Daftar isi
7 min read

Mengenal Sejarah Black Friday di Berbagai Negara

Tayang 22 Maret 2024
Diperbarui 21 Mei 2024
Mengenal Sejarah Black Friday dan Tips Mendapatkan Keuntungan Besar
Mengenal Sejarah Black Friday di Berbagai Negara

Black Friday merupakan hari belanja tersibuk di Amerika. Pasalnya hampir semua toko retail menawarkan promo atau diskon besar untuk berbagai jenis produk. Hal tersebut dilakukan guna menarik minat konsumen berbelanja.

Sayangnya penawaran tersebut berlangsung hanya satu hari, sehingga membuat orang-orang berdesak-desakan berebut diskon. Kehebohan tersebut bahkan telah menjalar ke berbagai macam negara yang membuatnya menarik untuk dikulik.

Pelajari sejarah asal mula Black Friday dan dampak yang ditimbulkannya di berbagai negara pada artikel berikut ini.

Sejarah Asal Mula Black Friday

Black Friday adalah satu hari setelah perayaan Thanksgiving atau lebih tepatnya hari Jumat keempat di bulan November. Pada hari tersebut, banyak toko yang promo besar-besaran selama 24 jam.

Promo tersebut bahkan bisa membuat antrian panjang di beberapa toko yang berisi konsumen yang ingin berbelanja. Mengetahui tingginya antusias konsumen tersebut, sejumlah toko bahwa mulai beroperasi dari tengah malam atau di luar jam operasional umumnya.

Sementara itu, ada dua teori populer yang menjelaskan munculnya Black Friday. Teori pertama menuturkan bahwa istilah tersebut beririsan dengan lalu lintas yang padat setelah hari Thanksgiving. Kepadatan tersebut meninggalkan banyak tanda hitam di permukaan jalan akibat roda kendaraan.

Teori lain menuturkan “Jumat Hitam” berasal dari cara lama bisnis dalam mencatat keuntungan melalui tinta hitam dan tinta merah menunjukkan kerugian. Sedangkan banyak bisnis mulai menghasilkan keuntungan banyak sebelum natal, yang ditandai dengan tinta hitam.

Terlepas dari kedua teori tersebut, Black Friday pertama kali dimulai di Philadelphia, Pennsylvania tahun 1950-an. Istilah disebut digunakan oleh petugas polisi untuk menggambarkan kekacauan lalu lintas pada hari setelah Thanksgiving.

Kemudian pada tahun 1960-an, “Jumat Hitam” mulai dikaitkan dengan diskon belanja. Sejak saat itulah menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan belahan dunia lainnya bahwa Black Friday identik dengan pemberian diskon besar.

Baca juga: Mengenal Jenis- Jenis Media Promosi

Tren Black Friday di Berbagai Negara

Meskipun Black Friday sangat erat hubungannya dengan tradisi Amerika Serikat, nyatanya banyak toko ritel di negara lain mengadopsinya untuk meningkatkan keuntungan. Sebut saja Inggris, Kanada dan Australia yang banyak terpengaruh budaya tersebut.

Berikut tradisi “Jumat Hitam” di sejumlah negara:

  • Inggris

Berbeda dengan Amerika yang telah berlangsung dari abad 19, Inggris baru mengenal tradisi Black Friday pada tahun 2010 yang diperkenalkan oleh Amazon. Pada awal kampanye tersebut, antusias warga Inggris sangatlah besar sehingga website Amazon crash karena tidak sanggup menangani traffic tinggi.

Upaya Amazon tersebut diikuti oleh toko Asda pada tahun 2013 yang menawarkan diskon hingga 70%. Hal tersebut membuat kerumunan pembeli mengantri di luar toko dan menyebabkan pertengkaran yang mengharuskan sejumlah konsumen dirawat di rumah sakit karena patah tulang.

Seiring berjalannya waktu, tradisi “Jumat Hitam” terus diselenggarakan oleh sejumlah toko di Inggris. Hal ini berdampak positif bagi perekonomian Inggris.

