Mekari Qontak
Business

Profit Margin: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara Menghitungnya

Pengertian Problem Solving, Tujuan, Proses dan Metodenya

Tujuan utama menjalankan sebuah bisnis tentu saja untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, semua bentuk transaksi dicatat secara rinci dalam laporan keuangan. Tak terkecuali profit margin yang menunjukan keuntungan dari perusahaan.

Mengingat pentingnya peran profit margin tersebut, pebisnis juga harus tahu bagaimana cara menghitung serta apa fungsi lainnya pada perusahaan. Agar lebih jelasnya, yuk simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Image CTA Profit Margin


Apa itu Profit Margin?

Margin profit atau margin laba adalah rasio keuntungan yang diukur dengan cara membandingkan penjualan dengan laba setelah bunga dan pajak. Hasil yang didapatkan menunjukkan keuntungan yang Anda peroleh dari aktivitas penjualan.

Keuntungan tersebut umumnya dibedakan menjadi laba bersih dan laba kotor. Sebagian bisnis bisa meningkatkan keuntungan tersebut dengan mengurangi biaya operasional dan memperoleh pendapatan tahapan.

Saat hasil perhitungan menentukan margin laba tinggi, maka perusahaan bisa dikatakan beroperasi dengan baik dari segi finansial. Hal ini berdampak pada peningkatan harga saham yang dibarengi minat investor melakukan investasi bertambah.

Namun, jika hasil yang didapatkan dinilai rendah, maka perusahaan bisa dianggap memiliki profitabilitas yang kurang aman. Hal ini bisa terlihat dari penurunan jumlah penjualan.

Baca juga: 15 Peluang Usaha yang Belum banyak Pesaing, Cocok untuk Pemula


Cara Menghitung Profit Margin

Berikut cara menghitung margin laba adalah

Menghitung margin laba kotor (gross profit margin):

GPM (gross profit margin)= Penjualan – Harga pokok penjualan / Penjualan

Menghitung margin laba bersih (net profit margin):

NPM (net profit margin)= Laba setelah bunga dan pajak / penjualan bersih

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Laba Pada Bisnis atau Usaha?


Standard profit margin

Margin keuntungan bervariasi untuk setiap industri. Dimana margin laba yang “baik” untuk satu perusahaan mungkin dianggap “buruk” untuk perusahaan lain.

Margin keuntungan rata-rata Anda tergantung pada beberapa faktor yang berbeda. Beberapa faktor ini termasuk jumlah karyawan yang Anda miliki, lokasi bisnis, jenis bisnis, ukuran, cara Anda mengelola inventaris, dan sistem operasi Anda.

Karena margin keuntungan bervariasi, Anda tidak dapat membandingkan Anda dengan perusahaan di industri yang berbeda. Jadi, apa margin keuntungan yang baik? Lihatlah beberapa standar profit margin bersih dan kotor untuk berbagai industri pada tabel dibawah ini:

Industri

Net Profit Margin Gross Profit Margin
Construction

5%

19%

Retail

5%

22%

Restaurants

15%

67%

Transportation

19%

47%

Auto Repair & Maintenance 12%

21%

Jika Anda ingin mengetahui margin keuntungan rata-rata untuk bisnis dan industri Anda, bandingkan profit margin Anda dengan bisnis kecil sejenis atau pesaing Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang apa yang seharusnya menjadi sasaran margin keuntungan Anda.

Rekomendasi: 9 Cara Ampuh Mencapai Target Penjualan!


Contoh Profit Margin

Secara umum ada 3 jenis profit margin yang cara perhitungannya berbeda pula. Agar lebih jelasnya lihat contoh profit margin berdasarkan jenisnya dibawah ini:

1. Gross Profit Margin (GPM)

Apabila Anda ingin menemukan margin laba kotor pada produk tertentu yang Anda tawarkan, maka Anda perlu mengetahui berapa harga barang tersebut dijual (pendapatan) dan berapa biaya pembuatannya (HPP).

