13 mins read

Fitur WhatsApp Channel: Cara Kerja dan Contoh Penggunaannya untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Bisnis

Tayang
Diperbarui
Fitur WhatsApp Channel: Cara Kerja dan Contoh Penggunaannya untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • WhatsApp Channel adalah fitur siaran satu arah yang memungkinkan admin menyebarkan informasi ke ribuan pengikut sekaligus, berbeda dari grup yang bersifat dua arah.
  • Setiap channel WhatsApp bisa memiliki hingga 16 admin untuk mempermudah pengelolaan konten oleh tim.
  • Beberapa fitur channel WhatsApp, seperti video note 60 detik, transkrip pesan suara otomatis, dan QR code untuk undangan pengikut.
  • Untuk bisnis, Channel cocok sebagai media broadcast promosi, update produk, dan membangun komunitas, tetapi tidak bisa menggantikan WhatsApp Business API untuk percakapan dua arah.

Sejak Meta meluncurkan fitur Channel (Saluran) secara global, cara bisnis dan kreator konten berkomunikasi dengan audiens berubah signifikan.

Yang menarik, banyak pengguna aktif WhatsApp masih belum memahami sepenuhnya apa yang bisa dilakukan fitur ini, dan lebih penting lagi, bagaimana memanfaatkannya secara strategis untuk kepentingan bisnis. 

Padahal potensinya cukup besar, terutama bagi tim marketing dan customer service yang ingin menjangkau pelanggan secara masif tanpa biaya tambahan.

Mekari Qontak Blog akan membahas secara lengkap fitur WhatsApp Channel, dari cara kerja, fitur-fitur terbaru hingga cara bisnis bisa memanfaatkan fitur saluran ini secara optimal.

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan

Apa itu WhatsApp Channel?

WhatsApp Channel atau dalam bahasa Indonesia disebut “Saluran” adalah fitur siaran satu arah yang memungkinkan admin mengirimkan pesan, foto, video, dan file ke sejumlah besar pengikut sekaligus.

Berbeda dari grup WhatsApp, pengikut saluran tidak bisa membalas pesan. Para pengikut hanya bisa memberikan reaksi berupa emoji. Fitur ini hadir di tab “Pembaruan”, berdampingan dengan Status WhatsApp.

Setelah bergabung dengan sebuah saluran, Anda akan menerima semua konten yang dikirimkan admin langsung di tab tersebut, terpisah dari percakapan pribadi dan grup.

Dari sisi privasi, nomor telepon admin tidak terlihat oleh pengikut, begitu pula sebaliknya. Ini menjadi keunggulan dibandingkan grup biasa, di mana semua nomor anggota bisa saling terlihat.

Penting

Secara fungsi, penggunaan channel WhatsApp tidak bisa menggantikan manfaat yang WhatsApp business API berikan. Hal ini dikarenakan komunikasi yang terjalin di WhatsApp channel bersifat satu arah.

Jadi, pelanggan tidak bisa menyampaikan keluhan atau kebutuhan mereka seperti di WhatsApp API.


Tabel Perbedaan WhatsApp Channel, WA Grup dan WA Broadcast

Pada umumnya, kebingungan terbesar pengguna biasanya terletak pada perbedaan antara Channel, Grup, dan fitur WhatsApp broadcast yang sudah lama ada di WhatsApp. 

Ketiganya memiliki fungsi berbeda dan cocok untuk kebutuhan yang berbeda pula. Berikut ini perbedaan WhatsApp channel, WA grup, dan WA broadcast.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Aspek PerbedaanWhatsApp ChannelWhatsApp GroupWhatsApp Broadcast
Jenis KomunikasiSatu arah (admin > followers)Dua arah (semua anggota bisa chat)Satu arah (pengirim > banyak kontak)
Interaksi UserHanya reaksi emojiBisa chat, reply, diskusiBalasan masuk ke chat pribadi
Tujuan UtamaDistribusi konten publik (update, news, promo)Diskusi & komunitasKirim pesan massal personal
Jumlah AudiensTidak terbatas (bisa jutaan)Maksimal sekitar seribu anggotaMaksimal 256 kontak per list (app biasa)
Privasi NomorSangat privat (tidak terlihat)Terlihat antar anggotaPrivat (tidak saling terlihat)
Syarat PenerimaTidak perlu simpan nomorHarus diundang/bergabungHarus simpan nomor pengirim
Lokasi di AplikasiTab “Updates” (terpisah dari chat)Masuk ke chat utamaMasuk ke chat pribadi masing-masing
Visibilitas PublikBisa publik & searchableTidak searchable (butuh invite/link)Tidak publik
Konten yang DidukungTeks, gambar, video, polling, linkSemua jenis (chat, file, call, dll)Teks, gambar, video (seperti chat biasa)
NotifikasiDefault muted (opsional diaktifkan)Aktif (bisa diatur)Seperti chat biasa
Masa Simpan PesanOtomatis hilang 30 hariTersimpan sampai dihapusTersimpan seperti chat biasa
Use Case IdealBranding, awareness, update massalKomunitas, diskusi, supportPromo, notifikasi, follow-up