Bahkan pada 2023 saja, Black Friday di Inggris mencetak rekor baru dengan meningkatnya penjualan sekitar £30 juta dibandingkan tahun sebelumnya seperti dikutip dari Statista.

  • Kanada

Negara lain yang menjalankan Black Friday adalah Kanada sejak tahun 2008. Sejumlah toko ritel di Kanada menawarkan diskon selama beberapa hari sebelum dan sesudah hari Jumat keempat November tersebut.

Bahkan menurut Survei Belanja Liburan 2019 dari Dewan Ritel Kanada (RCC), Black Friday telah mengalahkan Boxing Day sebagai waktu di mana sebagian besar warga Kanada berbelanja.

Sebanyak 43% dari 2.500 orang Kanada berencana untuk memanfaatkan penawaran belanja pada Black Friday dan hanya 34% yang mengatakan akan membuka dompet pada Boxing Day.

Berdasarkan data tersebut, tampaknya warga Kanada ingin cepat belanja sebelum libur natal, sehingga bisa menghindari kerumunan saat hari yang berdekatan dengan liburan.

  • Australia

Meskipun tidak merayakan Thanksgiving, sejumlah retail di Australia juga mengadakan Black Friday. Hal tersebut sejak Apple mengenalkannya pada tahun 2013 dan setiap tahun popularitasnya terus meningkat.

Tingginya animo belanja konsumen, membuat beberapa retail di Australia menunggu sampai Jumat untuk menawarkan diskon besar. Sejumlah toko bahkan menawarkan prom0 seminggu sebelum hari Jumat untuk membuat konsumen senang.

Penelitian oleh Finder menunjukkan hampir 6 juta orang Australia berencana untuk ikut serta dalam penjualan “Jumat Hitam” tahun 2023.

Oleh karena itu, sangat wajar bagi sejumlah bisnis memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menawarkan diskon lebih lama sebelum bahkan sesudah hari Jumat di minggu keempat bulan November.

  • Indonesia

Sementara itu, Black Friday di Indonesia kurang populer. Meskipun sejumlah toko atau pelaku bisnis mengadopsinya.

Namun secara keseluruhan, Black Friday kalah populer dari doubleday atau tanggal kembar yang biasanya e-commerce adakan setiap bulannya. Misalnya 11.11 Birthday Sale pada bulan November lebih banyak digunakan oleh semua platform marketplace di Indonesia.

Selain itu, pada akhir bulan juga sejumlah marketplace juga menawarkan diskon menarik melalui promo Payday sale.

Oleh karena itu, sejumlah e-commerce memilih menggunakan promo doubleday dan payday yang lebih familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Baca juga: Payday Sale: Strategi Meningkatkan Penjualan di Akhir Bulan

Strategi Efektif untuk Menarik Minat Berbelanja di Black Friday

Tren Black Friday di sejumlah negara terbukti ampuh meningkatkan penjualan di sejumlah toko retail. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika bisnis tidak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendulang keuntungan.

Berikut yang biasa retail gunakan untuk meningkatkan penjualan setelah hari Thanksgiving:

  • Fokus memberikan penawaran pada pelanggan setia atau VIP
  • Bangun kesadaran dengan melakukan kampanye di media sosial
  • Pastikan aplikasi mobile dan website bisnis mampu menangani lonjakan jumlah kunjungan
  • Perbaiki navigasi pada website yang memudahkan pengunjung untuk menemukan produk yang dicari
  • Sederhanakan alur pembayaran
  • Siapkan rencana pengiriman dan pengembalian barang
  • Tingkatkan strategi penjualan up selling dan cross selling
  • Perpanjang promo hingga Cyber Monday

“Memiliki promosi yang lebih lama memungkinkan Anda untuk menjangkau calon pelanggan lebih banyak melalui berbagai saluran dan upaya,sehingga meningkatkan penjualan Anda.” Ana Gonzalez, Direktur Pemasaran di Placeit

