5 mins read

Sales Taking Order: Tugas, Skill, dan Perbedaannya dengan Sales Canvassing

Sales Taking Order: Tugas, Skill, dan Perbedaannya dengan Sales Canvassing
Mekari Qontak Highlights
  • Sales taking order adalah aktivitas penjualan yang berfokus pada menerima, mencatat, dan memproses pesanan pelanggan untuk menjaga kelancaran transaksi dan kepuasan pelanggan.
  • Peran sales taking order dalam bisnis lebih berfokus pada pelanggan existing dibanding mencari pelanggan baru, namun tetap krusial dalam menjaga hubungan dan reputasi bisnis.
  • Tugas sales taking order meliputi menawarkan produk, memastikan kualitas barang, membantu proses transaksi, serta membangun hubungan baik dengan pelanggan.
  • Perbedaan sales taking order dan canvassing dilihat dari segi tugas utama, metode kerja, produk yang dibawa, target pelanggan, harga, hingga metode pembayaran.
  • Skill yang dibutuhkan sales taking order mencakup kemampuan komunikasi, persuasi, problem solving, dan ketelitian untuk mendukung efektivitas kerja.

Istilah sales taking order mungkin tidak asing lagi bagi sebagian pelaku bisnis. Sesuai namanya, istilah sales tersebut banyak digunakan untuk seseorang yang bertugas mengambil pesanan dari pelanggan.

Meski terlihat mudah, nyatanya tugas sales taking order bukan hanya itu saja. Masih banyak tanggung jawab berkaitan dengan penjualan yang harus mereka selesaikan untuk mendukung kemajuan bisnis.

Pelajari lebih jauh mengenai tugas dan tanggung jawab sales taking order pada ulasan Mekari Qontak blog berikut.


Apa itu Sales Taking Order?

Sales taking order (sales TO) adalah bagian dari aktivitas tim penjualan yang berfokus pada menerima, mencatat, dan memproses pesanan dari pelanggan yang sudah ada, dengan tujuan memastikan transaksi berjalan lancar serta menjaga kepuasan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Tugas tersebut membuat sales TO harus berinteraksi langsung dengan pelanggan yang ingin memesan produk atau layanan. Maka dari itu, membuat mereka lebih fokus memenuhi pesanan pelanggan daripada mencari Pelanggan baru.

Meskipun tidak terlibat dalam mencari calon pelanggan baru, mereka tetap berperan penting dalam menjaga kepuasan pelanggan dengan memastikan pesanan diselesaikan dengan tepat. Hal ini membantu membangun hubungan baik dengan pelanggan dan meningkatkan reputasi perusahaan.


Tugas Sales Taking Order

Tugas utama seorang sales taking order adalah mencatat pesanan pelanggan. Namun melansir laman Forbes.com bahwa tenaga penjualan yang baik mampu memengaruhi proses penjualan dan pembeli mereka dengan baik.

Oleh sebab itu, sales taking order juga memiliki tugas lain selain mencatat pesanan seperti berikut:

1. Menawarkan Produk

Meski tugas utama sales TO adalah menerima pesanan, tapi dalam prakteknya mereka juga harus mengajukan tawaran produk untuk mendapatkan keuntungan lebih maksimal.

2. Memeriksa Kondisi Produk

Kedua tugas sales taking order adalah memastikan bahwa kondisi produk tidak rusak atau kadaluarsa sebelum ditawarkan pelanggan. Tujuannya untuk menghindari pengembalian barang yang menyebabkan ketidakpuasan pelanggan.

3. Menyelesaikan Transaksi Jual Beli

Selain mencatat pesanan, tugas sales order juga hingga pelanggan menyelesaikan transaksi jual beli tersebut. Mereka harus membantu pelanggan melakukan pembayaran melalui cash, debit atau kredit sesuai yang perusahaan sediakan.

4. Menjalin Hubungan Baik dengan Pelanggan

Sebagai perwakilan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, sales TO juga wajib menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Sales TO harus berusaha memenuhi keinginan pelanggan bahkan menangani keluhan mereka.


Perbedaan Sales Taking Order dengan Sales Canvassing

Selain sales taking order, mungkin Anda juga tidak asing dengan sales kanvas. Secara keseluruhan, keduanya memiliki tugas yang serupa, yaitu menawarkan produk ke prospek.

Namun, mereka memiliki perbedaan tugas atau tanggung jawab utama. Sales kanvas bertugas mengenalkan produk baru ke prospek. Sedangkan sales TO bertugas mendapatkan keuntungan maksimal dari penjualan produk.

Perbedaan lainnya dari sales taking order dan kanvas bisa Anda lihat dari penjelasan berikut.

1. Tugas Utama

Seperti telah disinggung sebelumnya, sales kanvas dan sales taking order memiliki pekerjaan utama berbeda. Sales kanvas mulai dari mengenalkan produk baru ke pelanggan. Sementara sales TO melakukan penjualan dengan tujuan meraih keuntungan maksimal.
Kendaraan yang digunakan

Sales kanvas umumnya membutuhkan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, mereka ditemani sopir biasanya menggunakan motor atau mobil untuk membawa produk yang akan dijual. Sementara sales TO hanya menggunakan motor untuk kunjungan ke pelanggan.

2. Produk yang Ditawarkan

Perbedaan ketiga bisa dilihat dari produk yang ditawarkan kedua jenis sales ini. Sales kanvas akan membawa dan menyerahkan produk langsung ke pelanggan.

