
- Pembelian naik hingga 40,6% saat Ramadan dan 76,3% saat Eid, menjadikannya momen krusial untuk broadcast promo
- Strategi broadcast promo Ramadan harus dirancang berbasis segmentasi, personalisasi, dan timing prime time Ramadan
- Setiap fase Ramadan (pre, awal, pertengahan, akhir, pasca) membutuhkan jenis pesan yang berbeda-beda
- Teknik FOMO, CTA yang jelas, hingga visual yang mendukung suasana Ramadan, dapat meningkatkan konversi broadcast
- Untuk mengoptimalkan hasil campaign, penting untuk melakukan analisis performa dan follow-up otomatis
Bukan sekadar momen spiritual, Ramadan bagi bisnis adalah musim puncak penjualan. Sebuah riset yang dipublikasikan di Springer menunjukkan bahwa selama Ramadan pembelian meningkat sekitar 40,6%, dan melonjak hingga 76,3% saat periode Eid dibandingkan hari biasa.
Angka ini menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum krusial untuk meningkatkan omzet. Namun di sisi lain, hampir semua brand melakukan hal yang sama yakni mengirimkan promo.
Hal ini bisa berakibat banyaknya pesan broadcast promo Ramadan yang justru tenggelam di tengah keramaian. Alhasil, conversion rate menjadi rendah, pelanggan mengabaikan pesan, bahkan parahnya bisa diblokir jika dianggap spam.
Karena itu, bisnis tidak cukup hanya mengirim blast biasa. Dibutuhkan strategi broadcast promo Ramadan yang tepat sasaran dan relevan agar pesan benar-benar dibaca, diklik, dan menghasilkan penjualan.
Melalui artikel Mekari Qontak Blog ini, kami akan membahas tuntas mulai dari seberapa penting strategi broadcast promo di saat Ramadan hingga strategi efektifnya. Pastikan tidak ada yang terlewat!

Pentingnya Strategi Broadcast Promo Ramadan bagi Bisnis
Ramadan hadir diikuti dengan perubahan perilaku konsumen yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan pola belanja yang bergeser, jam aktivitas digital yang berubah, hingga kebutuhan produk yang meningkat.
Perubahan ini juga sejalan dengan meningkatnya daya beli masyarakat berkat momentum pencairan THR dan persiapan Lebaran, sehingga konsumen cenderung lebih responsif terhadap penawaran.
Di saat yang sama, persaingan promosi juga semakin padat. Banyak brand mengirim pesan broadcast promo Ramadan secara bersamaan, sehingga pesan mudah tenggelam jika tidak dirancang dengan strategi yang tepat.
Oleh karena itu, diperlukannya pendekatan yang lebih terstruktur agar broadcast promo bisnis Anda tetap menonjol dan mampu menghasilkan konversi maksimal di tengah ketatnya persaingan.
Strategi Broadcast Promo Ramadan yang Terbukti Efektif
Agar broadcast promo Ramadan tidak sekadar “terkirim”, tetapi juga menghasilkan klik dan penjualan, berikut strategi yang bisa Anda terapkan:
1. Rencanakan Segmentasi Database Pelanggan Lebih Awal
Jangan pernah kirim pesan yang sama ke semua kontak. Kelompokkan data pelanggan berdasarkan riwayat pembelian, lokasi, kategori produk favorit, atau tingkat engagement mereka masing-masing.
Dengan segmentasi yang tepat ini, pesan akan terasa lebih relevan sehingga membuat peluang konversi pembelian meningkat.
2. Atur Jadwal Broadcast Sesuai Prime Time Ramadan
Jam aktif pelanggan berubah selama Ramadan. Waktu yang biasanya efektif di hari normal belum tentu optimal saat di bulan puasa. Beberapa waktu yang sering menunjukkan performa baik antara lain:
- Saat sahur (03.00–06.00)
- Menjelang berbuka (17.00–18.30)
- Malam hari setelah tarawih (20.00–21.30)
3. Masukkan Personalisasi agar Pesan Terasa Eksklusif
Agar pesan broadcast lebih efektif, gunakan strategi dengan sentuhan personal. Anda bisa merancang pesan dengan menyebutkan nama pelanggan dan memberikan penawaran khusus berdasarkan preferensi mereka.
