7 mins read

Mengenal Corporate Identity dan Cara Membangunnya untuk Meningkatkan Pendapatan Bisnis

Tayang
Diperbarui
Mengenal Corporate Identity dan Cara Membangunnya untuk Meningkatkan Pendapatan Bisnis

Ketika dua produk punya kualitas yang hampir sama, mengapa konsumen memilih satu merek dan mengabaikan yang lain? Jawabannya sering kali bukan soal fitur, tetapi soal identitas.

Corporate identity bisa menentukan cara perusahaan Anda dikenal, dipercaya, dan diingat, baik oleh pelanggan, mitra bisnis, maupun calon karyawan. Ini bukan sekadar logo atau palet warna, melainkan keseluruhan cara perusahaan menampilkan dirinya ke dunia.

Riset dari Lucidpress menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki konsistensi brand berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan 10–20%. Angka ini menunjukkan bahwa corporate identity menjadi aset bisnis yang terukur.

Artikel Mekari Qontak Blog ini akan membahas secara lengkap apa itu corporate identity, fungsinya bagi bisnis, komponen, contoh, dan cara membangun brand identity.

solusi qontak 360 untuk menyederhanakan proses bisnis yang kompleks dalam satu dashboard terpadu

Apa itu corporate identity?

Corporate identity adalah upaya perusahaan dalam membangun citra atau identitas diri yang membedakan dari pesaing. Identitas ini umumnya digambarkan dengan menggunakan elemen visual dan non-visual seperti logo, warna, tipografi, nilai-nilai, dan budaya perusahaan.

Identitas perusahaan biasanya akan dikenalkan ke masyarakat luas melalui desain produk, periklanan, hubungan masyarakat, dll. Hal ini juga berfungsi untuk komunikasi corporate yang memperkuat citra perusahaan dan membuatnya mudah diingat oleh pelanggan.

Baca juga: Pengertian Brand Awareness, Tujuan, dan Contohnya

Fungsi Corporate Identity untuk Bisnis

Selain sebagai identitas suatu perusahaan, corporate identity juga memiliki beberapa fungsi lainnya, sebagai berikut:

  • Membuat perusahaan mudah dikenal oleh konsumen dan stakeholder, melalui logo, warna, dan elemen visual lainnya menjadi ciri khas perusahaan yang membedakannya dari pesaing.
  • Meningkatkan kesan profesional dan kredibilitas perusahaan di mata konsumen dan stakeholder.
  • Memperkuat citra merek dan membantu membangun kesetiaan konsumen.
  • Menunjukkan nilai-nilai perusahaan dan memberikan pandangan tentang identitas dan budaya perusahaan.
  • Membangun kesan yang konsisten dan positif untuk membentuk hubungan jangka panjang.
  • Mengidentifikasi produk dan layanan untuk meningkatkan kesadaran merek.
  • Membantu meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran dan memperkuat kesan brand.

Ciri-Ciri Corporate Identity yang Efektif dan Profesional

Berikut adalah hal-hal yang perlu dimiliki oleh suatu corporate identity yang profesional adalah

1. Simbol yang Orisinil

Poin pertama yang paling penting dari identitas perusahaan adalah simbol. Melalui simbol inilah masyarakat bis mengenali brand yang membedakan dari kompetitor. Oleh karena itu, simbol perusahaan harus orisinil.

Tidak ada ada ketentuan umum bagaimana simbol yang baik. Terpenting simbol tersebut mudah dikenali dan mengandung pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat umum.

2. Memiliki Warna Mencolok

Selain simbol, corporate identity juga bisa divisualisasi melalui warna-warna khas. Perpaduan warna tersebut harus indah dan nyaman dilihat mata. Terpenting harus menggambarkan kepribadian atau brand image yang ingin Anda bangun.

3. Media Promosi

Corporate identity yang telah terbagun kuat, membuat tim sales tidak perlu mengenalkan perusahaan dari awal. Sebab brand image yang terbangun terlanjur melekat di pelanggan, meski kampanye telah berakhir. Di sinilah peran penting corporate identity konsisten secara tidak langsung sebagai media promosi.

4. Mudah Diingat

Identitas perusahaan wajib mudah diingat oleh pelanggan. Artinya corporate identity harus punya sifat yang mempengaruhi. Dengan demikian, mempermudah pelanggan mengingat kembali perusahaan tersebut ketika ingin membeli produk yang sama atau repeat order.

5. Adaptif tanpa Kehilangan Esensi

Corporate identity yang kuat cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan berbagai konteks, dari kampanye musiman, platform baru, pasar yang berbeda tanpa kehilangan karakter dasarnya. 

