
- Biaya operasional adalah pengeluaran berkala perusahaan untuk mendukung aktivitas produksi dan administrasi, penting untuk pencatatan akurat agar bisnis tetap menguntungkan.
- Komponen biaya operasional meliputi biaya tetap, semi variabel, bunga, dan penyusutan, sedangkan biaya non operasional termasuk sewa, bunga pinjaman, dan kerugian penjualan harta.
- Memahami perbedaan antara biaya operasional dan non operasional membantu manajemen dalam mengkoordinasi arus kas dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
- Biaya operasional yang terlalu tinggi dapat menjadi sinyal buruk tentang manajemen stok yang ineffisien, memengaruhi kinerja perusahaan.
- Menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak dapat mempermudah pencatatan dan analisis biaya operasional, meningkatkan efisiensi pengelolaan biaya.
Agar bisnis berjalan lancar, perusahaan perlu mengelola biaya operasional dengan efisien. Pengeluaran ini mencakup kebutuhan harian, seperti produksi dan pengelolaan sumber daya, yang harus dihitung dengan cermat agar bisnis tetap untung. Mekari Qontak bisa membantu mencatat dan menganalisis biaya ini secara otomatis, sehingga pengelolaannya jadi lebih mudah dan akurat. Simak penjelasannya di bawah ini!
Apa itu Biaya Operasional?
Biaya operasional adalah pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari suatu perusahaan, termasuk biaya untuk gaji karyawan, utilitas, dan sewa tempat.
Biaya ini sangat penting dalam menentukan efisiensi dan profitabilitas suatu bisnis, karena mencerminkan sumber daya yang digunakan untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Dalam konteks akuntansi, hal ini seringkali menjadi bagian dari laporan laba rugi dan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis.
Baca juga: Mengenal Apa itu Manajemen Risiko, Tujuan, Tahapan dan Manfaatnya
Jenis-Jenis Komponen Biaya
Perusahaan perlu memahami komponen biaya. Tujuannya agar mereka dapat mengelompokkan dalam dua jenis. Berikut ini adalah komponen kedua biaya yang dimaksud:
1. Biaya Operasional
Komponen jenis biaya ini terdiri dari biaya tetap, variabel, bunga, dan penyusutan. Berikut penjelasan selengkapnya:
a. Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang sama meskipun terjadi peningkatan dalam penjualan dan produksi.
Jadi, biaya ini dikeluarkan tanpa mengamati kondisi bisnis. Biaya ini tidak terpengaruh dengan perubahan kegiatan tertentu dalam perusahaan. Contoh dari biaya tetap adalah biaya maintenance, biaya sewa, biaya asuransi, dan biaya gaji pegawai.
b. Biaya Semi Variabel
Biaya lainnya yang adalah biaya semi variabel. Biaya semi variabel merupakan biaya yang dikeluarkan akibat perpaduan antara dua komponen sekaligus, yaitu variabel dan tetap. Salah satu contoh biaya ini adalah gaji lembur beberapa pegawai di perusahaan.
c. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan adalah suatu nilai yang akan terus berkurang setiap bulannya. Sebab, beberapa barang mengalami penyusutan setiap bulan. Contohnya adalah alat kantor dengan mesin produksi, kendaraan, komputer, dan sebagainya.
d. Biaya Bunga
Biaya bunga merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan ketika masih ada utang yang harus dibayar secara rutin. Contohnya, biaya bunga kartu kredit.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Stok Barang Terbaik untuk Berbagai Bisnis
2. Biaya Non Operasional
Meskipun biasanya nilai dari biaya ini lebih kecil bila dibandingkan dengan pengeluaran operasional, biaya ini juga cukup penting. Sebab, biaya ini juga memberikan dampak bagi perusahaan. Maka dari itu, perusahaan perlu memperhatikan biaya ini beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya.
