Mekari Qontak
Daftar isi
10 min read

Buyer: Pengertian, Jenis dan Perannya dalam Bisnis

Tayang 19 Oktober 2023
Diperbarui 20 Oktober 2023
Bagikan artikel iniTwitterTwitterWhatsappWhatsappLinkedinLinkedinFacebookFacebook
Mengenal peran penting buyer dalam bisnis yang jarang diketahui
Buyer: Pengertian, Jenis dan Perannya dalam Bisnis

Secara harfiah buyer bisa diartikan sebagai pembeli. Begitu juga dalam bisnis, buyer berperan sebagai pihak yang membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis.

Pada prosesnya, buyer dalam bisnis membutuhkan prosedur yang lebih kompleks dalam pengambilan keputusan. Berbeda dengan buyer perorangan yang bisa dengan cepat menentukan untuk membeli suatu produk.

Yuk, pelajari lebih jauh peran buyer dalam bisnis dan bagaimana cara untuk menjalin hubungan baik dengan mereka pada artikel berikut.

Apa yang Dimaksud Buyer dalam bisnis?

Buyer merupakan serapan bahasa inggris yang berarti individu yang melakukan pembelian berupa barang atau jasa.

Namun jika dilihat dari perspektif bisnis, pengertian buyer memiliki makna yang serupa dengan purchasing.

Buyer dalam bisnis adalah organisasi atau perusahaan yang membeli produk atau jasa dengan tujuan untuk mendukung operasional bisnis, seperti pembelian bahan baku yang kemudian akan diolah menjadi produk jadi.

Sementara untuk mendapatkan bahan baku tersebut, buyer harus melalui serangkaian proses mulai dari perencanaan, pemilihan supplier, negosiasi harga hingga tercipta kesepakatan dengan supplier.

Jadi bisa disimpulkan bahwa buyer berperan sebagai pembeli yang memastikan rantai pasokan (supply chain) aman, agar proses produksi berjalan lancar. Maka dari itu, buyer secara tidak langsung bertanggung jawab atas keberlangsungan perusahaan.

Baca juga: Pengertian Customer dan Perbedaannya dengan Customer vs Client

Apa saja Jenis-jenis Buyer?

Sebelum jauh membahas mengenai buyer, sebaiknya kenali jenis-jenis pembeli. Jenis pembeli dibedakan  berdasarkan karakteristik setiap buyer, seperti berikut:

  • Analytical Buyer

Pertama, analytical buyer merupakan kelompok pembeli yang cenderung perfeksionis dan detail. Oleh karena itu, saat memiliki informasi terbatas, mereka akan terlihat ragu-ragu, introspektif, bahkan menarik diri. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir resiko yang bisa merugikan mereka.

Meski begitu, pembeli jenis ini sangat handal dalam membangun hubungan dengan bisnis. Maka dari itu, analytical buyer cenderung memiliki loyalitas tinggi.

Sementara untuk mendapatkan loyalitas mereka, Anda bisa memberikan informasi relevan (seperti statistik, testimonial, dan studi kasus) sebanyak mungkin.

Kemudian beri mereka waktu untuk mempertimbangkan semua fakta tersebut tanpa merasa tertekan atau terburu-buru untuk mengambil keputusan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

  • Amiable Buyers

Jenis kedua adalah amiable buyer. Mereka seringkali sulit dalam mengambil keputusan besar karena berusaha untuk selalu menyenangkan semua orang. Oleh karena itu, amiable buyers cenderung selalu hati-hati tentang bagaimana keputusan mereka akan mempengaruhi orang lain.

Solusi terbaik untuk mendekati pembeli jenis ini adalah menunjukkan produk yang Anda tawarkan tidak hanya berguna untuk mereka, tetapi juga bermanfaat untuk orang-orang di sekitar mereka.

Kemudian bersikaplah ramah untuk menjalin hubungan baik. Jelaskan kepada mereka mengapa layanan Anda akan berguna untuk banyak orang.

Jangan memasukkan informasi baru di menit-menit terakhir yang dapat mengoyahkan mereka. Namun sajikan informasi dengan gaya yang sistematis.