Inilah yang membedakan perusahaan yang bisa bertahan selama dekade dengan yang terpaksa rebrand ulang setiap beberapa tahun karena identitas lamanya tidak mampu mengikuti perkembangan bisnis.

Baca juga: Panduan Lengkap Brand Value beserta Fungsi dan Manfaatnya


Komponen Corporate Identity yang Membentuk Citra Perusahaan

Komponen dalam corporate identity adalah sebagai berikut:

1. Corporate Communication

Corporate communication sangat penting untuk menghindari miss informasi. Komunikasi disini tidak hanya secara verbal atau langsung. Intensitas dan pesan implisit perlu diperhatikan setiap kegiatan perusahaan untuk membangun identitas.

Baca juga: WhatsApp Corporate: Kelebihan, Kekurangan dan Bedanya dengan WhatsApp Business App

2. Corporate Behavior

Corporate behavior bagian dari komitmen atau antusiasme sebuah perusahaan dalam pengembangan jangka panjang. Komponen ini biasanya diasosiasikan dengan tugas manajemen senior dalam mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan.

3. Visual Identity

Visual identity merupakan upaya menonjolkan brand dengan beragam visual yang membedakan dengan kompetitor. Salah satu contoh yang mudah ditemui adalah logo atau slogan perusahaan. Anda juga bisa menemukannya pada arsitektur atau interior design suatu bangunan perusahaan.

4. Corporate Culture

Corporate culture adalah budaya, kebiasaan, dan keyakinan dari suatu perusahaan. Perlu diingat bahwa corporate culture dan corporate identity saling terkait, dimana corporate culture biasanya diasosiasikan dengan nilai-nilai yang mendukung strategi organisasi dan corporate identity.

5. Industry Identity

Identitas industri merupakan tingkatan dari sebuah industri mulai dari kompetisi, ukuran, hingga perubahan yang mempengaruhi identitas suatu perusahaan. Contohnya corporate strategy suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh kondisi industri yang ditekuni.

6. Corporate strategy

Corporate strategy adalah tujuan bisnis dalam berkompetisi di suatu pasar. Komponen identitas perusahaan ini menentukan apa yang diproduksi oleh sebuah perusahaan, keuntungan, dan juga persepsi pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, corporate strategy merupakan suatu penentu identitas dan ekspresi perilaku suatu perusahaan.

7. Corporate structure

Corporate structure merupakan bagian fundamental dari corporate identity. Terdapat tiga jenis struktur korporat: monolithic structure, endorsed structure, dan branded structure.


Cara Membangun Corporate Identity yang Kuat dan Konsisten

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan.

1. Tentukan Brand Positioning Sebelum Desain Apa Pun

Brand positioning adalah titik awal. Tentukan dengan jelas: siapa target audiens Anda, apa yang perusahaan Anda janjikan kepada mereka, dan mengapa mereka harus memilih Anda dibandingkan pesaing. 

Tanpa positioning yang jelas, desain corporate identity hanya menjadi dekorasi tanpa arah.

Tulis jawaban atas tiga pertanyaan ini dalam satu dokumen: Siapa kami? Untuk siapa kami ada? Apa yang kami lakukan berbeda? Jawaban ini menjadi panduan untuk semua keputusan identitas berikutnya.

2. Identifikasi dan Artikulasikan Nilai Inti Perusahaan

Nilai perusahaan menjadi prinsip yang benar-benar memandu keputusan sehari-hari. Identifikasi 3–5 nilai inti yang autentik, bukan aspirasional. Artinya, nilai-nilai yang sudah dipraktikkan, bukan yang ingin dipraktikkan.

Nilai-nilai ini akan menjadi ‘touchstone’ yang memfilter semua ekspresi corporate identity, misalnya apakah kampanye ini selaras dengan nilai kami? Apakah cara kami merespons keluhan ini mencerminkan nilai kami?

3. Visualisasikan Identitas Melalui Corporate Design yang Sistematis

Setelah positioning dan nilai jelas, barulah proses desain dimulai. Buat sistem visual yang mencakup logo (beserta variasi dan panduan penggunaan).

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan palet warna dengan kode HEX yang spesifik, tipografi (minimal dua: satu untuk heading, satu untuk body text), dan panduan penggunaan gambar/fotografi.

Semua ini harus didokumentasikan dalam satu Brand Guideline atau Brand Manual yang bisa diakses oleh seluruh tim.

4. Tetapkan Gaya Komunikasi yang Konsisten di Semua Kanal

Tone of voice adalah komponen corporate identity yang sering diabaikan. Untuk itu, tentukan apakah perusahaan Anda berbicara formal atau semi-formal? Apakah menggunakan sapaan ‘Anda’ atau lebih akrab? Bagaimana cara merespons kritik di media sosial?

