
- Business-Scoped User ID (BSUID) akan menjadi identifier baru pengganti nomor telepon dalam integrasi WhatsApp Business API mulai 2026
- BSUID bersifat unik dan scoped to a business, sehingga satu pengguna bisa memiliki ID berbeda di setiap bisnis
- Meta tetap membagikan nomor telepon selama 30 hari masa transisi setelah interaksi pertama
- CRM dan sistem ticketing perlu diperbarui agar tidak bergantung pada nomor telepon sebagai identifier utama
- Dengan persiapan yang tepat, bisnis tetap bisa menjaga histori percakapan dan mengenali pelanggan berulang meskipun nomor disembunyikan
Jika suatu hari Anda tidak lagi bisa melihat nomor WhatsApp pelanggan, jangan khawatir, hal ini bukan karena data hilang, melainkan karena memang disembunyikan oleh sistem.
Mulai 2026, Meta akan meluncurkan fitur baru bernama Business-Scoped User ID (BSUID) sebagai bagian dari pembaruan WhatsApp Business Platform.
Perubahan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan privasi pengguna WhatsApp, khususnya ketika fitur username WhatsApp semakin diadopsi oleh pengguna.
Bagi bisnis, risikonya cukup signifikan. Jika nomor telepon tidak lagi menjadi identifier utama, maka sistem CRM (Customer Relationship Management) dan ticketing yang masih bergantung pada nomor WhatsApp bisa terdampak.
Di sisi lain, jika Anda memahaminya dengan benar, BSUID justru tetap membuat bisnis bisa mengenali dan mengelola history percakapan dengan pelanggan meskipun nomor telepon mereka tidak lagi terlihat.
Untuk penjelasan lengkapnya, simak artikel Mekari Qontak Blog ini yang akan membahas secara lengkap mengenai Business-Scoped User ID (BSUID), mulai dari alasan kemunculannya, fungsi utamanya, hingga bagaimana bisnis perlu beradaptasi.

Apa Itu Business-Scoped User ID (BSUID)?
Menurut dokumentasi resmi Meta untuk WhatsApp Business Platform:
“A business-scoped user ID (BSUID) is a unique identifier for a WhatsApp user that is specific to a business.”
(Sumber: Meta – WhatsApp Business-Scoped User IDs)
Secara sederhana, Business-Scoped User ID (BSUID) adalah identitas unik yang diberikan kepada setiap pengguna WhatsApp, tetapi identitas ini bersifat khusus untuk satu bisnis saja.
Artinya:
- Satu pengguna/pelanggan WhatsApp akan memiliki BSUID berbeda untuk setiap bisnis yang ia ajak berinteraksi.
- Identifier ini berfungsi sebagai pengganti nomor telepon dalam sistem backend dan proses integrasi data.
Fitur ini diperkenalkan sebagai bagian dari transisi WhatsApp menuju sistem berbasis username.
Penerapan BSUID sendiri akan mulai efektif per Juni 2026, seiring dengan mulai diberlakukannya penggunaan username WhatsApp secara bertahap di berbagai negara.
Dengan kata lain, BSUID WhatsApp akan menjadi identifier utama dalam setiap integrasi WhatsApp API yang menggantikan peran nomor telepon sebagai referensi teknis di sistem backend Anda.
Alasan Meta Memperkenalkan Business-Scoped User ID (BSUID)
Alasan utama Meta memperkenalkan Business Scoped User ID WhatsApp adalah privasi.
Semakin banyak pelanggan yang tidak ingin membagikan nomor telepon pribadi mereka kepada bisnis yang diajak berinteraksi.
Dengan hadirnya fitur ini, pelanggan dapat berinteraksi tanpa perlu mengekspos nomor telepon secara langsung.
Namun, di sisi lain, bisnis tetap membutuhkan identifier unik untuk:
- Mengenali pelanggan lama yang menghubungi kembali
- Menyimpan history percakapan
- Mengelola follow-up
- Mengintegrasikan data ke CRM dan sistem internal
Di sinilah BSUID berperan sebagai solusi teknis. BSUID membuat bisnis tetap memiliki identifier unik untuk setiap pelanggan, meskipun nomor telepon tidak lagi terlihat secara langsung.
