
- Value Proposition adalah pernyataan ringkas yang menjelaskan manfaat unik produk Anda dan menjadi alasan mengapa pelanggan harus memilih Anda.
- Value proposition berfokus pada nilai yang diterima pelanggan, sementara unique selling proposition (USP) berfokus pada keunikan produk.
- Untuk merumuskan value proposition yang kuat, identifikasi elemen utamanya: Target Pelanggan, Manfaat/Kelebihan Produk, dan Alasan Unik Memilih Produk Anda.
- Proses pembuatan value proposition melibatkan empat tahapan krusial: Memahami Pelanggan, Mendeskripsikan Produk, Mengenali Pesaing, hingga Membentuk Pernyataan yang berorientasi pada pelanggan.
Value proposition memberikan nilai tambah pada produk yang menjadikan pembeda dari kompetitor dan memberikan alasan kepada pelanggan untuk memilih produk tersebut.
Maka dari itu, semakin tinggi value proposition yang berhasil bisnis tambahkan, semakin terbuka pula kesempatan produk tersebut laku di pasaran. Namun hal ini tentu berbeda dengan Unique Selling Points.
Ulasan blog Mekari Qontak berikut ini akan membantu Anda memahami terkait perbedaannya dengan USP, elemen, fungsi, hingga contohnya secara lengkap.

Apa itu Value Proposition?
Value proposition adalah pernyataan ringkas dan kuat yang menjelaskan manfaat unik atau nilai inti yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Hal ini menjadi alasan dasar mengapa pelanggan harus memilih produk atau layanan Anda daripada pesaing di pasar.
Bentuk umumnya berfokus pada penyorotan keuntungan konkret yang akan diterima pelanggan. Oleh karena itu, value proposition berfungsi sebagai janji nilai yang menarik perhatian pelanggan sekaligus solusi yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menyelesaikan pain point pelanggan.
Baca juga: Rekomendasi Customer Data Platform Terbaik untuk Bisnis
Fungsi Kunci Value Proposition Bagi Bisnis
Value Proposition yang kuat memberikan dampak positif pada keseluruhan strategi pemasaran dan penjualan perusahaan. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya, sebagai berikut.
- Meningkatkan pemahaman pelanggan: Value proposition yang jelas membantu calon pelanggan segera memahami apa yang ditawarkan produk Anda dan masalah apa yang dapat diselesaikannya.
- Meningkatkan prospek penjualan: Value proposition yang terfokus memastikan bahwa upaya pemasaran menargetkan audiens yang tepat sehingga meningkatkan tingkat konversi.
- Memperkuat positioning merek: Value proposition membantu mendefinisikan posisi unik merek Anda di pasar, membedakannya dari pesaing di benak konsumen.
- Memandu inovasi produk: Dengan memahami nilai inti yang Anda janjikan, tim pengembangan produk dapat fokus pada fitur yang benar-benar memberikan nilai tersebut.
- Membangun loyalitas jangka panjang: Ketika produk secara konsisten memberikan nilai yang dijanjikan, kepercayaan pelanggan akan tumbuh, menghasilkan loyalitas dan retensi yang lebih tinggi.
Baca juga: Cara Membangun dan Menjaga Loyalitas Pelanggan Agar Bisnis Makin Cuan
Perbedaan Value Proposition dan Unique Selling Proposition
Meskipun sering disamakan, value proposition berbeda dengan unique selling proposition (USP). Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya dalam bisnis.
Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.
| Perbandingan | Value Proposition | Unique Selling Proposition |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Fokus pada nilai yang diterima pelanggan, misalnya hemat waktu dan uang untuk pengiriman. | Fokus pada keunikan produk dibandingkan pesaing, misalnya satu-satunya di Indonesia yang menggunakan drone untuk pengiriman. |
| Pertanyaan yang Dijawab | Menjawab: “Mengapa produk ini bermanfaat bagi saya?” | Menjawab: “Apa yang membedakan produk ini dari yang lain?” |
| Sifat | Menekankan pada manfaat yang spesifik dan nyata. | Menekankan pada fitur atau atribut unik. |
Baca juga: Unique Selling Proposition: Arti, Manfaat, Contoh dan Cara Menentukannya
Elemen-Elemen Value Proposition
Setiap bisnis perlu mengimplementasikan value proposition secara strategis. Namun ada beberapa elemen dasar yang harus dipahami dan diperhatikan.
1. Target Pelanggan
Elemen utama adalah mengidentifikasi secara akurat siapa target audiens atau pelanggan ideal bisnis Anda. Setelah itu, penting untuk menggali dan memahami masalah spesifik, baik yang disadari maupun hanya berupa gejala, yang sering dialami oleh segmen pelanggan tersebut.
Pemahaman mendalam mengenai pain points ini menjadi dasar bagi bisnis untuk merancang solusi yang sempurna.
2. Manfaat atau Kelebihan Produk
Bisnis tidak hanya perlu menemukan solusi, tetapi juga harus secara jelas mengkomunikasikan bagaimana solusi tersebut memberikan manfaat nyata.