Contoh: “Hi, Rina! Koleksi gamis favoritmu sekarang diskon 30% loh! Checkout sekarang di sini.”
Pesan personalisasi sederhana seperti ini akan membuat pesan broadcast WhatsApp Ramadan terasa lebih eksklusif, bukan hanya sekadar pesan massal yang generik.
4. Berikan Penawaran Eksklusif dengan Teknik FOMO dan Scarcity
Ramadan adalah momen yang sangat sensitif terhadap urgensi, sehingga pelanggan akan cenderung lebih cepat bertindak jika merasa akan kehilangan kesempatan.
Sebagai upaya untuk merespons momentum tersebut, Anda bisa menerapkan strategi berikut:
- Stok terbatas: Menginformasikan sisa stok yang menipis untuk produk populer seperti hampers atau baju lebaran guna memicu pembelian sesegera mungkin
- Countdown waktu: Menggunakan penghitung waktu mundur pada promo harian agar pelanggan merasa harus segera bertransaksi sebelum diskon berakhir
- Promo khusus member: Memberikan akses awal atau harga spesial yang hanya tersedia bagi pelanggan setia untuk meningkatkan loyalitas
- Flash sale sahur atau menjelang buka: Menghadirkan penawaran kilat pada jam-jam spesifik saat aktivitas digital pelanggan sedang tinggi-tingginya.
Dengan menerapkan teknik FOMO (Fear of Missing Out) seperti ini, pelanggan akan tergerak untuk mengambil keputusan belanja lebih cepat sebelum periode promo usai.
5. Desain Visual Bertema Ramadan yang Meningkatkan Daya Tarik
Visual yang relevan dengan Ramadan seperti warna hangat, elemen islami, nuansa kebersamaan, dll, dapat membuat pesan lebih menarik secara emosional.
Anda juga bisa menambahkan banner promo, katalog produk, atau poster digital agar pesan broadcast tidak hanya berisi teks panjang yang membosankan.
Penggunaan elemen grafis yang menarik ini akan membuat penawaran broadcast promo Ramadan Anda lebih menonjol di tengah padatnya pesan masuk yang diterima pelanggan selama bulan suci.
6. Aktifkan CTA yang Jelas, Singkat, dan Mudah Ditindaklanjuti
Jangan biarkan pelanggan bingung harus melakukan apa setelah membaca pesan broadcast Anda. Gunakan Call to Action (CTA) untuk mengarahkan pelanggan agar segera mengambil langkah tanpa rasa bingung.
Pastikan instruksi yang Anda berikan bersifat langsung dan ditempatkan di posisi yang mudah. Hindari kalimat yang bertele-tele agar pesan utama promo Anda tetap menjadi fokus utama pelanggan saat membaca pesan.
Contoh: “Klik di sini untuk klaim diskon 50% sekarang!” atau “Pesan via WhatsApp sebelum stok habis!”
7. Buat Promo dengan Konten Edukatif
Tidak semua broadcast harus bersifat menjual secara agresif atau hard selling. Anda bisa mengombinasikan promo dengan konten yang bermanfaat bagi pelanggan untuk membangun kepercayaan mereka selama Ramadan, seperti:
- Tips memilih hampers Lebaran sesuai budget
- Rekomendasi outfit untuk buka bersama
- Panduan persiapan mudik untuk seluruh anggota keluarga
- Ide resep menu sahur praktis yang bernutrisi
- Tips manajemen keuangan agar THR tetap aman hingga pasca Lebaran
8. Manfaatkan Momentum Fase Ramadan
Strategi broadcast promo Ramadan sebaiknya disesuaikan dengan tiap fase bulan puasa karena perilaku belanja konsumen terus berubah.