Fitur-Fitur Utama WhatsApp Channel yang Membantu Efisiensi Operasional Bisnis

Fitur-Fitur Utama WhatsApp Channel yang Membantu Efisiensi Operasional Bisnis
Sumber: Mekari Qontak

Sejak pertama diluncurkan, WhatsApp terus menambahkan kapabilitas baru pada fitur Channel. Berikut adalah daftar fitur lengkap yang saat ini tersedia.

1. Berbagai Format Konten

Admin channel bisa mengirimkan konten dalam berbagai format, seperti teks, foto, video, dokumen, tautan, hingga polling. 

Fleksibilitas ini memungkinkan bisnis menyesuaikan format konten dengan tujuan komunikasinya, contohnya polling untuk riset sederhana, atau foto produk untuk promosi.

2. Video Note hingga 60 Detik

Admin channel kini bisa merekam dan mengirimkan video pendek berdurasi maksimal 60 detik langsung kepada pengikut. Fungsinya mirip dengan video note di chat pribadi, tetapi ditujukan untuk audiens dalam jumlah besar. 

Format video notes ini efektif untuk menyampaikan pengumuman, update produk, atau konten yang lebih personal dan menarik.

3. Transkrip Pesan Suara Otomatis

Pesan suara yang dikirim melalui channel bisa ditampilkan dalam bentuk teks secara otomatis. Fitur ini sangat membantu pengikut yang sedang berada di lingkungan ramai atau tidak bisa memutar audio isi pesan tetap bisa dibaca tanpa perlu memutar rekaman suara.

4. Kode QR untuk Undangan Pengikut

Anda dapat membagikan channel melalui kode QR unik yang bisa dipindai pengguna lain. Berikut ini cara mengaksesnya: Buka Channel > Setelan Channel > Bagikan Channel > Kode QR. 

Fitur kode QR untuk undangan pengikut dapat mempermudah promosi saluran, terutama saat event offline atau di materi pemasaran cetak.

5. Dukungan Multi-Admin

Setiap channel WhatsApp kini bisa dikelola oleh hingga 16 admin sekaligus dengan 1 pemilik + 15 admin tambahan. 

Pembaruan ini sangat membantu tim konten yang bekerja secara kolaboratif sehingga tidak perlu lagi mengandalkan satu akun admin tunggal untuk mengoperasikan saluran yang aktif.

6. Reaksi Emoji dari Pengikut

Meskipun komunikasi bersifat satu arah, pengikut tetap bisa berinteraksi dengan memberikan reaksi emoji pada setiap konten yang dikirimkan. Sebagai admin, Anda dapat melihat jumlah total reaksi, meskipun identitas pemberi reaksi tidak ditampilkan secara publik.

7. Polling dan Survei Sederhana

Fitur selanjutnya adalah fitur polling dan survei sederhana yang langsung dalam channel untuk mengumpulkan pendapat pengikut. Fitur ini berguna untuk riset pasar sederhana, pengambilan keputusan produk, dan meningkatkan engagement audiens.

8. Konten Tersimpan Selama 30 Hari

Semua konten yang dibagikan di channel akan tersimpan dan bisa diakses oleh pengikut selama 30 hari. Setelah itu, konten akan otomatis terhapus. Pengikut juga bisa menyimpan media yang dibagikan langsung ke galeri ponsel mereka.

9. Direktori Saluran yang Bisa Dicari

Pengguna WhatsApp dapat menemukan channel baru melalui menu direktori di tab Pembaruan (Updates).

