6 mins read

Cara Meningkatkan Deliverability Email Marketing untuk Meningkatkan Retensi Pelanggan

Tayang
Ditulis oleh:
Cara Meningkatkan Deliverability Email Marketing untuk Meningkatkan Retensi Pelanggan
Mekari Qontak Highlights
  • Deliverability email menentukan apakah email benar-benar masuk ke inbox, bukan sekadar berhasil terkirim.
  • Email yang masuk folder spam dapat menurunkan open rate, engagement, konversi, hingga berdampak pada pendapatan bisnis.
  • Autentikasi domain melalui SPF, DKIM, dan DMARC menjadi fondasi penting agar email dipercaya oleh mailbox provider.
  • Reputasi pengirim yang baik dibangun melalui kebersihan database pelanggan, minim keluhan spam, serta pola pengiriman yang konsisten.
  • Infrastruktur pengiriman dan monitoring deliverability yang tepat membantu bisnis menjaga performa email marketing secara berkelanjutan dan menghindari penurunan reputasi pengiriman.

Anda sudah menyiapkan campaign dengan subject line yang kuat dan konten yang relevan, tapi open rate tetap rendah. Sebelum menyalahkan isi email, ada pertanyaan yang perlu dijawab lebih dulu, berapa banyak email yang benar-benar sampai ke inbox penerima?

Deliverability email marketing adalah ukuran seberapa banyak email yang Anda kirim benar-benar mendarat di inbox penerima, bukan di folder spam, tab promosi, atau hilang sebelum sampai. 

Sebaik apa pun konten Anda, kalau emailnya tidak sampai, tidak ada yang membacanya. Artikel ini membahas faktor yang paling berpengaruh, mulai dari yang bisa Anda perbaiki hari ini sampai yang berakar di sisi teknis pengiriman.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak Blog akan menjelaskan seputar alasan email marketing berada di folder spam, dampaknya terhadap bisnis hingga strategi konkret dan tips yang langsung diterapkan.

aplikasi omnichannel mekari qontak untuk mengelola leads terpusat

Kenapa Email Marketing Anda Berakhir di Folder Spam?

Mailbox provider, seperti Gmail dan Outlook tidak memutuskan email masuk inbox atau spam berdasarkan isi pesannya saja. Mereka menilai tiga hal utama: apakah pengirimnya bisa diverifikasi, seberapa baik reputasi pengirim selama ini, dan bagaimana penerima sebelumnya memperlakukan email Anda.

Artinya, deliverability bukan satu tombol yang bisa dinyalakan. Ini akumulasi dari beberapa sinyal yang dibangun dari waktu ke waktu. Begitu satu sinyal memburuk, sisanya ikut terseret.


Dampak Bisnis Jika Email Marketing Masuk Spam

Email yang masuk folder spam bukan sekadar masalah teknis karena dampaknya akan langsung terasa pada pendapatan, retensi, dan reputasi bisnis Anda. 

Menurut laporan Unspam, sekitar 36% email mendarat di folder spam, dengan 4% lainnya diblokir atau hilang. Artinya, hampir 40% email tidak pernah sampai ke inbox, terlepas dari seberapa bagus kontennya.

1. Penurunan Open Rate dan Engagement

Email yang masuk spam otomatis tidak dibuka. Bahkan jika sebagian kecil penerima mengecek folder spam mereka, engagement rate-nya jauh di bawah email yang masuk inbox utama. 

Menurut data dari Stripo.email, sekitar 33% penerima merasa kecewa ketika menemukan email bisnis yang mereka tunggu justru masuk folder spam.

Penurunan engagement ini menciptakan efek spiral, yakni makin sedikit email yang dibuka maka makin rendah sinyal positif yang diterima mailbox provider, dan semakin besar kemungkinan email berikutnya juga masuk spam.

2. Hilangnya Peluang Konversi dan Revenue

Setiap email yang tidak sampai ke inbox adalah peluang konversi yang hilang. Untuk bisnis e-commerce yang mengandalkan email untuk cart abandonment recovery, promotional campaign, dan transactional notification, dampaknya langsung terukur pada revenue.