Melalui pendekatan ini, Meta berusaha menyeimbangkan kepentingan privasi pelanggan yang tetap terjaga dengan kebutuhan integrasi sistem bisnis agar tetap dapat berjalan normal.
Fungsi Utama Business-Scoped User ID (BSUID)
Pada dasarnya, BSUID WhatsApp bisnis memiliki fungsi yang sangat mirip dengan nomor telepon jika dikaitkan dalam konteks integrasi backend.
Jika sebelumnya sistem CRM atau ticketing mengandalkan nomor telepon sebagai identifier utama, maka kini peran tersebut dapat diambil alih oleh BSUID.
Secara teknis, BSUID memiliki fungsi sebagai berikut:
- Unik untuk setiap pelanggan dalam konteks satu bisnis: Tidak ada dua pelanggan yang memiliki BSUID yang sama di dalam satu Business Manager.
- Tersedia di webhook WhatsApp API: BSUID akan dikirim melalui webhook yang sama seperti sebelumnya membawa nomor telepon, sehingga sistem backend tetap dapat memproses pesan masuk.
- Scoped to a business (khusus untuk satu bisnis): Untuk meningkatkan privasi, dua bisnis yang berinteraksi dengan pelanggan yang sama akan melihat dua BSUID yang berbeda.
Melalui fungsi tersebut, BSUID dapat membantu memastikan operasional bisnis Anda tetap berjalan lancar.
Sistem CRM tetap mampu mengenali pelanggan lama, riwayat percakapan tetap tersimpan rapi, dan integrasi WhatsApp API tetap berfungsi normal meskipun nomor telepon tidak lagi digunakan sebagai referensi utama.
Cara Kerja Business-Scoped User ID (BSUID)
Selanjutnya, pada bagian ini Mekari Qontak Blog akan membahas lebih dalam bagaimana cara kerja BSUID dalam sistem webhook dan integrasi CRM, serta apa saja kemampuan dan batasannya bagi bisnis.
1. BSUID dalam Sistem Webhook WhatsApp API
Dalam integrasi WhatsApp Business API, setiap pesan masuk biasanya dikirim melalui sistem webhook.
Jika sebelumnya nomor telepon pelanggan menjadi identitas utama yang dikirimkan, kini Meta menambahkan kolom (field) baru dalam data (payload) webhook tersebut yang berisi BSUID. Nantinya, BSUID inilah yang akan menjadi identitas utama untuk setiap interaksi pelanggan.
Secara praktis, saat pelanggan mengirim pesan ke WhatsApp bisnis Anda, sistem tidak lagi hanya menerima nomor telepon, melainkan juga kode unik BSUID.
Sistem CRM atau ticketing yang Anda gunakan dapat menyimpan sekaligus menggunakan kode unik ini untuk mengenali siapa pelanggan tersebut.
Oleh karena itu, bagi Anda yang menggunakan penyedia layanan resmi atau Business Solution Provider (BSP), sangat penting untuk memastikan bahwa field BSUID sudah tersedia dan dapat ditangkap di dashboard atau API mereka.
2. Karakteristik Unik BSUID
Salah satu perbedaan paling mendasar antara BSUID dan nomor telepon adalah sifatnya yang “scoped to a business”.
Jika sebelumnya satu nomor telepon bersifat universal dan bisa dikenali oleh banyak bisnis sekaligus, kini BSUID dirancang hanya berlaku spesifik untuk hubungan antara satu pelanggan dengan satu bisnis tertentu.
Artinya, ketika seorang pelanggan/pengguna WhatsApp berinteraksi dengan dua bisnis yang berbeda, ia akan memiliki dua kode BSUID yang berbeda pula. Setiap bisnis hanya diizinkan untuk melihat BSUID yang relevan dengan perusahaannya sendiri.
Konsep ini sengaja diciptakan untuk memperkuat privasi pengguna, sehingga tidak ada lagi identitas universal yang bisa digunakan sejumlah perusahaan tanpa kontrol ketat.
Bagi Anda selaku pelaku bisnis, hal ini berarti identifikasi pelanggan tetap dapat dilakukan secara akurat, namun terbatas hanya dalam konteks interaksi langsung dengan bisnis Anda.
3. Kemampuan dan Batasan BSUID
BSUID tetap memberikan bisnis Anda kebebasan dalam menjalankan berbagai aktivitas penting, seperti mengenali pelanggan lama yang menghubungi kembali hingga mengirim pesan melalui WhatsApp Business API seperti biasanya.