Langkah ini membuka peluang pertumbuhan organik sehingga bisnis Anda atau kreator lainnya bisa ditemukan oleh pengguna yang sebelumnya tidak mengenal merek Anda.


Manfaat WhatsApp Channel untuk Bisnis

Pada dasarnya, kehadiran fitur WhatsApp channel akan memberikan pengalaman unik untuk setiap penggunanya. Hal tersebut seiring dengan kelebihan WhatsApp channel tawarkan seperti berikut:

1. Komunikasi Lebih Profesional

Manfaat pertama dari penggunaan fitur WhatsApp Channel adalah pemilik akun WhatsApp channel bisa memberikan informasi penting kepada banyak pengikut mereka secara privat dan langsung.

Sebaiknya, bagikan informasi yang relevan dengan kebutuhan atau prespektif pengikut Anda, sehingga lebih bermanfaat.

Selain itu, fitur ini terpisah dari percakapan pribadi dengan keluarga, teman, dan grup sehingga tidak akan mengganggu pengikut Anda. Hal ini membuat Anda bisa membangun komunikasi yang lebih profesional.

2. Interaksi secara Langsung

Pelanggan dapat memberikan reaksi dan polling pada postingan yang Anda bagikan di channel WA. Hal ini memungkinkan peserta terlibat langsung dan diharapkan dapat membangun kedekatan emosional antara pelanggan dan pemilik channel.

Selain itu, pelanggan juga bisa membagikan postingan tersebut ke chat room atau grup WhatsApp layaknya meneruskan pesan WA pada umumnya.

3. Menjangkau Audiens Skala Besar Secara Langsung

Kelebihan lainnya adalah WhatsApp memiliki jangkauan yang luas. 

Hal ini seperti data dari we are social bahwa WhatsApp mendominasi sebagai aplikasi yang paling sering digunakan dan paling digemari sebanyak 90.8%. 

Dengan jumlah pengguna tersebut, peluang channel Anda dilihat lebih banyak pengguna WA terbuka lebar. Terlebih channel WA Anda akan muncul di menu pembaruan setiap pengguna WhatsApp.

Dengan begitu, setiap pengguna yang melihat status WA, maka akan terlihat juga update dari kanal yang diikuti atau rekomendasi saluran yang bisa mereka ikuti.

4. Keamanan dan Privasi Pengguna

WhatsApp channel memiliki kelebihan dari segi keamanan privasi tingkat tinggi. Sistem keamanan fitur WhatsApp ini menjamin kerahasiaan dan informasi pribadi milik admin dan pengikut channel tidak ada yang bocor.

Salah satunya dengan tidak menampilkan nomor telepon dan foto profil admin, sehingga pengikut tidak akan mengetahuinya. Nomor telepon pengikut juga tidak akan dibagikan ke admin atau sesama pengikut.

Sementara untuk meningkatkan keamanan saluran, Anda bisa mengaktifkan verifikasi dua langkah di akun WhatsApp yang digunakan saat mengakses saluran.

5. Broadcast Promosi Tanpa Biaya

Berbeda dengan WhatsApp Business API yang memerlukan biaya per pesan, penggunaan Channel WhatsApp hingga saat ini tidak dipungut biaya. 

Bisnis bisa mengirimkan promosi, penawaran eksklusif, atau update produk ke semua pengikut secara gratis. Dengan demikian, tidak heran jika WhatsApp channel menjadi pilihan menarik untuk strategi pemasaran berbiaya rendah.

6. Membangun Komunitas dan Loyalitas Pelanggan

Channel memungkinkan bisnis membangun audiens yang secara sukarela memilih untuk mengikuti konten mereka. Berbeda dengan iklan yang muncul tanpa diminta, pengikut saluran adalah audiens yang sudah tertarik sehingga memiliki tingkat relevansinya jauh lebih tinggi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.


Cara Membuat WhatsApp Channel dengan Mudah

Cara Membuat WhatsApp channel
Sumber: Mekari Qontak

Sebelum mulai membuat channel WhatsApp, pastikan aplikasi WA Anda telah ter-update versi terbaru. Selanjutnya Anda bisa memubuat saluran menggunakan akun yang Anda miliki baik pribadi atau bisnis.

