Daftar isi
7 min read

Dynamic Pricing: Strategi Penyesuaian Harga dan Daya Saing

Tayang 03 November 2023
Diperbarui 07 Desember 2023
Dynamic Pricing Strategi Penyesuaian Harga dan Daya Saing
Dynamic Pricing: Strategi Penyesuaian Harga dan Daya Saing

Bagi sebagian pelaku bisnis menentukan harga jual produk jadi salah satu proses yang sulit. Ada banyak faktor yang perlu diperhitungkan, seperti naik turunnya permintaan dan ketatnya persaingan bisnis. Oleh karena itu, beberapa bisnis mengambil jalan tengah dengan menerapkan dynamic pricing.

Dynamic pricing merupakan strategi penentuan harga yang cukup unik, karena dapat berubah kapan saja. Perubahaan tersebut tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama berasal dari eksternal perusahaan.

Namun tujuan utamanya untuk mendpatkan keuntungan maksimal dan meminimalisir kerugian. Menarik bukan?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya pada artikel berikut.

Apa itu Dynamic Pricing?

Dynamic pricing adalah strategi penetapan harga produk atau jasa yang dinamis sesuai dengan kondisi pasar terkini. Strategi ini memungkinkan bisnis untuk mengubah harga dengan mempertimbangkan faktor eksternal seperti permintaan pasar, perubahan musim, rantai pasokan dan banyak lagi.

Maka dari itu, konsep dynamic pricing ini paling banyak diadopsi oleh e-commerce daripada toko offline. Bisnis offline atau fisik cenderung menetapkan harga stabil dalam kurun waktu yang relatif lama.

Salah satu e-commerce terbesar di dunia, Amazon mengadopsi konsep dynamic pricing dalam operasional bisnisnya. Oleh karena itu, Anda bisa melihat harga yang Amazon tawarkan bisa berubah-ubah, bahkan dalam hitungan jam.

Apa saja Keuntungan dari Dynamic Pricing?

Dynamic pricing memungkinkan bisnis untuk mengubah harga seperti dijelaskan sebelumnya. Hal ini memberikan beberapa keuntungan untuk bisnis.

Manfaat yang bisa bisnis dapatkan dengan mengadopsi dynamic pricing adalah

  • Menyesuaikan Harga dengan Cepat

Keuntungan pertama adalah Anda bisa menaikkan atau menurunkan harga barang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Misalnya saat permintaan tinggi, maka Anda bisa menaikkan harga. Begitu juga sebaliknya, saat permintaan rendah maka Anda bisa menurunkan harga.

Kondisi tersebut membuat bisnis lebih adaptif dalam merespon perubahan permintaan dengan cepat, sehingga bisa mengoptimalkan keuntungan bisnis.

Sementara itu, penyesuaian harga barang biasanya dikelompokkan menjadi empat kelompok sebagai berikut:

  • Peningkatan fleksibilitas: penyesuaian harga dengan cepat sebagai respons terhadap perubahan permintaan. Tujuannya untuk menghindari hilangnya penjualan karena harga yang terlalu tinggi atau rendah.
  • Peningkatan laba: menetapkan harga berdasarkan kondisi pasar real-time. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan optimal dengan menjaga keseimbangan antara harga dan volume penjualan.
  • Mengurangi biaya: menurunkan harga dengan tujuan menghindari kelebihan inventaris atau kapasitas.
  • Peningkatan kepuasan pelanggan: menawarkan harga spesial untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
  • Meningkatkan Daya Saing

Manfaat lain dari dynamic pricing adalah mempertahankan bisnis agar bisa bersaing dengan kompetitor. Strategi penetapan harga dinamis ini memberikan fleksibilitas bisnis untuk menyesuaikan harga dengan produk kompetitor.

Ketika kompetitor menurunkan harga, bisnis bisa ikut menurunkan harga dengan tetap menghitung faktor untung dan rugi. Hal ini membuat bisnis tetap bisa bersaing di pasar.

  • Menjaga Pendapatan Tetap Sehat

Keuntungan dynamic pricing lainnya adalah mampu menstabilkan keuangan bisnis dengan menaikan atau menurunkan harga sesuai kondisi pasar. Hal ini dapat membantu bisnis untuk menjaga profit margin tetap sehat.