Selama pelanggan tetap berinteraksi di dalam ekosistem WhatsApp Business, BSUID berfungsi penuh sebagai pengganti nomor telepon untuk seluruh kebutuhan backend bisnis Anda.
Namun, ada beberapa batasan penting yang perlu Anda pahami. Jika pelanggan hanya menggunakan username tanpa membagikan nomor teleponnya kepada bisnis Anda, Anda tidak dapat menggunakan BSUID untuk menghubungi mereka melalui jalur telepon seluler biasa atau SMS marketing tradisional.
Singkatnya, BSUID dirancang khusus sebagai alat komunikasi di dalam WhatsApp Business Platform, bukan sebagai pengganti nomor telepon untuk penggunaan di luar aplikasi.
Proses Pembaruan dari Nomor Telepon ke BSUID
Transisi dari nomor telepon ke Business Scoped User ID WhatsApp tidak dilakukan secara tiba-tiba. Meta merancang proses ini secara bertahap agar bisnis memiliki waktu untuk beradaptasi menghadapi pembaruan ini.
Pada fase awal rollout, pengguna WhatsApp yang belum mengaktifkan username akan tetap mengirimkan nomor telepon mereka seperti biasa.
Dalam kondisi ini, sistem bisnis Anda masih akan menerima nomor telepon sekaligus identifier bisnis yang relevan untuk membantu transisi berjalan lancar.
Sedangkan bagi pengguna yang sudah mengaktifkan username, Meta akan mulai mengedepankan BSUID sebagai identifier utama.
Namun, selama tahapan transisi, Meta menyatakan bahwa dalam beberapa kondisi tertentu, nomor telepon tetap akan dibagikan.
Salah satu kebijakan penting adalah terkait histori interaksi. Jika sebelumnya terdapat komunikasi antara bisnis dan pelanggan menggunakan nomor telepon, maka Meta akan tetap mengirimkan nomor telepon pelanggan tersebut selama periode tertentu.
Khususnya, Meta akan secara otomatis mengembalikan nomor telepon pelanggan selama jangka waktu bergulir (30 hari) sejak interaksi pertama antara bisnis dan pelanggan tersebut melalui nomor telepon.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah gangguan mendadak dalam proses operasional, seperti follow-up atau validasi data pelanggan.
Tips Sukses Mempersiapkan Bisnis untuk Fitur Baru BSUID
Perubahan dari nomor telepon ke Business-Scoped User ID (BSUID) bukan hanya urusan teknis tim IT. Tim marketing, sales, hingga customer service juga perlu memahami dampaknya terhadap alur kerja harian.
Berikut langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan bisnis agar transisi berjalan mulus:
1. Audit Identifier Utama dalam CRM
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek bagaimana cara CRM Anda saat ini mengidentifikasi pelanggan.
Jika nomor telepon masih menjadi identitas utama (primary key), maka sistem perlu segera diperbarui agar mampu mengenali pelanggan berdasarkan BSUID.
Idealnya, CRM Anda harus mampu menjalankan fungsi berikut:
- Menyimpan BSUID sebagai identifier baru bagi pelanggan
- Menghubungkan BSUID dengan nomor telepon lama (jika tersedia)
- Tetap menjaga history percakapan pelanggan
Audit ini ditujukan agar tidak terjadi fragmentasi data ketika pelanggan mulai beralih menggunakan username dan menyembunyikan nomor telepon mereka.
2. Periksa Ketersediaan Field BSUID di Dashboard
Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa Business Solution Provider (BSP) WhatsApp yang Anda gunakan sudah mendukung kolom (field) BSUID di dalam sistemnya.
Ada beberapa hal penting yang perlu Anda tanyakan kepada penyedia layanan BSP WhatsApp:
- Apakah BSUID sudah tersedia dan aktif di sistem webhook?
- Apakah dashboard Anda sudah menampilkan BSUID sebagai identitas pelanggan?
- Apakah sudah ada dokumentasi teknis resmi terkait pembaruan ini?
Jika pihak BSP belum siap mendukung fitur ini, bisnis Anda berisiko kehilangan kontinuitas data pelanggan saat proses peluncuran (rollout) mulai berjalan secara menyeluruh.
