11 mins read

30 Contoh Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp Siap Pakai untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis

Tayang
Ditulis oleh:
30 Contoh Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp Siap Pakai untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Kalimat pesan otomatis WhatsApp adalah teks yang disiapkan bisnis terlebih dahulu dan dikirim secara otomatis oleh sistem saat dipicu oleh kejadian tertentu.
  • Agar tidak terkesan kaku seperti robot, pembuatan kalimat otomatis disarankan menggunakan variabel personalisasi, menyesuaikan tone of voice dan routing ke human agent.
  • WhatsApp Business API Mekari Qontak hadir sebagai solusi terpadu untuk meningkatkan respon dengan fitur auto-reply dan Chatbot AI.

Playbook LeanData mencatat bahwa 78% pelanggan membeli dari perusahaan yang merespons lebih dulu.

Sementara itu, studi MIT dan InsideSales.com pada lead web menemukan peluang menghubungi lead 100 kali lebih besar jika bisnis merespons dalam 5 menit dibanding 30 menit.

Tim customer service tidak bisa menjaga jendela waktu sesempit itu sepanjang hari, apalagi saat malam dan akhir pekan. Pesan otomatis menutup celah tersebut selama kalimatnya memberi pelanggan informasi yang berguna.

Masalahnya, banyak bisnis sudah mengaktifkan pesan otomatis tetapi memakai kalimat general, seperti “Terima kasih, kami akan segera membalas”. Kalimat itu tentu tidak memberi tahu pelanggan kapan balasan datang atau apa langkah berikutnya.

Dalam artikel ini, Mekari Qontak Blog membagikan beberapa contoh kalimat pesan otomatis WhatsApp yang dikelompokkan menurut situasi.

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan

Apa Itu Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp?

Kalimat pesan otomatis WhatsApp adalah teks yang bisnis siapkan lebih dulu dan sistem kirim sendiri ketika sebuah pemicu terjadi. Pemicunya bisa berupa pesan pertama dari pelanggan, jam di luar operasional, kata kunci tertentu, atau peristiwa transaksi seperti pembayaran berhasil.

Istilah ini mencakup beberapa jenis pesan yang sering tertukar. Tabel berikut membedakannya.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Jenis pesanPemicuTerkirim otomatis?Tersedia di
Greeting messagePesan pertama pelanggan, atau pesan setelah 14 hari tanpa aktivitasYaWhatsApp Business App dan platform API
Away messagePesan masuk di luar jam layanan yang dijadwalkanYaWhatsApp Business App dan platform API
Quick reply (pintasan)Agen mengetik pintasan lalu memilih balasan tersimpanTidak, agen mengirim manualWhatsApp Business App
Balasan menu atau kata kunciPelanggan mengetik angka atau kata kunciYaWhatsApp Business API dengan chatbot
Pesan template (konfirmasi, pengingat, promosi)Peristiwa dari sistem bisnis atau jadwal kampanyeYaWhatsApp Business API, template disetujui Meta

Contoh Pesan Sambutan (Greeting Message) untuk Pelanggan Baru

Cara Menggunakan Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp

Ganti teks dalam tanda kurung siku, seperti [Nama] dan [Nama Bisnis], dengan data bisnis Anda. Pada WhatsApp Business API, tanda kurung siku itu menjadi variabel template yang sistem isi otomatis dari data pelanggan.

 

Catat juga dua aturan WhatsApp Business API. Bisnis hanya boleh mengirim pesan ke pelanggan yang sudah memberi izin (opt-in), dan pesan di luar percakapan aktif harus memakai template yang lolos peninjauan Meta.

Greeting message menyapa pelanggan yang baru menghubungi bisnis Anda. Pesan yang baik menyebut identitas bisnis dan langkah berikutnya dalam dua sampai tiga kalimat.

1. Greeting Formal untuk Bisnis B2B dan Jasa Profesional

Greeting formal cocok untuk konsultan, firma hukum, distributor, dan bisnis B2B yang pelanggannya memakai WhatsApp untuk urusan kerja.

