7 mins read

7 Perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI: Kompleksitas Tugas Hingga Kemampuan Belajar

Tayang
Ditulis oleh:
7 Perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI: Kompleksitas Tugas Hingga Kemampuan Belajar
Mekari Qontak Highlights
  • Chatbot AI fokus pada komunikasi, Agentic AI fokus pada penyelesaian tugas end-to-end
  • Perbedaan utama terletak pada otonomi, kompleksitas workflow, dan kemampuan integrasi sistem
  • Chatbot AI cocok untuk respons cepat dan FAQ, Agentic AI untuk automasi operasional lintas sistem
  • Agentic AI bersifat proaktif dan mampu mengeksekusi proses bisnis tanpa intervensi manual terus-menerus
  • Kombinasi Chatbot AI dan Agentic AI memberi dampak maksimal pada efisiensi dan produktivitas bisnis

Produktivitas tim sering kali terkendala oleh tugas manual yang monoton dan waktu respons layanan pelanggan yang tidak optimal. 

Ketika biaya operasional mulai membengkak akibat proses yang tidak efisien maka otomatisasi hadir sebagai kebutuhan utama untuk memulihkan performa bisnis. 

Ini bukan lagi sekadar pilihan tambahan melainkan sebagai fondasi penting bagi setiap bisnis yang ingin bergerak lebih progresif.

Dalam diskusi mengenai transformasi digital, dua solusi yang paling sering diperbincangkan adalah Chatbot AI dan Agentic AI. 

Meskipun keduanya sama-sama berbasis kecerdasan buatan, keduanya memiliki peran, kemampuan, serta tingkat kompleksitas yang jauh berbeda.

Oleh karena itu artikel Mekari Qontak Blog ini ada, untuk menginformasikan kepada Anda mengenai perbedaan agentic AI dan chatbot AI, mulai dari fokus operasional, tingkat otonomi, hingga kemampuan belajar.

perbedaan agentic ai dan chatbot ai-solusi qontak 360 untuk menyederhanakan proses bisnis yang kompleks dalam satu dashboard terpadu

Apa Itu Agentic AI?

Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang mampu memahami tujuan (goal), mengambil keputusan, dan mengeksekusi tindakan secara end-to-end di berbagai sistem secara mandiri.

Berbeda dengan AI tradisional yang hanya menunggu instruksi spesifik, Agentic AI bekerja layaknya asisten pintar yang proaktif. 

Sistem ini tidak sekadar memberikan jawaban, tetapi mampu melakukan penalaran, merencanakan langkah-langkah yang dibutuhkan, hingga berinteraksi dengan aplikasi lain untuk menyelesaikan tugas kompleks.

Dalam konteks bisnis, Agentic AI dapat digunakan untuk:

  • Memproses permintaan refund secara otomatis
  • Menjalankan workflow approval
  • Mengupdate data pelanggan di berbagai sistem
  • Mengelola proses operasional multi-step tanpa campur tangan manual

Apa Itu Chatbot AI?

Chatbot AI adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan manusia melalui chat interface, seperti WhatsApp, website, atau aplikasi messaging lainnya.

Chatbot AI memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang mampu memahami konteks percakapan secara alami.

Dalam operasional bisnis, chatbot AI menjalankan tugas-tugasnya seperti menjawab pertanyaan umum (FAQ), memberikan detail produk, hingga mengumpulkan data pelanggan awal sebelum mengarahkan mereka ke tim yang tepat.

Berbeda dengan Agentic AI yang mampu mengeksekusi tindakan mandiri, Chatbot AI umumnya memiliki fokus pada kelancaran komunikasi dan interaksi tanpa kemampuan untuk menyelesaikan tugas kompleks yang melibatkan berbagai sistem sekaligus.


Perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI

Agar tidak salah memilih teknologi, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan agentic AI dan chatbot AI dari berbagai aspek penting dalam operasional bisnis.

