
- Cara order lewat WhatsApp adalah proses pemesanan produk atau layanan yang berlangsung penuh di dalam percakapan WhatsApp, dari pelanggan bertanya sampai pembayaran terkonfirmasi.
- Alur order lewat WhatsApp mencakup beberapa tahap, mulai dari titik kontak pertama pelanggan sampai follow-up setelah transaksi selesai.
- WhatsApp Commerce terbaik bisa membantu bisnis memusatkan proses order lewat WhatsApp API resmi yang terintegrasi dengan Chatbot AI.
Ekspektasi ini membuat WhatsApp makin relevan sebagai kanal interaksi sekaligus transaksi bagi bisnis di Indonesia.
Tantangannya muncul ketika order tersebar di banyak nomor pribadi CS. Histori percakapan dapat sulit ditelusuri, follow-up berisiko terlambat, dan pengelolaan data pelanggan menjadi lebih sulit dikontrol.
Artikel Mekari Qontak Blog kali ini akan membahas cara order lewat WhatsApp dari kontak pertama hingga pembayaran dan tindak lanjut.

Apa Itu Order Lewat WhatsApp?
Order lewat WhatsApp adalah proses pemesanan produk atau layanan yang berlangsung penuh di dalam percakapan WhatsApp, dari pelanggan bertanya soal produk sampai transaksi selesai dikonfirmasi.
Pelanggan dapat menempuh dua jalur resmi untuk melakukannya, yaitu membuka katalog toko yang terpasang di profil bisnis, atau mengikuti chat manual dengan admin sesuai panduan resmi dari WhatsApp Help Center.
Berbeda dari percakapan customer service biasa, chat order membawa konteks transaksi seperti produk yang diminati, harga, data pemesanan, dan status pembayaran.
Dengan demikian, semakin banyak order yang masuk, semakin penting bisnis memiliki pencatatan yang terstruktur agar informasi tidak tercecer di percakapan manual.
Keuntungan Menggunakan Sistem Order Lewat WhatsApp
Berikut ini beberapa manfaat menggunakan sistem order melalui WhatsApp.
1. Basis Pengguna WhatsApp yang Luas di Indonesia
Basis pengguna tersebut juga memudahkan bisnis mengarahkan pelanggan dari aktivitas pemasaran ke percakapan yang sama. Tantangannya adalah memastikan volume chat dapat dikelola secara terpusat ketika jumlah pelanggan meningkat.
2. Preferensi Konsumen Bergeser ke Messaging
Percakapan melalui chat memberi pelanggan ruang untuk bertanya dan menunggu jawaban tanpa harus berada dalam panggilan telepon. Format ini juga memungkinkan komunikasi berlangsung sesuai ritme pelanggan.
Bagi Marketing Manager atau Growth Lead, perubahan preferensi ini membuat kanal messaging layak dipertimbangkan dalam customer journey, terutama ketika calon pelanggan membutuhkan jawaban cepat.
3. Jarak antara Minat dan Transaksi Dapat Lebih Pendek
Percakapan real-time memungkinkan pelanggan menanyakan detail produk, memperoleh jawaban, lalu melanjutkan ke pembelian dalam thread yang sama.
Keuntungan ini sangat bergantung pada kecepatan dan kelengkapan respons. Jika pertanyaan sederhana tetap menunggu lama, potensi kecepatan proses WhatsApp menjadi tidak maksimal.
4. Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Laporan Indonesia Economic Prospects Desember 2025 dari World Bank mencatat ekonomi digital Indonesia tetap yang terbesar di ASEAN, dengan infrastruktur digital yang terus diperluas ke lebih banyak wilayah.
Dengan demikian, order lewat WhatsApp menjadi bagian dari infrastruktur transaksi digital ini, khususnya untuk bisnis yang belum punya toko online sendiri.
5. Respons Cepat Berhubungan dengan Metrik Growth
Kecepatan dan konsistensi respons memengaruhi perjalanan pelanggan dari chat menuju closing. Pelanggan yang memperoleh jawaban lebih cepat memiliki lebih sedikit alasan untuk meninggalkan percakapan sebelum transaksi selesai.
Cara Order Lewat WhatsApp untuk Bisnis
Secara operasional, cara order lewat WhatsApp dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Urutannya dapat disesuaikan dengan model bisnis, tetapi setiap tahap perlu memiliki informasi dan PIC yang jelas.
1. Pelanggan Menghubungi Nomor WhatsApp Bisnis
Proses dimulai ketika pelanggan mengirim pesan ke nomor resmi bisnis. Sumbernya bisa berasal dari iklan, tautan katalog, website, atau rekomendasi. Respons pertama perlu cepat sekaligus memberi arah agar pelanggan tahu langkah berikutnya.