Berikut cara membuat WhatsApp channel:

  1. Buka aplikasi WhatsApp,
  2. Buka aplikasi WhatsApp, lalu pilih tab Pembaruan (ikon di antara Chat dan Panggilan). Kemudian akan terlihat pilihan “Saluran” atau Channel tepat di bawah opsi Status.
  3. Ketuk ikon “+” dan pilih Buat Saluran atau Create Channel.
  4. Baca beberapa aturan dan pedoman fitur Saluran dan tekan Lanjutkan.
  5. Pilih ikon Saluran (ambil gambar dari kamera, unggah dari galeri, atau web, atau pilih emoji dan stiker).
  6. Masukkan nama saluran. Anda dapat mengubah nama saluran kapan saja.
  7. Tambah deskripsi saluran: Tulis beberapa kalimat untuk membantu calon pengikut memahami tentang saluran Anda.
  8. Selanjutnya, klik Buat Saluran untuk memiliki akun WhatsApp channel.
Catatan

Jika pada beberapa saluran WhatsApp muncul tanda centang hijau di samping namanya, menunjukkan saluran tersebut telah terverifikasi oleh WhatsApp dan dianggap autentik.

Untuk informasi menarik lainnya tentang WhatsApp untuk bisnis, Anda juga bisa menyimak video berikut.


Contoh Penggunaan WhatsApp Channel Berdasarkan Industri

Berikut beberapa contoh penggunaan WhatsApp Channel dalam bisnis.

1. E-commerce dan Retail

Toko online bisa menggunakan Channel untuk mengirimkan notifikasi flash sale, pengenalan produk baru, atau konten inspirasi produk.

Dengan mengirimkan foto atau video produk berkualitas langsung ke pengikut yang sudah tertarik, tingkat konversi dari channel organik ini bisa lebih tinggi dibanding iklan berbayar yang tidak tertarget.

2. Properti dan Real Estate

Agen properti bisa memanfaatkan Channel untuk berbagi listing terbaru, tur virtual properti dalam format video note, atau update tren pasar properti. 

Pengikut yang tertarik kemudian diarahkan untuk menghubungi agen secara langsung melalui WhatsApp chat biasa.

3. Pendidikan dan Kursus Online

Lembaga pendidikan atau instruktur kursus bisa menggunakan Channel untuk berbagi materi gratis, tips belajar, atau pengumuman jadwal kelas. Format ini efektif untuk membangun kredibilitas sebelum audiens memutuskan mendaftar ke program berbayar.

4. Kesehatan dan Klinik

Klinik atau praktisi kesehatan bisa berbagi edukasi kesehatan, tips pencegahan penyakit, atau informasi jadwal dokter melalui Channel. Konten informatif semacam ini membangun kepercayaan pasien dan meningkatkan loyalitas jangka panjang.

5. Media dan Kreator Konten

Bagi media online atau kreator konten independen, Channel menjadi cara efisien untuk mendistribusikan konten terbaru langsung ke pembaca atau penonton setia, tanpa perlu mengandalkan algoritma media sosial yang tidak menentu.


Tips Menggunakan WhatsApp Channel Secara Efektif

Setelah membuat WhatsApp channel, Anda bisa mulai memanfaatkannya dengan mengundang pelanggan dan membuat konten yang pelanggan butuhkan. Berikut tips menggunakan WhatsApp channel dengan tepat:

1. Menarik Perhatian Pengikut Baru

Untuk menarik pengikut baru, Anda bisa membagikan tautan channel WhatsApp atau kode QR Anda di media sosial, website, atau dengan teman dan keluarga. Kemudian pelanggan dapat bergabung dengan saluran Anda dengan satu ketukan.

Selain melalui kode QR, pelanggan bisa membagikan saluran yang mereka sukai kepada daftar kontak WhatsApp mereka. Pelanggan juga dapat mencari saluran atau menemukannya dengan menjelajahi direktori di menu “Pembaruan”.

2. Bagikan Konten yang Relevan

Selanjutnya, Anda bisa membagikan konten kepada pelanggan Anda. Konten tersebut bisa berupa teks, gambar, video, dan lainnya yang menarik untuk audiens Anda.

Buatlah konten informatif dan bermanfaat seperti tips, trik solusi atau tutorial yang sedang tren. Kemudian kemas informasi tersebut dalam yang singkat, lugas, dan fokus pada topik tertentu.