Pesan ini menyebut jam layanan dan meminta pelanggan menuliskan kebutuhan lengkap, sehingga tim bisa meneruskannya ke orang yang tepat.

Contoh Pesan 1:

Selamat datang di [Nama Perusahaan]. Terima kasih telah menghubungi kami. Tim kami melayani pertanyaan pada hari kerja pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Mohon tuliskan nama, perusahaan, dan kebutuhan Anda agar kami dapat meneruskannya ke tim yang sesuai. Kami akan menanggapi dalam waktu maksimal 1 jam kerja.

2. Greeting Casual-Friendly untuk Bisnis Retail dan F&B

Greeting casual-friendly memakai sapaan hangat dan langsung mengajak pelanggan memesan. Gaya ini cocok untuk kafe, restoran, dan toko ritel dengan pelanggan yang memesan berulang.

Contoh Pesan 2:

Halo, [Nama]! Selamat datang di [Nama Toko].

Mau pesan menu favorit atau tanya promo hari ini? Tulis pesanan Anda di sini, tim kami langsung menyiapkannya.

Lihat menu lengkap: [link menu]

Greeting toko online mengarahkan pelanggan ke katalog sejak pesan pertama sehingga pelanggan tidak perlu menanyakan daftar produk satu per satu.

Pesan ini juga mengundang pelanggan mengirim nama atau foto produk yang diminati.

Contoh Pesan 3:

Halo, terima kasih sudah mampir ke [Nama Toko Online].

Berikut katalog produk kami: [link katalog]

Sudah ada produk yang menarik? Kirim nama atau foto produknya, kami cek stok dan harganya.

Jam layanan: setiap hari, 09.00 sampai 21.00 WIB.


Contoh Away Message untuk Pesan di Luar Jam Kerja

Away message memberi tahu pelanggan bahwa pesan mereka sudah diterima dan kapan balasan datang. Riset HubSpot yang dikutip Reputation menyebut dua pertiga konsumen yang menghubungi bisnis lewat pesan mengharapkan respons dalam 10 menit.

Dengan demikian, pesan di luar jam kerja perlu langsung menetapkan ekspektasi.

1. Away Message Standar dengan Informasi Jam Operasional

Away message standar cukup memuat tiga hal, yaitu konfirmasi pesan diterima, jam layanan, dan perkiraan waktu balasan. Format ini berlaku untuk hampir semua jenis bisnis.

Contoh Pesan 4:

Terima kasih telah menghubungi [Nama Bisnis]. Saat ini kami berada di luar jam layanan.

Jam layanan kami: Senin sampai Jumat, 08.00 hingga 17.00 WIB.

Pesan Anda sudah kami terima dan akan dibalas pada hari kerja berikutnya sebelum pukul 10.00 WIB.

2. Away Message dengan Opsi Alternatif

Away message dengan opsi alternatif memberi pelanggan jalan keluar selama menunggu. Pelanggan dengan pertanyaan sederhana bisa menemukan jawabannya di FAQ, sedangkan kasus mendesak punya jalur khusus.

Contoh Pesan 5:

Halo, [Nama]. Tim kami sedang tidak bertugas dan akan kembali pukul 08.00 WIB. Sambil menunggu, Anda bisa:

1. Membaca jawaban pertanyaan umum di [link FAQ]

2. Mengirim detail kendala ke [email dukungan]

3. Menghubungi [nomor darurat] khusus untuk kondisi mendesak, seperti [contoh kondisi]

Kami akan membalas pesan Anda pada jam layanan berikutnya.

Batasi nomor darurat untuk kondisi yang benar-benar mendesak dan sebutkan contohnya supaya jalur tersebut tidak dipakai untuk pertanyaan rutin.

3. Away Message untuk Momen Khusus

Away message momen khusus menyebut alasan tim tidak tersedia dan tanggal tim kembali. Jadwalkan pesan ini hanya selama periode libur, lalu kembalikan ke away message standar setelahnya.