  • Driver Buyers

Driver buyers adalah jenis pembeli yang sangat ingin diperhatikan. Ketakutan terbesar mereka adalah  dimanfaatkan orang lain atau tidak dihormati. Oleh karena itu, driver buyers cenderung agresif dan ingin mengontrol agar bisa mendapatkan hasil yang  mereka inginkan.

Tips untuk mendekati driver buyer adalah tunjukan rasa hormat Anda tanpa merendahkan diri sendiri. Sebab, pembeli ini tidak menghormati karakter yang lemah. Tetapi, driver buyer akan mudah mengambil keputusan setelah Anda bisa mendapatkan kepercayaan mereka.

  • Expressive Buyers

Jenis pembeli terakhir ada expressive buyers. Jenis buyers ini ingin merasa dibutuhkan dan tidak tahan dikucilkan. Oleh karena itu, sebagian expressive buyers mungkin menjadi reaktif atau manipulatif saat merasa tidak cukup mendapat perhatian.

Dalam kasus ini, Anda perlu mendekati mereka dengan menunjukan bahwa produk atau layanan Anda dapat meningkatkan citra dan kepuasan mereka.

Luangkan waktu untuk mengembangkan hubungan pribadi dengan mereka menggunakan informasi pribadi, testimonial, dan anekdot untuk menjelaskan produk Anda.

Cobalah untuk bersikap menarik dan lucu pada saat-saat tertentu, dan usahakan untuk tidak melibatkan mereka terlalu dalam yang dapat menyebabkan konflik.

Mengapa Buyer Penting dalam Perusahaan?

Setelah mengenal jenis-jenis buyer, maka lebih mudah dalam memahami perilaku atau karakteristik pembeli. Berdasarkan karakteristik tersebut, Anda bisa mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang  mereka hadapi.

Hal tersebut membantu Anda untuk menemukan solusi tepat untuk mendekati mereka. Upaya tersebut sebanding dengan keuntungan yang akan buyer berikan untuk Anda seperti berikut:

  • Memiliki insight yang cukup untuk memahami target pasar
  • Memudahkan dalam menyusun strategi bisnis yang efektif menghasilkan penjualan
  • Membantu inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pembeli
  • Menyelaraskan nilai yang brand tawarkan dengan kebutuhan pasar
  • Membangun hubungan baik dengan pembeli dalam jangka panjang

Apa saja Tugas Buyer?

Tugas Buyer dalam bisnis

Dari penjelasan sebelumnya, diketahui bahwa pembeli memiliki peran penting dalam perusahaan. Oleh karena itu, tugas menjadi buyer tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang.

Seorang buyer dituntut memiliki teknik komunikasi dan negosiasi yang handal agar perusahaan bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Selain itu, pembeli juga harus memiliki ketelitian tingkat tinggi, jujur, dan rasa tanggung jawab.

Kualifikasi buyer tersebut tak lepas dari banyaknya tugas penting yang harus mereka selesaikan. Tugas yang dimaksud meliputi:

  1. Membuat daftar kebutuhan pengadaan barang dan jasa serta skala prioritasnya.
  2. Menentukan beberapa opsi supplier yang akan diajak kerjasama lengkap dengan pros dan cons.
  3. Membuat proposal rencana pembelian untuk persetujuan mendapatkan angaran belanja.
  4. Negosiasi harga dengan supplier untuk mendapatkan penawaran terbaik.
  5. Berdiskusi dengan supplier terkait detail kesepakatan kerjasama meliputi layanan yang didapatkan, waktu pengiriman, diskon dan lainnya.
  6. Mengisi formulir pemesanan untuk pihak supplier.
  7. Memastikan proses pengiriman barang lancar sesuai kesepakatan.
  8. Melacak setiap barang yang keluar masuk dari gudang.
  9. Memastikan tagihan supplier terbayarkan tepat waktu oleh tim keuangan.
  10. Mendokumentasikan setiap tahapan transaksi jual beli.
  11. Evaluasi kerjasama dengan supplier secara berkala.

Bagaimana Proses Pembelian yang Dilakukan Buyer?

Proses pembelian yang Buyer lakukan

Tugas utama buyer adalah melakukan pembelian. Namun hal tersebut tidak semudah yang dibanyangkan. Sebab proses pembelian yang buyer lakukan cukup kompleks dan melibatkan banyak pihak.

