10 mins read

9 Cara Membuat Iklan di Media Sosial untuk Tingkatkan Penjualan

Tayang
Ditulis oleh:
Direview oleh:
Seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak sedang berpose di depan latar belakang polos. Fokus pada penampilan dan gaya berpakaian yang santai. Alvin Iswanto, S.E Mekari Qontak Alvin Iswanto, S.E Reviewer
9 Cara Membuat Iklan di Media Sosial untuk Tingkatkan Penjualan
Mekari Qontak Highlights
  • Cara membuat iklan di media sosial dimulai dari menentukan target audiens, analisis kompetitor hingga unggah dan atur kampanye.
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi performa iklan media sosial: pemahaman terhadap audiens, membangun buyer persona, dan menyesuaikan pesan dengan kebutuhan target pasar.
  • Sebelum menjalankan kampanye, bisnis perlu menentukan tujuan yang jelas, menganalisis kompetitor, memilih platform yang sesuai, mengatur anggaran, dan menyusun jadwal penayangan konten.
  • Penawaran yang relevan, headline yang persuasif, copywriting yang fokus pada manfaat, serta desain visual yang menarik menjadi penting untuk menarik perhatian audiens.
Pasar iklan media sosial di Indonesia tumbuh 11,3% pada 2025 dan menjadi kanal digital dengan pertumbuhan tercepat (we are social). Sementara itu, 37,3% konsumen Indonesia menemukan brand baru lewat iklan sosial media, hampir setara dengan mesin pencari (38,3%).

Artinya, peluang masih ada , tetapi persaingan juga makin ketat. Setiap biaya iklan yang dikeluarkan harus bekerja lebih keras dengan targeting yang presisi, kreatif harus relevan, dan eksekusi harus terukur.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak Blog akan membahas cara praktis membuat iklan di media sosial, mulai dari perencanaan hingga optimasi. Baca selengkapnya di artikel ini!

aplikasi omnichannel mekari qontak untuk mengelola leads terpusat

Mengapa Cara Membuat Iklan di Media Sosial Penting untuk Pertumbuhan Bisnis

Iklan di media sosial bukan lagi pelengkap strategi pemasaran. Bagi banyak bisnis, kanal ini sudah menjadi mesin akuisisi utama karena kombinasi jangkauan besar, biaya yang fleksibel, dan kemampuan targeting yang sangat granular.

1. Jangkauan Audiens yang Sangat Besar

Per Januari 2026, ada 180 juta pengguna media sosial di Indonesia atau setara 62,9% populasi. Tidak ada kanal pemasaran lain di Indonesia yang menyentuh sebanyak ini dalam satu ekosistem.

2. Biaya yang Fleksibel dan Terukur

Anda bisa memulai promosi di media sosial dengan budget Rp50.000 per hari, lalu meningkatkannya begitu data konversi mulai konsisten. Tidak ada media tradisional yang menawarkan fleksibilitas semacam ini.

3. Targeting Berdasarkan Perilaku, Bukan Hanya Demografi

Platform seperti Meta dan TikTok memungkinkan Anda menyasar pengguna berdasarkan interest, kebiasaan belanja, hingga interaksi dengan kompetitor. 

Hal ini membuat iklan sosial sering lebih efisien dibanding billboard atau iklan cetak.

4. Hasil yang Bisa Dilacak Real-Time

Setiap impresi, klik, dan konversi tercatat di dashboard iklan. Tim marketing dapat menghentikan kreatif yang underperform dan menggandakan budget di kreatif yang menang dalam hitungan jam.

5. Mendukung Funnel End-to-End

Dari brand awareness hingga retargeting cart abandonment, satu platform iklan bisa dipakai untuk seluruh tahapan funnel. Hal ini menyederhanakan tracking dan attribution bagi tim sales dan marketing.


Cara Membuat Iklan di Media Sosial yang Efektif

Berikut beberapa langkah yang umum dipakai praktisi performance marketing ketika menyusun kampanye iklan sosial yang mendorong konversi.