Contoh Pesan 6:

Halo, [Nama]. [Nama Bisnis] sedang libur [nama hari libur atau kegiatan] pada [tanggal]. Pesan Anda tetap kami terima dan akan dibalas mulai [tanggal kembali beroperasi], pukul 08.00 WIB. Pesanan yang masuk selama libur akan kami proses pada [tanggal]. Terima kasih atas pengertian Anda.


Contoh Quick Replies untuk Mengarahkan Pelanggan ke Layanan yang Sesuai

Quick reply di bagian ini adalah balasan yang mengarahkan pelanggan ke layanan yang sesuai. Di WhatsApp Business App, agen memicu quick reply sendiri lewat pintasan, sedangkan menu angka dan kata kunci berjalan otomatis lewat chatbot di WhatsApp Business API.

1. Quick Reply Berbasis Menu Angka

Menu angka meminta pelanggan membalas dengan satu digit, sehingga sistem langsung tahu ke mana harus mengarahkan percakapan. Batasi menu pada empat sampai lima pilihan agar pesan tetap mudah dibaca.

Contoh Pesan 7:

Terima kasih telah menghubungi [Nama Bisnis]. Balas dengan angka sesuai kebutuhan Anda:

1. Informasi produk dan harga

2. Status pesanan

3. Pengajuan komplain atau retur

4. Bicara dengan tim kami

Contoh: ketik 2 untuk mengecek status pesanan.

2. Quick Reply Berbasis Keyword Trigger

Keyword trigger cocok untuk pelanggan yang sudah mengenal bisnis dan ingin jalan pintas. Pilih kata kunci yang pendek dan mudah diingat, seperti INFO, PROMO, dan BANTUAN.

Contoh Pesan 8:

Halo, [Nama]. Ketik salah satu kata kunci berikut:

INFO untuk profil dan layanan kami

PROMO untuk penawaran yang sedang berlaku

BANTUAN untuk terhubung dengan tim kami

Tulis kata kunci tanpa tanda baca tambahan.

3. Quick Reply Multi-Bahasa untuk Bisnis dengan Pasar Internasional

Quick reply multi-bahasa menawarkan pilihan bahasa di awal percakapan, lalu chatbot melanjutkan dengan bahasa yang dipilih.

Anda bisa menulis pesan pertama dalam dua bahasa sekaligus, karena sistem belum tahu bahasa pelanggan.

Contoh Pesan 9:

Welcome to [Business Name]! / Selamat datang di [Nama Bisnis]!

Please choose your language / Silakan pilih bahasa:

1. English

2. Bahasa Indonesia

Reply with 1 or 2 / Balas dengan angka 1 atau 2.

Teks tombol balasan cepat pada template WhatsApp Business API dibatasi 20 karakter, jadi Anda harus menggunakan label yang singkat seperti “English” dan “Indonesia”.


Contoh Pesan Konfirmasi Pesanan yang Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Pesan konfirmasi pesanan memberi bukti bahwa transaksi pelanggan tercatat. Pesan ini biasanya masuk kategori utility di WhatsApp Business API, jadi Anda perlu membuat template dan menunggu persetujuan Meta sebelum memakainya.

1. Konfirmasi Pesanan dengan Detail Lengkap

Konfirmasi dengan detail lengkap memuat nama produk, jumlah, total, dan estimasi kirim. Pelanggan bisa langsung memeriksa apakah ada data yang keliru.

Contoh Pesan 10:

Halo, [Nama]. Pesanan Anda sudah kami terima.

Nomor pesanan: [No. Pesanan]

Produk: [Nama Produk]

Jumlah: [Qty]

Total: Rp[Total]

Estimasi kirim: [Tanggal]

Jika ada data yang keliru, balas pesan ini sebelum [batas waktu].

Konfirmasi dengan link tracking mengurangi pertanyaan “paket saya di mana?” yang paling sering masuk ke tim CS. Kirim pesan ini saat paket diserahkan ke kurir.

Contoh Pesan 11:

Halo, [Nama]. Pesanan [No. Pesanan] sudah dikirim melalui [Nama Kurir].

