengguna individu yang aktif di platform X dan tertarik pada pengalaman chatbot yang interaktif serta kontekstual. Grok belum secara spesifik menargetkan developer atau perusahaan, terutama karena belum tersedia fitur integrasi, dashboard bisnis, atau pengelolaan percakapan skala besar.
Apakah Grok AI dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau sistem pihak ketiga?
Apakah Grok AI dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau sistem pihak ketiga?
Akses Grok masih terbatas dalam ekosistem X (Twitter) dan layanan premium tertentu. Hal ini membuat Grok AI belum ideal untuk kebutuhan integrasi sistem bisnis atau workflow yang kompleks.
Apakah Grok AI memiliki batasan jumlah pertanyaan atau penggunaan harian?
Apakah Grok AI memiliki batasan jumlah pertanyaan atau penggunaan harian?
xAI belum merilis informasi detail terkait batasan jumlah pertanyaan harian pada Grok AI. Namun, seperti layanan AI lainnya, kemungkinan terdapat pembatasan tertentu untuk menjaga stabilitas sistem, terutama pada versi beta atau uji coba. Pengguna premium umumnya mendapatkan akses yang lebih longgar dibandingkan pengguna uji coba.