Daftar isi
6 min read

Proyeksi Trends Marketing di Indonesia Tahun 2024, Bisnis Harus Tahu

Tayang 25 Januari 2024
Diperbarui 05 Maret 2024
Trends marketing Indonesia 2024
Proyeksi Trends Marketing di Indonesia Tahun 2024, Bisnis Harus Tahu

Memasuki awal tahun 2024, sejumlah ahli memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia menunjukkan tren positif. Pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh bisnis yang bergerak dalam penjualan online (e-commerce).

Meski begitu, pelaku usaha akan menghadapi sejumlah tantangan di tahun 2024. Mengutip dari unpad.ac.id, Prof. Sinta Dewi menuturkan pada tahun 2024 bisnis harus berhadapan dengan perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dan kebocoran data pribadi.

Pada artikel ini, Mekari Qontak merangkum trends marketing yang mungkin terjadi di tahun 2024, seperti pemanfaatan AI untuk pemasaran, cara mencegah kebocoran data serta tren pemasaran lainnya. Diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi Anda dalam mengembangkan usaha di tahun ini.

Baca juga: Kaleidoskop Marketing 2023

Pemanfaatan Teknologi Realitas Augmentasi (AR) dan Virtual Reality (VR) di E-Commerce

Meski tergolong baru, penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality akan menjadi hal yang umum di tahun 2024.

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan tersebut memungkinkan konsumen untuk uji langsung produk secara virtual. Pengalaman inilah yang coba diadopsi oleh sejumlah e-commerce untuk meningkatkan minat konsumen berbelanja.

Salah satu pengguna teknologi AR di Indonesia adalah Lazada. Melalui situs e-commerce-nya, Lazada memungkinkan konsumen untuk mengetahui tipe dan permasalahan kulit mereka melalui sistem AR. Kemudian, sistem Lazada akan otomatis merekomendasikan produk-produk perawatan kulit yang dibutuhkan.

Misalnya kondisi kulit konsumen A berjerawat, maka skin care yang muncul adalah rangkaian khusus untuk merawat kulit berjerawat. Mulai dari sabun cuci muka, toner, pelembap, hingga sunscreen dan serum.

Selain Lazada, IKEA juga mengadopsi teknologi VR pada aplikasi mobile mereka. Konsumen bisa memilih produk furniture yang disukai, kemudian sistem akan menampilkan gambar yang memposisikan furniture tersebut di ruangan yang mereka targetkan.

Setelah peluncurannya teknologi VR, IKEA berhasil meningkatkan pertumbuhan hampir 35% dalam rentang waktu beberapa bulan.

Selain peningkatan pengalaman berbelanja, pemanfaat teknologi VR dan AR juga dapat mengurangi pengembalian barang dari konsumen. E-commerce, Shopify membuktikannya berhasil mengurangi produk retur sekitar 40% sejak menggunakan Augmented Reality.

Personalisasi Pemasaran Lebih Efektif untuk Mendekati Konsumen

Tren pemasaran yang mungkin terjadi di 2024 selanjutnya adalah pendekatan personal lebih disukai konsumen. Artinya bisnis perlu fokus menciptakan koneksi yang lebih kuat dengan konsumen dengan menawarkan beragam konten yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Sementara itu, untuk menghasilkan konten pemasaran yang personal, Anda perlu tentu harus memahami kebutuhan serta perspektif target konsumen Anda. Dalam hal ini, teknologi analisis data dan kecerdasan buatan (AI) bisa dimanfaatkan.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh Netflix. Platform berbasis layanan berlangganan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning untuk memanjakan konsumen menonton film yang relevan.

Netflix menggunakan basis data yang mereka miliki dari interaksi konsumen sebelumnya, untuk memberikan rekomendasi yang sangat personal. Hal ini efektif karena sekitar 80% pengguna Netflix menonton film yang berasal dari rekomendasi mereka, sementara hanya 20% sisanya berasal dari fitur pencarian.

Fakta diatas menunjukkan bahwa Netflix telah berhasil menyajikan konten-konten yang menjawab kebutuhan konsumen mereka.

Trends marketing_meme Netflix

Video Marketing Semakin Diminati

Serupa dengan tahun sebelumnya, konten video nampaknya masih diminati oleh konsumen Indonesia. Konten video singkat yang mengkombinasikan visual gerakan, storyline yang relevan dengan algoritma kuat akan mendominasi pasar digital di tahun 2024.

Konten video demo berjualan dan testimoni pelanggan akan banyak Anda temukan pada TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels, dan lainnya. Pelakunya bukan hanya dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UMKM) saja, perusahaan besar juga akan mengadopsi teknik pemasaran melalui video.

Berdasarkan yang Wyzowl lakukan menunjukkan bahwa sebanyak 91% pemasar mengaku akan menggunakan video marketing dalam upaya memasarkan produknya di tahun 2023.