Setelàh itu, bagikan konten dengan cara berikut:

  1. Klik saluran Anda
  2. Kemudian tulis informasi yang ingin Anda bagikan. Anda bisa menambahkan emoji atau tautan untuk menarik engagement pelanggan.
  3. Jika ingin menambahkan gambar atau video, Anda bisa klik ikon plus “+”
  4. Kemudian klik tombol send yang berupa ikon panah

Melalui konten tersebut, Anda bisa menjalin komunikasi yang lebih personal dengan pelanggan. Oleh karena itu, pastikan untuk menjaga konten di saluran Anda agar tetap relevan dan sesuai dengan usia pengikut Anda.

3. Konsisten dalam Frekuensi Posting

Pengikut yang bergabung ke channel Anda mengharapkan konten yang relevan. Terlalu jarang posting membuat pengikut lupa, terlalu sering bisa membuat mereka keluar dari saluran. 

Anda perlu menemukan frekuensi yang tepat untuk posting konten di channel, misalnya 3–5 kali per minggu, dan pastikan untuk mempertahankan konsistensinya.

4. Mengukur Tingkat Interaksi

Ketiga, selama menggunakan channel WA sangat penting untuk mengukur interaksi dari setiap konten yang dibagikan. Beberapa matriks yang digunakan untuk mengukur engagement di channel WhatsApp adalah

  • Jumlah followers yang bergabung channel Anda, bisa diukur dengan melihat daftar pengikut saluran.
  • Jumlah respon followers terhadap informasi Anda yang dilihat dari banyaknya reaksi emoji di setiap konten.
  • Total orang yang melihat konten atau informasi yang Anda bagikan.

Berdasarkan matriks tersebut, Anda bisa mengetahui seberapa efektif konten bisa menarik minat audiens. Dengan begitu, Anda bisa menyusun strategi yang tepat dalam membuat konten yang bisa meningkatkan engagement.

5. Promosikan Saluran di Semua Kanal

Anda bisa menggunakan fitur tautan dan kode QR untuk mempromosikan Channel di website, media sosial, tanda tangan email, atau bahkan kemasan produk fisik. Makin banyak pengikut maka makin besar jangkauan setiap konten yang dikirimkan.

6. Manfaatkan Polling untuk Memahami Audiens

Polling adalah satu-satunya cara pengikut bisa memberikan input langsung di Channel bisnis Anda. Anda bisa menggunakan fitur ini untuk riset sederhana, dari preferensi produk, topik yang ingin dibahas, atau umpan balik layanan sebelum membuat keputusan besar.

7. Patuhi Pedoman WhatsApp

WhatsApp akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran, mulai dari menghapus konten hingga menangguhkan saluran. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari konten ilegal, ujaran kebencian, konten seksual, dan aktivitas penipuan. Konten yang melanggar hak kekayaan intelektual juga bisa berujung pada penghapusan saluran.


Tips Mematuhi Syarat atau Larangan Pengelola WhatsApp Channel

Selama mengoperasikan WhatsApp channel, terdapat pedoman yang harus diperhatikan admin.

Ketika WhatsApp mendeteksi channel Anda melakukan pelanggaran, mereka akan mengambil tindakan tegas, mulai dari menghapus akun dari server WA, menghapus konten yang melanggar hingga menangguhkan channel.

Oleh karena itu, upayakan channel Anda selalu mematuhi pedoman yang telah WhatsApp buat. Berikut tips agar channel Anda bisa tetap beroperasi:

  1. Hindari konten atau segala aktivitas ilegal seperti eksploitasi anak, terorisme, ujaran kebencian dan kegiatan kriminal lainnya.
  2. Dilarang membagikan konten yang melanggar hak kekayaan intelektual.
  3. Tidak membagikan konten yang bisa membahayakan orang lain baik itu dalam bentuk ancaman, hasutan, kekerasan seksual, penganiayaan atau melukai diri sendiri.
  4. Jangan pernah menggunakan WhatsApp channel untuk kebutuhan penyamaran, penipuan atau mencurangi orang lain.
  5. Bagikan konten sesuai dengan usia pengguna WhatsApp. Misalnya bagikan konten hiburan ringan untuk pengguna remaja.
  6. Tidak menggunakan channel WA untuk transaksi layanan seks komersial atau barang dengan izin khusus yang dibatasi.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan terhindar dari masalah. Terpenting juga jangan terlalu sering mengirimkan konten yang dapat mengganggu pengikut Anda. Sebab mereka bisa melaporkan ke WhatsApp.