Manfaat ini sering kali berupa pain relievers, misalnya garansi produk untuk mengatasi keluhan kerusakan, atau gain creators seperti layanan onboarding gratis untuk kemudahan adopsi aplikasi. Pastikan manfaat ini dikomunikasikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna oleh pelanggan.
3. Alasan Memilih Produk Anda
Terakhir, Anda harus memberikan dorongan yang kuat agar pelanggan memilih produk Anda di atas kompetitor.
Tonjolkan keunggulan unik seperti kemudahan penggunaan aplikasi cloud terintegrasi API dengan mengaitkannya langsung pada hasil konkret yang dinilai pelanggan misalnya menghemat waktu pelanggan.
Alasan ini harus dicantumkan dengan jelas dan relevan dalam deskripsi produk atau kampanye pemasaran.
Baca juga: Apa Itu Customer Experience? Strategi dan Cara Mengukurnya dalam Bisnis
Faktor yang Memengaruhi Value Proposition
Perkembangan teknologi dan derasnya informasi digital telah mengubah secara fundamental cara pelanggan berinteraksi dengan merek. Oleh karena itu, bisnis harus dapat mengikuti tren value proposition berikut ini agar tetap relevan.
1. Ekspektasi Pelanggan
Di era digital, pelanggan terpapar pada konten pemasaran yang masif, yang secara otomatis meningkatkan ekspektasi mereka terhadap produk atau layanan.
Saat ini, pelanggan mencari lebih dari sekadar produk, namun mereka menuntut pengalaman yang mulus, personalisasi, kenyamanan, dan keterlibatan yang berarti di setiap interaksi.
Bisnis harus peka terhadap perubahan ini, melakukan inovasi berkelanjutan pada produk dan layanan agar value proposition mereka selalu relevan dengan kebutuhan audiens yang dinamis.
2. Pergeseran Pendekatan yang Berpusat pada Pelanggan (Customer Centricity)
Meningkatnya ekspektasi pelanggan memaksa bisnis untuk menggeser fokus strategi pemasaran mereka menjadi berpusat pada pelanggan.
Hal ini berarti bisnis harus secara aktif mendengarkan keluhan dan masalah pelanggan untuk benar-benar memahami kebutuhan mereka dari sudut pandang pelanggan itu sendiri.
Penyesuaian dan personalisasi value proposition berdasarkan data dan keinginan spesifik pelanggan terbukti menjadi cara yang jauh lebih efektif untuk mendekati dan memenangkan hati audiens.
3. Pentingnya Beradaptasi dengan Perubahan Pasar
Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, hanya bisnis yang tangkas dan mampu menyesuaikan diri yang dapat bertahan dan berkembang.
Salah satu adaptasi kunci adalah dengan secara proaktif menyesuaikan value proposition agar selaras dengan preferensi pelanggan yang terus berubah.
Bisnis juga perlu mengemasnya melalui media promosi dan kampanye pemasaran terkini agar tetap relevan dan kompetitif di mata konsumen.
Baca juga: Product Life Cycle: Pengertian, Tahapan, Faktor, dan Contoh Penerapannya
Cara Membuat Value Proposition yang Kuat
Menyusun value proposition yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang produk, pasar, dan audiens Anda. Berikut tahapan terstruktur untuk merumuskan proposisi nilai yang kuat dan relevan.
1. Pahami Pelanggan Anda
Langkah awal yang krusial adalah memahami secara utuh target pelanggan Anda dan apa yang sebenarnya mereka inginkan.
Untuk mendapatkan wawasan yang akurat, lakukanlah riset pasar melalui survei, Focus Group Discussion (FGD), atau wawancara langsung. Hasil riset ini akan membantu Anda memahami opini, gagasan, dan pain points pelanggan terhadap suatu produk, yang menjadi fondasi value proposition.
2. Deskripsikan Produk dan Layanan Anda
Setelah mengetahui kebutuhan pelanggan, sesuaikan deskripsi produk atau layanan Anda dari sudut pandang mereka.
Fokuslah menjawab bagaimana penawaran Anda secara spesifik menyelesaikan masalah mereka dan apa hasil konkret yang akan mereka terima. Untuk meningkatkan daya tarik, dukung deskripsi nilai ini dengan fakta-fakta kuat, seperti persentase atau data angka.
3. Kenali Pesaing Anda
Penting untuk melakukan riset kompetitor guna mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan posisi produk Anda di pasar. Anda dapat menggunakan analisis SWOT untuk menentukan positioning brand Anda secara efektif.
Selanjutnya, gunakan sudut pandang pelanggan untuk menilai bagaimana produk atau gagasan Anda memberikan nilai superior dibandingkan penawaran pesaing.
4. Bentuk Value Proposition yang Berorientasi pada Pelanggan
Tahap akhir adalah merangkum semua informasi yang dikumpulkan menjadi pernyataan VP yang ringkas dan persuasif. Pernyataan ini harus secara tegas menjawab pertanyaan: “Mengapa pelanggan harus memilih produk ini?”.