Nomor resi: [No. Resi]

Lacak paket: [link tracking]

Estimasi tiba: [Tanggal]

Jika paket belum tiba setelah estimasi, balas pesan ini dan tim kami akan membantu.

3. Konfirmasi Pesanan dengan Opsi Ubah atau Batal

Konfirmasi dengan opsi ubah atau batal memberi pelanggan waktu memperbaiki kesalahan alamat atau jumlah sebelum pesanan dikemas.

Namun, yang perlu dicatat adalah Anda juga harus memberikan batas waktu yang jelas agar tim gudang tidak menerima perubahan di menit terakhir.

Contoh Pesan 12:

Halo, [Nama]. Pesanan [No. Pesanan] sudah kami terima dan sedang diproses.

Anda dapat mengubah alamat atau membatalkan pesanan sampai [batas waktu]. Balas UBAH atau BATAL untuk melanjutkan.

Setelah batas waktu, pesanan masuk tahap pengemasan.

4. Konfirmasi Pesanan dengan Upsell dan Cross-Sell

Konfirmasi dengan upsell dan cross-sell menawarkan produk pelengkap tepat setelah pelanggan membeli, saat kepercayaan mereka sedang tinggi.

Letakkan detail pesanan lebih dulu, lalu tawarkan produk tambahan di paragraf terpisah.

Contoh Pesan 13:

Halo, [Nama]. Terima kasih, pesanan [No. Pesanan] sudah kami terima.

Pelanggan yang membeli [Produk] sering menambahkan [Produk Pelengkap] agar hasilnya lebih maksimal. Tambahkan ke pesanan ini seharga Rp[Harga] sebelum pesanan dikemas pada [batas waktu].

Balas TAMBAH untuk menambahkannya.

Konten promosi di dalam template utility bisa membuat Meta memindahkannya ke kategori marketing, yang tarifnya berbeda. Pastikan tim Anda memeriksa kategori template sebelum mengajukannya.


Contoh Pesan Konfirmasi Pembayaran yang Profesional

Pesan konfirmasi pembayaran menutup kecemasan pelanggan setelah transfer. Sertakan jumlah, waktu, dan langkah berikutnya, supaya pelanggan tidak perlu menanyakan apakah pembayarannya sudah masuk.

1. Konfirmasi Pembayaran Otomatis Setelah Transfer Berhasil

Konfirmasi otomatis setelah transfer berhasil dikirim segera setelah sistem pembayaran mencatat dana masuk. Pesan mencantumkan nominal pembayaran, waktu transaksi, dan tahapan pesanan berikutnya.

Contoh Pesan 14:

Halo, [Nama]. Pembayaran Anda sebesar Rp[Jumlah] pada [Tanggal, Jam] sudah kami terima.

Pesanan [No. Pesanan] sekarang masuk proses pengemasan. Kami akan mengirim nomor resi setelah paket diserahkan ke kurir.

Terima kasih telah berbelanja di [Nama Bisnis].

2. Konfirmasi Pembayaran dengan Rincian Invoice dan Nomor Transaksi

Konfirmasi dengan rincian invoice cocok untuk pelanggan B2B yang membutuhkan bukti bayar untuk pembukuan. Nomor invoice dan nomor transaksi mempermudah tim keuangan mencocokkan data.

Contoh Pesan 15:

Halo, [Nama]. Berikut bukti pembayaran Anda.

Nomor invoice: [No. Invoice]

Nomor transaksi: [No. Transaksi]

Tanggal pembayaran: [Tanggal]

Metode pembayaran: [Metode]

Total dibayar: Rp[Jumlah]

Unduh invoice: [link invoice]

Simpan pesan ini sebagai bukti pembayaran.

3. Reminder Pembayaran untuk Pesanan yang Belum Dibayar

Reminder pembayaran akan mengingatkan pelanggan yang sudah memesan tetapi belum membayar. Sebut batas waktu dan konsekuensinya dengan nada sopan.

Contoh Pesan 16:

Halo, [Nama]. Pesanan [No. Pesanan] senilai Rp[Total] menunggu pembayaran sampai [batas waktu].