Setiap fase memerlukan fokus pesan yang berbeda agar strategi komunikasi Anda lebih terarah dan relevan bagi pelanggan. Berikut beberapa fasenya:
- Pre-Ramadan untuk membangun antisipasi produk baru dan mengumpulkan database pelanggan
- Awal Ramadan yang fokus pada konten edukasi serta penawaran promo pembuka yang menarik
- Pertengahan Ramadan dengan mengandalkan strategi flash sale dan paket bundling hemat
- Akhir Ramadan untuk memicu teknik FOMO maksimal dan promo besar-besaran diskon Lebaran
- Pasca Lebaran sebagai langkah follow-up serta re-engagement untuk menjaga loyalitas jangka panjang
9. Automasi Follow-Up untuk Pelanggan yang Belum Merespons
Sering kali pelanggan tidak langsung merespons broadcast pertama karena kesibukan selama bulan puasa.
Solusinya yang bisa Anda lakukan adalah memanfaatkan sistem automasi untuk mengirimkan pesan pengingat secara terjadwal kepada mereka yang belum sempat bertransaksi.
Dengan cara ini, penawaran Anda akan tetap muncul di baris teratas pesan pelanggan tanpa perlu mengirimnya secara manual, sehingga peluang konversi pembelian tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas Ramadan.
10. Analisis Performa Broadcast dan Optimasi Real-Time
Keberhasilan strategi broadcast tidak berhenti setelah pesan terkirim, melainkan harus terus dipantau melalui data performa yang masuk secara real-time.
Anda perlu menganalisis metrik penting seperti angka pesan yang terkirim, dibaca, hingga jumlah klik pada tautan promo yang diberikan.
Dengan data ini, Anda bisa segera melakukan penyesuaian jika strategi awal kurang optimal, sehingga kampanye Ramadan berikutnya dapat berjalan jauh lebih efektif.
Timeline Strategi Broadcast Promo Ramadan
Agar strategi broadcast promo Ramadan berjalan terstruktur, Anda bisa membaginya ke dalam beberapa fase berikut. Setiap fase memiliki tujuan, jenis pesan, dan waktu kirim yang berbeda.
Berikut contoh timeline yang bisa Anda adaptasi sesuai karakter bisnis Anda masing-masing:
Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.
| Fase Ramadan | Periode | Tujuan Utama | Jenis Pesan Broadcast | Waktu Rekomendasi Kirim |
|---|---|---|---|---|
| Fase 1: Pre-Ramadan | H-14 s/d H-1 sebelum Ramadan | Bangun antisipasi & kumpulkan database | Teaser promo Ramadan, form opt-in/subscribe, early access benefit | 10.00–12.00 (siang), 16.00–18.00 (sore) |
| Fase 2: Awal Ramadan | Minggu 1–2 | Edukasi & promo pembuka | Intro penawaran Ramadan, promo pembuka puasa, konten relevan | 08.00–10.00 (pagi), 17.00–18.30 (menjelang buka) |
| Fase 3: Pertengahan Ramadan | Minggu 2–3 | Flash sale & bundling | Flash sale, bundling deal, konten testimoni produk | 11.00–13.00 (siang), 20.00–21.30 (malam) |
| Fase 4: Akhir Ramadan | H-7 s/d H-1 sebelum Lebaran | FOMO maksimal & diskon Lebaran | Countdown promo terakhir, diskon Lebaran, reminder stok terbatas | 14.00–16.00 (siang), 18.00–20.00 (sore/awal malam) |
| Fase 5: Pasca Lebaran | H+1 s/d H+7 setelah Lebaran | Follow-up & re-engagement | Thank you note, survey & feedback, promo loyalty/cross-sell | 10.00–12.00 (siang), 15.00–17.00 (sore) |
Dengan timeline ini, broadcast promo Ramadan Anda tidak dikirim secara acak, melainkan mengikuti ritme perilaku konsumen selama bulan puasa.
Optimalkan Strategi Broadcast Promo Ramadan Anda dengan Mekari Qontak
Dengan demikian, ramadan menjadi momen dengan potensi penjualan besar, tetapi tanpa strategi yang tepat, promo Anda bisa saja tenggelam di tengah persaingan.
Dengan perencanaan strategi promosi yang matang, strategi broadcast promo Ramadan dapat menjadi cara efektif untuk mendongkrak pertumbuhan penjualan yang konsisten.