Terdapat tiga komponen biaya non operasional, yaitu:
a. Biaya Sewa Peminjaman Barang atau Harta
Biaya sewa peminjaman barang atau harta adalah biaya yang perlu dibayarkan oleh perusahan kepada pihak lain atas peminjaman barang atau properti tertentu. Jumlahnya tidak tetap dan tidak harus dikeluarkan setiap waktu.
b. Biaya Bunga Pinjaman
Biaya bunga pinjaman merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada penyedia pinjaman. Iuran ini juga tidak harus dibayarkan secara rutin.
c. Biaya Kerugian atas Penjualan Harta
Biaya kerugian atas penjualan harta adalah biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan karena adanya penjualan harta. Contohnya, ketika perusahaan menjual perlengkapan kantor yang fungsinya sudah menurun. Bila harga jualnya lebih rendah daripada harga beli maka akan muncul biaya rugi.
Baca juga: Cara Membuat Sales Report (Laporan Penjualan) untuk Bisnis
Pentingnya Membedakan Biaya Operasional dan Biaya Non Operasional
Baik pembiayaan operasional maupun non operasional perlu dikeluarkan oleh perusahaan agar kegiatannya tetap berjalan dengan baik.
Apalagi, banyak orang menganggap bahwa baik atau buruknya perusahaan bisa dinilai berdasarkan pembiayaannya.
Keuntunggan membedakan pembiayaan operasional dan non-operasional sangat penting adalah:
- Pihak manajemen akan dipermudah dalam mengkoordinasi arus kas masuk dan keluar serta dalam memakai sumber daya untuk mendukung kegiatan operasional.
- Pemangku kepentingan dalam perusahaan bisa menggunakannya sebagai pedoman dalam membuat keputusan atau strategi di masa mendatan.
Baca juga: Cara Meningkatkan Profit Perusahaan Secara Efektif dalam Waktu Singkat
Contoh Biaya Operasional
Selain digunakan untuk mengerjakan kegiatan sehari-hari sebuah bisnis. Biaya ini berfokus pada kebutuhan bisnis dan bisa mengukur pendapatan perusahaan, seperti:
- Gaji karyawan
- Tunjangan pegawai
- Transportasi
- Pajak
- Depresiasi dan amortisasi
- Komisi penjualan
- Kontribusi pensiun
- Perbaikan
- Utilitas
Bila perusahaan terlalu banyak mengeluarkan biaya, hal ini bisa menjadi indikasi buruk bahwa perusahaan mempunyai manajemen stok yang buruk. Dengan demikian, kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kelebihan stok.
Baca juga: Apa itu Profit Margin? Cara Menghitung dan Contohnya
Contoh Biaya Non Operasional
Biaya non operasional adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan, namun tidak ada hubungannya dengan aktivitas pokok perusahaan. Misalnya biaya kerugian atas disposisi aset dan biaya bunga.
Semua perusahaan tetap perlu mengamati pembiayaan non operasional yang mereka keluarkan, lengkap beserta komponen-komponennya. Contoh biaya tersebut adalah:
1. Interest Expenses (Biaya Bunga Pinjaman)
Biaya bunga merupakan biaya yang harus diberikan kepada pihak lain karena telah meminjamkan sejumlah dana kepada perusahaan. Biaya ini tidak perlu dikeluarkan secara rutin. Oleh karena itu, biaya ini termasuk biaya non operasional.
2. Biaya Sewa (Rent Expenses)
Biaya sewa merupakan biaya yang diberikan kepada pihak lain karena telah meminjamkan asetnya, baik berupa properti maupun barang kepada perusahaan. Pengeluaran ini tergolong non operasional karena bersifat tidak tetap. Perusahaan tidak harus mengeluarkan biaya ini setiap waktu.
3. Biaya Rugi (Loss)
Kerugian pada perusahaan termasuk biaya non operasional. Sebab, dalam hal ini, perusahaan menjual harta yang bukan merupakan objek bisnisnya.
Contohnya, apabila perusahaan menjual perlengkapan kantor yang sudah tidak mereka gunakan lagi. Selisih biaya jual dan belinya akan dimasukkan ke dalam biaya rugi.
Baca juga: Venture Capital: Cara Kerja, Jenis, dan Contohnya
Cara Menghitung Biaya Operasional
Dilansir dari warta ekonomi bahwa biaya operasional sering dihitung sebagai elemen positif dan negatif dari laporan laba rugi karena banyak pengeluaran operasional yang juga dianggap sebagai aset yang dapat dibiayai atau disusutkan dari waktu ke waktu.
