7 mins read

Mengenal Black Friday dan Strategi Maksimalkan Profit bagi Bisnis

Tayang
Diperbarui
Ditulis oleh:
Mengenal Black Friday dan Strategi Maksimalkan Profit bagi Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Black Friday adalah hari belanja besar-besaran pasca-Thanksgiving yang menandai mulainya musim diskon Natal dan kini telah menjadi tren global.
  • Sejarah istilah Black Friday bermula di Philadelphia pada 1950-an untuk menggambarkan kepadatan lalu lintas, istilah ini berevolusi menjadi simbol keuntungan bisnis.
  • Fenomena Black Friday di Indonesia cenderung berdampingan dengan tren belanja lokal yang lebih populer seperti promo tanggal kembar 11.11 dan Payday Sale.
  • Strategi bisnis dalam menghadapi Black Friday diantaranya membuat kampanye media sosial, menyiapkan infrastruktur digital, hingga membuat pemasaran yang cerdas. 

Black Friday menjadi momentum belanja yang seringkali dinanti setiap tahunnya, khususnya di Amerika karena berbagai toko retail menawarkan diskon besar-besaran demi menarik minat konsumen.

Fenomena yang terjadi pada penghujung bulan November setiap tahunnya ini memicu kerumunan pembeli dengan jumlah besar dan tentunya memiliki dampak menarik bagi bisnis.

Ulasan Mekari Qontak blog kali ini akan membantu Anda memahami sejarah, dampak, hingga strategi efektif bagi bisnis untuk menarik minat berbelanja pada momen itu.

Manfaat fitur utama Sales Suite Mekari Qontak

Apa itu Black Friday?

Black Friday adalah hari belanja besar-besaran yang jatuh pada Jumat di minggu keempat pada bulan November setelah hari Thanksgiving di Amerika Serikat.

Fenomena ini menandai dimulainya perburuan diskon Natal melalui berbagai penawaran fantastis di berbagai toko, baik fisik maupun online, yang kini menjadi fenomena global dan juga dirayakan di Indonesia.

Meskipun euforia-nya tidak sebesar di Amerika Serikat, namun di Indonesia fenomena ini lebih banyak diadopsi oleh platform belanja online dan pusat perbelanjaan modern di kota-kota besar.

Baca juga: Bisnis Digital: Manfaat, Jenis, dan Contohnya untuk Bisnis

Sejarah Asal Mula Black Friday

Istilah Black Friday berawal dari Philadelphia tahun 1950-an yang digunakan oleh petugas polisi untuk menggambarkan kekacauan lalu lintas pada hari setelah Thanksgiving, akibat adanya diskon besar di seluruh toko.

Namun kemudian berkembang menjadi simbol keuntungan bagi para pedagang atas lonjakan penjualan. Hal ini merujuk pada cara lama bisnis dalam mencatat keuntungan dengan tinta hitam dan tinta merah untuk kerugian.

Sejak saat itulah menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan belahan dunia lainnya bahwa istilah tersebut identik dengan pemberian diskon besar.

Baca juga: Memahami Media Promosi, Fungsi, Contoh dan Kelebihannya

Alasan Banyak Diskon Saat Black Friday

Banyaknya produk dijual dengan harga miring pada saat Black Friday nyatanya menjadi bagian dari langkah bisnis terencana untuk mencapai target akhir tahun. Berikut adalah beberapa alasannya:

1. Kemacetan Lalu Lintas saat Black Friday

Lonjakan volume kendaraan menuju pusat perbelanjaan seringkali menyebabkan kemacetan parah di jalan-jalan utama dan area parkir.

Kepadatan ini tidak hanya terjadi karena banyaknya pembeli, tetapi juga karena waktu operasional toko yang dimulai secara bersamaan sejak dini hari.

2. Membersihkan Stok Gudang

Toko ritel menggunakan momen ini untuk menghabiskan sisa stok barang dari musim sebelumnya agar gudang tidak penuh, sehingga dapat memberi ruang bagi koleksi produk baru yang akan masuk.

Dengan menjual barang lama meskipun bermargin tipis, perusahaan terhindar dari kerugian akibat biaya penyimpanan barang yang tidak laku.

3. Penawaran Doorbusters yang Terbatas

Doorbusters adalah strategi di mana toko menawarkan diskon paling ekstrem untuk produk tertentu dalam jumlah yang sangat terbatas di jam-jam awal pembukaan.