Anda perlu membuat panduan voice & tone yang memberikan contoh asl, seperti: ‘Cara kami mengatakan ini vs. cara yang kami hindari.’ Ini penting untuk tim customer service dan sales yang paling banyak berinteraksi langsung dengan pelanggan.

5. Evaluasi Secara Berkala dan Libatkan Feedback Pelanggan

Lakukan audit identitas setidaknya setahun sekali untuk memastikan semua materi masih selaras dengan panduan, kemungkinan adanya inkonsistensi yang muncul seiring pertumbuhan tim dan elemen yang terasa tidak relevan lagi.

Yang sama pentingnya adalah mendengar dari feedback dari pelanggan. Survei sederhana tentang persepsi merek, Net Promoter Score, atau feedback langsung dari tim penjualan bisa mengungkap kesenjangan antara identitas yang diproyeksikan dengan citra yang diterima publik.


Bangun Reputasi Bisnis dengan Corporate Identity yang Terintegrasi Bersama Mekari Qontak

Corporate Identity perlu dibangun untuk membedakan dengan perusahaan lainnya. Identitas perusahaan ini harus dibuat dengan visualisasi yang mudah diingat dan bisa menyampaikan pesan yang jelas.

Dalam membangunnya, diperlukan konsistensi dan informasi cukup terkait target pelanggan. Jangan ragu untuk meminta feedback pelanggan untuk melakukan pembaharuan agar menyegarkan dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Mekari Qontak menghadirkan aplikasi Omnichannel CRM yang membantu bisnis mencatat setiap interaksi pelanggan, tetapi juga memahami apakah corporate identity yang Anda bangun benar-benar dirasakan di lapangan. 

Dari tren pertanyaan pelanggan, respons terhadap komunikasi brand, hingga pola loyalitas, semua data dari dashboard omnichannel CRM ini memberikan gambaran nyata tentang kekuatan identitas perusahaan Anda.

Jadi, tunggu apalagi? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak dan dapatkan uji coba gratis sekarang.

Referensi

solusi qontak 360 untuk menyederhanakan proses bisnis yang kompleks dalam satu dashboard terpadu
Kategori : BisnisMarketing

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Corporate Identity (FAQ)

Apa perbedaan corporate identity dengan brand identity?

Apa perbedaan corporate identity dengan brand identity?

Corporate identity adalah konsep yang lebih luas, mencakup cara perusahaan mempresentasikan dirinya secara visual dan non-visual kepada publik. termasuk budaya, komunikasi, dan perilaku.

Brand identity lebih berfokus pada elemen visual dan persepsi merek di benak konsumen. Keduanya saling terkait, tetapi corporate identity adalah fondasi yang menopang brand identity.

Seberapa penting corporate identity untuk bisnis B2B?

Seberapa penting corporate identity untuk bisnis B2B?

Sangat penting. Dalam konteks B2B, corporate identity membangun kepercayaan awal sebelum negosiasi dimulai.

Calon mitra atau klien bisnis akan menilai kredibilitas perusahaan dari identitasnya, dari bagaimana website tampil, cara tim berkomunikasi, hingga konsistensi materi presentasi.

Berapa lama membangun corporate identity yang kuat?

Berapa lama membangun corporate identity yang kuat?

Tidak ada angka pasti, tetapi proses membangun fondasi corporate identity, mulai dari brand positioning hingga visual identity, umumnya membutuhkan 3–6 bulan untuk perusahaan yang baru berdiri.

Apakah perusahaan kecil perlu corporate identity?

Apakah perusahaan kecil perlu corporate identity?

Tentu saja! Justru bagi UMKM dan perusahaan yang sedang tumbuh, corporate identity membantu menciptakan kesan profesional yang setara dengan pemain besar.

Bagaimana cara mengukur efektivitas corporate identity?

Bagaimana cara mengukur efektivitas corporate identity?

Anda bisa menggunakan kombinasi metrik, seperti brand awareness (survei, share of voice), brand recall, Net Promoter Score (NPS), konsistensi visual di semua kanal, dan tingkat kepercayaan pelanggan.

Apa hubungan antara corporate identity dan CRM?

Apa hubungan antara corporate identity dan CRM?

CRM mencatat setiap interaksi pelanggan dan memberikan gambaran langsung tentang bagaimana corporate identity dirasakan di lapangan.

Data dari CRM bisa mengungkap apakah pesan yang disampaikan perusahaan konsisten dengan pengalaman aktual pelanggan dan di mana kesenjangan perlu diperbaiki.