Daftar isi
8 min read

Pengertian Artificial Intelligence (AI) Marketing, Manfaat dan Cara Kerjanya

Tayang 05 Juni 2023
Diperbarui 18 Februari 2024
artificial-marketing
Pengertian Artificial Intelligence (AI) Marketing, Manfaat dan Cara Kerjanya

Kecerdasan buatan AI kini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan. Hal ini lantaran kemampuannya untuk menggantikan tugas manusia. Tak terkecuali dalam dunia bisnis, dikenal juga istilah AI marketing.

Sesuai namanya, AI (artificial intelligence) marketing mempermudah pemasaran. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan seperti machine learning, bisnis jadi lebih mudah memahami perilaku pelanggan.

Namun, penggunaan AI dalam pemasaran juga memiliki berbagai tantangan. Keterbatasan data dan privasi sering menjadi hambatan bisnis untuk menjelajahi lebih jauh mengenai pelanggan dan target pasar mereka.

Pelajari selengkapnya terkait AI marketing pada artikel berikut.

Apa itu Artificial Intelligence Marketing?

Artificial Intelligence Marketing (AI Marketing) adalah strategi pemasaran yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan. Strategi ini memanfaatkan teknologi AI untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memproses data yang relevan untuk kepentingan pemasaran.

Wawasan atau informasi yang dikumpulkan AI berguna untuk pengambilan keputusan pemasaran. Termasuk di dalamnya mengoptimalkan kampanye pemasaran dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Selain itu, AI juga mampu menganalisis data dalam jumlah cepat. Dengan demikian, mempermudah dalam identifikasi tren pasar saat ini. Informasi tersebut sangat penting untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Sales Intelligence untuk Meraih Prospek

Apa Saja Keuntungan Menerapkan AI Marketing?

AI marketing memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk kepentingan pemasaran. Dengan demikian informasi yang diperoleh lebih lengkap dan cepat. Hal ini memberikan banyak keuntungan buat bisnis.

Berikut keuntungan menerapkan AI marketing adalah

1. Efisien

Memanfaatkan artificial intelligence membuat aktivitas pemasaran lebih mudah. Sebab dengan bantuan teknologi AI, mengumpulkan informasi pelanggan jauh lebih mudah dan biayanya juga relatif terjangkau.

Informasi yang terkumpul juga lebih lengkap, sehingga bisnis bisa langsung menggunakannya untuk menyusun strategi pemasaran. Mereka tidak perlu lagi mengumpulkan data secara manual.

2. Jangkauan Target Market Lebih Terarah

Teknologi AI sangat berguna untuk mengambil data secara online. Termasuk diantaranya menjangkau pelanggan yang lebih luas.

Berdasarkan data AI yang terkumpul, bisnis bisa menggunakannya untuk melakukan digital marketing yang lebih efektif. Termasuk mendistribusikan konten marketing sesuai kebutuhan pelanggan.

3. Membantu Analisis Feedback Pelanggan

Berkat bantuan artificial intelligence, bisnis tidak perlu repot lagi untuk menganalisis komentar atau feedback dari pelanggan.

Contohnya saat pelanggan menyampaikan komplain melalui media sosial, AI mampu mendeteksinya dengan cepat. Hal ini memudahkan bisnis untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas produk dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.

4. Promosi Lebih Efektif

Teknologi AI memudahkan bisnis untuk menganalisis target kampanye lebih akurat. Dengan akses data AI luas, bisnis dapat mencari peluang promosi. Misalnya dari segi pencarian kata kunci, profil pengguna, maupun data online lainnya.

5. Hemat Biaya Pemasaran

Selain menghemat waktu, penggunaan AI marketing strategy juga dapat menghemat biaya pemasaran. Sebab kampanye yang dijalankan lebih terarah, sehingga target Return on Investment (ROI) dapat tercapai lebih cepat.

Baca juga: 7 Peran Artificial Intelligence untuk Customer Experience

Apa saja Tantangan AI Marketing dalam Bisnis?

Jika Anda telah mengikuti berita, Anda mungkin sudah menyadari bahwa menerapkan pemasaran AI tidak selalu mudah. Sebab terdapat tantangan yang perlu diatasi.