Apa saja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dynamic Pricing?

Faktor yang mempengaruhi dynamic pricing

Keuntungan yang ditawarkan dari dynamic pricing cukup menggiurkan. Namun keuntungan tersebut tidak bisa bisnis dapatkan secara maksimal karena beberapa faktor yang bisa mempengarhui kestabilan harga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi dynamic pricing adalah sebagai berikut:

1. Penawaran

Faktor pertama berkaitan dengan banyaknya penawaran atau stok barang, kondisi ini akan mendorong bisnis untuk menurunkan harga. Terlebih barang tersebut tidak bisa disimpan terlalu banyak, maka bisnis perlu menjualnya dengan segala secepat mungkin dengan menurunkan harga, memberi diskon dan lainnya agar tidak tersisa.

2. Permintaan

Berbeda dengan penawaran, saat permintaan barang tinggi, maka bisnis bisa menaikkan harga. Pasalnya sebagian pelanggan bersedia membayar lebih untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Momentum ini bisnis manfaatkan dengan menaikkan harga dan memaksimalkan keuntungan.

3. Persaingan

Faktor yang mempengaruhi algoritma dynamic pricing berikutnya adalah tingkat kompetisi atau persaingan. Ketika suatu pasar memiliki persaingan ketat, pelaku bisnis tidak ragu membanting harga untuk mendapatkan pelanggan. Meski begitu, bisnis harus bijak dalam menghadapi situasi tersebut agar tidak dirugikan.

4. Perilaku pelanggan

Perilaku pelanggan menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi dynamic pricing. Pasalnya pelanggan menjadi faktor penentu penjualan barang dan tren pasar.

Oleh karena itu, sebaiknya bisnis perlu mempelajari pola perilaku pelanggan. Termasuk perubahan yang mungkin terjadi. Dengan begitu, Anda bisa mengidentifikasi tren dan mengevaluasi harga.

Apa saja Jenis-Jenis Dynamic Pricing?

Pada dasar, dynamic pricing dibedakan menjadi tiga kelompok sesuai dengan kebutuhannya. Berikut penjelasan selengkapnya

  • Time-based Pricing

Penentuan harga pertama didasari waktu terjadinya lonjakan atau penurunan permintaan. Saat berhadapan situasi seperti ini, bisnis perlu mendorong pelanggan untuk mengambil keputusan pembelian dengan cepat.

Berikut contoh penetapan harga berdasarkan waktu (time-based pricing):

  1. Pelanggan harus membayar ekstra agar produk bisa dikirimkan di hari yang sama.
  2. Harga tiket pesawat relatif lebih mahal saat liburan natal atau tahun baru.
  3. Penawaran potongan harga dalam waktu terbatas, sehingga pelanggan termotivasi memutuskan membeli dengan cepat.
  • Segmented Pricing

Selanjutnya, penyesuaian harga tersegmentasi. Model dynamic pricing ini memungkinkan bisnis untuk menetapkan dua harga atau lebih untuk produk yang sama. Perbedaan harga tersebut dilandaskan dari nilai produk yang ditawarkan.

Misalnya perusahaan penerbangan mensegmentasikan harga menjadi tiket pesawat kelas ekonomi dan bisnis. Tiket kelas bisnis memiliki nilai tambah dalam hal service atau kenyamanan dibandingkan kelas ekonomi, meskipun masih dalam satu pesawat sama.

Sementara itu, segmented pricing bisa mempertimbangkan berdasarkan beberapa kriteria berikut:

  1. Demografi pelanggan
  2. Lokasi bisnis atau pelanggan
  3. Jenis produk (fisik atau digital)
  • Peak Pricing

Dynamic pricing juga bisa ditentukan berdasarkan puncak atau terjadi lonjakan permintaan. Misalnya industri travel atau perhotelan kerap menggunakan peak pricing saat permintaan meningkat pada bulan atau musim liburan. Pada momen tersebut, mereka akan menaikkan harga.

Bagaimana Strategi Implementasi Dynamic Pricing?