Tujuannya adalah menciptakan urgensi sehingga konsumen rela datang lebih pagi dan berebut untuk mendapatkan barang impian mereka.

4. Strategi Penarik Konsumen

Banyak toko sengaja menjual beberapa produk populer dengan harga sangat murah untuk menarik orang agar datang ke toko atau mengunjungi situs web mereka.

Begitu konsumen masuk, mereka cenderung akan membeli barang lain dengan harga normal untuk melengkapi belanjaan mereka, sehingga efektif dalam meningkatkan total volume penjualan dengan singkat.

Baca juga: Tren Perilaku Konsumen 2025 dan Strategi Menghadapinya Bagi Bisnis

Tren Black Friday di Berbagai Negara

Meskipun berakar dari tradisi Amerika Serikat, Black Friday telah menjadi fenomena global. Berikut adalah potret perkembangan tradisi belanja ini di beberapa negara besar, termasuk Indonesia.

1. Inggris

Inggris mulai mengenal Black Friday pada 2010 melalui promosi Amazon yang sempat menyebabkan situs mereka lumpuh akibat lonjakan pengunjung.

Tradisi ini kemudian memicu persaingan fisik yang sengit di toko-toko retail, hingga sempat menimbulkan insiden kericuhan di masa awal peluncurannya.

Namun kini, momen tersebut menjadi pilar ekonomi penting yang terus mencetak rekor penjualan puluhan juta poundsterling setiap tahunnya.

2. Kanada

Sejak tahun 2008, Black Friday di Kanada telah berkembang pesat hingga berdasarkan Survei Belanja Liburan 2019 dari Dewan Ritel Kanada (RCC) berhasil menggeser popularitas Boxing Day sebagai waktu belanja favorit warga.

Banyak pebisnis menawarkan diskon selama beberapa hari agar konsumen bisa menyelesaikan belanja kebutuhan Natal lebih awal.

Data menunjukkan bahwa masyarakat Kanada kini lebih memilih berburu promo di bulan November untuk menghindari kepadatan yang terjadi saat libur akhir tahun.

3. Australia

Apple menjadi pionir yang memperkenalkan kampanye Black Friday di Australia pada 2013, dan sejak saat itu minat masyarakat terus melonjak setiap tahunnya.

Meskipun tidak merayakan Thanksgiving, jutaan warga Australia tetap berpartisipasi dalam perburuan diskon yang kini durasinya diperpanjang hingga seminggu penuh.

Strategi promosi yang lebih lama ini sengaja diterapkan oleh pebisnis untuk mengakomodasi antusiasme konsumen yang sangat tinggi.

4. Indonesia

Di Indonesia, perayaan Black Friday cenderung kalah bersaing dengan tren belanja lokal seperti “Hari Belanja Online Nasional” atau promo tanggal kembar.

Masyarakat lebih akrab dengan kampanye 11.11 dan Payday Sale yang rutin diselenggarakan oleh berbagai platform e-commerce setiap bulannya.

Oleh karena itu, para pelaku bisnis di Indonesia lebih fokus menggunakan momentum tersebut karena dianggap lebih relevan dengan perilaku belanja konsumen dalam negeri.

Baca juga: Payday Sale: Strategi Meningkatkan Penjualan di Akhir Bulan

Strategi Efektif Saat Black Friday bagi Bisnis

Black Friday menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis untuk mengoptimalkan pendapatan. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mendongkrak volume penjualan bisnis.

  1. Apresiasi pelanggan setia: Memberikan penawaran eksklusif bagi pelanggan VIP dapat meningkatkan loyalitas dan menjamin angka penjualan yang stabil.
  2. Kampanye media sosial: Membangun kesadaran melalui promosi di platform sosial sangat efektif untuk menarik massa sebelum hari puncak dimulai.
  3. Kesiapan infrastruktur digital: Memastikan situs web dan aplikasi mampu menangani lonjakan trafik sangat penting agar pengalaman berbelanja tidak terganggu.
  4. Optimalisasi navigasi produk: Struktur navigasi web yang intuitif memudahkan calon pembeli menemukan barang impian mereka dengan lebih cepat.
  5. Penyederhanaan proses transaksi: Alur pembayaran yang ringkas dan mudah membantu mengurangi risiko keranjang belanja yang ditinggalkan pembeli.
  6. Manajemen logistik yang matang: Rencana pengiriman dan kebijakan retur yang jelas sangat dibutuhkan untuk menjaga kepuasan konsumen pasca-pembelian.
  7. Teknik up-selling dan cross-selling: Menyarankan produk tambahan atau versi yang lebih premium dapat meningkatkan nilai rata-rata transaksi setiap pelanggan.
  8. Perpanjangan periode promo: Memperpanjang masa diskon hingga Cyber Monday memberikan kesempatan lebih bagi konsumen yang melewatkan promo di hari pertama.
Baca juga: Strategi Pemasaran Produk yang Efektif untuk Bisnis

Tips Berbelanja Saat Black Friday bagi Konsumen

Agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan, konsumen perlu menerapkan strategi belanja yang bijak namun tetap mendapatkan keuntungan maksimal.