Berikut ini adalah beberapa tantangan utama menerapkan AI Marketing strategy dalam bisnis:

– Data Berkualitas Terbatas

Implementasi AI Marketing strategy membutuhkan data berkualitas tinggi untuk mendapatkan hasil akurat. Namun, bisnis kerap kesulitan mengumpulkan data yang relevan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri menerapkan strategi pemasaran ini.

– Membutuhkan Keahlian Teknis

Implementasi AI Marketing memerlukan keahlian teknis yang tinggi. Salah satunya untuk memahami algoritma AI, mengelola infrastruktur teknologi yang diperlukan, dan menerapkan model AI secara efektif.

Tantangan ini dapat diatasi dengan melibatkan ahli AI, melatih tim internal, atau bekerja sama dengan penyedia layanan yang memiliki keahlian dalam AI Marketing.

– Ketergantungan Pada Data Historis

AI Marketing sering kali mengandalkan data historis untuk mengidentifikasi pola dan tren. Namun, bagi bisnis yang baru memulai atau tidak memiliki data historis yang cukup, ini dapat menjadi hambatan. Tanpa data yang cukup, AI mungkin menghasilkan hasil yang kurang akurat atau tidak relevan.

– Kekhawatiran Batasan Privasi

Dalam menggunakan AI Marketing, penting untuk memperhatikan masalah privasi. Penggunaan data pelanggan yang sensitif dan pengambilan keputusan otomatis dapat menimbulkan kekhawatiran privasi dan bias yang tidak disengaja.

Oleh karena itu, bisnis perlu memastikan kepatuhan terhadap peraturan privasi, transparansi dalam penggunaan data, dan mempertimbangkan implikasi etis dalam penggunaan AI Marketing.

– Perubahan Budaya

Pengadopsian AI Marketing sering memerlukan perubahan budaya dan perusahaan yang signifikan. Bisnis perlu memastikan bahwa karyawan memiliki pemahaman yang cukup tentang AI Marketing.

Oleh karena itu, bisnis perlu mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk membangun kapabilitas internal. Selain itu, keterbatasan anggaran dan sumber daya juga dapat menjadi tantangan dalam menerapkan AI Marketing.

– Pengukuran dan Evaluasi

Mengukur dan mengevaluasi keberhasilan AI Marketing juga merupakan tantangan. Karena AI Marketing melibatkan proses yang kompleks, mengukur dampak dan efektivitasnya bisa sulit.

Bisnis perlu mengembangkan metrik yang relevan, mengamati tren, dan melibatkan analisis lanjutan untuk memahami dampak sebenarnya dari implementasi AI Marketing.

Mengatasi tantangan ini membutuhkan perencanaan yang matang, pengetahuan teknis yang cukup, dan pendekatan yang holistik dalam mengimplementasikan AI Marketing. Penting untuk mengelola ekspektasi dan mempersiapkan organisasi dengan baik sebelum menerapkan AI Marketing dalam bisnis.

Baca juga: 12 Contoh Penerapan Artifical Intelligence (AI) dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana Cara Kerja AI Marketing?

Cara Kerja AI Marketing

Penerapan AI dapat memberikan pemasaran yang lebih efektif, konten yang dipersonalisasi, interaksi pelanggan yang lebih baik, dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data.

Pada dasarnya, Artificial Intelligence bekerja dengan cara mengumpulkan serta mengolah data secara cepat. Kemudian data yang didapatkan bisa digunakan untuk membuat keputusan, dan meningkatkan strategi pemasaran.

Berikut adalah tahapan AI bekerja menghasilkan strategy marketing yang efektif :

  1. Tahap pertama adalah mengumpulkan data (transaksi pelanggan, riwayat browsing, demografis, interaksi media sosial, survei pelanggan, dan lain-lain). Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin akurat dan komprehensif hasil analisisnya.
  2. Tahap berikutnya adalah membersihkan dan menyusun data. Tahapan ini melibatkan penghapusan data yang tidak relevan, mengatasi data yang hilang atau rusak, dan menggabungkan data dari berbagai sumber untuk membuat basis data yang terorganisir.
  3. Ketiga, algoritma AI akan mulai menganalisis data menggunakan berbagai teknik analisis, seperti machine learning, pengolahan bahasa alami, atau pengenalan pola, untuk mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan penting dalam data.
    Kemudian, berdasarkan analisis data, AI dapat membantu dalam segmentasi pelanggan berdasarkan kesamaan perilaku, preferensi, atau karakteristik lainnya. Dengan segmentasi yang tepat, bisnis dapat mengirim pesan yang lebih terpersonalisasi dan relevan kepada setiap segmen pelanggan.
  4. Selanjutnya, AI dapat membantu dalam membuat konten yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi individu. AI dapat memberikan rekomendasi produk yang relevan, membuat penawaran spesial, atau menyajikan konten yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan.
  5. Terakhir, AI juga dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan melalui chatbot atau asisten virtual. AI dapat memahami pertanyaan pelanggan, memberikan jawaban yang relevan, memberikan dukungan pelanggan, atau melakukan transaksi.

