Daftar isi
5 min read

Pengertian Social Commerce dan Perbedaannya dengan E-Commerce

Tayang 06 Maret 2024
Diperbarui 29 Mei 2024
Apa itu Social Commerce
Pengertian Social Commerce dan Perbedaannya dengan E-Commerce

Popularitas social commerce terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Konsumen saat ini, lebih memilih belanja online melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook dan TikTok.

Fenomena tersebut karena  konsumen lebih leluasa melihat komentar konsumen lain yang sudah menggunakan produk melalui media sosial. Komentar-komentar tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan konsumen sebelum berbelanja.

Sementara bagi bisnis, kehadiran social commerce menjadi media pemasaran baru yang menghasilkan penjualan. Imbasnya bisnis bisa memperoleh pendapatan baru dari media sosial.

Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai social commerce, dan perbedaannya dengan e-commerce pada artikel berikut.

Apa itu Social Commerce?

Social commerce adalah proses penjualan mulai dari menemukan produk, meneliti hingga pembayaran dilakukan melalui media sosial.

Sebagai contoh, seorang menemukan sandal gunung saat bermain TikTok. Kemudian mereka tertarik, dan membaca review pada postingan tersebut.

Selanjutnya, konsumen klik “Beli” untuk menyelesaikan pembayaran. Setelah itu, mereka bisa melanjutkan untuk menikmati pengalaman menjelajahi di TikTok kembali.

Sementara itu, penggunaan social commerce menjadi populer di Indonesia sehak pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Co-Founder dan CEO Populix, Timothy Astandu yang mengungkapkan sejak saat itu, banyak platform-platform jual beli berbasis interaksi sosial sebagai media berbelanja.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui dan pernah mencoba berbelanja melalui social commerce, untuk transaksi sehari-hari seperti membeli pakaian dan produk kecantikan.” ujar Timothy Astandu seperti dilansir dari suara.com

Plaftform yang menjadi favorit untuk berbelanja adalah TikTok Shop dengan angka mencapai 86% dari 1.020 orang responden Indonesia. Sementara itu, produk yang paling banyak dibeli adalah pakaian (61%), produk kecantikan (43%), makanan dan minuman (38%), serta ponsel dan aksesorisnya (31%). (Dilansir dari databooks.katadata)

Media sosial yang Paling Banyak Digunakan untuk Belanja

Apa saja Manfaat Social Commerce?

Kehadiran social commerce sebagai media berbelanja tidak hanya memberikan keuntungan bagi bisnis, tapi juga untuk pelanggan.

Berikut manfaat yang social commerce berikan untuk pelanggan:

  • Membuat Pengalaman Berbelanja Lebih Interaktif

Pertama, pelanggan bisa merasakan berinteraksi atau bertanya langsung ke penjual, layaknya berbelanja offline. Kemudian, pelanggan juga bisa dengan mudah berkonsultasi dengan teman mereka tentang pembelian, atau meninjau komentar dari pembeli lainnya.

  • Proses Transaksi Praktis

Keuntungan selanjutnya, pelanggan bisa lebih mudah dalam berbelanja. Pelanggan bisa melakukan semuanya dari satu platform media sosial, seperti menemukan produk, melakukan riset dan pembayaran.

Bahkan pelanggan tidak perlu lagi berpindah dari iklan Anda ke situs web Anda. Kemudian menambahkan produk ke keranjang belanja, dan mengisi info kartu kredit mereka. Tahapan panjang seperti ini bisa menghilangkan minat pelanggan untuk berbelanja.

Baca juga: Strategi Pemasaran Media Sosial

Selain memberikan keuntungan untuk pelanggan, social commerce juga menawarkan sejumlah manfaat untuk bisnis seperti berikut:

  • Mengumpulkan Umpan Balik Pelanggan

Melalui social commerce, pelanggan bisa memberitahu bisnis apa yang mereka sukai atau tidak suka tentang produk Anda.