3. Perbarui Database Pelanggan
Bisnis perlu menyesuaikan struktur database agar dapat menyimpan BSUID berdampingan dengan nomor telepon pelanggan.
Selama masa transisi, kemungkinan besar Anda akan mengelola dua identifier sekaligus, yaitu nomor telepon sebagai data lama (legacy) dan BSUID sebagai identitas baru berbasis bisnis.
Menyimpan kedua data ini sangat penting agar bisnis tetap bisa menjaga riwayat interaksi lama sekaligus bersiap menghadapi situasi di mana nomor telepon tidak lagi tersedia.
Strategi terbaik yang bisa Anda terapkan adalah tidak langsung menghapus data nomor telepon yang ada, melainkan mulai menjadikan BSUID sebagai identifier utama secara bertahap.
4. Minta Izin Nomor Telepon Secara Eksplisit
Karena pengguna kini dapat menyembunyikan nomor telepon mereka melalui fitur username, bisnis perlu menyesuaikan pendekatan komunikasinya.
Salah satu praktik terbaik yang disarankan adalah membuat flow percakapan yang secara terbuka meminta izin pelanggan untuk membagikan nomor telepon mereka, terutama jika data tersebut sangat dibutuhkan untuk verifikasi, pengiriman dokumen, atau follow-up di luar platform WhatsApp.
Contoh pendekatan yang lebih transparan dan profesional:
“Untuk memudahkan proses pengiriman dokumen dan follow-up pesanan Anda, apakah Anda bersedia membagikan nomor telepon aktif Anda?”
Melalui cara ini, bisnis Anda tetap dapat menghormati privasi pengguna sekaligus memastikan kebutuhan operasional tetap terpenuhi dengan baik.
5. Berikan Pelatihan kepada Tim Bisnis
Tim customer service dan sales perlu memahami perubahan besar ini agar workflow mereka tetap efektif. Beberapa poin kunci yang harus mereka sadari adalah:
- Identifier pelanggan tidak lagi selalu berupa nomor telepon.
- Username dan BSUID akan menjadi bagian utama dari sistem baru yang digunakan.
- Proses pencarian data pelanggan di CRM mungkin akan mengalami perubahan cara kerja.
Tanpa pelatihan yang memadai, risiko kebingungan operasional akan sangat tinggi, terutama ketika data pelanggan lama tidak lagi muncul berdasarkan pencarian nomor telepon seperti biasanya.
Oleh karena itu, edukasi internal menjadi kunci utama agar transisi ini tidak mengganggu kenyamanan dan pengalaman pelanggan Anda.
Tabel Rangkuman Poin Penting Pembaruan Business-Scoped User ID (BSUID)
Berikut rangkuman poin penting yang perlu diperhatikan bisnis dalam menghadapi pembaruan BSUID WhatsApp:
Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.
| Poin Penting yang Perlu Diperhatikan | Penjelasan |
|---|---|
| Waktu Peluncuran | Rollout BSUID akan mulai efektif per Juni 2026, seiring implementasi fitur username WhatsApp di berbagai negara. Bisnis perlu memantau pengumuman resmi Meta dan BSP. |
| Nomor Telepon Tidak Sepenuhnya Dihapus | Untuk pengguna yang belum mengaktifkan username, bisnis masih menerima nomor telepon. Selain itu, nomor telepon tetap dikirim dalam kondisi tertentu selama masa transisi. |
| Ada Waktu Transisi 30 Hari | Setelah interaksi pertama, Meta masih mengirimkan nomor telepon selama 30 hari. Ini adalah periode krusial untuk mengaitkan nomor lama dengan BSUID di sistem CRM. |
| BSUID Bersifat Scoped | Satu pengguna memiliki BSUID berbeda untuk setiap bisnis. Tidak bisa digunakan untuk identifikasi lintas bisnis atau platform lain. |
| Integrasi Backend Perlu Diperbarui | Sistem CRM, ticketing, dan data warehouse harus mampu menyimpan serta memproses BSUID sebagai identifier utama. |
Jangkau Pelanggan Lebih Luas dengan BSUID dari Mekari Qontak!
Perubahan ke Business-Scoped User ID (BSUID) bukan hanya sekadar pembaruan teknis, melainkan transformasi mendasar dalam cara bisnis mengenali pelanggan di WhatsApp.
