
- Lonjakan trafik ritel dengan kenaikan pencarian hingga +20% serta 1,5 juta penelusuran mingguan dari konsumen selama Ramadan
- Persiapan selama 30 hari sebelum Ramadan sangat menentukan keberhasilan kampanye pemasaran
- Efisiensi Chatbot melalui WhatsApp efektif untuk menangani lonjakan pesan masuk secara otomatis selama 24 jam
- Sistem Omnichannel dan CRM yang membantu mengelola seluruh channel komunikasi dalam satu dashboard
- Momentum THR serta waktu sahur dan berbuka menjadi kunci utama dalam meningkatkan omzet bisnis secara drastis
Ramadan bukan hanya sebagai momen spiritual, bagi bisnis, bulan Ramadan juga kerap dianggap sebagai ‘musim emas’.
Setiap tahun, perilaku konsumen berubah drastis selama bulan puasa. Aktivitas digital meningkat, pencarian produk melonjak, dan minat belanja menjelang Lebaran mencapai puncaknya.
Data dari Google Ads Ramadan Playbook 2026 menunjukkan bahwa selama Ramadan 2025 di Indonesia terdapat 1,5 juta penelusuran Google mingguan yang relevan dengan ritel.
Bahkan, terjadi kenaikan lebih dari 20% query di Google Search selama Ramadan dibandingkan periode non-Ramadan.
Angka ini menunjukkan satu hal penting: niat beli masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan.
Namun, peningkatan traffic dan pencarian saja tidak otomatis menjamin omzet naik. Dibutuhkan strategi yang tepat agar lonjakan minat tersebut berubah menjadi transaksi yang menguntungkan.
Lewat artikel Mekari Qontak Blog ini akan membahas secara lengkap cara meningkatkan penjualan saat Ramadan, lengkap dengan strategi penjualan Ramadan yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan momentum bulan puasa.

Alasan Penjualan pada Bulan Ramadan Meningkat Signifikan
Ada beberapa faktor utama yang membuat strategi penjualan di bulan Ramadan selalu menjadi fokus besar bagi banyak pelaku bisnis. Berikut adalah poin-poin penting yang memicu lonjakan tersebut:
1. Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat
Selama Ramadan, pola belanja mengalami pergeseran yang signifikan. Konsumen cenderung jauh lebih aktif dalam mencari berbagai kebutuhan spesifik, seperti:
- Produk makanan dan minuman untuk sahur serta berbuka
- Tren fashion terbaru untuk merayakan Lebaran
- Paket hampers dan hadiah untuk kerabat
- Berbagai produk kebutuhan rumah tangga
Selain jenis produknya, jam belanja konsumen pun turut bergeser menjadi lebih aktif pada waktu sahur dan menjelang berbuka puasa.
2. Momentum THR dan Belanja Lebaran
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pendorong utama lonjakan transaksi yang sangat masif. Daya beli masyarakat meningkat drastis menjelang Idul Fitri karena adanya dana tambahan yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan hari raya.
Banyak konsumen yang sengaja menunda pembelian hingga mendekati lebaran untuk memanfaatkan berbagai promo menarik dan dana THR tersebut.
Jika bisnis tidak siap secara operasional maupun stok, momentum emas ini bisa terlewatkan begitu saja.
3. Lonjakan Transaksi Digital & Social Commerce
Ramadan identik dengan peningkatan aktivitas digital yang signifikan karena konsumen menjadi lebih sering menjelajahi marketplace dan aktif berinteraksi di media sosial.
Mereka juga cenderung lebih responsif terhadap promo yang dikirimkan melalui WhatsApp serta menunjukkan ketertarikan tinggi pada sesi live shopping.
Inilah alasan kuat mengapa strategi penjualan Ramadan Anda perlu didukung oleh sistem digital yang mumpuni serta layanan respons cepat selama 24 jam agar tidak ada peluang yang terlewat.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Jualan pada Bulan Puasa
Sebelum membahas cara meningkatkan penjualan saat Ramadan, penting untuk memahami beberapa kesalahan umum yang sering membuat performa bisnis tidak maksimal selama bulan puasa.
1. Terlambat Memulai Promo
Banyak bisnis baru mulai promosi saat minggu pertama Ramadan. Padahal, fase pre-Ramadan adalah momen penting untuk membangun awareness dan mengumpulkan leads.
Tanpa persiapan awal, brand akan kalah cepat dari kompetitor yang sudah lebih dulu hadir di benak konsumen.