Perusahaan yang tidak berpartisipasi dalam produksi atau manufaktur menggunakan biaya pendapatan, atau biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan, bukan biaya variabel atau harga pokok penjualan.

Untuk menghitung margin laba kotor, Anda harus mengikuti tiga langkah:

– Hitung Laba Kotor

Anda melakukan ini dengan mengikuti persamaan ini:

Laba kotor = pendapatan – (bahan langsung + tenaga kerja langsung + overhead pabrik)

Menentukan Penjualan Bersih

Anda menghitung penjualan bersih dengan mengikuti rumus ini:

Penjualan bersih = pendapatan – biaya tunjangan penjualan, retur dan diskon

– Hitung Margin Laba Kotor

Anda kemudian akan menemukan margin laba kotor dengan mengikuti perhitungan ini:

Margin laba kotor = (laba kotor / penjualan bersih) x 100

– Contoh perhitungan GPM sebuah bisnis

Misalnya Anda menjual kemeja seharga $25. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat kemeja (COGS) adalah $15 dolar. Maka untuk menemukan margin laba kotor Anda, bisa dihitung dengan rumus dibawah ini:

Gross Margin = [(Total pendapatan – COGS) /Total pendapatan] X 100

Gross Margin = [($25 – $15) / $25] X 100

Jadi profit margin bisnis Anda adalah 40%, atau 0,40. Artinya Anda menghasilkan keuntungan 40% dari setiap kemeja yang Anda jual.

2. Operating Profit Margin (OPM)

Menghitung operating profit margins atau margin laba operasi sedikit lebih rumit karena memperhitungkan biaya bisnis sehari-hari seperti biaya penjualan, administrasi, operasi, dan overhead. Termasuk biaya penyusutan aset perusahaan tetapi masih tidak termasuk biaya non-operasional seperti hutang dan pajak.

Ada dua langkah untuk menghitung margin laba operasi:

– Hitung Harga Pokok Penjualan

Formula untuk ini sama terlepas dari industrinya. Namun, elemen yang terlibat dapat bervariasi.

Harga pokok penjualan = persediaan awal + pembelian – persediaan akhir

– Tentukan Margin Laba Operasi

Anda kemudian dapat menghitung margin laba operasi dengan mengikuti rumus ini:

Margin laba operasi = ((pendapatan + HPP – biaya administrasi dan penjualan) / pendapatan) x 100

– Contoh menghitung OPM

Misalnya Anda ingin mencari margin laba operasi bisnis Anda. Pendapatan operasional Anda adalah $10.000 dan pendapatan Anda adalah $40.000. Masukkan informasi operasi Anda ke dalam rumus margin laba operasi.

OPM= (Pendapatan operasional / total Pendapatan) X 100

OPM = ($10,000 / $40,000) X 100

Jadi OPM perusahaan Anda adalah 25% or 0.25.

3. Net Profit Margin (NPM)

NPM merupakan rasio profitabilitas yang paling kompleks. Hasil yang didapatkan menunjukan sisa pendapatan dari semua pemasukan yang dikurangi seluruh biaya operasional, HPP, dan modal atau investasi.

Maka dari itu, hasil ini memberikan gambaran akurat tentang kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan.

Ada dua langkah untuk menentukan margin laba bersih perusahaan:

– Hitung Laba Bersih

Anda menemukan ini dengan mengikuti rumus ini:

Laba bersih = pendapatan – (HPP + depresiasi + amortisasi + beban bunga + pajak + beban lainnya)

– Tentukan Margin Laba Bersih

Untuk menghitung margin laba bersih, selesaikan perhitungan ini:

Margin laba bersih = (laba bersih / pendapatan) x 100

– Contoh perhitungan NPM

Misalnya Anda tidak tahu berapa jumlah pendapatan bersih bisnis Anda. Karena Anda tidak tahu jumlah pendapatan bersih, gunakan rumus berikut:

Margin Laba Bersih = [(Pendapatan – HPP – Beban Usaha – Beban Lain – Bunga – Pajak) / Pendapatan] X 100

Untuk menemukan pendapatan bersih Anda, ikuti bagian pertama dari rumus, yaitu mengurangkan berbagai pengeluaran dari pendapatan Anda. Berikut ini rincian pengeluaran yang perlu Anda kurangi dari pendapatan Anda:

  • COGS: $4,000
  • Biaya operasional: $3,000
  • Pengeluaran lain: $1,500
  • Bunga: $500
  • Pajak: $1.000

Pendapatan Anda adalah $20.000. Total pengeluaran Anda bertambah hingga $10.000. Masukkan total Anda ke dalam rumus di atas untuk menemukan margin laba bersih Anda.

Perhitungannya menjadi: [($20,000 – $4,000 – $3,000 – $1,500 – $500 – $1,000) / $20,000] X 100%

[($20,000 – $10,000) / $20,000] X 100%

Jadi Margin laba bersih bisnis Anda adalah 50% atau 0,50 [($10,000 / $20,000) X 100%].

Jika Anda sudah mengetahui jumlah pendapatan bersih Anda, Anda dapat melewati langkah mengurangkan pengeluaran Anda dari pendapatan dan cukup membagi pendapatan bersih Anda dengan pendapatan Anda, lalu kalikan totalnya dengan 100%.

Baca juga: Memahami Evaluasi Usaha, Manfaat dan Tahapannya


Fungsi Margin Laba

Saat ini margin laba telah menjadi standar pengukuran dalam mengidentifikasi potensi keuntungan yang akan didapatkan sebuah bisnis. Oleh karena itu, hampir semua bisnis mulai menghitung profit keuntungan ini.

Berikut fungsi lainya profit margin adalah

  • Indikator kesuksesan bisnis: indikator ini digunakan investor untuk menilai apakah sebuah bisnis layak mendapat suntikan dana investasi.
  • Elemen pencatatan laporan keuangan: hasil perhitungan profit laba akan dimasukkan dalam laporan keuangan bisnis secara berkala dalam kurun waktu tertentu.
  • Persyaratan pengajuan pinjaman: setiap bisnis pasti membutuhkan modal, maka tak jarang mereka harus mengajukkan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Margin laba bisnis biasanya menjadi salah satu persyaratan yang diajukan.
  • Acuan melihat pola konsumen: dari hasil yang didapatkan, Anda bisa melihat performa bisnis yang dijalankan termasuk trend perilaku pelanggan.
  • Bahan evaluasi: laporan laba margin bisa Anda gunakan untuk melihat permasalahan yang dihadapi, sekaligus mengevaluasi bagaimana jalannya bisnis.

Rekomendasi: Return on Investment, Manfaat, dan Cara Menghitungnya


Tingkatkan Rasio Profitabilitas Perusahaan Anda Sekarang!

Tingkatkan Profit Margin Perusahaan dengan Qontak by Mekari

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, profit margin merupakan rasio profitabilitas yang menggambarkan keuntungan dari sebuah perusahaan. Dimana ada tiga jenis keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Ketiganya bisa dihitung dengan rumus diatas.

Pentingnya profit margin juga bisa dibaca sebelumnya yakni sebagai bahan pertimbangan investor dan persyaratan pengajuan pinjaman. Namun dalam proses perhitungannya, tentu dibutuhkan data terperinci untuk memudahkan Anda.

Ada lebih 3000 perusahaan yang menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak. Aplikasi CRM secara otomatis menyimpan semua data penjualan bisnis. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam membuat laporan penjualan, termasuk diantaranya menghitung profit margin.

Tidak hanya itu saja, Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.

Hubungi Qontak.com sekarang!

 

Related Articles

WhatsApp WhatsApp Sales