Tips Berbelanja Aman dan Hemat Selama Black Friday

Selain untuk penjual, kami juga membagikan tips untuk pelanggan agar tetap aman berbelanja selama Black Friday. Berikut tipsnya:

  • Periksa promo antar beberapa platform marketplace atau website untuk mendapatKan diskon terbaik
  • Bandingkan harga pembelian di toko langsung dengan online
  • Baca ulasan produk dari pengguna lainnya
  • Perhatikan harga jual produk di hari biasa
  • Baca ketentuan atau syarat pengembalian atau penukaran barang
  • Tentukan anggaran yang disediakan untuk berbelanja
  • Buat daftar belanja produk yang dibutuhkan dan beri prioritas untuk barang dengan kebutuhan mendesak

Baca juga: Cara Ampuh Menarik Pelanggan untuk Berbelanja

Dampak dari Popularitas Black Friday

Seperti diketahui, Black Friday memberikan dampak besar pada peningkatan penjualan di sejumlah negara. Pada hari Jumat tersebut, terjadi peningkatan aktivitas perdagangan lebih tinggi sehari sebelum liburan atau akhir pekan.

Sebagai pionir, Amerika Serikat mengalami ekonomi signifikan. Menurut Adobe Analytics, warga Amerika menghabiskan $9,8 miliar USD untuk berbelanja pada Black Friday atau meningkat sebesar 7,5% dari tahun 2022.

E-commerce seperti Amazon memainkan peran penting dalam membuat Black Friday mendunia. Memiliki daerah operasional di berbagai negara, Amazon sering mengalami lonjakan penjualan. Tahun 2022, Amazon mengalami peningkatan penjualan di Itali sebesar 165% pada minggu sebelumnya.

Sayangnya tidak sedikit kritikus yang menilai fenomena Black Friday berbahaya bagi sosial dan lingkungan. Even tersebut mendorong konsumsi berlebihan dengan menawarkan diskon besar. Bahkan tak jarang sejumlah bisnis memproduksi produk murah yang tidak tahan lama.

Konsumsi produk tersebut memiliki dampak lingkungan yang sangat besar, tidak hanya dalam hal polusi yang dihasilkan selama produksi, tapi juga karbon yang dihasilkan dari transportasi.

Selain itu, produksi dalam skala besar seringkali melibatkan tenaga kerja. Sejumlah bisnis berusaha menekan biaya produksi dengan menghindari membayar upah yang layak dan mengabaikan kondisi kerja yang aman. Hal tersebut memaksa tenaga kerja terjebak dalam siklus kemiskinan yang tidak manusiawi.

Sebagai contoh, para pekerja yang mengemas, mengirim, dan mengirimkan produk. Selama Black Friday, seringkali pekerja tersebut mengalami tekanan besar dengan jam kerja panjang lebih dari 12-16 jam setiap hari di Amazon.

Maksimalkan Keuntungan Pada Hari Black Friday

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Black Friday pertama kali dikenal di Amerika. Seiring berjalannya waktu berkembang ke berbagai negara, di mana sebagian toko membagikan diskon pada hari setelah Thanksgiving.

Tren teersebut terbuki efektif meningkatkan keuntungan bisnis. Namun, hal tersebut juga menimbulkan sejumlah kritik dari berbagai pihak. Hal ini lantaran dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas “Jumat Hitam” tersebut. Misalnya tenaga kerja yang bekerja melebih jam kerja dengan upah yang tidak layak.

Padahal situasi tersebut bisa dihindari jika bisnis bisa mempersiapkan penjualan saat Black Friday dengan tepat. Salah satunya adalah dengan menambah persediaan barang dengan tepat, sehingga tidak perlu menambah beban kerja karyawan.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM terbaik di Indonesia yang bisa membantu bisnis memprediksi penjualan selama Black Friday. Hal ini bisa diketahui dari riwayat belanja pelanggan sebelumnya dan tren pasar. Dengan begitu, bisnis bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak secara Gratis dengan klik di sini.

Referensi

Kategori : Marketing
WhatsApp WhatsApp Sales