Dengan memahami proses pembaruan dan strategi adaptasi yang tepat maka bisnis Anda tetap dapat mengenali pelanggan lama serta menjaga riwayat percakapan dengan mereka tetap utuh.
Sebagai Business Solution Provider resmi, Mekari Qontak siap membantu bisnis Anda mempersiapkan transisi ke BSUID WhatsApp ini.
Dilengkapi dengan solusi WhatsApp Business API dan integrasi CRM-nya yang fleksibel, Mekari Qontak hadir untuk membantu bisnis Anda menyimpan serta mengelola BSUID secara optimal tanpa mengganggu jalannya operasional harian.
Jadi, pastikan sistem CRM dan WhatsApp Business API Anda sudah siap menghadapi perubahan besar di tahun 2026 ini bersama solusi tepercaya dari Mekari Qontak.
Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda atau langsung coba demo gratis Mekari Qontak hari ini!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Business-Scoped User ID (BSUID) (FAQ)
Kapan BSUID mulai berlaku?
Kapan BSUID mulai berlaku?
Berdasarkan dokumentasi dan roadmap pembaruan WhatsApp Business Platform, rollout Business-Scoped User ID (BSUID) akan dimulai secara bertahap pada tahun 2026, seiring dengan implementasi fitur username WhatsApp di berbagai negara.
Artinya, tidak semua bisnis akan langsung terdampak secara bersamaan. Implementasi akan mengikuti jadwal regional dan kesiapan sistem WhatsApp Business Platform.
Selama masa transisi, Meta masih akan:
- Mengirimkan nomor telepon untuk pengguna yang belum mengaktifkan username.
- Membagikan nomor telepon selama 30 hari sejak interaksi pertama antara pelanggan dan bisnis.
Namun, setelah masa tersebut, identifier utama akan beralih ke BSUID. Oleh karena itu, bisnis disarankan mulai mempersiapkan sistem CRM dan integrasi backend sebelum rollout resmi berlaku penuh.
Apa dampak BSUID untuk bisnis?
Apa dampak BSUID untuk bisnis?
Dampak BSUID terhadap bisnis cukup signifikan, terutama bagi perusahaan yang menggunakan nomor telepon sebagai identifier utama di CRM atau sistem tiket.
Beberapa dampak utamanya antara lain:
- Perubahan cara identifikasi pelanggan
Nomor telepon tidak lagi selalu tersedia, sehingga BSUID akan menjadi identifier utama dalam sistem WhatsApp API. - Risiko fragmentasi data jika tidak siap
Jika CRM tidak diperbarui untuk menyimpan BSUID, histori percakapan pelanggan bisa terpisah atau tidak terhubung dengan data lama. - Keterbatasan komunikasi di luar WhatsApp
Jika pelanggan hanya berbagi username, bisnis tidak dapat menggunakan nomor tersebut untuk SMS marketing atau panggilan telepon tradisional. - Peningkatan privasi pengguna
Di sisi lain, BSUID memungkinkan bisnis tetap mengenali pelanggan berulang tanpa melanggar privasi nomor telepon mereka.
Singkatnya, BSUID mengubah pendekatan teknis, tetapi bukan menghilangkan kemampuan bisnis untuk berkomunikasi — selama sistem telah disesuaikan.
Apakah bisnis masih bisa menyimpan nomor telepon pelanggan?
Apakah bisnis masih bisa menyimpan nomor telepon pelanggan?
Ya, bisnis masih dapat menyimpan nomor telepon pelanggan jika pelanggan memang membagikannya secara eksplisit atau jika nomor tersebut tersedia selama masa transisi.
Namun, dalam skenario di mana pengguna hanya menggunakan username dan tidak membagikan nomor telepon, bisnis tidak akan lagi menerima nomor tersebut setelah periode 30 hari berlalu.
Karena itu, praktik terbaik adalah:
- Menyimpan BSUID sebagai identifier utama di CRM.
- Mengaitkan BSUID dengan nomor telepon lama (jika tersedia).
- Meminta izin nomor telepon secara transparan jika memang dibutuhkan untuk kebutuhan operasional tertentu.
Pendekatan ini membantu bisnis tetap compliant sekaligus menjaga kelangsungan data pelanggan.