10 mins read

Affiliate Marketing: Cara Kerja, Contoh Hingga Strateginya untuk Tingkatkan Pendapatan Bisnis

Tayang
Affiliate Marketing: Cara Kerja, Contoh Hingga Strateginya untuk Tingkatkan Pendapatan Bisnis
Mekari Qontak Highlights
  • Affiliate marketing adalah strategi pemasaran digital, tepat individu dan entitas mempromosikan produk/jasa dari bisnis dan mendapatkan komisi dari setiap hasil yang berhasil dibuat.
  • Terdapat 6 langkah menjalankan affiliate marketing, yaitu pendaftaran program afiliasi, promosi produk/layanan, pengunjung mengklik link promosi, audiens melakukan pembelian, transaksi tercatat dan dikonfirmasi, dan afiliasi mendapatkan komisi.
  • Terdapat 3 jenis affiliate marketing, yaitu tidak terikat (unattached), terkait (related), dan terlibat (involved).

Affiliate marketing merupakan program bisnis yang paling efektif untuk mendapatkan penghasilan yang besar melalui internet dalam waktu yang tergolong singkat.

Metode marketing ini menerapkan sistem komisi. Artinya, jika terjadi penjualan maka tenaga pemasar tersebut akan mendapatkan komisi sesuai dengan kesepakatan.

Untuk lebih jelasnya, Mekari Qontak Blog akan mengupas tuntas tentang pengertian affiliate marketing, cara kerja, dan tips suksesnya di artikel berikut ini!

aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing

Apa Itu Affiliate Marketing?

Affiliate marketing adalah model bisnis berbasis komisi, yakni saat individu atau entitas (afiliasi atau affiliate marketer) mempromosikan produk dan layanan dari sebuah bisnis (merchant) dan mendapatkan komisi atas setiap penjualan atau tindakan yang berhasil dihasilkan.

Sederhananya, afiliasi tidak perlu punya produk sendiri. Afiliasi cukup mempromosikan produk bisnis Anda melalui kanal digital seperti blog, media sosial, atau email, dan mendapat bagian dari setiap transaksi yang terjadi lewat tautan unik mereka.


Pentingnya Affiliate Marketing untuk Bisnis

Affiliate marketing sangat penting bagi bisnis karena dapat membantu bisnis dan perusahaan untuk memasarkan produk secara efektif dengan anggaran yang rendah dan upaya serta waktu yang lebih efisien.

Dikutip Statista, industri affiliate marketing akan bernilai $8,2 miliar pada tahun 2022, atau naik dari $5,4 miliar pada tahun 2017.

Dari data tersebut terlihat bahwa industri afiliasi menjadi usaha bisnis yang murah namun memiliki banyak manfaat yang dapat menguntungkan bisnis.

Di sisi lain, penerapan pemasaran afiliasi juga dapat membantu perusahaan untuk mengendalikan tingkat risiko dengan baik sambil menjamin Return on Investment (ROI), peningkatan kesadaran brand awareness, dan pertumbuhan bisnis yang tinggi.


Cara Kerja Affiliate Marketing

Sebagai pemasar, Anda tentu tertarik untuk menjalankan affiliate marketing. Berikut ini cara kerja affiliate marketing yang efektif.

1. Pendaftaran ke Program Afiliasi

Langkah pertama adalah membuka program pendaftaran program afiliasi. Proses ini umumnya mudah karena perusahaan atau brand yang membuka program afiliasi bisa mengumumkan secara langsung di media sosial.

Setelah mendaftar dan disetujui, afiliasi akan mendapatkan akses ke affiliate link yang unik. Link ini dilengkapi dengan ID afiliasi khusus yang berfungsi sebagai identitas pelacakan untuk semua transaksi yang berasal dari promosi Anda.

2. Promosi Produk atau Layanan

Setelah memiliki link khusus afiliasi, nantinya seorang afiliasi mulai menyebarkan informasi tentang produk atau layanan yang akan dipromosikan. Hal ini biasanya bisa di berbagai tempat, seperti blog pribadi, media sosial TikTok, Instagram, dan X, dan email.