1. Tentukan Tujuan Kampanye

Menentukan tujuan adalah fondasi dari strategi iklan. Tanpa tujuan yang jelas, sulit mengukur keberhasilan dan menentukan arah optimasi.

Sebagian besar bisnis beriklan di sosial media dengan tujuan sebagai berikut:

  • Brand Awareness: fokus pada Memperluas jangkauan dan meningkatkan impression yang sangat cocok untuk brand baru atau saat peluncuran produk baru.
  • Traffic Website: Mengarahkan audiens ke situs web atau landing page tertentu. Ideal untuk promosi produk baru, artikel, atau katalog.
  • Lead Generation: Mengumpulkan data calon pelanggan seperti email atau nomor HP yang banyak diadopsi oleh bisnis B2B, properti, atau jasa.
  • Konversi/Penjualan: Fokus pada pembelian langsung, sehingga cocok untuk e-commerce, promo terbatas, atau produk dengan harga kompetitif.
  • Aplikasi atau Event Install/Registrasi: Digunakan untuk kampanye peluncuran aplikasi, seminar, webinar, atau acara offline.

2. Kenali Target Audiens Anda

Langkah selanjutnya adalah mengenal target audiens yang Anda tuju. Hal ini sangat kursial karena kesalahan targeting bisa menyebabkan biaya iklan yang membengkak tanpa hasil.

Dalam hal ini, Anda bisa membangun buyer persona Anda berdasarkan demografi, psikografis, perilaku digital, tantangan atau Kebutuhan.

Contoh Buyer Persona brand fashion:

Nama: Rani
Usia: 23 tahun
Lokasi: Bandung
Aktivitas: Aktif di TikTok & Instagram, senang mengikuti tren fashion
Tantangan: Suka outfit kekinian tapi terjangkau
Solusi: Brand Anda menawarkan hijab fashion mix & match harga terjangkau

3. Lakukan Analisis Kompetitor

Kemudian, amati iklan yang dijalankan oleh pesaing Anda, seperti konten seperti apa yang mereka gunakan, apa CTA yang digunakan dan bagaimana cara merespons audiens mereka.

Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan inspirasi sekaligus peluang untuk tampil lebih menonjol dengan pendekatan yang lebih baik dari kompetitor.

Baca juga: Mengenal Analisis Kompetitor, Tujuan, Manfaat dan Cara Membuatnya

4. Tentukan Anggaran dan Jadwal Penayangan

Selanjutnya, Anda bisa mengatur sendiri daily budget (harian) atau lifetime budget (total kampanye). Besarnya, biaya iklan tergantung pada target audiens, kompetisi, dan kualitas iklan.

Contoh: Dengan budget Rp50.000/hari, Anda bisa menjangkau 2.000–6.000 orang tergantung platform dan targeting.

Kemudian, jadwalkan iklan di jam audiens aktif seperti pagi hari sebelum kerja, waktu istirahat siang, dan malam hari setelah aktivitas selesai. Selain itu, Anda bisa membandingkan performa penayangan di weekday vs. weekend untuk menemukan waktu terbaik.

Berikut ini strategi jadwal penayangan iklan di media sosial.

  • Always On: Cocok untuk brand awareness jangka panjang dan membangun top-of-mind.
  • Burst Campaign: Digunakan untuk promo terbatas, flash sale, event musiman, atau peluncuran produk baru.

5. Pilih Platform yang Sesuai

Setiap platform punya karakteristik pengguna berbeda. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami kekuatan dan kelebihan masing-masing platform sebelum menggunakannya.