Untuk memastikan fokus tetap pada pelanggan, cobalah menyusunnya dari sudut pandang mereka, misalnya dengan melengkapi kalimat seperti: “Saya ingin membeli produk ini karena…”
Baca juga: STP Marketing: Strategi Segmenting, Targeting, Positioning yang Efektif
Contoh Value Proposition
Anda mungkin sering menemukan contoh umum value proposition seperti “Harga Murah,” “Layanan Konsumen Berkualitas,” atau “Jaminan Barang Asli,” yang digunakan bisnis.
Selain contoh-contoh umum di atas, banyak brand global terkemuka menggunakan value proposition yang lebih terstruktur dan berfokus pada pengalaman unik pelanggan dalam strategi pemasaran mereka.
1. Nike

Dalam salah satu kampanye keanggotaan, Nike berfokus pada penawaran manfaat eksklusif yang menarik bagi komunitas mereka.
Value proposition utamanya adalah memberikan akses istimewa ke produk baru, pengiriman gratis, dan hadiah di hari ulang tahun bagi setiap anggota. Kampanye ini berhasil karena secara jelas menonjolkan nilai lebih yang hanya bisa dinikmati oleh anggota, menciptakan rasa keistimewaan dan loyalitas.
2. Apple

Apple sering kali menggunakan value proposition yang menyentuh sisi emosional dan pengalaman pengguna.
Melalui pembaruan sistem operasi seperti iOS 15, Apple menawarkan VP yang berfokus pada kemampuan pelanggan untuk “terhubung,” “hadir,” dan “menjelajahi” produk mereka dengan cara yang lebih mendalam.
Hal ini menunjukkan bahwa value proposition Apple tidak hanya tentang fitur teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut meningkatkan kehidupan dan interaksi penggunanya.
3. Grammarly

Grammarly menonjolkan value proposition yang sangat jelas dan fungsional melalui pesan pemasaran yang sederhana dan lugas.
Mereka menyampaikan nilai produk secara langsung dalam judul dan deskripsi iklan, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di kalangan calon pengguna. Kejelasan pesan ini memastikan bahwa audiens segera memahami layanan utama yang disediakan Grammarly, yaitu peningkatan kualitas tulisan.
Baca juga: Apa itu Value Proposition Canvas? Komponen dan Contohnya
Gunakan Mekari Qontak untuk Menentukan Value Proposition dengan Tepat!
Untuk benar-benar menguji product-market fit dan memastikan pain relievers serta gain creators tepat, Anda membutuhkan sistem CRM yang handal untuk merekam setiap histori pengalaman pelanggan.
Data pelanggan yang dikumpulkan dan dikelola oleh CRM akan menjadi bukti yang sangat berharga untuk memvalidasi, menguji, dan menyempurnakan asumsi yang dibuat dalam value proposition canvas.
Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM all in one terbaik di Indonesia yang terintegrasi sistem omnichannel serta memiliki fitur lengkap mulai dari manajemen goal hingga kustomisasi laporan dari semua informasi pelanggan.
Anda tak perlu khawatir sebab aplikasi CRM Mekari Qontak telah tersertifikasi 1SO 27001 untuk melindungi data pelanggan dan telah diadopsi oleh lebih dari 3500+ perusahaan Indonesia.
Dapatkan uji coba gratis solusi CRM terintegrasi dari Mekari Qontak atau konsultasikan strategi bisnis Anda terlebih dahulu dengan para ahlinya tanpa dipungut biaya!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Value Proposition (FAQ)
Bagaimana cara menguji validitas Value Proposition yang sudah dibuat?
Bagaimana cara menguji validitas Value Proposition yang sudah dibuat?
Validitas Value Proposition paling baik diuji melalui eksperimen dan riset pasar kuantitatif, seperti menggunakan A/B Testing pada headline di website atau melakukan Survei Willingness-to-Pay untuk mengukur kesediaan pelanggan membayar nilai yang ditawarkan. Pendekatan ini memastikan VP yang diluncurkan didukung oleh data konversi atau minat nyata dari audiens target.
Bagaimana Mekari Qontak dapat membantu menemukan Pain Points dan Gains yang paling akurat?
Bagaimana Mekari Qontak dapat membantu menemukan Pain Points dan Gains yang paling akurat?
Mekari Qontak membantu mengidentifikasi Pain Points dan Gains akurat dengan mengelola data interaksi pelanggan omnichannel secara terpusat. CRM melacak keluhan yang paling sering muncul (pain points) dan menganalisis metrik kepuasan pasca-pembelian (gains) melalui feedback dan riwayat interaksi, sehingga memvalidasi elemen VP dengan bukti nyata.
Selain kampanye pemasaran, di mana saja Value Proposition harus diletakkan dalam bisnis?
Selain kampanye pemasaran, di mana saja Value Proposition harus diletakkan dalam bisnis?
Value Proposition harus ditempatkan di setiap touchpoint pelanggan, tidak hanya pada iklan. Ini termasuk menjadi headline utama di halaman depan website, terintegrasi dalam skrip penjualan tim sales, dan disajikan di awal deskripsi produk untuk memastikan konsistensi pesan.