Seorang afiliasi harus mampu menunjukkan produk dengan cara yang menarik agar calon pembeli yakin bahwa produk tersebut bagus dan bermanfaat.

Sebagai contoh, jika menggunakan platform TikTok, afiliasi dapat membuat video “Outfit of the Day” (OOTD). Lalu, di bagian akhir video, sisipkan link untuk membeli baju atau aksesoris yang Anda pakai tersebut.

Ketika tertarik dengan promosi afiliasi, audiens akan klik link afiliasi yang telah dibagikan. Klik ini akan langsung mengarahkan audiens ke situs web merchant tempat produk dijual.

Adapun hal yang paling penting diperhatikan adalah link afiliasi harus berisi kode unik (ID afiliasi) yang memungkinkan merchant dan jaringan afiliasi melacak sumber pengunjung secara akurat.

4. Pengunjung Melakukan Tindakan yang Diinginkan

Setelah tiba di situs web Anda, calon pelanggan dapat melakukan pembelian dan tindakan lain yang telah ditentukan oleh program afiliasi, seperti mendaftar newsletter, mengisi formulir, mendaftar free trial, atau mengunduh aplikasi.

Setiap tindakan ini melalui berbagai channel memiliki nilai dan merupakan bagian dari strategi bisnis Anda untuk mencapai tujuan. Di lain sisi, bagi afiliasi, hal ini berarti ada berbagai cara untuk menghasilkan komisi, tidak hanya terpaku pada penjualan langsung.

5. Transaksi Tercatat dan Dikonfirmasi

Setiap kali pelanggan yang mengklik link afiliasi dan melakukan tindakan yang diinginkan, tterutama pembelian, transaksi tersebut akan tercatat secara otomatis oleh jaringan afiliasi atau sistem tracking milik bisnis Anda melalui ID afiliasi pada link.

Setelah transaksi tercatat, sistem Anda akan mengonfirmasi pembelian dan memproses pengiriman produk ke pelanggan.

6. Afiliasi Mendapatkan Komisi

Langkah terakhir dan yang paling dinantikan bagi afiliasi adalah mendapatkan komisi. Setelah semua proses klik, pembelian hingga konfirmasi oleh penjual selesai, afiliasi akan menerima komisi dari penjualan atau tindakan yang berhasil dihasilkan.

Besaran komisi bervariasi, tergantung pada harga produk dan persentase yang ditawarkan oleh program afiliasi, contohnya, dari 5% hingga 20% per produk. Perusahaan atau merchant biasanya membayarkan komisi secara periodik, misalnya bulanan atau setiap kuartal.


Model Komisi dalam Affiliate Marketing

Salah satu aspek yang perlu dipahami sebelum memilih program afiliasi adalah model komisinya. Setiap model punya karakteristik berbeda dan cocok untuk tujuan yang berbeda pula.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Model KomisiCara KerjaCocok Untuk
Pay Per Sale (PPS)Komisi dibayar hanya jika terjadi penjualan melalui tautan afiliasiE-commerce, produk fisik & digital
Pay Per Lead (PPL)Komisi dibayar ketika pengunjung mengisi formulir, mendaftar, atau melakukan tindakan tertentuSaaS, jasa keuangan, layanan B2B
Pay Per Click (PPC)Komisi dibayar berdasarkan jumlah klik pada tautan afiliasi, terlepas dari pembelianWebsite dengan traffic tinggi
Two-TierAfiliasi dapat komisi dari penjualan sendiri + dari afiliasi lain yang ia rekrutProgram afiliasi skala besar

Jenis-jenis Affiliate Marketing

Secara umum, affiliate marketing dapat dibagi menjadi tiga jenis yang berbeda, antara lain:

1. Tidak Terikat (Unattached)

Dalam pemasaran afiliasi tidak terikat, pemasar afiliasi tidak memiliki otoritas atau koneksi langsung ke produk atau layanan yang mereka promosikan.

Biasanya, afiliasi yang tidak terikat akan menjalankan kampanye pemasaran PPC (pay per click) dengan menggunakan tautan afiliasi dengan harapan pembeli akan mengkliknya dan melakukan pembelian sendiri.

