
- LinkedIn adalah platform media sosial profesional tempat audiens aktif mencari wawasan industri, solusi karier, serta konten edukatif yang autentik dan berkualitas tinggi.
- Jenis konten LinkedIn diantaranya konten edukasi, cerita personal terkait karir, hingga format carousel untuk visualisasi data yang menarik.
- Tips membuat konten linkedin adalah membuat Company Page, mengoptimalkan aset multimedia, menyertakan Call to Action (CTA) yang persuasif, serta penggunaan tagar strategis untuk memperluas jangkauan.
Memahami terkait tips membuat konten LinkedIn yang memikat menjadi hal penting dalam strategi content marketing untuk menjangkau audiens B2B secara lebih luas dan profesional.
Pasalnya, dengan penentuan target dan strategi yang tepat, Anda dapat meningkatkan interaksi sekaligus mendorong konversi secara signifikan bagi bisnis.
Maka ulasan Mekari Qontak blog di bawah ini akan membantu Anda untuk mengoptimalkan pembuatan konten linkedIn yang menarik bagi bisnis dan signifikan meningkatkan kesadaran.

Apa itu LinkedIn?
LinkedIn adalah platform media sosial profesional yang dimanfaatkan banyak orang untuk menciptakan konten demi menarik minat pengikut.
Platform ini mewadahi Anda untuk berinteraksi dengan audiens yang memiliki pola pikir berkembang, di mana mereka aktif mencari wawasan industri serta solusi untuk tantangan karier mereka.
Berbeda dengan platform lain, pengguna di LinkedIn cenderung lebih menghargai konten yang memiliki nilai edukasi tinggi dan penyampaian yang menjaga profesionalitas namun tetap autentik.
Baca juga: Social Media Branding: Pengertian, Manfaat, & Tips Penerapannya
Jenis-Jenis Konten LinkedIn
Memilih format yang tepat sangat krusial untuk memastikan pesan Anda tersampaikan dengan efektif kepada audiens profesional. Berikut adalah beberapa jenis konten yang terbukti efektif untuk LinkedIn.
1. Konten Edukasi dan Wawasan Industri
Jenis konten ini berfokus pada pembagian keahlian, tren terbaru, atau tips praktis yang relevan dengan bidang pekerjaan Anda.
Tujuannya adalah membangun otoritas dan kepercayaan audiens dengan memosisikan diri Anda sebagai ahli di industri tersebut.
Audiens LinkedIn sangat menghargai informasi yang dapat membantu mereka memecahkan masalah atau meningkatkan produktivitas kerja.
2. Konten Cerita Personal dan Refleksi Karier
Narasi mengenai perjalanan karier, kegagalan yang menjadi pelajaran, atau pencapaian tim memberikan sisi humanis pada profil profesional Anda.
Konten seperti ini cenderung mendapatkan interaksi yang tinggi karena audiens merasa terhubung secara emosional dengan pengalaman nyata yang Anda bagikan.
Pastikan untuk tetap menyisipkan pesan moral atau pembelajaran yang bermanfaat bagi pembaca di akhir cerita.
3. Konten Visual dan Dokumen (Carousel)
Mengunggah dokumen dalam format PDF yang dapat digeser atau infografis menarik dapat meningkatkan durasi audiens berhenti pada unggahan Anda.
Format ini sangat efektif untuk merangkum poin-poin rumit menjadi sajian visual yang lebih menarik secara estetika dan mempermudah penyampaian data penting secara sekilas.
Baca juga: Perbedaan Digital Marketing vs Social Media Marketing
Strategi Membuat Konten LinkedIn bagi Bisnis
Berikut adalah beberapa strategi utama yang perlu bisnis terapkan untuk mengoptimalkan performa konten di LinkedIn.
1. Perumusan Objektif Konten
Langkah awal yang paling krusial adalah menyelaraskan tujuan bisnis dengan strategi konten yang akan diproduksi secara konsisten.
Fokuslah pada penyampaian solusi nyata yang ditawarkan bisnis Anda agar tidak kehilangan perhatian dari audiens potensial di platform ini.
2. Distribusi Konten yang Tepat Sasaran
Membuat konten berkualitas saja tidak cukup jika pesan tersebut tidak sampai ke tangan audiens yang memang membutuhkannya.
Anda perlu memastikan distribusi konten dilakukan melalui segmentasi yang tepat, baik melalui penggunaan tagar maupun partisipasi dalam komunitas yang relevan.
Hal ini bertujuan agar interaksi yang tercipta berasal dari individu yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap bidang Anda.
3. Validitas Konten
Kepercayaan audiens adalah aset terbesar di LinkedIn, sehingga setiap klaim atau informasi yang Anda bagikan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Dukunglah argumen Anda dengan data yang valid serta riset yang akurat agar konten memiliki kredibilitas tinggi di mata profesional lain. Konten LinkedIn berbasis data cenderung lebih banyak dibagikan karena dianggap sebagai referensi yang tepercaya.
4. Penjadwalan Konten secara Terstruktur
Konsistensi merupakan kunci keberhasilan di media sosial, sehingga Anda perlu menyusun jadwal unggahan yang rapi dan terukur.