Bayar melalui [metode]: [nomor atau link pembayaran]

Jika sudah membayar, abaikan pesan ini atau kirim bukti transfer di sini. Setelah batas waktu, pesanan otomatis dibatalkan.


Contoh Pesan Follow-Up Abandoned Cart

Pesan follow-up abandoned cart menghubungi pelanggan yang memasukkan produk ke keranjang tetapi belum membayar.

Pesan ini termasuk kategori marketing sehingga hanya boleh dikirim kepada pelanggan yang sudah memberikan opt-in. Tiga pesan pertama di bawah adalah urutan bertahap, sedangkan pesan keempat ditujukan khusus bagi pelanggan lama.

1. Follow-Up Reminder Pertama

Reminder pertama berfungsi sebagai pengingat ramah, tanpa diskon dan tanpa tekanan. Kirim dalam satu sampai tiga jam setelah keranjang ditinggalkan, saat pelanggan masih ingat produknya.

Contoh Pesan 17:

Halo, [Nama]. [Nama Produk] masih menunggu di keranjang Anda. Jika Anda butuh bantuan memilih ukuran, warna, atau metode pembayaran, balas pesan ini.

Lanjutkan pesanan: [link keranjang]

2. Follow-Up Reminder Kedua dengan Insentif (Setelah 24 Jam)

Reminder kedua menambahkan insentif seperti diskon atau gratis ongkir untuk pelanggan yang belum bergerak setelah 24 jam. Sebaiknya, Anda membatasi masa berlaku kode agar penawaran terasa nyata.

Contoh Pesan 18:

Halo, [Nama]. [Nama Produk] di keranjang Anda masih tersedia. Selesaikan pesanan hari ini dan dapatkan [diskon X% atau gratis ongkir] dengan kode [KODE].

Kode berlaku sampai [tanggal dan jam].

Lanjutkan pesanan: [link keranjang]

3. Follow-Up Reminder Ketiga Berbasis Urgency

Reminder ketiga menggunakan urgensi yang didasarkan pada kondisi sebenarnya, seperti stok terbatas atau promo yang akan segera berakhir.

Gunakan pendekatan ini hanya ketika kondisinya benar karena urgensi yang dibuat-buat dapat merusak kepercayaan pelanggan.

Contoh Pesan 19:

Halo, [Nama]. Stok [Nama Produk] tersisa [jumlah] unit, dan promo [nama promo] berakhir [tanggal, jam].

Amankan pesanan Anda sebelum kehabisan: [link keranjang]

4. Follow-Up untuk Pelanggan yang Pernah Membeli Sebelumnya

Follow-up untuk pelanggan lama memanfaatkan riwayat pembelian agar pesannya terasa personal. Kaitkan produk di keranjang dengan produk yang pernah mereka beli.

Contoh Pesan 20:

Halo, [Nama]. Senang melihat Anda kembali ke [Nama Toko]. Sebelumnya Anda membeli [Produk Lama]. [Produk Baru] di keranjang Anda cocok dipakai bersama produk tersebut.

Ada pertanyaan tentang produk ini? Balas pesan ini, kami bantu.

Lanjutkan pesanan: [link keranjang]


Contoh Pesan Pengingat Janji Temu

Pesan pengingat janji temu dapat mengurangi kemungkinan pelanggan lupa hadir. Klinik, salon, bengkel, dan firma konsultan dapat menggunakan rangkaian yang sama, yaitu pengingat H-1, konfirmasi pada hari-H, kemudian tindak lanjut setelah pertemuan.

1. Reminder H-1 dengan Detail Waktu, Lokasi, dan Opsi Reschedule

Reminder H-1 memberi pelanggan waktu untuk menjadwal ulang sebelum slot terbuang. Sertakan tanggal, jam, lokasi, dan cara mengganti jadwal dalam satu pesan.

