
- Chatbot konvensional yang kaku mulai digantikan oleh AI Agent otonom untuk efisiensi operasional bisnis Anda
- AI Agent berbasis Agentic AI mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi berbagai tugas secara mandiri
- Persiapan utama membangun AI Agent meliputi penentuan use case, pembuatan prompt, dan penyusunan knowledge base
- Melalui platform Mekari Qontak, pembuatan AI Agent cerdas dapat dilakukan dengan mudah tanpa kemampuan coding
- Tantangan akurasi dan privasi data dapat diatasi lewat teknologi RAG serta kepatuhan sertifikasi keamanan resmi
Industri kini tengah mengalami pergeseran besar-besaran, di mana chatbot konvensional mulai digantikan oleh asisten virtual cerdas yang mampu bekerja secara otonom untuk menyelesaikan berbagai tugas kompleks.
Jika tetap bertahan dengan sistem rule-based seperti chatbot konvensional, bisnis Anda berisiko dihadapkan oleh sejumlah kerugian, mulai dari kehilangan leads hingga memicu churn pelanggan.
Sebagai solusi, membangun AI Agent adalah langkah yang paling efisien. Dan kabar baiknya, kini Anda bisa membuatnya tanpa perlu keahlian coding melalui panduan lengkap yang telah dirangkum dalam Mekari Qontak Blog berikut ini.

Apa Itu Membuat AI Agent dengan Fitur Agentic AI?
Membuat AI agent dengan fitur Agentic AI adalah proses menciptakan sistem kecerdasan buatan yang digunakan perusahaan untuk menjalankan interaksi bisnis seperti customer service, follow-up pelanggan, lead qualification, ticket routing, hingga workflow internal secara mandiri dalam satu platform terintegrasi.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya mengikuti prompt manusia secara kaku, AI Agent berbasis Agentic AI mampu memahami konteks percakapan, mengambil keputusan sederhana, hingga mengeksekusi tugas otomatis tanpa perlu instruksi manual di setiap langkahnya.
Teknologi ini kini semakin banyak digunakan bisnis modern karena mampu membantu tim bekerja lebih responsif dan scalable tanpa harus terus menambah jumlah agen.
Persiapan Sebelum Membuat AI Agent Secara Umum
Sebelum mulai menciptakan AI agent, ada beberapa fondasi penting yang perlu dipersiapkan agar prosesnya berjalan optimal, berikut beberapa di antaranya:
1. Tentukan Tujuan dan Ruang Lingkup AI Agent Anda
Langkah pertama adalah menentukan use case utama AI agent yang ingin dibangun. Apakah AI akan difokuskan sebagai customer service agent, sales assistant, internal HR assistant, atau workflow automation untuk operasional bisnis?
Semakin spesifik tujuan AI agent yang Anda tentukan, maka akan semakin mudah Anda menentukan flow percakapan hingga integrasi sistem yang diperlukan.
2. Pilih Platform AI Agent yang Sesuai Kebutuhan Bisnis
Setelah menentukan tujuan, pilih platform AI agent yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Saat mengevaluasi platform, perhatikan beberapa faktor berikut:
- Kemudahan penggunaan (low-code)
- Dukungan Large Language Model (LLM)
- Kemampuan integrasi dan skalabilitas.
- Keamanan data dan compliance
- Struktur harga dan biaya implementasi
Untuk bisnis yang ingin implementasi lebih cepat tanpa coding kompleks, platform Agentic AI berbasis low-code biasanya menjadi pilihan yang lebih praktis.
3. Susun Instruksi, Persona, dan Variabel Percakapan
Lakukan prompt engineering dasar agar AI agent dapat memberikan respons sesuai kebutuhan bisnis Anda. Pada tahap ini, Anda perlu menyusun beberapa hal, seperti:
- Persona AI agent
- Gaya bahasa (formal, santai, profesional)
- Batasan jawaban AI
- Setup eskalasi ke human agent
- Variabel percakapan dan konteks bisnis
Contohnya, AI agent untuk klinik tentu membutuhkan tone yang lebih empatik dibanding AI agent untuk marketplace atau e-commerce.