Strategi dynamic pricing

Ada beberapa tahapan yang perlu bisnis lakukan dalam menerapkan dynamic pricing, seperti berikut:

1. Memahami Kondisi Pasar

Sebelum mulai menerapkan dynamic pricing, bisnis perlu mengetahui kondisi target pasar mereka. Misalnya daya beli konsumen serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

2. Hitung Biaya Produksi

Setelah mengenal target pasar, maka bisnis perlu mengetahui besarnya biaya produksi barang atau jasa yang mereka tawarkan. Biaya ini termasuk bahan baku, SDM, marketing dan lainnya. Hal tersebut mempermudah mereka memperhitungkan harga yang tepat dengan margin keuntungan.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Operasional

3. Tetapkan Strategi Penetuan Harga

Selanjutnya, bisnis bisa menentukan strategi penetapan harga yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perubahan harga.

Misalnya saat memasuki peak season, maka perlu menambahkan jumlah produksi dan menaikkan harga. Begitu juga sebaliknya saat off season maka mengurangi produksi.

Tentunya, perubahan harga tidak boleh terlalu ekstrem. Pastikan masih dalam batas wajar yang bisa dijangkau pelanggan, tapi bisnis masih mendapatkan keuntungan.

4. Uji Coba dan Evaluasi

Setelah strategi penetapan harga dibuat, cobalah terapkan dalam operasional bisnis. Kemudian analisis apakah cara tersebut cukup berhasil.

Apabila dianggap berkontribusi positif, maka bisa dilanjutkan. Namun jika dianggap kurang maksimal, maka perlu evaluasi dan melakukan perbaikan.

5. Manfaatkan Teknologi

Terakhir agar strategi penetapan harga berjalan maksimal, bisnis bisa menggunakan sebuah tools. Saat ini, ada banyak alat penetapan harga dinamis. Salah satunya adalah aplikasi Customer Relationship Management (CRM).

Aplikasi CRM mampu mengelola hubungan pelanggan dengan efisien. Hal ini memudahkan bisnis dalam melacak keberhasilan strategi dynamic pricing yang diterapkan.

Baca juga: Mengenal Apa itu CRM

Contoh Perusahaan yang Menerapkan Dynamic Pricing

Berikut ini adalah beberapa industri yang mengadopsi stategi dynamic pricing:

  • Maskapai penerbangan: menawarkan harga yang fluktuatif karena basis bisnis mereka dipengearuhi oleh sejumlah faktor seperti permintaan, waktu, dan lama penerbangan.
  • Perhotelan: menggunakan strategi dynamic pricing untuk menetapkan harga yang diperngaruhi oleh musim, permintaan dan lokasi.
  • Event: harga tiket suatu acara dapat berubah-ubah bergantung pada permintaan, waktu dan lokasi kursi.
  • Industri ritel: menggunakan dynamic pricing agar bisa bersaing dengan bisnis e-commerce.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai dynamic pricing. Strategi bisnis ini banyak diterapkan pada industri-industri yang sangat terpengaruh oleh tren pasar, seperti penerbagan, travel, event, retail online dan lainnya.

Ketika permintaan meningkat karena dipengaruhi tren pasar, maka industri tersebut akan menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Namun sebaliknya, saat terjadi penurunan permintaan maka mereka akan menurunkan harga atau memberi diskon.

Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis yang menggeluti industri tersebut sudah selayaknya Anda harus bisa memahami dan memprediksi tren pasar. Dengan begitu, Anda tetap bisa menawarkan harga yang bersaing dengan kompetitor.

Salah satunya dengan menggunakan Aplikasi CRM Mekari Qontak. Aplikasi Mekari Qontak membantu Anda memprediksi tren pasar berdasarkan data real time. Hal ini memungkinkan Anda menyusun strategi penetapan harga dengan akurat.

Yuk, Coba Gratis Aplikasi CRM Terbaik dari Mekari Qontak atau Konsultasikan Kebutuhan Bisnis Anda bersama tim support Mekari Qontak.

Referensi

HubSpot Blog.”Dynimic Pricing: The Complate Guide
Forbes. “Dynamic Pricing: The Secret Weapon Used By Successful Companies

Kategori : Bisnis
WhatsApp WhatsApp Sales