Contoh Pesan 21:

Halo, [Nama]. Kami mengingatkan janji temu Anda di [Nama Bisnis]:

Tanggal: [Hari, Tanggal]

Jam: [Jam] WIB

Lokasi: [Alamat lengkap] ([link peta])

Layanan: [Jenis layanan]

Balas YA untuk konfirmasi, atau JADWAL ULANG jika Anda perlu mengganti waktu.

2. Reminder di Hari-H untuk Konfirmasi Kehadiran

Reminder hari-H memastikan pelanggan benar-benar hadir dan memberi tim waktu mengisi slot kosong. Kirim pesan ini pagi hari, beberapa jam sebelum janji temu.

Contoh Pesan 22:

Selamat pagi, [Nama]. Janji temu Anda dengan [Nama Staf] dijadwalkan hari ini pukul [Jam] WIB. Mohon datang 10 menit lebih awal dan membawa [dokumen yang diperlukan].

Balas YA jika Anda hadir, atau TIDAK jika berhalangan agar kami dapat menawarkan slot ini kepada pelanggan lain.

Reminder konsultasi online biasanya menyertakan link meeting agar pelanggan tidak mencari undangan di email. Tambahkan panduan singkat persiapan teknis.

Contoh Pesan 23:

Halo, [Nama]. Konsultasi online Anda dengan [Nama Konsultan] dimulai hari ini pukul [Jam] WIB.

Link meeting: [link]

Durasi: [durasi]

Siapkan koneksi internet yang stabil dan [materi yang perlu disiapkan]. Jika link bermasalah, balas pesan ini.

4. Follow-Up Pasca Janji Temu (Terima Kasih dan Next Step)

Follow-up pasca janji temu berterima kasih dan menyebut langkah berikutnya secara spesifik. Pesan ini menjaga momentum, terutama untuk layanan yang berlanjut ke penawaran atau kontrol berikutnya.

Contoh Pesan 24:

Halo, [Nama]. Terima kasih sudah meluangkan waktu bertemu dengan [Nama Staf] hari ini.

Langkah berikutnya: [next step, misalnya kirim dokumen, jadwal kontrol, atau penawaran tertulis] paling lambat [tanggal]. Ringkasan pertemuan kami kirim melalui [email atau WhatsApp].

Jika ada pertanyaan, balas pesan ini.


Contoh Pesan Permintaan Feedback dari Pelanggan

Pesan permintaan feedback mengumpulkan penilaian pelanggan sementara pengalaman mereka masih segar. Kirim satu sampai tiga hari setelah pesanan tiba atau layanan selesai, dan buat cara menjawabnya semudah mungkin.

Pesan feedback singkat memberi dua cara menjawab: membalas angka langsung atau membuka survei. Pilihan pertama menghasilkan respons lebih cepat karena pelanggan tidak perlu meninggalkan chat.

Contoh Pesan 25:

Halo, [Nama]. Terima kasih sudah berbelanja di [Nama Bisnis]. Bagaimana pengalaman Anda dengan pesanan [No. Pesanan]?

Balas dengan angka 1 sampai 5 (5 = sangat puas), atau isi survei singkat 1 menit: [link survei].

2. Pesan Feedback dengan Insentif (Voucher atau Poin Loyalty)

Pesan feedback dengan insentif memberi imbalan atas waktu pelanggan mengisi survei. Berikan insentif untuk kesediaan mengisi, bukan untuk ulasan positif, agar hasilnya tetap objektif.

Contoh Pesan 26:

Halo, [Nama]. Pendapat Anda membantu kami meningkatkan layanan. Isi survei singkat di [link survei] dan dapatkan [voucher Rp[nilai] atau [jumlah] poin] yang langsung masuk ke akun Anda.

Berlaku sampai [tanggal]. Terima kasih atas waktunya.

3. Pesan Terima Kasih untuk Pelanggan yang Sudah Memberikan Ulasan

Pesan terima kasih menutup lingkaran feedback dan mendorong pelanggan kembali. Sebut bahwa masukan mereka sudah diteruskan ke tim, supaya pelanggan merasa didengar.