Berikut adalah langkah-langkah proses pembelian yang dilakukan buyer dalam bisnis:

1. Identifikasi Kebutuhan

Sebelum melakukan pembelian, buyer perlu mengetahui barang apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis.

Dalam hal ini, Anda bisa menanyakan perwakilan tiap departemen dalam perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan barang atau jasa.

2. Merencanakan Pembelanjaan

Setelah tahu barang yang dibutuhkan, maka tahapan berikutnya adalah membuat proposal rencana pembelanjaan. Proposal tersebut harus memuat detail informasi terkait anggaran yang akan digunakan serta daftar barang akan dibeli.

Rencana belanja tersebut akan dibuat dalam sebuah laporan lengkap mulai dari jenis, jumlah, kualitas barang hingga proses pengadaan. Setelah itu, laporan tersebut akan didiskusikan dengan pihak terkait untuk mendapatkan persetujuan.

3. Menentukan Supplier

Selanjutnya, buyer perlu menentukan supplier yang akan menjadi pemasok barang. Pastikan supplier tersebut terpercaya dan kompeten agar tidak terjadi masalah di masa mendatang, seperti kehabisan stok, harga yang terlalu mahal atau keterlambatan pengiriman barang.

4. Negosiasi dengan Supplier

Kemudian buyer perlu berdiskusi dengan pihak supplier yang dipilih. Jangan lupa untuk melakukan penawaran berkaitan harga seperti biaya kirim, potongan harga, bonus dan lainnya. Tujuannya agar  perusahaan mendapatkan keuntungan lebih dan terjalin kerjasama jangka panjang.

Baca juga: Cara Sukses Negosiasi dalam Bisnis 

5. Berbelanja

Tugas selanjutnya adalah proses pembelian barang sesuai dengan kesepakatan. Kemungkinan buyer akan diminta untuk mengisi formulir pemesanan yang akan diserahkan ke pihak supplier.

Laporan tersebut juga sebagai bukti ke tim keuangan bahwa mereka telah melakukan pemesanan.

6. Membuat Laporan

Terakhir, buyer perlu membuat laporan bahwa produk telah diterima. Namun sebelum itu, periksa setiap barang masuk dari segi kondisi, jumlah dan kualitas harus sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Jika tidak sesuai, laporkan ke pihak supplier dan minta diganti.

Buat laporan yang berisi semua proses pembelian yang telah dijalankan, termasuk kondisi produk yang diterima. Kemudian laporan tersebut bisa diserahkan ke tim keuangan untuk menyelesaikan pembayaran dengan supplier.

Agar tidak ada terjadi kesalahan, maka dokumentasikan semua tahapan dengan baik dengan baik. Dengan begitu, klaim tagihan ke tim keuangan menjadi lebih mudah.

Bagaimana Cara Membangun Hubungan dengan Buyer?

Sementara bagi supplier, penting sekali untuk bisa menjaga hubungan baik dengan buyer. Tujuannya agar terbangun loyalitas mereka sehingga Anda tidak akan kehilangan sumber pendapatan.

Selain itu, buyer juga bisa menjadi senjata untuk supplier mendapatkan pelanggan baru. Pasalnya pembeli setia tidak ragu untuk merekomendasikan brand Anda ke kolega mereka. Hal ini membuka peluang Anda untuk meningkatkan penjualan.

Alasan tersebutlah yang membuat supplier harus menjaga hubungan baik dengan setiap buyer. Berikut tipsnya:

  • Membangun Kehadiran Digital

Pertama peran media digital sebagai sarana komunikasi tak bisa dihindarkan. Tak terkecuali bagi supplier yang ingin membangun hubungan dengan buyer juga perlu hadir di platform digital seperti website, medsos dan ecommerce.

Melalui platform tersebut, supplier bisa lebih mudah untuk menjangkau pembeli yang lebih luas. Disisi lain, buyer bisa berinteraksi dengan supplier melalui platform digital, tanpa perlu bertemu langsung.

  • Membuat Konten Relevan

Cara kedua adalah membuat konten yang dibagikan di platform digital. Konten tersebut bisa berupa video, gambar, infografis atau tulisan yang informatif dan menarik. Dengan begitu, memberikan alasan bagi buyer untuk tetap berinteraksi dengan supplier.