4. Persiapkan Knowledge Base dan Sumber Data
Agar AI agent dapat memberikan jawaban yang relevan, Anda perlu menyiapkan knowledge base yang terstruktur. Sumber data ini nantinya digunakan AI untuk memahami informasi dan menjawab pertanyaan pelanggan.
Dalam praktiknya, knowledge base ini biasanya dipadu-padankan dengan metode RAG (Retrieval-Augmented Generation) agar AI dapat mengambil informasi terbaru secara real-time.
5. Tentukan Channel Komunikasi yang Ingin Dihubungkan
Pilih channel apa saja yang ingin diotomatisasi, seperti WhatsApp, email, hingga sistem CRM. Anda juga perlu memastikan AI terhubung ke channel tersebut agar bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan secara otomatis.
Cara Membuat dengan Fitur Agentic AI Tanpa/Low Code
Setelah memahami konsep dasar AI agent, langkah berikutnya adalah mulai membangun AI agent. Kabar baiknya, saat ini Anda tidak harus memiliki kemampuan coding kompleks untuk membuat AI agent yang cerdas.
Melalui fitur Agentic AI Mekari Qontak, bisnis dapat membuat AI agent secara low-code bahkan tanpa coding. Berikut di bawah ini adalah tutorial lengkap implementasi AI Agent pada platform Mekari Qontak.
1. Akses Dashboard Mekari Qontak
Langkah pertama, login terlebih dahulu ke akun Mekari Qontak Omnichannel Anda. Setelah berhasil masuk:
- Pilih menu Chatbot
- Masuk ke tab AI Agents
2. Membuat AI Agent Baru
Setelah masuk ke halaman AI Agents, klik Create AI Agent untuk mulai membuat agent baru.
Selain melalui menu utama, Anda juga bisa membuat AI Agent langsung dari halaman Tree Diagram chatbot dengan klik ikon tambah (+), lalu pilih AI Agent dan klik “+Create new”.
3. Mengatur Nama dan Deskripsi AI Agent
Pada halaman pembuatan AI agent. Isi kolom nama AI agent dan deskripsi AI Agent. Kemudian klik “Continue”.
4. Melakukan Konfigurasi AI Prompt
Pada bagian Identity, susunlah AI Prompt yang mencakup tujuan (goals) dan perilaku (behavior) agen. Setelah itu, pilih Tone of Voice untuk menentukan gaya bahasa komunikasi AI, serta atur Idle Action untuk mengelola respons otomatis saat sistem sedang tidak aktif.
5. Menentukan Tone of Voice AI
Kemudian tentukan Tone of Voice atau cara AI berbicara saat berinteraksi dengan pengguna.
Pilih gaya bahasa yang sesuai dengan brand identity. Berdasarkan referensi umum, adapun beberapa tone yang sering digunakan antara lain:
- Casual dan conversational: Terasa ringan dan mudah didekati.
- Professional dan formal: Sopan dan berorientasi bisnis.
- Empatik dan ramah: Menunjukkan kepedulian dan koneksi personal.
- Playful dan fun: Menghibur dan menyenangkan.
6. Mengatur Idle Action
Selanjutnya, tentukan Idle Action, adalah tindakan otomatis yang dilakukan AI Agent ketika pelanggan tidak memberikan respons dalam periode tertentu.
Di Mekari Qontak, tersedia beberapa opsi Idle Action seperti:
- Resolve conversation: Menutup percakapan otomatis
- Assign conversation: Meneruskan chat ke agent manusia
- Follow up: Mengirim pesan follow-up otomatis
7. Merancang Aturan Human Handover
Walau AI agent semakin pintar, tapi di beberapa kondisi tertentu, AI tetap memerlukan intervensi manusia. Karena itu, Anda perlu menentukan aturan kapan chat harus dialihkan ke human agent.
Aturan ini membantu AI mengetahui kapan harus berhenti merespons dan meneruskan percakapan ke tim customer service manusia.
Beberapa kondisi umum yang biasanya digunakan antara lain:
- Pelanggan menyampaikan komplain serius: Misalnya pelanggan terlihat marah, menggunakan kata-kata kasar, atau melaporkan masalah sensitif seperti kesalahan pembayaran dan tagihan.