Jika Anda ingin mengelola broadcast WhatsApp Ramadan dengan lebih terstruktur, aman, dan efisien, solusi seperti Qontak Broadcast dari Mekari Qontak hadir sebagai solusi andalan dalam satu platform yang terintegrasi.
Keamanan data Anda juga terjaga sepenuhnya karena Mekari Qontak telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 sebagai standar internasional sistem manajemen keamanan informasi.
Kini saatnya bisnis Anda mengambil langkah nyata. Segera konsultasikan kebutuhan promosi Anda dengan tim ahli kami atau langsung coba gratis solusi Mekari Qontak untuk memanfaatkan potensi penjualan Ramadan di tahun ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Strategi Broadcast Promo Ramadan (FAQ)
Apa itu broadcast promo Ramadan?
Apa itu broadcast promo Ramadan?
Broadcast promo Ramadan adalah strategi pengiriman pesan promosi secara massal melalui kanal messaging seperti WhatsApp kepada database pelanggan selama periode Ramadan.
Tujuannya adalah menyampaikan penawaran, diskon, bundling, atau campaign tematik Ramadan secara cepat dan serentak kepada banyak kontak. Namun, agar efektif, broadcast tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan segmentasi database, personalisasi pesan, serta penjadwalan yang tepat agar pesan tidak dianggap spam dan mampu menghasilkan konversi.
Berapa batas maksimal kontak untuk broadcast WhatsApp?
Berapa batas maksimal kontak untuk broadcast WhatsApp?
Batas maksimal broadcast tergantung pada jenis akun yang digunakan.
Jika menggunakan WhatsApp Business App (gratis), Anda hanya bisa mengirim broadcast kepada maksimal 256 kontak per list, dan pesan hanya akan diterima oleh kontak yang sudah menyimpan nomor Anda.
Sedangkan jika menggunakan WhatsApp Business API melalui BSP resmi, batas pengiriman jauh lebih besar dan mengikuti sistem tier serta kualitas akun. Jumlahnya bisa mencapai ribuan hingga ratusan ribu pesan per hari tergantung level akun dan reputasi pengiriman.
Apakah broadcast WhatsApp massal bisa menyebabkan akun diblokir?
Apakah broadcast WhatsApp massal bisa menyebabkan akun diblokir?
Bisa, jika dilakukan tanpa strategi yang benar.
Akun berisiko diblokir apabila:
- Mengirim pesan ke kontak yang tidak pernah memberikan izin (no opt-in)
- Pesan terlalu sering dan tidak relevan
- Banyak penerima menandai pesan sebagai spam atau memblokir nomor Anda
- Menggunakan tools tidak resmi
Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda:
- Mengirim ke database yang sudah memberikan izin
- Mengatur frekuensi kirim secara wajar
- Membuat pesan yang relevan dan bernilai
- Menggunakan platform resmi yang sesuai kebijakan WhatsApp
Bagaimana cara membuat template broadcast Ramadan yang tidak dianggap spam?
Bagaimana cara membuat template broadcast Ramadan yang tidak dianggap spam?
Agar template broadcast promo Ramadan tidak dianggap spam, perhatikan beberapa hal berikut:
Pertama, gunakan personalisasi seperti nama pelanggan atau referensi pembelian sebelumnya agar pesan terasa relevan, bukan generik.
Kedua, hindari kalimat terlalu agresif seperti huruf kapital berlebihan atau simbol berulang (!!!). Gunakan bahasa yang natural dan profesional.
Ketiga, sertakan nilai yang jelas di awal pesan—misalnya diskon spesifik, waktu terbatas, atau manfaat langsung bagi pelanggan.
Keempat, tambahkan CTA yang jelas dan sederhana, seperti “Klik di sini untuk lihat katalog Ramadan” atau “Balas YA untuk klaim promo”.
Terakhir, sesuaikan waktu kirim dengan prime time Ramadan, seperti pagi hari atau menjelang berbuka, agar pesan lebih relevan dengan aktivitas pelanggan.