Sementara sales TO tidak membawa produk ke lokasi pelanggan, mereka hanya membawa katalog produk. Produk akan dikirimkan setelah pelanggan melakukan pesanan.

3. Target Pelanggan

Target pelanggan menjadi pembeda antara kedua jenis sales ini. Sales kanvas umumnya menargetkan pelanggan di retail dan semi grosir yang belum dijangkau oleh sales TO.

Sedangkan sales TO akan menangani pelanggan lama atau yang berada dalam suatu area yang memiliki potensi penjualan tinggi.

4. Harga yang ditawarkan

Umumnya harga yang diajukan oleh sales kanvas relatif lebih rendah daripada sales taking order yang menawarkan harga cenderung lebih tinggi.

5. Metode pembayaran

Terakhir perbedaan antara sales kanvas dan sales taking order adalah cara pembayaran pelanggan. Umumnya pelanggan akan membayar dengan uang kepada sales kanvas saat menerima barang.

Sementara itu, sales TO akan memberikan beberapa opsi pembayaran seperti uang tunai, kredit atau dilakukan setelah barang dikirimkan.


Skill yang Diperlukan untuk Sales Taking Order

Setelah mengetahui tugas dari sales taking order, Anda juga perlu tahu skill atau kemampuan yang perlu mereka miliki. Dengan begitu dapat mendukung performa serta efisiensi sales TO dalam bekerja.

Berikut kemampuan yang perlu sales taking order miliki adalah:

1. Komunikatif

Keterampilan komunikasi sangat penting sales TO miliki untuk bisa berinteraksi dengan calon pelanggan. Komunikasi yang dimaksud meliput mampu menyampaikan informasi dengan tepat serta mendengarkan pelanggan dengan baik. Hal ini meminimalisir adanya miskomunikasi.

2. Persuasif

Seorang sales TO juga perlu memiliki keterampilan persuasif atau mempengaruhi lawan bicaranya. Dalam hal ini, mereka harus bisa membuat pelanggan tertarik untuk melakukan transaksi atau pembelian dalam jumlah besar.

3. Solutif

Sales TO juga perlu menjadi pendengar yang baik untuk pelanggan. Mereka harus memahami kondisi pelanggan yang kerap kurang ramah, menolak atau lainnya.

Menghadapi hal tersebut, sales TO harus bisa mengidentifikasi masalah, mencari solusi terbaik, dan mengurangi dampak negatifnya.

4. Ketelitian

Terakhir, sales TO dituntut teliti dalam bekerja. Sebab mereka harus mencatat pesanan pelanggan yang terkadang ada permintaan khusus. Mulai dari jumlah atau detail pesanan lainnya dari setiap pelanggan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa adanya kesalahan.


Optimalkan Sales Taking Order dengan Solusi Mekari Qontak!

Sales taking order memiliki peran besar dalam mencatat dan mengelola pesanan pelanggan. Setiap pesanan pelanggan harus dicatat secara detail agar tidak ada kesalahan saat pengiriman.

Salah satu cara untuk memaksimalkan performa sales TO adalah dengan bantuan teknologi seperti aplikasi CRM. Aplikasi ini memiliki fitur lengkap yang mampu mengelola pesanan secara otomatis dan efektif.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi sales CRM terbaik di Indonesia. Aplikasi CRM Mekari Qontak memiliki fitur pipeline yang akan menampilkan semua pesanan dan dasbor data pelanggan. Hal ini memudahkan dalam monitoring pesanan.

Jadi tunggu apa lagi? Coba Gratis gratis aplikasi CRM selama 14 hari dari Mekari Qontak, atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim support Mekari Qontak!

Kategori : BisnisSales

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Sales Taking Order (FAQ)

Apa tantangan terbesar yang sering dihadapi sales taking order?

Apa tantangan terbesar yang sering dihadapi sales taking order?

Tantangan yang umum meliputi kesalahan pencatatan pesanan, pelanggan yang menunda pembayaran, stok yang tidak tersedia, serta tekanan untuk tetap mencapai target penjualan dari pelanggan existing.

Apa perbedaan sales taking order dan purchase order?

Apa perbedaan sales taking order dan purchase order?

Sales taking order adalah aktivitas atau peran dalam tim penjualan yang mencatat dan memproses pesanan dari pelanggan. Sedangkan purchase order (PO) adalah dokumen resmi yang dibuat oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa kepada penjual sebagai bukti transaksi.

Berapa rata-rata gaji sales taking order di Indonesia?

Berapa rata-rata gaji sales taking order di Indonesia?

Gaji sales taking order bervariasi tergantung industri, lokasi, dan pengalaman. Berdasarkan riset Dealls kisarannya mulai dari Rp2.700.000 hingga lebih dari Rp5.000.000, belum termasuk insentif, bonus penjualan, atau tunjangan lainnya yang bisa meningkatkan total pendapatan.

Apa KPI yang biasanya digunakan untuk mengukur kinerja sales taking order?

Apa KPI yang biasanya digunakan untuk mengukur kinerja sales taking order?

KPI yang umum digunakan antara lain jumlah order per kunjungan, tingkat repeat order, nilai rata-rata transaksi (average order value), serta tingkat akurasi pesanan untuk meminimalisir kesalahan pengiriman.

Bagaimana peran teknologi dalam pekerjaan sales taking order?

Bagaimana peran teknologi dalam pekerjaan sales taking order?

Teknologi membantu mempercepat pencatatan order, meminimalisir kesalahan, memantau riwayat pelanggan, serta meningkatkan efisiensi kerja melalui sistem terintegrasi seperti pada CRM Mekari Qontak.