Strategi Memulai Artificial Intelligence Marketing

Strategi Memulai AI Marketing

Berikut strategi untuk menerapkan AI marketing yang tepat adalah

1. Menetapkan Tujuan dan KPI

Langkah pertama AI marketing strategy adalah menetapkan tujuan dan KPI (Key Performance Indicators) yang jelas. Anda dapat memulai menggunakan AI untuk mengidentifikasi jenis promosi yang efektif dan memperluas segmentasi pasar.

Selanjutnya, Anda dapat membuat KPI yang spesifik untuk jenis promosi tersebut. Tujuannya untuk mengukur keberhasilan penggunaan pemasaran AI. Selain itu, dari perspektif pengguna, penggunaan AI juga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan saat berinteraksi dengan promosi Anda.

2. Menetapkan Standar Privasi Data

Pastikan platform AI yang Anda gunakan mematuhi standar privasi data yang telah Anda tetapkan. Anda dapat mengintegrasikan standar privasi data ke dalam platform AI untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan Anda dan menjaga kepercayaan pelanggan Anda.

3. Kuantitas dan Sumber Data

Penggunaan AI Marketing memerlukan jumlah data pendukung yang besar. Data pendukung ini termasuk data pelanggan, data tren bisnis, dan sebagainya. Data tersebut berfungsi untuk melatih program AI agar dapat mengenali dan memanfaatkan data pendukung tersebut.

Pemanfaatan data tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan iklan atau promosi pemasaran yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan. Anda dapat mengumpulkan data tersebut dari sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), iklan, atau situs web Anda sendiri.

4. Pengumpulan Data

Kecerdasan buatan (AI) dapat mengambil peran tim pemasaran yang menghadapi kesulitan mengelola data skala besar. Untuk memulai program tersebut, Anda dapat bekerja sama dengan pihak ketiga. Mereka akan membantu dalam mengelola dan menerapkan program AI dengan efektif.

6. Memilih Artificial Intelligence Platform

Memilih platform yang sesuai merupakan langkah penting terakhir dalam memulai program pemasaran kecerdasan buatan (AI Marketing). Saat memilih platform AI Marketing, penting juga untuk mempertimbangkan tingkat visibilitas yang untuk membuat keputusan yang tepat.

Dengan tingkat visibilitas yang sesuai, platform AI Marketing dapat memberikan informasi yang relevan dan akurat, yang akan membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat dalam strategi pemasaran.

Baca juga: 12 Strategi Pemasaran yang Wajib Dicoba!

Terapkan AI Marketing untuk Tingkatkan Penjualan Sekarang

Artificial Intelligence Marketing membantu bisnis untuk melakukan pemasaran yang efektif dan efisien. Meski memberi banyak keuntungan, penerapan AI marketing juga memiliki tantangan yang perlu bisnis hadapi.

Salah satu solusi untuk menghadapi tantangan tersebut adalah mengumpulkan data berkualitas. Aplikasi CRM merupakan salah satu tools terpercaya untuk mengumpulkan data pelanggan berkualitas dari berbagai sumber.

Selain itu, Mekari Qontak menawarkan fitur integrasi Chat GPT dengan Omnichannel (Airene). Teknologi AI akan memberikan rekomendasi jawaban untuk pelanggan di semua channel yang terintegrasi Omnichannel (WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya).

Lebih dari 3500+ perusahaan menggunakan Mekari Qontak untuk membantu mengelola pemasaran mereka. Tidak hanya itu, Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.

Jadi tunggu apa lagi? Dapatkan Aplikasi CRM GRATIS dari Mekari Qontak selama 14 hari atau Kosultasi Gratis dengan Tim Mekari Qontak.

Kategori : Chatbot
WhatsApp WhatsApp Sales