Contoh Pesan 27:

Halo, [Nama]. Terima kasih atas ulasan Anda tentang [Produk atau Layanan]. Masukan Anda sudah kami teruskan ke tim.

Sebagai apresiasi, kami beri [kode atau voucher] untuk pembelian berikutnya. Sampai jumpa kembali di [Nama Bisnis].


Contoh Pesan Promosi dan Penawaran Khusus via WhatsApp

Pesan promosi menawarkan produk atau diskon kepada pelanggan yang sudah memberi izin. Selain opt-in, sediakan juga cara berhenti berlangganan di setiap pesan promosi, karena pelanggan yang merasa kehilangan kendali cenderung melaporkan pesan sebagai spam.

1. Pesan Broadcast Flash Sale dengan Countdown

Pesan flash sale menyebut batas waktu yang tegas, sehingga pelanggan tahu kapan harus bertindak. Kirim pengingat kedua beberapa jam sebelum promo berakhir untuk pelanggan yang belum membuka pesan pertama.

Contoh Pesan 28:

FLASH SALE [Nama Bisnis] mulai hari ini!

Diskon hingga [X]% untuk [kategori produk]

Berakhir: [Tanggal] pukul [Jam] WIB, atau sampai stok habis

Belanja sekarang: [link]

Balas BERHENTI jika tidak ingin menerima promo.

2. Pesan Loyalty Program dan Reward untuk Pelanggan Setia

Pesan loyalty program mengingatkan pelanggan pada poin dan reward yang mereka miliki. Sebut jumlah poin dan tanggal kedaluwarsa agar pelanggan punya alasan menukarkannya sekarang.

Contoh Pesan 29:

Halo, [Nama]. Terima kasih sudah menjadi pelanggan setia [Nama Bisnis].

Poin Anda saat ini: [jumlah poin]. Tukarkan dengan [reward] sebelum [tanggal kedaluwarsa].

Lihat pilihan reward: [link]

Balas STOP jika tidak ingin menerima informasi program.

3. Pesan Launching Produk Baru dengan Early Access Eksklusif

Pesan early access memberi pelanggan terpilih kesempatan membeli sebelum peluncuran resmi. Batasi akses pada segmen tertentu, seperti pelanggan dengan pembelian terbanyak, agar terasa eksklusif dan tetap relevan.

Contoh Pesan 30:

Halo, [Nama]. Sebagai pelanggan terpilih, Anda mendapat akses awal ke [Nama Produk Baru] sebelum peluncuran resmi pada [tanggal].

Akses eksklusif: [link], berlaku sampai [tanggal, jam]

Benefit: [diskon atau bonus] khusus [segmen]

Balas BERHENTI jika tidak ingin menerima informasi ini.


Tips Membuat Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp yang Efektif

Berikut ini tips membuat kalimat pesan otomatis di WhatsApp yang efektif mendatangkan pelanggan.

  • Gunakan Chatbot AI untuk menjawab FAQ, menyapa pelanggan, dan memberi informasi instan. Freshworks mencatat chatbot memangkas waktu respons pertama dari hingga tujuh jam lewat email menjadi di bawah dua menit.
  • Gunakan Agentic AI untuk menyelesaikan masalah kompleks, memproses transaksi, dan menjalankan perintah pengguna secara mandiri, sehingga agen manusia fokus pada kasus yang butuh penilaian.
  • Sebut nama pelanggan dan pakai variabel personalisasi, seperti nama produk, nomor pesanan, dan tanggal janji temu.
  • Sesuaikan tone of voice dengan identitas brand. Bisnis B2B cocok dengan sapaan formal, sedangkan ritel dan F&B bisa lebih santai.
  • Sertakan satu CTA yang jelas di setiap pesan, misalnya “Balas YA untuk konfirmasi” atau tautan tunggal ke halaman checkout.
  • Batasi pesan maksimal 3 sampai 4 kalimat. Pesan yang panjang jarang dibaca sampai habis di layar ponsel.
  • Sediakan jalur ke agen manusia di setiap alur otomatis, misalnya lewat opsi “Bicara dengan tim kami”.
  • Pastikan opt-in dan cara berhenti berlangganan tersedia untuk pesan promosi, dan ajukan template ke Meta sesuai kategorinya.
  • Review performa secara berkala. Pantau tingkat balasan, tingkat berhenti berlangganan, dan konversi, lalu uji dua versi kalimat untuk pesan yang paling sering terkirim.