  • Memperkuat Hubungan dengan Buyer

Terakhir, perkuat hubungan dengan buyer melalui respon cepat. Usahakan untuk selalu responsif terhadap permintaan pembeli dan berikan jawaban yang memuaskan mereka. Kepuasan pembeli salah satu kunci sukses untuk mendapatkan loyalitas buyer.

Baca juga: Cara Komunikasi dengan Pelanggan 

Contoh Perusahaan yang Sukses Melayani Buyer

Beberapa perusahaan berikut ini telah berhasil menjalin hubungan baik dengan buyer, sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari mereka:

1. Amazon

Amazon berhasil mengubah struktur bisnisnya yang semua sebagai retail buku pada tahun 1995, kini menjadi salah satu ecommerce ternama di dunia. Melansir dari Latimes.com bahwa dalam dua dekade setelah peluncurannya, Amazon telah menghasilkan penjualan sebesar $136 miliar.

Keberhasilan tersebut tak lepas berkat komitmen Amazon yang selalu mengutamakan buyer dengan terus berinovasi baik dari segi layanan atau produk.

Testimoni dari buyer Amazon mengungkapkan bahwa perusahaan retail tersebut selalu mendengarkan dan menyelesaikan masalah setiap pembeli. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mereka selalu memesan ulang dari situs Amazon.

Kesuksesan Amazon tersebut bisa dijadikan pembelajaran berharga bahwa manfaatkan feedback buyer dapat mengasilkan produk atau layanan yang diminati. Hal ini lah yang menyebabkan Amazon berkembang seperti sekarang.

2. IKEA

IKEA merupakan perusahaan furniture yang telah berdiri lebih dari 75 tahun. Selama beroperasi, perusahaan asal Swedia itu terus melakukan inovasi untuk memenuhi harapan pembeli. Salah satunya dengan memberikan pengalaman pelanggan yang terintegrasi.

IKEA menyediakan tempat belanja peralatan rumah tangga yang luas dan nyaman layaknya menghadiri pameran.

Selain berbelanja langsung, IKEA melengkapi aplikasi seluler mereka dengan augmented reality (AR) sehingga pelanggan dapat melihat bagaimana furnitur yang IKEA sediakan akan sesuai dengan ruang rumah mereka.

Komitmen IKEA yang selalu berusaha untuk memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggannya tersebut, membuat mereka menjadi salah satu perusahaan powerfull. Bahkan pada bulan Februari 2023, IKEA telah memiliki 460 toko di 61 negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.

3. Ritz Carlton

Sebagai salah satu hotel mewah, Ritz Carlton selalu memastikan bahwa pelanggan mendapatkan layananan terbaik dan personal. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan teknologi yang mempermudah pekerjaan staf hotel.

Ritz Carlton menggunakan chatbot untuk merespon dengan cepat dan dipersonalisasi. Tujuannya agar mengembangkan ikatan emosional yang kuat antara staf hotel dan tamunya sehingga tamu tidak akan mempertimbangkan untuk tinggal di tempat lain.

Selain itu, penggunaan teknologi juga memberikan kendali kepada karyawan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang berharga. Karyawan jadi bisa memprioritaskan pelanggan daripada tugas administrasi yang menyita banyak waktu.

Tingkatkan Hubungan dengan Buyer Anda dengan Mekari Qontak

Peran buyer dalam bisnis sangat sentral. Mereka bertanggungjawab atas pengadaan barang atau jasa untuk mendukung operasional bisnis.

Di sisi lain, kehadiran buyer juga dibutuhkan oleh supplier. Sebab mereka yang menjadi perantara atara supplier dengan perusahaan. Tanpa buyer, supplier akan sulit untuk menjualkan produk ke perusahaan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi supplier untuk menjalin hubungan baik dengan buyer. Salah satu solusi yang bisa mereka gunakan adalah memanfaatkan aplikasi CRM.

Mekari Qontak menawarkan aplikasi CRM terbaik untuk mengelola hubungan dengan buyer secara efisien. Fitur-fitur yang Mekari Qontak tawarkan memudahkan supplier untuk memastikan proses transaksi berjalan lancar.

Jadi tunggu apa lagi? Coba Gratis aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim support Mekari Qontak.

Kategori : Sales
Gunakan Mekari Qontak untuk kemudahan bisnis Anda promo desember Klaim Promo
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Qontak
WhatsApp WhatsApp Sales