  1. Riset perbandingan harga: Lakukan pengecekan harga antar-platform e-commerce maupun antara toko fisik dan toko online untuk memastikan Anda mendapatkan penawaran termurah.
  2. Analisis keaslian diskon: Perhatikan harga produk pada hari biasa dan baca ulasan pengguna lain guna memastikan bahwa potongan harga yang diberikan benar-benar jujur.
  3. Pahami kebijakan toko: Pelajari dengan teliti syarat serta ketentuan mengenai pengembalian atau penukaran barang untuk mengantisipasi jika produk yang diterima tidak sesuai.
  4. Perencanaan anggaran dan prioritas: Tetapkan batasan biaya yang akan dikeluarkan serta susun daftar barang berdasarkan tingkat kebutuhan agar pengeluaran tetap terkendali.
Baca juga: Cara Menarik Pelanggan untuk Tingkatkan Akuisisi dan Retensi

Raih Penjualan Tinggi Saat Black Friday dengan Dukungan Mekari Qontak!

Mengingat tren Black Friday di Indonesia sangat didominasi oleh transaksi e-commerce, kesiapan sistem operasional digital menjadi kunci utama dalam meraih keuntungan tanpa mengorbankan kesejahteraan tim.

Untuk menghadapi lonjakan interaksi dengan pelanggan dan pesanan, Anda dapat mengandalkan solusi CRM Sales terpercaya dari Mekari Qontak yang dilengkapi fitur omnichannel untuk mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi dalam satu dasbor.

Selain itu, kehadiran fitur Chatbot berbasis AI akan sangat membantu bisnis mengotomatisasi layanan pelanggan dan menjawab pertanyaan secara real-time selama 24 jam.

Solusi Mekari Qontak ini juga dapat mempermudah Anda menganalisis tren penjualan secara akurat untuk membangun strategi pemasaran di tahun depan dengan menggunakan fitur custom report.

Eksplor berbagai fitur canggih lainnya dengan uji coba gratis Sales Suite Mekari Qontak atau konsultasikan kebutuhan tim Sales dari bisnis Anda dengan tim ahlinya di sini.

Manfaat fitur utama Sales Suite Mekari Qontak
Kategori : Marketing

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Black Friday (FAQ)

Apa perbedaan antara Black Friday dan Cyber Monday?

Apa perbedaan antara Black Friday dan Cyber Monday?

Meskipun keduanya adalah hari diskon besar, Black Friday secara tradisional lebih fokus pada penjualan di toko fisik (offline) untuk berbagai kategori barang. Sementara itu, Cyber Monday (jatuh pada hari Senin setelah Black Friday) dikhususkan untuk belanja online dan promo produk teknologi atau perangkat lunak (software).

Kapan waktu terbaik bagi bisnis untuk mulai mengumumkan promo Black Friday?

Kapan waktu terbaik bagi bisnis untuk mulai mengumumkan promo Black Friday?

Idealnya, bisnis harus mulai membangun kesadaran (teaser) setidaknya 2-3 minggu sebelum hari H. Di Indonesia, para pebisnis biasanya mulai melakukan kampanye intensif di media sosial pada awal minggu ketiga November agar calon pembeli dapat memasukkan produk ke dalam keranjang (add to cart) terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengukur kesuksesan kampanye Black Friday selain dari angka penjualan?

Bagaimana cara mengukur kesuksesan kampanye Black Friday selain dari angka penjualan?

Selain profit, bisnis harus memantau Customer Acquisition Cost (CAC) dan Customer Lifetime Value (CLV). Jika biaya iklan terlalu mahal namun pelanggan tersebut tidak pernah berbelanja lagi, maka strategi tersebut perlu dievaluasi. Gunakan data dari laporan penjualan untuk melihat berapa banyak pelanggan baru yang bisa dikonversi menjadi pelanggan tetap di kemudian hari.