Perhitungannya memerlukan perkiraan biaya setiap bulan. Formulasi perhitungannya meliputi biaya gaji, transportasi, utilitas, dan biaya lainnya.
Penghitungan biaya ini biasanya dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan, berikut adalah rumus perhitungannya:
Biaya Operasional = Biaya Produksi + Pengeluaran Operasional
Besarnya biaya sebenarnya bisa berbeda tergantung setiap perusahaan. Namun, cara menghitungnya sama untuk semua perusahaan.
Selain itu, juga biasanya dicantumkan ke dalam laporan laba rugi. Bila semua pengeluaran operasional sudah dicantumkan, hitung total semua pengeluarannya.
Baca juga: Cara Membuat Sales Report (Laporan Penjualan) untuk Bisnis
Efektifkan Laporan Penjualan Bisnis Anda Sekarang!
Dapat dikatakan bahwa biaya operasional memegang peranan penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus bisa mengelola pembiayaan operasional dan non operasional dengan baik.
Untuk mempermudah dalam menghitung biaya tersebut, sebagian bisnis saat ini menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak. Aplikasi ini dapat mencatat semua interaksi bisnis dalam satu database.
Lebih 3500 perusahaan yang menggunakan aplikasi CRM dari Mekari Qontak. Aplikasi CRM secara otomatis menyimpan semua data penjualan bisnis. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam membuat laporan penjualan, termasuk diantaranya menghitung biaya di atas.
Tidak hanya itu saja, Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Biaya Operasional (FAQ)
Apakah biaya operasional bisa dikurangi tanpa menurunkan kualitas operasional bisnis?
Apakah biaya operasional bisa dikurangi tanpa menurunkan kualitas operasional bisnis?
Biaya operasional dapat dikurangi tanpa menurunkan kualitas bisnis apabila perusahaan melakukan efisiensi, bukan sekadar pemangkasan biaya. Contohnya dengan mengoptimalkan proses kerja, mengurangi pemborosan, memanfaatkan teknologi otomatisasi, serta mengevaluasi vendor atau sistem kerja yang tidak lagi efektif. Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas dengan sumber daya yang sama atau lebih sedikit.
Bagaimana cara menentukan batas ideal biaya operasional agar bisnis tetap sehat?
Bagaimana cara menentukan batas ideal biaya operasional agar bisnis tetap sehat?
Batas ideal biaya operasional biasanya ditentukan dengan membandingkannya terhadap pendapatan atau omzet perusahaan. Rasio biaya operasional yang sehat berbeda-beda tergantung industri, namun secara umum perusahaan perlu memastikan bahwa pertumbuhan biaya tidak lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan. Evaluasi berkala terhadap laporan keuangan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ini.
Bagaimana cara memantau biaya operasional secara real-time dalam bisnis modern?
Bagaimana cara memantau biaya operasional secara real-time dalam bisnis modern?
Bisnis modern dapat memantau biaya operasional secara real-time dengan menggunakan software akuntansi, ERP, atau aplikasi CRM Mekari Qontak yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pencatatan otomatis, pelacakan pengeluaran, serta penyajian laporan keuangan secara instan, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan lebih cepat dan akurat.
Apa kesalahan paling umum yang dilakukan bisnis dalam mengelola biaya operasional?
Apa kesalahan paling umum yang dilakukan bisnis dalam mengelola biaya operasional?
Kesalahan paling umum adalah tidak memisahkan biaya berdasarkan kategori dan fungsi bisnis. Banyak perusahaan juga hanya mencatat pengeluaran tanpa menganalisis dampaknya terhadap pendapatan. Selain itu, pengambilan keputusan sering dilakukan tanpa data yang akurat. Hal ini membuat pengendalian biaya menjadi tidak efektif.
Apa keunggulan penggunaan CRM Mekari Qontak dibandingkan pencatatan biaya manual atau spreadsheet?
Apa keunggulan penggunaan CRM Mekari Qontak dibandingkan pencatatan biaya manual atau spreadsheet?
CRM Mekari Qontak memungkinkan pencatatan data secara real-time dan terintegrasi. Tidak seperti spreadsheet, data tidak tersebar dan mudah dianalisis. Sistem ini juga mempermudah kolaborasi antar tim. Hasilnya, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.