1. Fokus Operasional

  • Chatbot AI: Berfokus pada komunikasi. Sistem ini dirancang untuk menjawab pertanyaan, memberikan informasi, atau mengarahkan percakapan sesuai alur yang sudah ditentukan.
  • Agentic AI: Berfokus pada pencapaian tujuan dan penyelesaian tugas. Ia tidak hanya berhenti pada percakapan, tetapi terus bekerja hingga tindakan operasional benar-benar tuntas.
  • Intinya: Chatbot AI memberikan jawaban, sedangkan Agentic AI memberikan solusi nyata.

2. Tingkat Otonomi

  • Chatbot AI (Reaktif): Bekerja berdasarkan input pengguna. Bot ini menunggu pertanyaan masuk, lalu memberikan jawaban sesuai pemahaman perintah tersebut.
  • Agentic AI (Proaktif): Mampu mengambil inisiatif sendiri berdasarkan tujuan akhir yang ditetapkan. Ia dapat menentukan langkah selanjutnya tanpa perlu selalu dipandu atau diperintah oleh manusia.
  • Dalam bisnis: Agentic AI bisa langsung menjalankan alur approval atau memproses permintaan sesuai aturan perusahaan secara mandiri.

3. Kompleksitas Tugas

  • Chatbot AI: Umumnya menangani interaksi satu langkah atau alur linear yang sederhana. Contoh: Tamu bertanya “Cek status pesanan,” dan bot memberikan statusnya.
  • Agentic AI: Mampu menangani rangkaian kerja (workflow) yang rumit dan melibatkan banyak langkah, mulai dari verifikasi data, mengecek stok di gudang, memperbarui CRM, hingga membuat tiket laporan internal dalam satu proses terpadu.

4. Kemampuan Penalaran (Reasoning)

  • Chatbot AI: Mengandalkan kecocokan pola kalimat dan pemahaman konteks yang terbatas berdasarkan database yang sudah diajarkan (knowledge base).
  • Agentic AI: Memiliki kemampuan penalaran yang lebih mendalam. Ia dapat menganalisis situasi, mempertimbangkan berbagai opsi, lalu memilih tindakan terbaik yang paling sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

5. Integrasi Sistem

  • Chatbot AI: Sebagian besar beroperasi hanya pada chat interface. Integrasinya biasanya terbatas pada pembaruan data dasar di CRM.
  • Agentic AI: Dirancang untuk bekerja lintas sistem dan platform. Ia bisa berinteraksi langsung dengan ERP, sistem keuangan, hingga database internal. Artinya, Agentic AI tidak hanya “berbicara”, tetapi benar-benar “bekerja” di belakang layar.

​​6. Kemampuan Belajar

  • Chatbot AI: Berkembang melalui pembaruan manual pada skrip, penambahan data informasi, atau pelatihan ulang model secara berkala.
  • Agentic AI: Memiliki pembelajaran adaptif. Ia dapat mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan dan menyesuaikan strateginya di waktu mendatang agar performanya semakin optimal.

7. Contoh Penggunaan

  • Contoh Chatbot AI: Menjawab pertanyaan umum (FAQ), memberikan katalog produk, atau mengarahkan pelanggan ke staf CS yang tepat.
  • Contoh Agentic AI: Memproses refund secara otomatis hingga uang terkirim, mengelola perizinan karyawan dari awal hingga akhir, atau mengatur distribusi leads ke tim sales secara otomatis.

Tabel Perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI

Untuk memberikan gambaran yang lebih ringkas dan memudahkan Anda dalam membandingkan keduanya secara instan, berikut adalah tabel ringkasan perbedaan antara Agentic AI dan Chatbot AI:

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Aspek PerbandinganChatbot AIAgentic AI
Fokus OperasionalFokus pada komunikasi dan menjawab pertanyaan.Fokus pada pencapaian tujuan dan penyelesaian tugas end-to-end.
Tingkat OtonomiReaktif: menunggu input lalu merespons.Proaktif: mengambil inisiatif dan menentukan langkah berikutnya.
Kompleksitas TugasMenangani tugas sederhana dan alur linear.Mengelola workflow multi-step yang kompleks dan saling terhubung.
Kemampuan ReasoningPemahaman berbasis pola dan konteks terbatas.Analisis mendalam, mempertimbangkan opsi sebelum mengambil keputusan.
Integrasi SistemTerbatas pada chat interface dan integrasi dasar (misalnya CRM).Terintegrasi lintas sistem (CRM, ERP, keuangan, database internal).
Kemampuan BelajarUpdate manual melalui script dan knowledge base.Adaptif: belajar dari outcome dan mengoptimalkan tindakan berikutnya.
Contoh PenggunaanFAQ otomatis, katalog produk, routing ke CS.Refund otomatis, approval internal, distribusi lead & eksekusi workflow.

Lebih Baik Mana untuk Bisnis, Agentic AI atau Chatbot AI?

Pertanyaan yang sering muncul dari decision maker adalah: 

Mana yang lebih baik untuk bisnis, Agentic AI atau Chatbot AI?

Jawabannya tidak hitam-putih. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan operasional dan tujuan bisnis Anda masing-masing.

Kapan Harus Menggunakan Chatbot AI?

Chatbot AI cocok digunakan ketika bisnis membutuhkan:

  • Otomatisasi customer service dasar (FAQ, informasi produk, jam operasional).
  • Respons cepat untuk volume chat tinggi.
  • Lead capture sederhana dari website atau WhatsApp.
  • Routing percakapan ke tim yang tepat.
  • Solusi cepat dengan implementasi relatif lebih sederhana.

Untuk bisnis UMKM hingga perusahaan menengah, Chatbot AI sudah cukup efektif untuk:

  • Mengurangi beban tim CS,
  • Mempercepat response time,
  • Meningkatkan customer satisfaction (CSAT),
  • Menurunkan biaya operasional dasar.

Chatbot AI sangat tepat dimanfaatkan jika fokus bisnis Anda adalah efisiensi komunikasi.

Kapan Harus Menggunakan Agentic AI?

Agentic AI lebih relevan ketika bisnis membutuhkan:

  • Automasi workflow yang kompleks dan multi-step.
  • Eksekusi tugas lintas sistem (CRM, ERP, sistem keuangan).
  • Pengambilan keputusan berbasis data dan aturan bisnis
  • Proses operasional yang membutuhkan reasoning dan eksekusi nyata.
  • Pengurangan intervensi manual dalam skala besar.

Contoh implementasi Agentic AI dalam bisnis:

  • Memproses refund hingga tuntas tanpa campur tangan manusia.
  • Mengelola approval internal otomatis berdasarkan kebijakan perusahaan.
  • Mendistribusikan dan menindaklanjuti leads hingga tahap tertentu secara mandiri.
  • Mengatur operasional lintas departemen secara terintegrasi.

Agentic AI sangat tepat jika fokus bisnis Anda adalah efisiensi operasional dan task automation end-to-end.

Bisakah Keduanya Digunakan Bersamaan?

Ya, dan justru kombinasi keduanya sering menjadi strategi terbaik.

Skemanya adalah sebagai berikut:

  1. Chatbot AI menerima dan memahami pertanyaan pelanggan.
  2. Agentic AI mengambil alih untuk mengeksekusi proses di belakang layar.
  3. Jika diperlukan, sistem akan melakukan eskalasi ke staf CS manusia.

Dengan kombinasi ini, bisnis tidak hanya cepat dalam merespons, tetapi juga cepat dalam menuntaskan pekerjaan.


Buat Pekerjaan Menjadi Lebih Cepat dengan Automasi dari Agentic AI Mekari Qontak!

Dengan memahami perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI, Anda telah menghindari kesalahan dalam investasi teknologi/sistem.

Jika bisnis Anda hanya membutuhkan otomatisasi untuk komunikasi, chatbot AI sudah sangat membantu. Namun jika Anda ingin melangkah lebih jauh dengan mengotomatisasi proses operasional end-to-end, maka Agentic AI adalah evolusi berikutnya.