Sebaliknya, apabila Anda bisa menggunakan channel WhatsApp dengan bijak, dapat dipastikan akan terjalin komunikasi yang baik dengan pengikut Anda.


Maksimalkan Komunikasi Bisnis Anda dengan Channel WhatsApp yang Optimal

Dengan demikian, WhatsApp Channel menjadi alat komunikasi yang powerful untuk menjangkau audiens skala besar secara langsung, cepat, dan tanpa biaya. 

Bagi bisnis yang baru mulai membangun kehadiran di WhatsApp, Channel adalah titik masuk yang rendah risiko, tetapi berdampak nyata untuk membangun basis pengikut setia.

Namun, untuk bisnis yang sudah siap naik level, Anda membutuhkan layanan pelanggan dua arah, automasi pesan, integrasi CRM, dan penanganan volume percakapan yang besar sehingga Channel saja tidak cukup. 

WhatsApp Business API Mekari Qontak hadir dengan fitur blast WA resmi berbasis AI dan bisa mengirim ribuan pesan promosi sekaligus. Selain itu, Mekari Qontak juga dilengkapi dengan Chatbot AI yang bisa merespon pelanggan dengan pemahaman bahasa manusia.

Jadi, tunggu apa lagi? Coba gratis WhatsApp API terpercaya dari Mekari Qontak atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim support Mekari Qontak sekarang!

Referensi

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan
Kategori : WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Fitur WhatsApp Channel (FAQ)

Apakah WhatsApp Channel gratis?

Apakah WhatsApp Channel gratis?

Ya, membuat dan menggunakan WhatsApp Channel saat ini tidak dipungut biaya. Fitur ini tersedia untuk semua pengguna WhatsApp, baik akun pribadi maupun WhatsApp Business.

Berapa jumlah maksimal pengikut WhatsApp Channel?

Berapa jumlah maksimal pengikut WhatsApp Channel?

Tidak ada batas maksimal pengikut yang ditetapkan WhatsApp untuk Channel. Saluran besar seperti milik tokoh publik atau media bisa memiliki jutaan pengikut.

Apakah pengikut bisa melihat siapa saja yang mengikuti Channel yang sama?

Apakah pengikut bisa melihat siapa saja yang mengikuti Channel yang sama?

Tidak. Daftar pengikut bersifat privat dan tidak bisa dilihat oleh sesama pengikut. Nomor telepon pengikut juga tidak ditampilkan ke admin maupun pengikut lainnya.

Apa perbedaan Channel WhatsApp dengan WhatsApp Business API?

Apa perbedaan Channel WhatsApp dengan WhatsApp Business API?

Channel bersifat satu arah (admin ke pengikut), gratis, dan cocok untuk broadcast konten.

Sementara itu, WhatsApp Business API mendukung komunikasi dua arah, bisa diintegrasikan dengan CRM dan chatbot, tersedia fitur otomasi percakapan, namun memerlukan biaya dan proses pendaftaran melalui mitra resmi seperti Mekari Qontak.

Berapa lama konten tersimpan di WhatsApp Channel?

Berapa lama konten tersimpan di WhatsApp Channel?

Konten yang dikirimkan melalui Channel akan tersimpan dan bisa diakses pengikut selama 30 hari sejak dikirimkan. Setelah periode tersebut, konten akan otomatis terhapus dari saluran.

Apakah pemilik saluran WA bisa melihat siapa yang melihat?

Apakah pemilik saluran WA bisa melihat siapa yang melihat?

Admin tidak bisa melihat siapa saja yang melihat (viewers) setiap postingan. Yang tersedia hanya data agregat, seperti jumlah view dan jumlah reaksi. WhatsApp memang sengaja mendesain Channel dengan konsep privacy-first, sehingga identitas pengguna tidak dibuka.

Apakah admin saluran WA bisa melihat pengikut?

Apakah admin saluran WA bisa melihat pengikut?

Admin dapat melihat nama profil Anda (tergantung pengaturan privasi), foto profil dan interaksi Anda terhadap konten di saluran.

Namun, jika admin tersebut juga merupakan kontak Anda maka mereka berpotensi melihat informasi profil secara lebih lengkap, seperti nama, nomor telepon, dan foto profil.