Biasanya, pemasaran afiliasi tidak terikat sering kali terlihat menarik bagi mereka yang hanya ingin menghasilkan pendapatan tanpa berinvestasi dalam produk atau hubungan pelanggan.

Berbeda dengan jenis affiliate marketing sebelumnya, pemasaran afiliasi terkait adalah jenis afiliasi yang diperuntukkan untuk mereka yang belum tentu menggunakan produk atau layanan, namun entah bagaimana terkait dengan target audiens.

Secara umum, afiliasi ini sering memiliki semacam pengaruh dan pengikut yang mapan, dan karenanya dapat menawarkan beberapa otoritas terkait produk atau layanan. Sederhananya, afiliasi punya keterikatan dengan produk karena audiens menyukai topik tersebut.

Sebagai contoh, seorang afiliasi memiliki audiens yang tertarik pada topik tertentu, misalnya, fashion dan kecantikan melalui blog fashion atau channel YouTube. Kemudian, afiliasi tersebut mempromosikan produk yang sesuai dengan topik atau minat audien meski belum pernah menggunakan produk.

3. Terlibat (Involved)

Jenis affiliate marketing yang terakhir adalah afiliasi terlibat. Seperti namanya, pemasaran afiliasi yang terlibat menggambarkan mereka yang terkait erat dengan produk atau layanan yang mereka promosikan.

Di sini, afiliasi telah mencoba produk itu sendiri, percaya bahwa itu akan memberikan pengalaman yang baik dan memiliki wewenang untuk membuat klaim tentang penggunaannya.

Daripada mengandalkan PPC, pemasar afiliasi yang terlibat menggunakan pengalaman pribadi mereka dengan produk dalam upaya pemasaran mereka, dan pelanggan dapat mempercayai mereka sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan.


Kelebihan dan Kekurangan Affiliate Marketing

Affiliate marketing menawarkan banyak keuntungan, namun tetap memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sebelum dijalankan sebagai strategi utama. Berikut ini kekurangan dan kelebihan affiliate marketing.

1. Kelebihan Affiliate Marketing

  • Mudah dijalankan, bahkan untuk pemula: Sistem affiliate relatif sederhana karena bisnis hanya perlu menyediakan produk dan skema komisi, sedangkan afiliator yang akan menangani promosi.
  • Biaya pemasaran lebih efisien dan minim risiko: Model berbasis performa membuat bisnis hanya membayar ketika terjadi hasil, seperti penjualan atau lead sehingga anggaran lebih terkontrol.
  • Mudah diskalakan seiring pertumbuhan bisnis: Anda dapat menambah jumlah afiliator tanpa harus memperbesar tim internal, sehingga pertumbuhan bisa lebih cepat dan fleksibel.
  • Meningkatkan brand awareness secara organik:Konten yang dibuat afiliator tersebar di berbagai channel, membantu brand dikenal lebih luas tanpa harus selalu mengandalkan iklan berbayar.
  • Menjangkau pasar yang lebih luas lintas platform: Afiliator biasanya memiliki audiens masing-masing, sehingga bisnis bisa masuk ke segmen pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

2. Kekurangan Affiliate Marketing

  • Hasil tidak instan dan butuh konsistensi: Program afiliasi membutuhkan waktu untuk berkembang, mulai dari rekrutmen afiliator hingga optimasi performa.
  • Kontrol terhadap brand dan cara promosi terbatas: Bisnis tidak sepenuhnya bisa mengatur bagaimana afiliator menyampaikan pesan, yang berpotensi mempengaruhi citra brand.
  • Potensi kecurangan (fraud) seperti klik tidak valid: Tanpa sistem tracking yang baik, bisnis bisa dirugikan oleh aktivitas manipulatif yang tidak menghasilkan konversi nyata.
  • Ketergantungan pada performa afiliator: Pendapatan dari channel ini sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas afiliator dalam mempromosikan produk.

Perbedaan Affiliate Marketing dan Reseller

Berkut ini tabel perbedaan antara affialiate amrekting dan reseller.

Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk menggulir secara horizontal.