2. Stok Habis Saat Puncak Permintaan
Lonjakan permintaan selama Ramadan sering kali tidak diantisipasi dengan baik. Akibatnya, produk best seller justru habis ketika minat beli sedang tinggi.
Kondisi ini bukan hanya menyebabkan kehilangan potensi penjualan, tetapi juga membuat pelanggan kecewa dan berisiko tidak kembali berbelanja.
3. Respons Lambat ke Pelanggan
Selama Ramadan, volume chat dari WhatsApp, Instagram, hingga marketplace biasanya meningkat drastis.
Jika bisnis tidak menyiapkannya dengan sistem yang memadai, respons yang diberikan akan menjadi lambat sehingga pelanggan akan beralih ke kompetitor yang lebih cepat merespons.
4. Tidak Memanfaatkan Momentum THR
Pencairan THR merupakan salah satu momen paling strategis dalam periode Ramadan. Sayangnya, sebagian bisnis tidak menyesuaikan strategi promonya dengan momentum ini.
Padahal, daya beli konsumen akan meningkat secara signifikan menjelang Lebaran. Tanpa kampanye yang tepat di periode tersebut, potensi penjualan bisa terlewat begitu saja.
5. Kampanye Terlalu Generik
Saat Ramadan, hampir semua brand menawarkan diskon. Jika pesan yang disampaikan terlalu umum dan tidak memiliki diferensiasi, kampanye pemasaran Anda akan tenggelam di tengah ramainya promosi kompetitor.
Oleh karena itu, dibutuhkannya strategi yang lebih spesifik dan terpersonalisasi agar kampanye pemasaran berjalan efektif.
Cara Meningkatkan Penjualan Saat Ramadan dengan Efektif
Berikut adalah strategi penjualan Ramadan yang bisa langsung diterapkan oleh tim marketing dan sales untuk memaksimalkan momentum bulan puasa.
1. Mulai Persiapan Penjualan 30 Hari Sebelum Ramadan
Persiapan lebih awal membantu bisnis mengantisipasi lonjakan permintaan dan menghindari kekacauan operasional. Adapun beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum Ramadan:
- Riset tren produk melalui Google Trends dan insight media sosial
- Segmentasi pelanggan berdasarkan data CRM
- Siapkan stok 2–4x dari rata-rata penjualan normal
- Susun kalender konten dan jadwal promo secara terstruktur
- Tentukan KPI kampanye sejak awal
2. Buat Promo yang Relevan, Bukan Sekadar Diskon
Penawaran diskon memang efektif, tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya cara meningkatkan penjualan saat Ramadan. Bisnis Anda bisa mempertimbangkan variasi promo lainnya seperti:
- Bundling produk
- Cashback
- Buy 1 Get 1
- Gratis ongkir
- Paket hampers edisi Ramadan
- Promo bertingkat berdasarkan nominal belanja
3. Aktifkan WhatsApp Marketing untuk Broadcast Promosi
WhatsApp menjadi salah satu channel paling responsif selama Ramadan. Anda bisa menggunakan broadcast yang tersegmentasi agar pesan lebih personal dan relevan.
Hindari broadcast pesan tanpa segmentasi karena bisa menurunkan engagement. Dengan WhatsApp marketing yang terkelola dengan baik, promosi bisa terkirim tepat waktu, terutama saat momen sahur dan menjelang berbuka.
4. Pasang Chatbot Otomatis untuk Tangani Lonjakan Pesan
Selama Ramadan, volume chat bisa meningkat drastis. Tanpa sistem otomatis, tim CS akan kewalahan. Chatbot dapat membantu bisnis Anda mengatasi kendala tersebut. Berikut beberapa kemampuannya:
- Menjawab FAQ secara instan
- Memberikan informasi promo
- Menerima pesanan
- Mengirim detail pembayaran
- Mengarahkan ke staf CS manusia untuk kasus kompleks
Dengan sistem ini, bisnis bisa memberikan layanan 24/7 tanpa menambah banyak tenaga kerja.
5. Bekerja Sama dengan Influencer
Kolaborasi dengan influencer atau KOL (Key Opinion Leader) yang relevan dapat meningkatkan brand awareness secara signifikan di tengah persaingan Ramadan.
Pilihlah influencer yang audiensnya sesuai dengan target pasar Anda agar pesan promosi tersampaikan tepat sasaran.
