8 mins read

Program Referral: Strategi Mengubah Kepercayaan Pelanggan Menjadi Akuisisi Bisnis

Tayang
Ditulis oleh:
Program Referral: Strategi Mengubah Kepercayaan Pelanggan Menjadi Akuisisi Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Program referral adalah strategi pemasaran yang memberikan insentif kepada pelanggan lama ketika mereka berhasil mengajak orang lain menggunakan produk atau layanan bisnis.
  • Setiap jenis program referral, mulai dari insentif dua arah hingga sistem berjenjang, memiliki mekanisme dan hasil yang berbeda sesuai karakter produk serta pelanggan.
  • Aplikasi CRM terbaik membantu bisnis mengelola lead dari program referral, mencatat sumber referral, dan memantau status konversinya dalam satu sistem terintegrasi.

Rekomendasi dari orang yang dikenal dapat menjadi salah satu cara pelanggan menemukan dan mempertimbangkan sebuah produk. Bisnis dapat mengubah aktivitas rekomendasi tersebut menjadi program yang lebih terstruktur melalui program referral.

Nielsen mencatat bahwa 88% responden global lebih mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibanding bentuk pemasaran lain.

Data ini menjelaskan mengapa banyak bisnis, dari e-commerce hingga layanan keuangan, mulai memformalkan kepercayaan tersebut lewat program berinsentif.

Masalahnya, program referral yang dijalankan tanpa sistem yang jelas sering kehilangan visibilitas atas siapa mendatangkan pelanggan baru.

Artikel Mekari Qontak Blog kali ini akan membahas cara kerja program referral, jenis, langkah membuatnya hingga contoh penerapannya.

CTA Banner aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing

Apa Itu Program Referral?

Program referral adalah strategi pemasaran yang memberikan insentif kepada pelanggan lama ketika mereka berhasil mengajak orang lain menggunakan produk atau layanan bisnis. Bentuk insentifnya dapat berupa diskon, cashback, saldo, atau komisi sesuai dengan model bisnis.

Program referral berbeda dari word of mouth organik karena prosesnya dikelola dan diukur oleh perusahaan. Anda dapat melacak siapa merekomendasikan siapa, menghitung tingkat konversi, dan mengukur return on investment dari setiap insentif yang dikeluarkan.


Cara Kerja Program Referral

Setiap pelanggan akan mendapat kode referral atau link unik yang berbeda satu sama lain.

Kode unik ini memudahkan bisnis melacak setiap referral sampai ke sumbernya, berbeda dari kode generik yang sama untuk semua orang.

2. Pelanggan Membagikan Kode ke Calon Pelanggan

Pelanggan membagikan kode atau link tersebut lewat kanal yang mereka pakai sehari-hari, seperti WhatsApp, email, atau media sosial. Kemudian Anda perlu memastikan proses berbagi ini semudah mungkin agar pelanggan tidak enggan berpartisipasi.

3. Sistem Mencatat dan Memvalidasi Penggunaan Kode

Sistem mencatat setiap transaksi begitu calon pelanggan memakai kode atau link referral saat mendaftar atau membeli. Tahap ini paling sering gagal jika pencatatan masih dilakukan manual lewat spreadsheet.

4. Insentif Dicairkan Setelah Syarat Terpenuhi

Reward atau komisi diberikan setelah referral memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Misalnya, pelanggan baru harus menyelesaikan pendaftaran, melakukan pembelian pertama, atau mencapai nilai transaksi minimum.

Syarat tersebut perlu disampaikan sejak awal. Dengan begitu, pelanggan mengetahui kapan referral dianggap valid dan kapan insentif dapat diterima.


Jenis-Jenis Program Referral yang Bisa Dipilih Bisnis

1. Two-Way Incentive

Two-way incentive memberikan reward kepada dua pihak: pelanggan yang melakukan referral (referrer) dan pelanggan baru (referee).