Optimalkan Pesan Otomatis WhatsApp Bisnis Anda dengan Mekari Qontak!

Kalimat yang tepat dapat membuat pesan otomatis terasa seperti bagian dari layanan, bukan sekadar balasan bot. Contoh kalimat pesan otomatis WhatsApp dalam artikel ini bisa disesuaikan dengan karakter brand dan dijalankan sebagai rangkaian alur mulai dari sambutan hingga follow-up.

Mekari Qontak bisa membantu bisnis Anda mengelola pesan otomatis lewat WhatsApp Business API resmi dengan fitur auto-reply, Agentic AI, Aplikasi Chatbot AI, WhatsApp Blast, pengelolaan template pesan hingga Aplikasi Omnichannel Inbox terpadu yang terintegrasi Aplikasi CRM.

Pelajari WhatsApp Business API dari Mekari Qontak untuk melihat tim Anda menjalankan pesan otomatis dari satu dasbor dengan mulus. Coba gratis Mekari Qontak sekarang atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Mekari Qontak.

solusi whatsapp business api mekari qontak untuk percepat respon pelanggan

Kategori : WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Contoh Kalimat Pesan Otomatis WhatsApp (FAQ)

Apa perbedaan pesan otomatis di WA Business biasa dan WA Business API?

Apa perbedaan pesan otomatis di WA Business biasa dan WA Business API?

WhatsApp Business App menyediakan greeting message, away message, dan quick reply untuk bisnis kecil dengan satu perangkat.

Sementara itu, Business API mendukung chatbot, template konfirmasi dan pengingat, broadcast dalam skala besar, serta akses banyak agen dan integrasi CRM.

Berapa jumlah maksimal karakter untuk pesan otomatis WhatsApp?

Berapa jumlah maksimal karakter untuk pesan otomatis WhatsApp?

Teks pesan pada template WhatsApp Business API dibatasi 1.024 karakter, dan teks tombol balasan cepat dibatasi 20 karakter, menurut panduan Mekari Qontak. Batas ini dapat berubah, jadi periksa dokumentasi Meta sebelum menyusun template.

Apakah pesan otomatis WhatsApp bisa dikirim ke pelanggan yang belum menyimpan nomor bisnis?

Apakah pesan otomatis WhatsApp bisa dikirim ke pelanggan yang belum menyimpan nomor bisnis?

Bisa. Pesan otomatis yang membalas pelanggan yang menghubungi lebih dulu tidak bergantung pada kontak tersimpan.

Untuk pesan yang bisnis mulai sendiri lewat WhatsApp Business API, bisnis tidak perlu menyimpan nomor, tetapi harus memiliki opt-in dan memakai template yang disetujui Meta.

Bagaimana cara membuat pesan otomatis WhatsApp yang tidak terkesan seperti bot?

Bagaimana cara membuat pesan otomatis WhatsApp yang tidak terkesan seperti bot?

Sebut nama pelanggan, tulis dengan kalimat pendek yang wajar, dan hindari frasa kaku seperti “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini” di setiap pesan. Sediakan juga opsi berbicara dengan agen manusia, supaya pelanggan tidak terjebak dalam alur otomatis.

Kapan waktu terbaik untuk mengirimkan pesan otomatis promosi via WhatsApp?

Kapan waktu terbaik untuk mengirimkan pesan otomatis promosi via WhatsApp?

Tidak ada satu jam terbaik yang berlaku untuk semua bisnis, karena kebiasaan pelanggan berbeda antar industri. Hindari malam hari dan subuh, mulai dari jam yang sesuai dengan aktivitas pelanggan Anda, lalu uji dua waktu pengiriman dan bandingkan tingkat balasannya.