Aspek PerbedaanAffiliate MarketingReseller
Tujuan utamaMempromosikan produk milik pihak lainMembeli dan menjual kembali produk
Kepemilikan produkTidak memiliki stok atau produkMemiliki stok (atau minimal akses distribusi)
Modal awalSangat rendah, hampir tanpa modalMembutuhkan modal untuk membeli produk
Sumber pendapatanKomisi dari setiap penjualanMargin keuntungan dari selisih harga jual
Kontrol hargaTidak bisa mengatur hargaBisa menentukan harga jual sendiri
Proses operasionalFokus pada promosi dan trafficMengelola penjualan, stok, dan pengiriman
Risiko bisnisRendah (tidak ada stok atau kerugian barang)Lebih tinggi (risiko stok tidak terjual)
BrandingBiasanya membawa brand utamaBisa membangun brand sendiri (tergantung strategi)
Interaksi dengan pelangganTerbatas (sering tidak langsung)Langsung berinteraksi dengan pelanggan
SkalabilitasMudah diskalakan lewat konten dan trafficSkalabilitas tergantung kapasitas operasional

Contoh Program Affiliate Marketing di Indonesia

Beberapa platform dan bisnis terbesar di Indonesia sudah menjalankan program afiliasi yang terbuka untuk publik. Berikut contoh nyata beserta detailnya:

1. Shopee Affiliate Program

Shopee membuka program afiliasi dengan komisi berkisar antara 5% hingga 10% per transaksi, tergantung kategori produk. Syarat utamanya adalah akun aktif, konten original, dan tidak dalam status privat. Program ini sangat populer di kalangan kreator konten TikTok dan Instagram.

2. Tokopedia Affiliate

Tokopedia menyediakan berbagai alat pemasaran, dari tautan produk, banner, hingga laporan performa yang memudahkan afiliasi memantau konversi. Program ini cocok untuk blogger atau konten kreator yang fokus pada ulasan produk.

3. Lazada Affiliate

Lazada menawarkan program afiliasi yang mencakup berbagai kategori produk, dari elektronik hingga fashion. Salah satu keunggulannya adalah dasbor pelaporan yang lengkap, memudahkan afiliasi mengoptimalkan kampanye mereka.

4. Blog Review

Sebagai contoh, seorang blogger teknologi membuat artikel yang membahas tentang perbandingan beberapa produk laptop berdasarkan spesifikasi, harga, dan kebutuhan pengguna. Konten difokuskan pada analisis objektif dan rekomendasi berbasis kebutuhan

5. Program Kemitraan Mekari Qontak

Salah satu contoh affiliate marketing yang sukses adalah affiliate marketing Mekari Qontak. Ini merupakan program untuk menyebarluaskan dan menjual kembali aplikasi CRM Mekari Qontak kepada perusahaan/bisnis mitra.

Di Mekari Qontak, program afiliasi marketing ini disebut juga sebagai Program Partnership. Dengan mengikuti Program Kemitraan Qontak, Anda dapat memperoleh sejumlah keuntungan seperti:

  • Memperoleh pendapatan tambahan
  • Tersedianya tim support yang berdedikasi tinggi
  • Affiliate marketer akan memperoleh harga khusus
  • Memperoleh bagi hasil dari aplikasi CRM yang berhasil terjual
  • Menjadi prioritas oleh Mekari Qontak
  • Berkesempatan untuk melakukan cross-selling produk Mekari lainnya

Strategi Sukses Menjalankan Affiliate Marketing untuk Bisnis dan Individu

1. Tips Sukses Affiliate Marketing untuk Bisnis

Untuk sukses menjalankan affiliante marketing, perwakilan bisnis atau perusahaan bisa mengikuti beberapa tips dibawah ini.

  • Sebelum memutuskan produk yang akan dipromosikan, sangat penting untuk mempelajari informasi detail tentang produk tersebut.
  • Pilihlah produk yang laku atau dimintai oleh pasar. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan pelanggan
  • Bangun website atau blog pribadi untuk kediatan affiliate mareketing. Sebaiknya jangan menumpang pada website dan domain gratis karena akan mempengaruhi kepercayaan pelanggan
  • Bagian terpenting adalah Anda harus mengunakan produk yang akan dipromosikan. Dengan begitu, Anda bisa membagikan testimoni real yang mampu meyakinkan pelanggan.
  • Buat konten bermanfaat untuk pelanggan pada website atau blog Anda, jangan gunakan website sebagai tempat iklan produk yang Anda promosikan saja.
  • Bagikan konten Anda ke media sosial untuk meningkatkan engagement.
  • Monitor dan evaluasi performa secara berkala menggunakan dashboard afiliasi, identifikasi afiliasi top performer dan optimalkan struktur komisi.