Angkat tersebut diprediksi akan meningkat mengingat selama rentang waktu 9 tahun, penggunaan video sebagai media pemasaran terus bertambah setiap tahun.

Sementara itu, Wyzowl juga melaporkan bahwa Youtube menjadi media yang paling banyak digunakan untuk mengunggah video marketing. Posisi selanjutnya diisi oleh LinkedIn, Instagram, Facebook dan TikTok.

Trends media video marketing yang efektif

Popularitas Ethical Marketing Meningkat

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, konsumen sekarang lebih menyukai produk yang mempunyai nilai ethical yang adil, jujur dan bertanggung jawab. Perusahaan yang menganut ethical marketing diharapkan dapat membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, memperoleh kepercayaan masyarakat, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Konsumen yang menganut trends ethical marketing sebagian besar berasal dari generasi Z. Berdasarkan studi McKinsey bahwa sekitar 73% gen Z cenderung untuk mencoba membeli dari perusahaan yang menawarkan produk bernilai etis.

Agar bisa merebut hati gen Z, bisnis perlu memasarkan bahwa produk mereka memberikan dampak positif bukan hanya untuk pelanggan, tapi juga pada lingkungan dan sosial yang akan jadi pemenangnya.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh Aqua yang fokus mengangkat isu lingkungan dengan menciptakan kemasan produk yang eco-friendly. Perusahaan minuman kemasan ini menciptakan produk kemasan botol plastik yang bisa didaur ulang. Hasil daur ulang tersebut, kemudian yang akan dijadikan pembuatan botol kemasan plastik.

Baca juga: Prediksi Trends Digital Marketing 2023

Sensitif dengan Isu Perlindungan Data Konsumen

Terakhir yang perlu Anda perhatikan dalam memasarkan produk di tahun 2024 adalah perihal perlindungan data. Konsumen saat ini, lebih sensitif terkait privasi dan keamanan data mereka.

CNBC Indonesia melaporkan bahwa hasil riset International Association of Privacy Professional di tahun 2023, sekitar 68% konsumen global khawatir terkait perlindungan data pribadi.

Sementara lebih dari sepertiga atau 85% di antaranya ingin adanya transparansi kebijakan terkait penggunaan data pribadi dari penyedia layanan.

Fakta tersebut menunjukkan konsumen sebagai subjek data pribadi semakin sadar betapa pentingnya perlindungan privasi dan data pribadi mereka. Kondisi ini dapat dipahami mengingat tingginya jumlah kebocoran data yang terjadi serta mahalnya biaya penanganannya.

Oleh karena itu, sebagai pebisnis, Anda perlu mematuhi setiap regulasi yang melindungi informasi pribadi dan data yang dikumpulkan dari konsumen oleh organisasi atau perusahaan.

Kemudian dari regulasi tersebut, Anda bisa tuangkan dalam serangkaian kebijakan, praktik, dan langkah-langkah keamanan yang dirancang untuk mencegah akses, penggunaan, atau pengungkapan yang tidak sah dari informasi pribadi tersebut.

Pemerintah Indonesia telah membuat regulasi tentang perlindungan data pribadi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

UU PDP mengatur bahwa orang perorangan termasuk yang melakukan kegiatan bisnis atau e-commerce di rumah dapat dikategorikan sebagai pengendali data pribadi. Sehingga Ia bertanggung jawab secara hukum atas pemrosesan data pribadi yang diselenggarakannya dan memenuhi ketentuan yang ada dalam UU PDP.

Infografis-trends marketing di Indonesia

Kesimpulan

Demikianlah proyeksi trends marketing yang mungkin terjadi di sepanjang tahun 2024. Diharapkan Anda semakin bijak dengan mempertimbangkan trends marketing di atas dalam mengembangkan bisnis tahun ini.

Perlu diingat bahwa konsumen saat ini cenderung lebih sensitif terhadap isu sosial, lingkungan hingga perlindungan data. Oleh karena itu, Anda perlu menghasilkan konten marketing yang lebih menarik dan personal dengan bantuan teknologi AI.

Selain itu, bagian terpenting adalah mengelola aktivitas pemasaran Anda dengan baik. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan aplikasi CRM.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM yang membantu mengelola seluruh aktivitas pemasaran Anda lebih efisien. Semua aktiivitas pemasaran terpusat dalam satu platform yang memudahkan dalam monitoring.

Kosultasikan Kebutuhan Bisnis Anda kepada tim Ahli Mekari Qontak Gratis.

Referensi

  • Marketeers. “5 Tren Marketing Global Tahun 2024”
  • Mckinsey. “What is Gen Z”
  • Explodingtopics. “Key Marketing Trends (2024-2027)”
  • Cnbcindonesia. “Menkominfo Minta Saran Warga RI Perkuat Perlindungan Data”
  • MKRI. “Pemerintah: UU Perlindungan Data Pribadi Beri Perlindungan Hukum”
Kategori : Marketing
WhatsApp WhatsApp Sales