Mekari Qontak hadir menawarkan kombinasi Chatbot AI dan Agentic AI dalam satu ekosistem terintegrasi melalui solusi bernama Qontak 360. Dengan Agentic AI Mekari Qontak, sistem dapat:

  • Memahami intent dari chat pelanggan
  • Menentukan langkah operasional berikutnya
  • Mengeksekusi tugas lintas sistem secara otomatis
  • Melakukan eskalasi ke tim manusia bila diperlukan

Ini saat yang tepat untuk bisnis Anda mempertimbangkan solusi automasi cerdas dari Mekari Qontak. Jadilah lebih progresif dengan teknologi yang tidak hanya menjawab, tapi juga bekerja. 

Segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim ahli kami dan dapatkan akses demo gratis Qontak 360 sekarang juga untuk melihat bagaimana Agentic AI dapat mentransformasi operasional bisnis Anda!

perbedaan agentic ai dan chatbot ai-solusi qontak 360 untuk menyederhanakan proses bisnis yang kompleks dalam satu dashboard terpadu

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Perbedaan Agentic AI dan Chatbot AI (FAQ)

Apakah Agentic AI bisa menggantikan Chatbot AI sepenuhnya?

Apakah Agentic AI bisa menggantikan Chatbot AI sepenuhnya?

Tidak selalu. Meskipun Agentic AI memiliki kemampuan lebih kompleks dan dapat mengeksekusi tugas end-to-end, Chatbot AI tetap memiliki peran penting dalam komunikasi awal dengan pelanggan.

Chatbot AI dirancang untuk:

  • Menjawab pertanyaan umum secara cepat,
  • Mengelola percakapan sederhana,
  • Mengarahkan pelanggan ke proses atau tim yang tepat.

Sementara itu, Agentic AI bekerja lebih dalam pada lapisan operasional—menjalankan workflow, mengambil keputusan berbasis aturan, dan menyelesaikan proses lintas sistem.

Dalam praktik terbaik, Agentic AI dan Chatbot AI bukan saling menggantikan, tetapi saling melengkapi. Chatbot menangani interaksi, Agentic AI menyelesaikan eksekusi.

Apakah bisnis kecil atau UMKM bisa menggunakan Agentic AI dan Chatbot AI?

Apakah bisnis kecil atau UMKM bisa menggunakan Agentic AI dan Chatbot AI?

Ya, baik UMKM maupun perusahaan besar dapat memanfaatkan keduanya—namun dengan pendekatan yang berbeda.

Untuk UMKM:

  • Chatbot AI biasanya menjadi langkah awal karena implementasinya lebih sederhana.
  • Cocok untuk mengurangi beban customer service dan meningkatkan response time.
  • Investasi lebih terjangkau dan ROI lebih cepat terlihat.

Untuk bisnis skala menengah hingga enterprise:

  • Agentic AI menjadi relevan ketika workflow mulai kompleks.
  • Cocok untuk automasi approval, distribusi leads, refund, atau proses internal lainnya.
  • Memberikan efisiensi jangka panjang dan pengurangan biaya operasional signifikan.

Artinya, skala bisnis bukan hambatan. Yang terpenting adalah menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan dan kompleksitas operasional.

Bagaimana cara menentukan apakah bisnis membutuhkan Chatbot AI atau Agentic AI?

Bagaimana cara menentukan apakah bisnis membutuhkan Chatbot AI atau Agentic AI?

Penentuannya dapat dimulai dari pertanyaan sederhana:

Apakah masalah utama bisnis Anda ada pada komunikasi, atau pada penyelesaian proses?

  • Jika tantangannya adalah respons lambat, volume chat tinggi, dan FAQ berulang → Chatbot AI sudah memadai.
  • Jika tantangannya adalah proses manual berulang, koordinasi lintas sistem, atau workflow kompleks → Agentic AI lebih tepat.

Selain itu, evaluasi:

  • Kompleksitas proses bisnis,
  • Ketersediaan integrasi sistem (CRM, ERP, dll.),
  • Target efisiensi operasional,
  • Timeline dan anggaran implementasi.

Dengan analisis kebutuhan yang tepat, risiko salah investasi teknologi dapat diminimalkan.