Jika deliverability Anda 85% saat seharusnya bisa 95%, artinya 10% dari seluruh audiens email Anda tidak pernah melihat campaign Anda. Pada list 100.000 subscriber, ini berarti 10.000 potensi pembeli yang hilang per campaign.

3. Kerusakan Reputasi Brand di Mata Pelanggan

Sebagian penerima akan kehilangan kepercayaan pada brand jika mereka menemukan email bisnis tersebut di folder spam. 

Persepsi ini sulit dipulihkan karena pelanggan yang sudah mengasosiasikan brand Anda dengan spam cenderung tidak akan membuka email Anda lagi, bahkan jika deliverability sudah diperbaiki.

4. Penurunan Retensi Pelanggan

Pelanggan yang tidak menerima email konfirmasi pesanan, update pengiriman, atau informasi penting lainnya akan merasa diabaikan dan meningkatkan potensi menurunnya retensi pelanggan.

Dalam konteks B2B, gagalnya email invoice atau proposal sampai ke klien bisa langsung mempengaruhi hubungan bisnis dan cash flow.

Tanpa komunikasi yang konsisten via email, pelanggan lebih mudah berpindah ke kompetitor yang terasa lebih responsif, padahal masalahnya bukan di layanan Anda, melainkan di deliverability.

5. Peningkatan Anggaran Marketing

Biaya email marketing bukan hanya biaya platform. Ada investasi waktu tim untuk merancang campaign, menulis copy, mendesain template hingga menyusun segmentasi. Semua investasi ini terbuang jika email tidak pernah sampai ke inbox.

Untuk bisnis yang mengirim ratusan ribu email per bulan, selisih deliverability 10% saja bisa berarti puluhan ribu rupiah biaya per email yang sia-sia, belum termasuk opportunity cost dari konversi yang hilang.


Pastikan Domain Anda Terautentikasi

Tiga protokol berikut memberi tahu mailbox provider bahwa email memang dikirim oleh pihak yang berhak atas domain Anda.

SPF memverifikasi bahwa server pengirim diizinkan mengirim atas nama domain Anda. DKIM menambahkan tanda tangan digital yang membuktikan email tidak diubah di tengah jalan. Sementara itu, DMARC mengikat keduanya dan memberi tahu mailbox provider apa yang harus dilakukan kalau verifikasi gagal.

Pasalnya, tanpa ketiga protokol tersebut, email Anda jauh lebih mudah dianggap mencurigakan, bahkan kalau isinya sepenuhnya sah. Ini fondasi yang harus benar sebelum optimasi lain berarti.


Jaga Reputasi Pengirim dan Kebersihan List

Reputasi pengirim dibangun dari perilaku list Anda. Bounce rate yang tinggi, banyak keluhan spam, dan pengiriman ke alamat yang sudah tidak aktif semuanya menurunkan reputasi.

Beberapa kebiasaan menjaga reputasi tetap sehat: bersihkan alamat yang bounce secara rutin, hapus subscriber yang tidak pernah membuka email dalam waktu lama, dan permudah proses unsubscribe. Subscriber yang berhenti dengan bersih jauh lebih baik daripada yang menandai email Anda sebagai spam.

Konsistensi volume juga penting. Lonjakan pengiriman yang tiba-tiba, dari ribuan ke ratusan ribu dalam semalam, sering memicu kecurigaan mailbox provider.


Faktor yang Sering Terabaikan dari Infrastruktur Pengiriman

Sampai titik ini, semua yang dibahas masih bisa dikelola dari sisi praktik marketing. Namun, ada lapisan yang lebih dalam dan jarang diperiksa tim marketing, yaitu infrastruktur yang sebenarnya mengirim email Anda.

Apabila Anda mengirim lewat shared IP, reputasi pengiriman Anda bercampur dengan pengirim lain di pool yang sama. Satu pengirim bermasalah bisa menyeret deliverability Anda turun, tanpa Anda melakukan kesalahan apa pun. 

Untuk volume yang sudah konsisten, dedicated IP memberi kontrol penuh atas reputasi sehingga performa Anda tidak bergantung pada perilaku orang lain.

Masalah lain yang sering muncul adalah visibilitas. Dashboard campaign standar biasanya hanya menunjukkan email terkirim, tetapi tidak menjelaskan apa yang terjadi setelahnya. 

