Daftar isi
4 min read

Menilik Tren Perilaku Konsumen E-Commerce di Tahun 2024

Tayang 27 Juni 2024
Diperbarui 15 Juli 2024
Tren perilaku konsumen saat berbelanja di E-commer
Menilik Tren Perilaku Konsumen E-Commerce di Tahun 2024

Sektor bisnis e-commerce di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Menurut lembaga riset e-commerce dari Jerman, ECDB, Indonesia memiliki proyeksi pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia pada 2024, yaitu 30,5% atau hampir tiga kali lipat dari rerata global yang sebesar 10,4%3.

Tingginya pertumbuhan e-commerce tersebut, secara tidak mempengaruhi pola perilaku konsumen yang memiliki ekspektasi semakin tinggi. Hal ini akan sulit bisnis imbangi jika tidak mengikuti tren perubahan perilaku e-commerce.

Untuk itu, kami membarikan update mengenai tren apa saja yang akan terjadi di tahun 2024  ini. Baca selengkapnya berikut ini:

1. Pengalaman Berbelanja yang Dipersonalisasi

Konsumen mengharapkan pengalaman yang dipersonalisasi di aplikasi, situs web, atau toko. Menurut Shopify, personalisasi bisa meningkatkan konversi hingga 15% dan kepuasan pelanggan hingga 20%.

Pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi adalah cara di mana pengecer menggunakan data konsumen untuk menawarkan produk, layanan, dan interaksi yang relevan dan sesuai dengan preferensi individual.

Hal tersebut meningkatkan relevansi, kenyamanan, dan keterlibatan pelanggan dengan menggunakan teknologi untuk memberikan pengalaman yang lebih pribadi dan memuaskan.

Sebagai contoh, bisnis kecantikan menggunakan teknologi AI untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan. Hal ini membuahkan hasil dimana sebagian besar konsumen lebih memilih AI online untuk mencocokkan foundation (43%) dan lebih mungkin membeli produk kecantikan dengan teknologi (62%).

Baca juga: Kenali Perilaku Konsumen, Faktor, Jenis, Manfaat dan Contohnya

2. Menyediakan Pilihan Pembayaran Digital

Seiring dengan meningkatnya belanja online, konsumen juga mengharapkan berbagai pilihan pembayaran dari e-commerce, seperti menerima pembayaran dengan kartu kredit, debit, dan PayPal. Bahkan sebagian konsumen mengharapkan e-commerce juga memberikan pilihan untuk menunda pembayaran dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, penggunaa dompet digital masih diminati seperti  Gojekpay, GrabPay, Jenius, Bukadompet (Bukalapak) dan OVO.

3. Jasa Pengiriman di Hari yang Sama

Belakangan ini e-commerce di Indonesia sudah melengkapi layanannya dengan pilihan pengiriman barang di hari yang sama. Umumnya, situs e-commerce akan bekerja sama dengan Go-Jek dalam hal ini.

Tak bisa dipungkiri, layanan pengiriman barang di hari yang sama akan menjadi tren dan pilihan utama bagi pelanggan di tahun ini. Pasalnya, dengan memilih metode ini konsumen dapat lebih cepat menerima produk tanpa perlu menunggu lama. Selain itu, konsumen bisa langsung klaim bila terdapat kesalahan atau kerusakan pada produk yang diterima.

Untuk beberapa situs e-commerce pun ada yang menyediakan jasa kurirnya sendiri hingga dapat menggratiskan ongkos kirim. Hal ini juga bisa menjadi tren yang lebih banyak dipilih.

Baca juga: Proyeksi Trends Marketing di Indonesia Tahun 2024, Bisnis Harus Tahu

4. Pengaruh Influencer Semakin Kuat

Konsumen milenial dan Gen Z terus mengandalkan influencer untuk menemukan produk. Menurut Influencer Marketing Hub, ruang pemasaran influencer akan tumbuh menjadi $24 miliar pada akhir 2024.

Hal tersebut mengapa pemasaran influencer masih menjadi saluran pemasaran yang berkembang. Namun, cara konsumen berinteraksi dengan dan membeli dari influencer sedang berubah. Konsumen sekarang mencari rekomendasi dari influencer media sosial yang mungkin hanya memiliki audiens kecil dan khusus.

Studi industri oleh HypeAuditor menemukan bahwa akun media sosial dengan 1k-5k pengikut mendapatkan 2x lebih banyak keterlibatan relatif pada setiap posting dibandingkan dengan influencer yang memiliki pengikut lebih banyak.

Inilah sebabnya mengapa kita melihat semakin banyak merek mencari “micro influencer”.

Laporan terbaru menemukan bahwa 40% merek yang menggunakan pemasaran influencer memilih untuk bermitra dengan micro influencer daripada influencer tradisional.

Baca juga: Influencer Marketing: Definisi, Manfaat, Tips, dan Contohnya

5. Naiknya Permitaan Terhadap Produk Berkelanjutan

Minat konsumen terhadap belanja berkelanjutan semakin meningkat, dengan sebagian besar pembeli muda bahkan bersedia membayar lebih untuk barang ramah lingkungan, menurut survei Tata Consultancy Services.

Studi lainnya juga menemukan bahwa sebagian besar konsumen menganggap penting bahwa produk dibuat secara berkelanjutan atau diperoleh dengan bertanggung jawab, dan banyak yang sudah membayar lebih untuk produk berkelanjutan.

Konsumen muda, khususnya usia 18-34 tahun, cenderung memilih untuk membeli dari merek yang peduli pada keberlanjutan, sementara merek semakin dituntut untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Kaleidoskop Marketing 2023: Trend E-Commerce, AI Tools hingga Dominasi Gen Z

Tren-tren perilaku konsumen e-commerce di atas, menunjukkan bagaimana belanja online terus berkembang, meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun untuk mengelola e-commerce tidaklah mudah.

Oleh karena itu, sebagian bisnis memili menggunakan aplikasi omnichannel dari Mekari Qontak. Aplikasi Mekari Qontak dapat menghubungkan berbagai platform e-commerce yang bisnis gunakan, sehingga mudah dalam mengelolanya.

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak melalui link berikut.

 

WhatsApp WhatsApp Sales