Berikut tabel perbedaan kelebihan setiap platform sosial media.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Platform MedsosKelebihanCocok untuk
InstagramVisual menarik, story & reels interaktifFashion, beauty, lifestyle, F&B
FacebookJangkauan luas, tools bisnis lengkapUMKM, ecommerce, lokal & global
TikTokViral content, audiens Gen Z & milenialProduk kreatif, entertainment, edukasi ringan
LinkedInProfesional, B2B, rekrutmenSaaS, pelatihan, jasa profesional
X (Twitter)Percakapan real-time, beritaMedia, tech, kampanye opini

6. Buat Penawaran Iklan yang Menarik Bagi Audiens

Agar iklan mampu menarik perhatian dan menghasilkan konversi, Anda perlu menawarkan sesuatu yang benar-benar bernilai bagi audiens. Penawaran bisa berupa diskon langsung, bundling produk, cashback, akses eksklusif ke konten atau event, hingga limited edition product.

Pastikan penawaran ini relevan dengan kebutuhan dan perilaku audiens Anda. Penawaran yang kuat akan memperbesar kemungkinan audiens mengklik dan menyelesaikan aksi yang Anda inginkan.

Contoh beberapa penawaran iklan yang menarik sebagai berikut.

  • Gunakan kata-kata pemicu aksi seperti “Gratis Ongkir”, “Diskon 50%”, atau “Hanya Hari Ini!”
  • Tampilkan urgensi dengan batas waktu: “Berakhir dalam 24 jam” atau “Stok terbatas”
  • Sesuaikan penawaran dengan segmen pasar. Misalnya, promo midnight sale cocok untuk audiens muda yang aktif malam hari.

7. Buat Headline dan Copywriting yang Persuasif

Headline adalah elemen pertama yang dilihat oleh audiens, sehingga harus menarik perhatian dan menyampaikan pesan inti secara cepat. Selain itu, penggunaan copywriting yang baik mampu membangun koneksi emosional dan mendorong tindakan yang diinginkan.

Gunakan kalimat pendek, emosional, dan langsung ke manfaat. Hindari istilah teknis atau kalimat yang terlalu umum.

Berikut ini tips menulis copywriting yang baik.

  • Gunakan formula AIDA, yaitu Attention, Interest, Desire, dan Action
  • Fokus pada solusi dari masalah audiens, bukan sekadar fitur produk
  • Tambahkan testimoni singkat atau klaim sosial, seperti “Dipercaya oleh 20.000 pelanggan”

8. Buat Desain Iklan yang Menarik

Desain yang menarik, harmonis, dan sesuai identitas brand akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik iklan Anda. Gunakan visual yang kuat menarik audies untuk membaca lebih lanjut iklan yang Anda posting.

Sebaiknya, gunakan warna-warna kontras, tipografi yang jelas, dan elemen visual yang relevan dengan pesan iklan. Hindari terlalu banyak teks, ikuti pedoman platform seperti Facebook (maksimal 20% teks dalam gambar)

9. Unggah dan Atur Kampanye Iklan di Platform

Setelah semua elemen konten iklan selesai dibuat, maka langkah selanjutnya adalah mengunggah dan menyusun kampanye Anda di platform iklan yang dipilih.

Ikuti langkah berikut untuk monitoring iklan sosial media yang Anda jalankan:

  1. Masuk ke dashboard iklan (Meta Ads Manager, TikTok Ads Manager, dsb.)
  2. Tentukan objektif kampanye (awareness, traffic, conversions, dll.)
  3. Atur targeting audiens berdasarkan data persona yang telah dibuat
  4. Tentukan budget dan jadwal penayangan sesuai strategi Anda
  5. Unggah konten dan pratinjau hasil tampilan iklan
  6. Review menyeluruh untuk memastikan semua elemen sudah sesuai.

Pilihan Platform untuk Membuat Iklan di Media Sosial

1. Meta (Facebook & Instagram) untuk Skala Massal

Facebook dan Instagram berbagi sistem iklan yang sama (Meta Ads Manager) dan menjadi pilihan default kebanyakan bisnis B2C di Indonesia. Kombinasi audience size dan kedalaman targeting sulit ditandingi.