Untuk hasil maksimal, gunakan kode voucher khusus Ramadan guna menarik minat beli sekaligus mengukur efektivitas kolaborasi tersebut secara akurat.
6. Sediakan Layanan Pesan Antar
Kemudahan pemesanan merupakan faktor penting dalam keputusan pembelian selama bulan puasa.
Dengan menyediakan layanan pesan antar atau bermitra dengan jasa logistik yang cepat dan terpercaya, Anda dapat meningkatkan peluang konversi penjualan secara signifikan.
Pastikan pula estimasi waktu pengiriman disampaikan dengan jelas agar pelanggan merasa lebih aman dan nyaman saat bertransaksi di toko Anda.
7. Kelola Pipeline Penjualan dengan CRM
Lonjakan leads yang masif selama Ramadan harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang rapi agar tidak ada peluang yang terabaikan.
Dengan dukungan sistem CRM, Anda dapat mengelola alur penjualan secara lebih terstruktur melalui fitur-fitur unggulan seperti:
- Pelacakan otomatis untuk setiap leads yang masuk dari berbagai channel
- Pengaturan jadwal follow-up
- Pengelompokan prospek berdasarkan tahapan minat mereka dalam proses pembelian
- Pemantauan performa tim sales secara real-time
8. Manfaatkan Live Shopping di Waktu Prime Time
Live shopping di media sosial atau marketplace efektif meningkatkan engagement dan penjualan secara langsung.
Waktu terbaik biasanya saat menjelang berbuka atau setelah tarawih. Gunakan format interaktif, tawarkan promo eksklusif selama live, dan dorong audiens untuk langsung checkout.
9. Personalisasi Pesan Berdasarkan Segmentasi Pelanggan
Melakukan pendekatan personal jauh lebih efektif daripada mengirim pesan massal yang kaku kepada semua orang.
Dengan melakukan segmentasi pelanggan ke beberapa kelompok tertentu, Anda dapat mengirimkan penawaran yang lebih relevan berdasarkan riwayat pembelian atau minat produk mereka masing-masing.
Tidak lupa untuk mengemas pesan agar lebih personal. Sentuhan personal seperti menyebutkan nama pelanggan atau memberikan rekomendasi produk yang sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan mampu meningkatkan keterikatan emosional mereka.
10. Optimalkan Platform Omnichannel untuk Pengalaman Belanja yang Mulus
Pelanggan sering berpindah dari Instagram ke WhatsApp, lalu pindah lagi ke marketplace sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.
Tanpa sistem omnichannel, pengalaman berbelanja ini bisa saja terputus. Oleh karenanya platform omnichannel hadir untuk membantu Anda mengintegrasikan seluruh channel komunikasi pelanggan.
11. Jalankan Program Loyalitas dan Reward
Program loyalitas merupakan kunci untuk mempertahankan pelanggan agar tetap setia bahkan setelah euforia Ramadan berakhir.
Dengan memberikan apresiasi tambahan, Anda tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan saat ini, tetapi juga efektif memperpanjang customer lifetime value melalui berbagai skema menarik, seperti:
- Pemberian poin reward yang dapat ditukarkan pada pembelian berikutnya
- Penawaran cashback khusus untuk member terdaftar
- Pembagian voucher repeat order yang berlaku pasca-lebaran
- Promo eksklusif yang hanya ditujukan bagi pelanggan setia atau lama
Strategi ini membantu bisnis Anda memastikan lonjakan transaksi di bulan suci tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, melainkan awal dari hubungan jangka panjang dengan pelanggan Anda.
12. Pertahankan Momentum Penjualan Pasca-Idul Fitri
Di beberapa kasus, banyak bisnis yang berhenti berpromosi setelah Lebaran selesai. Padahal, periode pasca-Idul Fitri masih memiliki potensi penjualan.
Caranya, Anda bisa memanfaatkan momen ini dengan promo “after Lebaran sale” atau clearance stock. Selain itu, lakukan follow up kepada pelanggan yang sudah bertransaksi agar segera melakukan pembelian berikutnya.
Tingkatkan Pendapatan Penjualan Saat Ramadan dengan Mekari Qontak
Ramadan merupakan kesempatan emas bagi bisnis yang siap menghadapi lonjakan pesanan dengan cepat dan rapi.
Jika Anda menerapkan strategi yang tepat, tingginya minat belanja masyarakat bukan lagi sekadar angka kunjungan, melainkan bisa diubah menjadi transaksi nyata yang menguntungkan.