2. Tips Sukses Affiliate Marketing untuk Individu

Berikut adalah beberapa tips affiliate marketing yang dapat Anda coba.

  • Pilih program afiliasi dengan bijak. Pastikan program afiliasi tersebut akan masuk akal untuk basis audiens Anda.
  • Pelajari semua hal tentang produk dan audiens Anda, termasuk topik dan tren.
  • Buat konten yang menarik dan memiliki nilai jual unik tentang program afiliasi atau produk yang ingin Anda rekomendasikan.
  • Bagikan konten yang telah Anda buat di semua tempat, termasuk media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga WhatsApp.
  • Pertahankan kepercayaan audiens Anda, karena kepercayaan adalah kunci keberhasilan afiliasi itu sendiri. Audiens harus percaya bahwa Anda membuat rekomendasi asli tentang apa yang harus mereka beli dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Bergabunglah dengan Affiliate Marketing Mekari Qontak Sekarang!

Dengan demikian, affiliate marekting menjadi strategi pemasaran yang menawarkan peluang besar baik bagi bisnis. Dengan sistem berbasis komisi, metode ini memungkinkan perluasan jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.

Untuk memaksimalkan potensi affiliate marketing, Anda juga membutuhkan sistem yang mampu mengelola leads, memantau performa, dan mempercepat proses closing secara terintegrasi, seperti CRM Mekari Qontak.

Aplikasi CRM Mekari Qontak dilengkapi dengan fitur pelacakan aktivitas pelanggan, manajemen pipeline penjualan, hingga integrasi omnichannel untuk mengelola setiap peluang dari afiliator secara lebih terstruktur dan terukur.

Jadi, tunggu apalagi? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli Mekari Qontak dan dapatkan uji coba gratis Mekari Qontak sekarang!

aplikasi crm mekari qontak untuk mempercepat closing
Kategori : Marketing

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Affiliate Marketing (FAQ)

Apakah affiliate marketing perlu modal besar?

Apakah affiliate marketing perlu modal besar?

Tidak. Salah satu keunggulan utama affiliate marketing adalah tidak memerlukan modal produk. Modal utamanya adalah waktu dan konsistensi dalam membuat konten.

Apakah affiliate marketing cocok untuk semua jenis bisnis?

Apakah affiliate marketing cocok untuk semua jenis bisnis?

Secara umum iya, tetapi efektivitasnya paling terasa untuk bisnis yang memiliki produk atau layanan dengan permintaan yang sudah ada dan margin yang cukup untuk membagi komisi.

Bisnis dengan margin tipis atau produk yang terlalu niche mungkin perlu menyesuaikan model komisi agar tetap menarik bagi afiliasi.

Apa risiko terbesar dalam menjalankan program afiliasi untuk bisnis?

Apa risiko terbesar dalam menjalankan program afiliasi untuk bisnis?

Risiko utama adalah penipuan afiliasi (affiliate fraud), yakni klik buatan, instalasi palsu, atau lead tidak valid yang sengaja dibuat untuk mengklaim komisi.

Lalu, sebagai mitigasinya, Anda bisa menggunakan platform afiliasi dengan sistem deteksi fraud bawaan, dan tetapkan periode verifikasi sebelum komisi dicairkan.

Berapa besar komisi dari affiliate marketing?

Berapa besar komisi dari affiliate marketing?

Besaran komisi bervariasi tergantung program dan industri, mulai dari beberapa persen hingga lebih dari 50% untuk produk digital.

Platform apa yang bisa digunakan untuk affiliate marketing?

Platform apa yang bisa digunakan untuk affiliate marketing?

Beberapa platform umum meliputi blog/website, media sosial (Instagram, TikTok), YouTube, hingga email marketing.