2. TikTok untuk Akuisisi Audiens Muda

Format video pendek membuat kreatif sederhana bisa viral organik dan iklannya mendapat distribusi luas. TikTok cocok untuk produk impulsif dan brand yang berani bereksperimen dengan format storytelling.

3. LinkedIn untuk B2B dan Akuisisi Talent

Targeting berbasis jabatan, industri, dan ukuran perusahaan membuat LinkedIn ideal untuk SaaS, jasa profesional, dan rekrutmen. Biaya per klik LinkedIn juga lebih tinggi, tetapi kualitas lead juga jauh lebih relevan.

3. YouTube Ads untuk Pertimbangan Pembelian

YouTube Ads mengusung format video panjang efektif untuk produk yang membutuhkan edukasi sebelum membeli. Sebagai contoh, aplikasi, gadget hingga jasa berbasis langganan.

4. X dan Threads untuk Kampanye Real-Time

X (Twitter) dan Threads ini bekerja paling baik ketika brand ingin masuk ke percakapan yang sedang ramai. Sebagai contoh, percakapan tentang peluncuran produk, isu industri, atau momen budaya pop.


Tips Meningkatkan Efektivitas Iklan di Media Sosial

Jika iklan yang Anda buat kurang berhasil, ikuti cara berikut agar lebih efektif:

1. Memahami Audiens Secara Mendalam

Lakukan riset pasar dan analisis audiens secara menyeluruh. Gunakan data dari insight media sosial dan Google Analytics untuk mengetahui siapa audiens ideal Anda, kebiasaan mereka, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan konten Anda.

2. Membuat Visual dan Copy Iklan yang Solutif

Pastikan iklan Anda menjawab kebutuhan atau masalah audiens. Gunakan visual yang relevan dan copywriting yang menekankan manfaat produk. Tambahkan hashtag yang relevan untuk memperluas jangkauan secara organik dan membantu algoritma mengenali topik iklan Anda.

3. Aktifkan Retargeting untuk Audiens Bernilai Tinggi

Iklan retargeting tercatat menghasilkan CTR hingga 10 kali lipat dan menaikkan conversion rate sekitar 70% dibandingkan iklan display standar (Sender).

Ini biasanya kanal dengan ROAS terbaik di funnel.

4. Bekerja Sama dengan Influencer

Kolaborasi dengan micro atau macro influencer yang relevan dapat meningkatkan kepercayaan dan menjangkau komunitas baru. Pastikan influencer tersebut memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar Anda dan mampu menyampaikan pesan brand secara autentik.

Baca juga: Daftar KOL Influencer Populer dengan Tingkat Engagement Tinggi di Indonesia

5. Mengedepankan Nilai Positif Produk

Tampilkan keunggulan dan nilai unik produk Anda, seperti keberlanjutan, kehalalan, lokalitas, atau fitur eksklusif. Audiens cenderung merespons positif pada brand yang punya misi jelas dan berdampak.

6. Mencari Waktu Terbaik untuk Posting Iklan

Uji dan analisis waktu penayangan untuk mengetahui kapan audiens Anda paling aktif. Beberapa bisnis mendapatkan hasil terbaik saat pagi hari, sementara yang lain lebih efektif saat malam atau akhir pekan.

7. Melakukan A/B Testing Secara Rutin

Jalankan dua versi iklan berbeda untuk menguji headline, visual, CTA, atau penawaran. A/B testing membantu Anda menemukan kombinasi paling efektif dan mengurangi biaya iklan yang tidak efisien.

8. Memanfaatkan Data untuk Optimasi dan Retargeting

Gunakan hasil analitik kampanye untuk menyesuaikan strategi ke depan. Selain itu, aktifkan fitur retargeting untuk menjangkau kembali pengguna yang pernah mengunjungi website atau berinteraksi dengan iklan sebelumnya.

9. Membuat Landing Page yang Menarik dan Relevan

Pastikan iklan Anda mengarah ke halaman tujuan yang sesuai, cepat diakses, dan memiliki CTA yang jelas. Landing page yang baik akan meningkatkan conversion rate dan menurunkan bounce rate.