- Pelanggan ingin berbicara langsung dengan agen manusia: Contohnya ketika pelanggan mengetik kata seperti “CS”, “Admin”, “Agent”, atau meminta bantuan manusia secara langsung.
- Percakapan mulai terlalu kompleks: Jika AI tidak memahami pertanyaan pelanggan setelah beberapa percobaan, atau informasi yang dibutuhkan tidak tersedia di knowledge base.
- Negosiasi atau closing deal tertentu: Seperti permintaan harga khusus, pembelian dalam jumlah besar, kerja sama bisnis, atau kebutuhan deal enterprise.
8. Menghubungkan Knowledge Base dan Sumber Data Pelanggan
Selanjutnya klik tab “AI resources” untuk mengatur sumber pengetahuan yang dapat AI pelajari. Dalam hal ini, Anda dapat memilih External URL, File upload, ataupun Text content sebagai sumber pengetahuan dengan klik ‘ikon tambah’ pada salah satu AI resources.
9. Menentukan Aksi yang Bisa Dilakukan AI Agent
- Klik tab “Actions” untuk menentukan aksi apa saja yang bisa dilakukan oleh AI Agent (tidak hanya menjawab chat). Klik “Add actions” untuk melanjutkan.
- Saat ini, action yang tersedia hanya berupa API Integration. Gunakan fitur ini untuk membuat aksi yang terhubung ke sistem lain bagi AI Agent. Klik “API Integrations”.
- Kemudian lengkapi informasi pada setiap kolom ini, lalu klik “Save”.
10. Implementasikan AI Agent pada Tree Diagram
Setelah AI agent selesai dibuat, langkah berikutnya adalah mengimplementasikannya ke dalam flow chatbot pada Tree Diagram.
- Masuk ke menu Chatbot.
- Kemudian pilih tab “Conversations”.
- Selanjutnya pilih salah satu Conversation yang telah dibuat.
- Pada Tree Diagram, klik ‘ikon tambah’ lalu pilih “AI agent”.
- Tentukan AI Agent yang telah dibuat.
- Lalu klik “Save”.
11. Membuat Berbagai Alur Kondisi
Selanjutnya buat berbagai kondisi percakapan agar AI agent dapat menangani banyak skenario secara otomatis.
- Klik “Add condition”.
- Akan muncul panel Exit condition. Pada gambar, terdapat contoh condition yang dibuat.
- Kemudian klik “Save”.
- Maka Exit condition akan muncul pada Tree Diagram berikut.
12. Lakukan Uji Coba AI Agent
Sebelum digunakan secara penuh, lakukan testing pada AI agent untuk memastikan seluruh alur berjalan dengan baik. Adapun beberapa hal yang perlu Anda uji:
- Akurasi jawaban AI
- Kecepatan respons
- Handover ke human agent
- Integrasi API
- Follow-up otomatis
- Konsistensi tone of voice
- Kemampuan memahami konteks percakapan
Tantangan dalam Implementasi AI Agent dan Cara Mengatasinya
Mengadopsi AI Agent tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Berikut adalah tantangan umum yang sering dihadapi perusahaan beserta solusi praktis untuk mengatasinya:
1. Jawaban Kurang Akurat dan Halusinasi AI
Di beberapa kesempatan, terkadang AI memberikan jawaban yang tidak relevan atau “mengarang”.
Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan knowledge base yang terstruktur dengan teknologi RAG (Retrieval-Augmented Generation) agar AI hanya menjawab berdasarkan data perusahaan, serta tetap terapkan pengawasan manusia (human-in-the-loop).
2. Penolakan dari Tim Internal
Biasanya, tim Anda akan seringkali merasa terancam oleh kehadiran teknologi baru. Solusinya, berikan training secara bertahap dan tekankan bahwa AI hadir untuk membantu mempermudah pekerjaan mereka, bukan menggantikan peran mereka sepenuhnya.
3. Masalah Keamanan dan Privasi Data
Keamanan data pelanggan adalah prioritas utama. Anda perlu memastikan bahwa platform Anda telah mengantongi sertifikasi ISO, terdaftar di PSE, atau menyediakan enkripsi yang kuat dan data residency yang aman.