Contohnya, referrer mendapatkan cashback setelah referral berhasil melakukan pembelian, sedangkan referee memperoleh potongan harga untuk transaksi pertamanya. Kedua pihak memiliki alasan untuk menggunakan program tersebut.

2. One-Way Incentive

Pada one-way incentive, hanya satu pihak yang mendapatkan reward, biasanya pelanggan yang melakukan referral.

Model ini bisa digunakan ketika bisnis ingin memberikan apresiasi kepada pelanggan yang membawa pengguna baru tanpa memberikan insentif kepada kedua pihak.

Struktur ini juga memungkinkan perusahaan mengontrol total biaya reward dengan lebih sederhana.

3. Tiered Referral

Tiered referral menggunakan tingkatan reward berdasarkan jumlah referral yang berhasil dikonversi.

Sebagai contoh, pelanggan yang berhasil membawa tiga pengguna baru mendapatkan reward tertentu, sedangkan pelanggan yang mencapai sepuluh konversi mendapatkan reward yang lebih besar.

4. No-Incentive Referral

No-incentive referral tidak memberikan hadiah finansial kepada pelanggan. Program mengandalkan kepuasan pelanggan terhadap produk sehingga mereka bersedia merekomendasikannya kepada orang lain.

Karena tidak ada insentif yang mendorong partisipasi, jumlah referral pada model ini lebih sulit diprediksi. Model ini lebih relevan ketika bisnis memiliki basis pelanggan yang sudah loyal.

5. Referral Berbasis Channel

Referral berbasis channel membedakan sumber atau cara pelanggan membagikan rekomendasi. Kanalnya dapat berupa ajakan langsung, media sosial, email marketing, atau ulasan produk.

Bisnis dapat menggunakan beberapa kanal sekaligus untuk melihat dari mana referral paling banyak berasal dan menyesuaikan distribusi program berdasarkan perilaku pelanggan.


Manfaat Program Referral bagi Bisnis dan Pelanggan

1. Menekan Biaya Akuisisi Pelanggan

Referral bisa mengurangi sebagian proses membangun kepercayaan dari awal karena calon pelanggan datang melalui rekomendasi dari orang yang mereka kenal.

Dalam funnel pemasaran konvensional, Anda perlu mengalokasikan anggaran dan waktu untuk membangun awareness hingga kepercayaan. Referral memindahkan sebagian proses tersebut melalui hubungan yang sudah dimiliki pelanggan.

2. Mengidentifikasi Pelanggan yang Aktif Mendatangkan Referral

Nilai seorang pelanggan tidak hanya dapat dilihat dari transaksi yang mereka lakukan. Bisnis juga dapat melihat kontribusinya dalam mendatangkan pelanggan baru.

Kumar, Petersen, dan Leone dalam Harvard Business Review menyebut dimensi ini sebagai Customer Referral Value, terpisah dari Customer Lifetime Value yang selama ini jadi ukuran utama.

3. Memperkuat Posisi dalam Pembelian B2B

Dalam penjualan B2B, rekomendasi dari pihak yang dipercaya dapat membantu bisnis memasuki proses pembelian yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan.

Salesforce Research menemukan bahwa 79% pembeli bisnis menilai penting berinteraksi dengan pihak yang mereka percaya sebagai penasihat dalam proses pembelian.

4. Memberikan Apresiasi kepada Pelanggan

Insentif referral memberikan nilai langsung kepada pelanggan yang berhasil membawa pengguna baru. Bentuknya dapat berupa diskon, cashback, saldo, atau layanan tambahan.

Bagi bisnis, reward tersebut juga menjadi mekanisme untuk menghubungkan kontribusi pelanggan dengan hasil yang terukur, seperti pendaftaran atau transaksi baru.


Cara Membuat Program Referral yang Efektif

1. Tentukan Target dan Tujuan Program

Pertama-tama, tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin dicapai. Program referral dapat diarahkan untuk menambah lead, menjangkau segmen pelanggan tertentu, atau meningkatkan retensi.