2. CS Merespons atau Pelanggan Menyampaikan Kebutuhan di Awal
Percakapan order lewat WhatsApp umumnya berjalan lewat dua jalur pembukaan, yaitu tim CS atau admin bertanya lebih dulu untuk mengklarifikasi kebutuhan, atau pelanggan langsung menyampaikan kebutuhan spesifiknya sejak pesan pertama.
Tahap ini juga menjadi titik di mana whatsapp order automation lewat chatbot bisa membantu menyaring pertanyaan umum sebelum diteruskan ke agen manusia.
3. Penjelasan Produk, Harga, dan Alur Pembelian
Setelah kebutuhan pelanggan jelas, CS atau admin bisa menjelaskan detail produk, harga, dan tahapan transaksi agar pelanggan punya gambaran lengkap sebelum memutuskan membeli.
Katalog WhatsApp Business membantu tahap ini berjalan lebih cepat karena admin tinggal mengirim produk dari katalog, bukan mengetik ulang deskripsi setiap kali ada pertanyaan.
4. Konfirmasi Order melalui WhatsApp Flows atau Chat Manual
Setelah pelanggan memutuskan membeli, data order dikumpulkan melalui WhatsApp Flows atau chat manual.
Keduanya dapat melibatkan data pribadi sehingga bisnis Anda perlu mengelolanya sesuai Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, termasuk pengaturan penyimpanan dan akses.
Format terstruktur pada WhatsApp Flows dapat membantu mengurangi kesalahan input dibandingkan pengisian data sepenuhnya melalui chat.
5. Konfirmasi Pembayaran
Metode pembayaran dapat berupa transfer bank, e-wallet, agen pembayaran, atau metode lain sesuai model bisnis. WhatsApp Business Commerce Policy mengatur batasan terkait transaksi dan komersialisasi di WhatsApp Business.
Dengan demikian, Anda perlu menjelaskan metode pembayaran dan ketentuan transaksi dengan jelas sebelum pelanggan melanjutkan.
6. Verifikasi Bukti Pembayaran
Anda perlu memastikan pembayaran telah diterima dan nominalnya sesuai sebelum pesanan diproses. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko salah kirim, pesanan diproses sebelum pembayaran valid, atau komplain yang seharusnya dapat dicegah.
7. Pengiriman Produk atau Penjadwalan Layanan
Setelah pembayaran terverifikasi, produk dikirim ke alamat pelanggan, atau jadwal layanan dan konsultasi ditentukan untuk bisnis berbasis jasa.
Laporan Conversational Commerce Market mencatat adopsi automasi percakapan terus meluas dengan kebutuhan yang berbeda antara bisnis kecil dan enterprise.
Pada volume order yang besar, integrasi sistem membantu tim menjaga informasi pengiriman atau jadwal tetap konsisten.
8. Follow-up dan Layanan Purnajual
Percakapan dapat dilanjutkan setelah transaksi untuk memastikan produk diterima atau layanan berjalan sesuai rencana. Follow-up juga dapat menjadi titik awal untuk menangani kendala dan membuka peluang reorder tanpa menunggu pelanggan menghubungi bisnis kembali.
Contoh Use Case Order Lewat WhatsApp di Berbagai Fungsi Bisnis
1. Tim Sales B2B: Reorder Cepat untuk Pelanggan Distributor
Distributor atau retail besar sering melakukan pembelian ulang dengan pola yang serupa.
Histori order yang tersimpan dalam satu sistem membantu sales menyiapkan proses reorder tanpa meminta detail yang sama dari pelanggan setiap periode.
2. Marketing dan Growth: Order dari Campaign Tanpa Kehilangan Atribusi
Tim marketing perlu melacak campaign mana yang benar-benar berujung order lewat WhatsApp untuk mengukur efektivitas iklan yang dijalankan.
Tautan klik-untuk-WhatsApp yang ditandai per campaign membantu tim menghitung efektivitas CPL-ke-closing secara akurat dibandingkan menebak-nebak sumber order dari percakapan yang masuk.
3. Customer Success: Renewal dan Upsell Terjadwal via WhatsApp
Pengingat renewal atau pembelian ulang dapat dijadwalkan berdasarkan siklus pelanggan.
Bagi customer success, automasi ini dapat membantu menjaga jadwal renewal dan upsell tetap berjalan.
4. Operasional Multi-Cabang: Order Terpusat
Satu nomor pusat dapat menerima order, kemudian sistem merutekan percakapan ke cabang atau tim sesuai lokasi maupun jenis kebutuhan.
Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mencari nomor cabang yang berbeda, sementara bisnis tetap dapat menerapkan standar respons yang sama.
5. Layanan Berbasis Jadwal: Booking dan Order dalam Satu Alur
Bisnis jasa skala menengah-besar seperti penyedia training atau event korporat dapat menggabungkan booking dan order dalam satu alur percakapan.
Pelanggan cukup memilih jadwal, mengonfirmasi jumlah peserta, dan menyelesaikan pembayaran tanpa berpindah ke aplikasi atau formulir lain.
Percepat Closing Bisnis Anda dengan Proses Order Lewat WhatsApp API Mekari Qontak!
Chat manual yang membebani SLA dan data pelanggan yang terpisah di banyak nomor pribadi pada akhirnya bermuara pada satu kebutuhan yang sama, yaitu proses order yang terpusat, terukur, dan patuh terhadap tata kelola data.
Kebutuhan itulah yang coba dijawab lewat aplikasi WhatsApp Commerce dari Mekari Qontak yang sudah terhubung dengan WhatsApp Business API resmi dan dukungan AI Agent.
WhatsApp Commerce Mekari Qontak bisa membantu tim mengelola katalog, checkout, dan konfirmasi pesanan otomatis dalam satu dashboard omnichannel commerce, sekaligus mencatat setiap workflow pemesanan pelanggan ke sistem WhatsApp yang terintegrasi dengan Aplikasi CRM yang sama.
Dengan begitu, admin tidak perlu lagi berpindah-pindah nomor pribadi untuk melayani order, dan tim manajemen mendapat visibilitas penuh atas setiap transaksi yang berjalan.
Pelajari WhatsApp Commerce Mekari Qontak untuk proses order lewat WhatsApp bisnis bisa berjalan lebih rapi.
Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Mekari Qontak dan dapatkan juga uji coba gratis sekarang!

Referensi
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Cara Order Lewat WhatsApp (FAQ)
Apakah order lewat WhatsApp bisa digunakan untuk transaksi B2B dalam jumlah besar?
Apakah order lewat WhatsApp bisa digunakan untuk transaksi B2B dalam jumlah besar?
Tentu bisa! Transaksi B2B dalam jumlah besar biasanya membutuhkan WhatsApp Business API yang terhubung ke CRM. Dengan demikian, setiap order besar dan proses approval-nya tetap tercatat rapi.
Apa bedanya WhatsApp Business biasa dan WhatsApp Business API untuk kebutuhan order skala perusahaan?
Apa bedanya WhatsApp Business biasa dan WhatsApp Business API untuk kebutuhan order skala perusahaan?
WhatsApp Business biasa cocok untuk satu admin dengan volume pesan terbatas, sementara WhatsApp Business API memungkinkan banyak agen mengakses satu nomor sekaligus dan terintegrasi dengan sistem CRM atau chatbot.
Perusahaan dengan volume order tinggi umumnya memerlukan WhatsApp Business API agar histori percakapan tidak hilang saat admin berganti perangkat.
Bagaimana cara menjaga data pelanggan tetap aman saat order diproses lewat WhatsApp?
Bagaimana cara menjaga data pelanggan tetap aman saat order diproses lewat WhatsApp?
Bisnis perlu mengelola data pelanggan sesuai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, termasuk membatasi siapa saja yang bisa mengakses data pengiriman dan pembayaran pelanggan.
Menyimpan data di sistem terpusat dengan kontrol akses yang jelas jauh lebih aman dibanding menyimpannya di ponsel pribadi admin yang bisa hilang atau berganti pengguna.
Berapa banyak chat WhatsApp yang idealnya ditangani satu admin sebelum perlu automasi?
Berapa banyak chat WhatsApp yang idealnya ditangani satu admin sebelum perlu automasi?
Tidak ada angka baku karena beban ideal bergantung pada kompleksitas pertanyaan dan jam operasional bisnis. Tanda tim agen kewalahan seperti waktu respons yang terus memanjang atau pesan yang mulai terlewat menjadi sinyal saatnya menambah automasi atau agen.
Apakah order automation WhatsApp bisa diintegrasikan dengan sistem CRM atau ERP yang sudah ada?
Apakah order automation WhatsApp bisa diintegrasikan dengan sistem CRM atau ERP yang sudah ada?
Bisa, selama penyedia layanan WhatsApp Business API mendukung integrasi API terbuka ke CRM atau ERP yang dipakai bisnis.
Standar keamanan informasi seperti ISO/IEC 27001:2022 biasanya jadi acuan penting saat integrasi ini melibatkan data pelanggan dan transaksi dalam jumlah besar.