Contoh Brand Sukses Menjalankan Iklan di Media Sosial

Berikut ini beberapa bisnis asal Indonesia yang sukses menjalankan iklan di media sosial.

1. Sambal Bu Rudy

Cara iklan di media sosial - contoh sambal bu rudy
Sumber: Facebook Sambal Bu Rudy

Sambal Bu Rudy, brand kuliner khas Surabaya, sukses memanfaatkan Facebook dan Instagram Ads untuk meningkatkan penjualan selama pandemi.

Dengan target pasar yang jelas di Jabodetabek, Tim Sambal Bu Rudy merancang konten iklan berupa video pendek proses pembuatan sambal, unboxing paket, serta testimoni pelanggan. Visualnya sederhana namun menggugah selera, membuat audiens merasa lapar hanya dengan melihatnya.

Dalam dua minggu, Sambal Bu Rudy mencatat peningkatan traffic website sebesar 160% dan konversi penjualan naik lebih dari dua kali lipat. ROAS kampanye mencapai lebih dari 3,5, padahal biaya iklan yang relatif kecil. Hal ini membuktikan bahwa UMKM pun bisa bersaing jika strategi kontennya tepat.

2. Ruangguru

Cara iklan di media sosial - contoh Ruangguru
Sumber: Instagram Ruangguru

Ruangguru menjalankan kampanye iklan edukasi yang sukses dengan menggabungkan humor, kebutuhan akademik, dan strategi retargeting. Platform education ini meluncurkan video pendek di YouTube dan Facebook yang menampilkan karakter-karakter lucu dan relatable bagi pelajar Indonesia.

Selain itu, Ruangguru juga menarget ulang pengguna yang pernah membuka aplikasi atau website tetapi belum mendaftar.

Upaya tersebut berhasil menurunkan cost per install hingga 40%, dan jumlah pengguna aktif baru meningkat drastis menjelang musim ujian nasional. Ruangguru pun dikenal sebagai solusi belajar digital yang menyenangkan dan mudah diakses melalui iklan yang humanis.

3. Erigo

Cara iklan di media sosial - contoh erigo
Sumber: TikTok – Erigo

Erigo, salah satu brand fashion lokal ternama, berhasil memanfaatkan media sosial untuk menembus pasar Gen Z. Mereka meluncurkan iklan TikTok dan Instagram Reels dengan format storytelling ringan dan gaya visual yang kekinian.

Konten OOTD (outfit of the day) disajikan dengan cepat, menampilkan mix & match outfit Erigo yang mudah ditiru, serta CTA yang jelas untuk langsung berbelanja di e-commerce mereka.

Kampanye ini menghasilkan lebih dari 5 juta impresi dalam waktu kurang dari dua minggu, serta lonjakan traffic signifikan ke situs resmi dan marketplace.

Strategi kolaborasi dengan TikTok influencer juga meningkatkan trust dan mendorong pembelian impulsif, memperlihatkan kekuatan kombinasi paid dan organic reach dalam industri fashion.


Kelola Leads Bisnis dengan Mudah Bersama Mekari Qontak!

Membuat iklan di media sosial bukan hanya soal pasang iklan dan berharap hasil. Diperlukan strategi, pemahaman audiens, kreativitas konten, dan kemampuan analitik.

Anda bisa menghubungkan beberapa platform sosial media untuk memudahkan dalam mengelola iklan. Qontak Sales Suite hadir dengan Aplikasi Omnichannel berbasis AI yang otomatis mengintegrasikan berbagai sosial media yang Anda miliki. Dengan demikian, Anda bisa memberikan respon lebih cepat dan efektif.

Hubungi tim ahli Mekari Qontak untuk konsultasi gratis dan coba demo gratis produk Mekari Qontak!

Referensi

aplikasi omnichannel mekari qontak untuk mengelola leads terpusat
Kategori : Marketing