4. Rumitnya Integrasi dengan Sistem yang Lama
Beberapa perusahaan merasa kesulitan ketika harus mengintegrasikan teknologi AI dengan sistem internal bisnis yang sudah ada.
Untuk merespons hal ini, pilihlah platform berbasis API-first yang fleksibel dan pastikan platform bersedia memberikan dukungan penuh kepada bisnis Anda selama proses migrasi agar integrasi berjalan lancar.
5. Kesulitan Mengukur Hasil Investasi (Return On Investment)
Sering kali perusahaan bingung menentukan apakah investasi yang mereka keluarkan untuk teknologi AI bisa benar-benar membuahkan hasil.
Untuk memastikannya, Anda perlu menetapkan KPI (Key Performance Indicator) yang terukur, mulai dari penghematan biaya operasional (cost saved), efektivitas konversi penjualan (lead converted), hingga skor kepuasan pelanggan (CSAT) yang lebih baik.
Bangun AI Agent Bisnis Tanpa Coding dengan Agentic AI Mekari Qontak
Membuat AI Agent cerdas kini tidak lagi membutuhkan proses teknis yang rumit berkat kehadiran teknologi no-code. Dengan strategi dan pemilihan platform AI Agent yang tepat, tantangan ini bisa diubah menjadi peluang besar.
Salah satu solusi terbaik untuk mewujudkannya adalah melalui solusi dari Mekari Qontak bernama Agentic AI.
Mekari Qontak membuat Anda bisa lebih mudah dalam merancang asisten virtual yang canggih, tanpa perlu kemampuan coding, sehingga tim Anda bisa langsung fokus pada pelayanan pelanggan yang lebih berkualitas.
Dibekali pemahaman konteks yang mendalam, Agentic AI Mekari Qontak mampu mengeksekusi tugas lintas sistem, seperti update tiket hingga verifikasi pembayaran, membuatnya mampu memberikan solusi tuntas secara otomatis.
Segera tingkatkan efisiensi layanan Anda dengan menjadwalkan konsultasi bersama tim ahli kami atau mulai uji coba gratis Mekari Qontak sekarang untuk merasakan kecanggihan fitur Agentic AI secara langsung!

Referensi:
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Cara Membuat AI Agent dengan Fitur Agentic AI (FAQ)
Apa perbedaan utama antara AI Agent dan Agentic AI?
Apa perbedaan utama antara AI Agent dan Agentic AI?
AI Agent adalah sistemnya , sedangkan Agentic AI adalah fiturnya yang membuat AI tersebut mampu berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak mandiri tanpa arahan kaku manusia.
Apakah membuat AI agent dengan fitur Agentic AI Mekari Qontak membutuhkan kemampuan coding?
Apakah membuat AI agent dengan fitur Agentic AI Mekari Qontak membutuhkan kemampuan coding?
Tidak. Platform Mekari Qontak dirancang secara low-code bahkan no-code sehingga pemilik bisnis bisa membuatnya dengan mudah tanpa keahlian pemrograman.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun AI agent siap pakai?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun AI agent siap pakai?
Waktunya relatif singkat dan cepat karena proses konfigurasinya tinggal mengikuti langkah praktis di dashboard, mulai dari menyusun prompt hingga mengunggah dokumen data.
Channel apa saja yang bisa diintegrasikan dengan AI agent Mekari Qontak?
Channel apa saja yang bisa diintegrasikan dengan AI agent Mekari Qontak?
AI Agent ini bisa dihubungkan ke berbagai saluran komunikasi bisnis populer seperti WhatsApp, email, hingga web chat.
Bagaimana Mekari Qontak menjamin keamanan data pelanggan saat menggunakan Agentic AI?
Bagaimana Mekari Qontak menjamin keamanan data pelanggan saat menggunakan Agentic AI?
Mekari Qontak menjamin privasi data melalui kepatuhan regulasi resmi, enkripsi yang kuat, pendaftaran PSE, dan sertifikasi keamanan berstandar internasional (ISO).