Selain itu, bisnis juga diuntungkan karena media sosial memiliki data yang jelas tentang siapa saja pelanggan mereka, dan kesempatan untuk berbicara dengan mereka setelahnya melalui komentar atau pesan langsung, untuk memberikan layanan pelanggan yang personal.

  • Memiliki Target Audiens Jelas

Keuntungan selanjutnya, bisnis memiliki kesempatan untuk menyesuaikan dan menargetkan iklan Anda. Dengan begitu, Anda bisa menawarkan produk spesifik kepada orang yang siap membeli. Cara ini tidak dapat dilakukan oleh e-commerce dan pemasaran tradisional.

  • Memperluas Jangkauan Pasar

Manfaat lainnya dari social commerce adalah memberikan kesempatan untuk menjangkau target audiens berbeda-beda. Hal ini lantaran platform media sosial memiliki banyak pengguna aktif yang tersebar di seluruh dunia. Hal tersebut memungkinkan bisnis untuk memperluas basis pelanggan mereka.

Baca juga: Mengenal Engagement di Media Sosial 

  • Mengumpulkan Data Pelanggan

Fitur yang sosial media miliki memberikan bisnis akses langsung ke profil pelanggan mereka. Gabungkan wawasan ini dengan mendengarkan media sosial untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan.

Dengan cara tersebut, bisnis mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang kebiasaan dan minat pelanggan.

Apa Perbedaan Social Commerce, E-Commerce, dan Shopertainment?

Selain social commerce, ada beberapa alternatif yang bisa bisnis gunakan untuk berjualan atau memasarkan produk mereka. Alternatif yang sedang populer adalah e-commerce dan Shopertaiment.

Baik, social commerce, e-commerce dan shopertaiment menawarkan kemudahan untuk berbelanja. Namun, ketiganya memiliki teknik pendekatan yang berbeda-beda.

E-commerce merupakan toko virtual yang memamerkan produk lengkap dengan deskripsinya. Platform ini menawarkan beragam produk di berbagai. Kemudian pelanggan bisa menavigasi melalui katalog produk, menambahkan barang ke keranjang, dan membayar untuk menyelesaikan pembelian.

Berbeda dengan social commerce yang menawarkan pengalaman belanja ke tingkat dinamis dengan mengintegrasikan komponen media sosial. Integrasi ini memungkinkan pengguna tidak hanya menemukan produk tetapi juga terlibat dalam diskusi, berbagi rekomendasi, dan melakukan pembelian dalam platform yang sama.

Sementara shoppertainment menawarkan konten yang menghibur dan mengedukasi, sehingga menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan. Selama penayangan konten, audiens bisa melihat fisik produk, demo dan efek penggunaan untuk menarik mereka membeli produk secara langsung.

Baca juga: Shoppertainment: Pengertian, Manfaat, Cara Kerja dan Contoh

Perbedaan selengkapnya antara e-commerce, social commerce dan shoppertainment pada tabel berikut:

Perbedaan E-Commerce, Social Commerce dan Shoppertainment

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa social commerce cukup digemari karena kemudahan dalam berbelanja. Sementara bagi bisnis, berjualan melalui platform media sosial selain meningkatkan engagement, tapi juga menambah pendapatan.

Sementara itu, penggunaan banyak platform media sosial merepotkan yang menyebabkan pesan pelanggan terabaikan. Oleh karena itu, sebagian bisnis menggunakan aplikasi omnichannel yang menghubungkan berbagai media sosial dalam satu platform.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi Omnichannel terbaik di Indonesia. Bisnis bisa menghubungkan semua saluran pemasaran mereka, sehingga memudahkan monitoring. Selain itu omnichannel Mekari Qontak juga memiliki fitur chatbot yang mampu merespon pesan pelanggan otomatis.

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Ahli Mekari Qontak Gratis Sekarang.

Referensi

Databoks.Katadata. “Media Sosial yang Banyak Dipakai Belanja”
Sproutsocial. “Social Commerce
Mailchimp. “What is Social Commerce
Discover Certilogo. “Social Commerce Social Shopping Differences
Embedsocial. “Best Social Commerce Platforms

WhatsApp WhatsApp Sales