Dengan perencanaan yang matang, Anda dapat menjaga frekuensi konten tanpa mengorbankan kualitas atau merusak manajemen waktu harian Anda.
Jadwal yang teratur juga membantu audiens untuk mengetahui kapan mereka bisa menantikan pemikiran terbaru dari Anda.
Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Kalender Konten untuk Pemula dan Profesional
Tips Efektif Membuat Konten LinkedIn bagi Bisnis
Berikut adalah beberapa tips praktis untuk memastikan setiap unggahan bisnis Anda memberikan dampak yang maksimal.
1. Gunakan Halaman Perusahaan (Company Page)
Pastikan Anda mengunggah konten melalui profil bisnis resmi, bukan akun pribadi, untuk membangun identitas merek yang kuat.
Manfaatkan fitur administrasi untuk menjadwalkan postingan secara langsung melalui platform agar visibilitas perusahaan tetap terjaga secara konsisten.
Hal ini juga memungkinkan Anda untuk mengakses analitik mendalam guna memantau siapa saja yang berinteraksi dengan konten Anda.
2. Optimalkan Visual dan Format Multimedia
Konten bisnis akan jauh lebih menarik jika disertai dengan gambar berkualitas tinggi, video pendek, atau dokumen PDF (carousel) yang informatif.
Visual yang profesional membantu merepresentasikan kualitas bisnis Anda sekaligus menghentikan audiens saat mereka sedang melakukan scrolling di beranda.
3. Sertakan “Call to Action” (CTA) yang Jelas
Setiap konten bisnis harus memiliki tujuan akhir, baik itu mengarahkan audiens ke situs web, mengunduh brosur, atau sekadar memulai diskusi di kolom komentar.
Gunakan kalimat ajakan yang lugas namun tetap persuasif agar audiens mengetahui langkah apa yang harus mereka ambil setelah membaca konten tersebut.
Baca juga: Contoh Call to Action untuk Tarik Banyak Pelanggan
4. Manfaatkan Tagar dan Tagging secara Strategis
Gunakan 3 hingga 5 tagar yang relevan dengan industri Anda untuk meningkatkan jangkauan konten di luar jaringan pengikut saat ini.
Selain itu, jangan ragu untuk menandai (tag) mitra bisnis atau karyawan yang terlibat dalam konten tersebut guna mendorong keterlibatan awal yang lebih luas.
Strategi ini membantu algoritma LinkedIn memahami kategori konten Anda dan mendistribusikannya kepada audiens yang tepat.
Baca juga: Hashtag Viral: Rahasia Meningkatkan Jangkauan Konten Anda
Pantau Tren Bisnis untuk Konten LinkedIn dengan Solusi Mekari Qontak!
Menerapkan strategi konten yang tepat adalah kunci utama untuk membangun otoritas bisnis dan menjaring prospek berkualitas di LinkedIn.
Namun, interaksi yang masuk dari konten-konten tersebut tentu perlu dikelola dengan sistem yang mumpuni agar tidak ada satu pun peluang yang terlewatkan begitu saja.
Untuk mengoptimalkan konversi dari strategi konten LinkedIn bisnis Anda, solusi CRM terpercaya dari Mekari Qontak dapat menjadi pilihan untuk memantau tren dari interaksi pelanggan dalam konten dan saluran komunikasi bisnis.
Mekari Qontak dilengkapi dengan fitur Omnichannel yang mampu mengintegrasikan seluruh saluran komunikasi bisnis Anda dalam satu platform serta fitur Custom Report untuk memantau performa tim secara akurat.
Eksplor berbagai fitur canggih lainnya dengan uji coba gratis solusi CRM Mekari Qontak atau konsultasikan strategi layanan Anda terlebih dahulu dengan tim ahlinya tanpa dipungut biaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Konten LinkedIn (FAQ)
Seberapa sering bisnis harus mengunggah konten di LinkedIn?
Seberapa sering bisnis harus mengunggah konten di LinkedIn?
Konsistensi lebih penting daripada kuantitas. Untuk akun bisnis, idealnya Anda mengunggah konten 2 hingga 4 kali seminggu. Pastikan setiap unggahan memiliki kualitas yang terjaga agar algoritma LinkedIn tetap menilai konten Anda relevan bagi audiens.
Bagaimana cara mengukur keberhasilan konten LinkedIn untuk bisnis?
Bagaimana cara mengukur keberhasilan konten LinkedIn untuk bisnis?
Anda dapat memantau metrik melalui fitur analitik di Company Page. Fokuslah pada tingkat keterlibatan (engagement rate), jumlah klik ke situs web (melalui CTA), dan kualitas pengikut baru yang berasal dari industri target Anda.
Format konten apa yang saat ini mendapatkan jangkauan (reach) tertinggi?
Format konten apa yang saat ini mendapatkan jangkauan (reach) tertinggi?
Saat ini, format Carousel dan Video Pendek cenderung mendapatkan interaksi serta jangkauan yang lebih luas. Format ini memungkinkan audiens untuk mendapatkan informasi mendalam tanpa harus keluar dari aplikasi LinkedIn.