Tujuan tersebut akan menentukan struktur program sekaligus metrik yang perlu dipantau. Contohnya, jika fokusnya akuisisi, bisnis dapat mengukur jumlah referral valid, conversion rate, dan biaya insentif per pelanggan baru.

2. Pilih Jenis Program dan Struktur Insentif

Selanjutnya, pilih model referral berdasarkan karakteristik produk, margin, dan perilaku pelanggan.

Anda dapat menggunakan two-way incentive jika ingin memberikan manfaat kepada kedua pihak atau tiered referral jika ingin mengatur reward berdasarkan pencapaian.

Nilai insentif juga perlu dihitung dengan mempertimbangkan margin. Reward yang terlalu tinggi dapat mengurangi keuntungan dari transaksi, sedangkan reward yang terlalu rendah mungkin tidak cukup mendorong pelanggan untuk berpartisipasi.

3. Susun Ketentuan dan Batas yang Jelas

Anda perlu menetapkan ketentuan program referral sejak awal, termasuk kriteria referral valid, periode program, batas klaim hingga kondisi yang membuat reward tidak dapat diberikan.

Ketentuan ini juga perlu mencakup pencegahan penyalahgunaan. Contohnya, satu orang membuat beberapa akun untuk memperoleh insentif berkali-kali.

4. Siapkan Sistem Pelacakan dan Distribusi

Gunakan sistem yang dapat menghubungkan kode atau link referral dengan sumber lead secara otomatis. Sistem tersebut idealnya dapat mencatat referral dari berbagai kanal, termasuk WhatsApp dan email.

Ketika volume referral meningkat, pencatatan manual semakin sulit dikendalikan. Otomatisasi membantu tim mengurangi pekerjaan mencocokkan data referral dan status konversi secara manual.

5. Uji Coba dalam Skala Kecil

Uji coba skala kecil membantu tim marketing menjalankan program referral pada segmen atau periode terbatas sebelum meluncurkannya secara penuh.

Hasil uji coba ini memberi gambaran tingkat konversi riil dan estimasi biaya insentif sebelum bisnis menggulirkan program ke seluruh basis pelanggan.

6. Promosikan di Seluruh Titik Kontak Pelanggan

Anda perlu mensosialisasikan program referral lewat kanal yang paling sering dipakai pelanggan berinteraksi, misalnya WhatsApp, aplikasi, dan email transaksional.

Promosi lintas kanal ini memperluas jangkauan program dibanding hanya mengandalkan satu kanal saja.


Contoh Penerapan Program Referral di Berbagai Industri

1. Fintech dan Multifinance

Perusahaan fintech dapat memberikan cashback atau saldo tambahan kepada nasabah yang berhasil mengajak pengguna baru membuka rekening atau mengajukan pembiayaan.

Besaran insentif dapat dikaitkan dengan nilai transaksi awal pelanggan baru sehingga biaya program lebih mudah dibandingkan dengan nilai ekonomi yang dihasilkan.

2. SaaS dan Software B2B

Perusahaan software B2B bisa memberikan diskon berlangganan atau perpanjangan gratis kepada pelanggan yang mereferensikan perusahaan lain.

Referral pada segmen B2B dapat diperkuat dengan reference call atau testimoni. Pendekatan tersebut relevan karena keputusan pembelian biasanya melibatkan beberapa pengambil keputusan.

3. E-commerce dan Retail

Platform e-commerce umumnya memberi voucher belanja kepada referrer dan referee begitu transaksi pertama pengguna baru selesai.

Model tiered juga populer di sektor ini karena mendorong pelanggan paling aktif untuk terus mengajak lebih banyak orang demi hadiah yang lebih besar.


Cara Mengelola Program Referral Skala Besar dengan Mekari Qontak

1. WhatsApp Business API untuk Distribusi Ajakan Referral

WhatsApp Business API Mekari Qontak memungkinkan bisnis mengirim ajakan referral secara massal ke basis pelanggan tersegmentasi.

Setiap pesan terkirim lewat template yang sudah disetujui Meta sehingga kualitas pengiriman tetap terjaga.