Kunci utamanya terletak pada dua aspek, yaitu kecepatan respons dan kemudahan bagi pelanggan dalam bertransaksi.
Memastikan seluruh operasional berjalan lancar di tengah tingginya permintaan pelanggan kini jauh lebih mudah dengan dukungan teknologi yang tepat.
Dengan memanfaatkan solusi Qontak Sales Suite, Anda bisa mendapatkan integrasi aplikasi CRM dan aplikasi Omnichannel yang memudahkan pengelolaan seluruh pesan pelanggan serta pemantauan progres penjualan dalam satu platform terpusat secara efisien.
Jangan biarkan peluang emas ini terlewat begitu saja, segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak atau langsung coba gratis sekarang untuk hasil yang maksimal!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Cara Meningkatkan Penjualan Saat Ramadan (FAQ)
Kapan waktu terbaik mulai promosi untuk Ramadan?
Kapan waktu terbaik mulai promosi untuk Ramadan?
Waktu terbaik memulai promosi adalah sekitar 30 hari sebelum Ramadan dimulai. Periode ini dikenal sebagai fase pre-Ramadan, di mana konsumen mulai mencari referensi produk, membandingkan harga, dan merencanakan kebutuhan.
Memulai lebih awal memberi bisnis waktu untuk:
- Membangun awareness
- Mengumpulkan leads
- Menguji respons pasar terhadap promo awal
- Mengoptimalkan stok sebelum lonjakan permintaan
Selain itu, momen pencairan THR (biasanya 1–2 minggu sebelum Lebaran) juga menjadi periode krusial untuk menjalankan promo besar karena daya beli konsumen meningkat signifikan.
Jenis promo apa yang paling efektif saat Ramadan?
Jenis promo apa yang paling efektif saat Ramadan?
Promo paling efektif adalah yang relevan dengan kebutuhan konsumen, bukan sekadar diskon besar.
Beberapa jenis promo yang terbukti efektif saat Ramadan antara lain:
- Bundling produk (misalnya paket sahur atau hampers Lebaran)
- Flash sale saat sahur atau menjelang berbuka
- Gratis ongkir
- Cashback
- Promo bertingkat berdasarkan nominal belanja
- Buy 1 Get 1 untuk produk tertentu
Flash sale cocok untuk menciptakan urgency dalam waktu singkat, sementara promo bertahap membantu menjaga penjualan stabil sepanjang bulan. Kunci utamanya adalah menyesuaikan jenis promo dengan kategori produk dan segmentasi pelanggan.
Apa perbedaan strategi Ramadan untuk toko online vs offline?
Apa perbedaan strategi Ramadan untuk toko online vs offline?
Toko online lebih bergantung pada kecepatan respons, kemudahan checkout, dan promosi digital. Strateginya biasanya fokus pada:
- WhatsApp marketing
- Live shopping
- Influencer marketing
- Omnichannel integration
- Chatbot otomatis untuk layanan 24/7
Sementara itu, toko offline lebih mengandalkan:
- Display tematik Ramadan
- Program diskon langsung di toko
- Paket bundling fisik
- Event promosi atau kerja sama komunitas lokal
Namun, strategi terbaik saat ini adalah menggabungkan keduanya. Integrasi online dan offline (O2O strategy) membantu pelanggan berpindah kanal dengan mulus dan meningkatkan konversi secara keseluruhan.
Bagaimana cara mengelola lonjakan pesanan saat Ramadan tanpa tambah karyawan?
Bagaimana cara mengelola lonjakan pesanan saat Ramadan tanpa tambah karyawan?
Lonjakan pesanan saat Ramadan bisa dikelola dengan sistem, bukan hanya dengan menambah tenaga kerja.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Gunakan chatbot otomatis untuk menjawab FAQ, menerima pesanan, dan mengirim detail pembayaran.
- Terapkan CRM untuk mengatur pipeline penjualan dan jadwal follow-up secara otomatis.
- Manfaatkan platform omnichannel agar seluruh chat dari berbagai kanal terpusat dalam satu dashboard.
- Gunakan template pesan dan sistem broadcast tersegmentasi untuk efisiensi komunikasi.
- Siapkan SOP respons cepat untuk tim sales dan CS.
Dengan otomatisasi dan sistem terintegrasi, bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional tanpa harus menambah banyak karyawan selama periode peak.