Untuk tim yang ingin melihat status pengiriman secara real-time dan mengintegrasikan data deliverability ke sistem internal, platform dengan email API yang terbuka memberi visibilitas yang tidak Anda dapat dari dashboard biasa, lengkap dengan webhook untuk melacak bounce dan keluhan begitu terjadi.

Pertimbangan tersebut makin terasa saat bisnis tumbuh ke skala besar atau masuk ke industri dengan aturan ketat soal penyimpanan data. 

Platform dengan deployment fleksibel memberi ruang menyesuaikan model pengiriman seiring kebutuhan berubah, tanpa harus berpindah vendor di tengah pertumbuhan.


Monitor Deliverability Email Marketing Sebelum Jadi Masalah

Deliverability yang baik bukan kondisi sekali set lalu lupakan. Reputasi bisa turun pelan tanpa Anda sadari sampai open rate anjlok.

Dua kebiasaan monitoring yang layak dijalankan rutin: lakukan seed testing untuk mengecek apakah email Anda masuk inbox di berbagai provider sebelum mengirim ke list utama, dan pantau tren bounce serta keluhan spam dari waktu ke waktu.

Apabila angkanya mulai naik, Anda punya waktu untuk bertindak sebelum kerusakannya menyebar.


Tingkatkan Deliverability Email Marketing Bisnis Anda Bersama Mekari Qontak!

Meningkatkan deliverability bukan soal satu trik, tapi tiga lapis yang harus sehat bersamaan: autentikasi yang benar, reputasi yang dijaga, dan infrastruktur yang memberi Anda kontrol. 

Tim marketing biasanya menguasai dua lapis pertama, dan baru menemukan lapis ketiga setelah ada campaign yang performanya tidak masuk akal. Memeriksa ketiganya sejak awal jauh lebih murah daripada mengejar deliverability yang sudah telanjur turun.

Jika bisnis Anda ingin meningkatkan deliverability sekaligus memastikan setiap campaign email memberikan hasil yang optimal, penggunaan platform email marketing yang didukung infrastruktur pengiriman yang andal menjadi langkah penting.

Melalui Platform Email Blast Mekari Qontak, Anda dapat mengirim email massal berbasis AI secara lebih terukur, mengelola segmentasi pelanggan dengan mudah, serta memantau performa campaign melalui dashboard analitik yang komprehensif. 

Integrasi CRM Mekari Qontak dan data pelanggan yang terpusat juga membantu tim marketing menjalankan personalisasi yang lebih akurat untuk meningkatkan engagement dan konversi. 

Jadi, tunggu apalagi? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak dan dapatkan uji coba gratis sekarang!

aplikasi omnichannel mekari qontak untuk mengelola leads terpusat
Pernyataan Kerjasama
Artikel ini merupakan hasil kolaborasi Mekari Qontak dan Mailtarget yang telah melalui proses kurasi dan verifikasi ketat oleh tim Mekari Qontak. Kami memastikan setiap pembahasan tetap memenuhi standar kualitas kami dalam menyajikan edukasi bisnis dan teknologi yang kredibel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

Apa beda deliverability dan delivery rate?

Apa beda deliverability dan delivery rate?

Delivery rate menghitung email yang diterima server penerima, termasuk yang masuk folder spam.

Sementara itu, deliverability rate lebih spesifik: berapa banyak yang benar-benar mendarat di inbox. Angka delivery bisa tinggi sementara deliverability rendah, dan itu yang sering luput diperhatikan.

Apakah isi email memengaruhi deliverability email marketing?

Apakah isi email memengaruhi deliverability email marketing?

Ya. Email yang terlalu berat gambar tanpa teks, penuh tautan, atau memakai kata yang sering dipakai spam bisa memicu filter. Konten dan teknis bekerja bersama, bukan terpisah.

Kapan bisnis perlu beralih ke dedicated IP?

Kapan bisnis perlu beralih ke dedicated IP?

Saat volume pengiriman sudah konsisten dan emailnya kritikal bagi operasional. Di bawah volume itu, shared IP yang dikelola baik masih mencukupi.