2. CRM Terintegrasi untuk Mencatat Sumber Lead

Setiap lead yang masuk lewat kode referral tercatat otomatis di CRM Mekari Qontak, lengkap dengan status konversinya. Tim sales tidak perlu lagi mencocokkan data referral secara manual dari berbagai sumber.

3. Dashboard Omnichannel untuk Memantau Semua Kanal

Dashboard omnichannel Mekari Qontak menggabungkan percakapan dari WhatsApp, Instagram, dan kanal lain dalam satu tampilan. Tim marketing bisa memantau performa referral dari berbagai kanal tanpa berpindah aplikasi.

4. Automasi Follow-Up dan Notifikasi Klaim

Fitur Automasi follow up bisa mengirim notifikasi kepada pelanggan begitu status klaim insentif mereka berubah. Automasi ini mengurangi beban tim customer service yang sebelumnya harus menjawab pertanyaan status klaim satu per satu.

5. Reporting Real-Time untuk Mengukur Performa

Mekari Qontak menyediakan laporan performa referral secara real-time, mulai dari jumlah kode yang dibagikan hingga tingkat konversinya. Anda bisa mengevaluasi efektivitas program tanpa menunggu laporan bulanan manual.


Bangun Program Referral yang Terukur dan Aman Bersama Mekari Qontak

Dengan demikian, bisnis yang berhasil menjalankan program referral jangka panjang mengukur secara akurat siapa mendatangkan pelanggan baru dan menjaga insentif tetap proporsional terhadap nilai transaksi.

Kejelasan data ini juga yang membedakan program referral yang sehat dari program yang berisiko menyerupai skema berjenjang ilegal.

Mekari Qontak membantu Anda mengelola distribusi ajakan referral lewat WhatsApp Business API resmi dan mencatat setiap lead secara otomatis lewat Aplikasi CRM terintegrasi.

Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Mekari Qontak untuk mulai membangun program referral yang lebih terukur. Dapatkan juga uji coba gratis Mekari Qontak sekarang.

CTA Banner aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing

Kategori : CRMCustomer

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Program Referral (FAQ)

Apa perbedaan program referral dengan affiliate marketing?

Apa perbedaan program referral dengan affiliate marketing?

Program referral biasanya melibatkan pelanggan existing yang mereferensikan produk ke orang terdekat, sedangkan affiliate marketing melibatkan pihak ketiga profesional yang mempromosikan produk untuk komisi.

Berapa besaran insentif referral yang ideal?

Berapa besaran insentif referral yang ideal?

Besaran insentif ideal tergantung pada margin produk dan nilai transaksi rata-rata pelanggan baru. Sebagai acuan awal, bisnis bisa menghitung insentif sebagai persentase kecil dari nilai transaksi pertama pelanggan baru, lalu menyesuaikannya berdasarkan hasil uji coba skala kecil.

Bagaimana cara mencegah kecurangan dalam program referral?

Bagaimana cara mencegah kecurangan dalam program referral?

Bisnis dapat membatasi satu kode referral per nomor identitas atau nomor telepon terverifikasi untuk mencegah satu orang membuat banyak akun.

Sistem pelacakan otomatis juga membantu mendeteksi pola transaksi yang mencurigakan, seperti banyak klaim dari perangkat yang sama.

Apakah program referral efektif untuk bisnis B2B?

Apakah program referral efektif untuk bisnis B2B?

Program referral tetap efektif untuk B2B, terutama saat disertai reference call atau testimoni langsung dari pelanggan lama.

Karena keputusan pembelian B2B melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, insentif referral biasanya perlu dikombinasikan dengan bukti kredibilitas seperti studi kasus.

Apakah program referral perlu diintegrasikan dengan CRM?

Apakah program referral perlu diintegrasikan dengan CRM?

Integrasi dengan CRM sangat disarankan begitu volume referral mulai besar, karena pencatatan manual rentan salah hitung komisi. CRM juga memudahkan tim sales melihat riwayat lengkap setiap lead yang masuk lewat referral.