Mekari Qontak
Marketing

10 Cara Menurunkan Bounce Rate secara Efektif!

Video marketing

Pelajari Cara Efektif Menurunkan Bounce Rate Di sini!

Anda seorang digital marketer? sedang bingung ingin meningkatkan traffic ke situs web Anda? Coba perhatikan Google Analytics, jangan jangan bounce rate Anda sedang tinggi. Ya, bounce rate atau rasio pantulan merupakan salah satu indikator bahwa situs web Anda perlu dibenahi. Semakin tinggi bounce rate, semakin banyak yang harus dibenahi dari situs web Anda. Lantas bagaimana cara menurunkan bounce rate? Yuk pelajari di sini!

Aplikasi CRM Mekari Qontak

Apa itu Bounce Rate?

Pengertian bounce rate adalah persentase pengunjung yang masuk ke situs dan kemudian keluar tanpa melihat laman lain dalam situs yang sama. Bounce rate dihitung dengan menghitung jumlah kunjungan halaman tunggal dan membaginya dengan total kunjungan. Ini kemudian direpresentasikan sebagai persentase dari total kunjungan.

Rumus Bounce Rate (%): Jumlah Kunjungan ke Satu Laman / Total Kunjungan ke Situs Web

Situs SEO Backlinko mendefinisikan bounce rate sebagai persentase pengunjung yang meninggalkan halaman web tanpa melakukan tindakan, seperti mengklik tautan, mengisi formulir, atau melakukan pembelian.

Mengapa Bounce Rate Penting?

Bounce rate penting karena memiliki tiga alasan:

  • Seseorang yang terpental (bounce) dari situs Anda jelas tidak akan menghasilkan conversion. Jadi, ketika Anda menurunkan bounce rate maka Anda juga dapat meningkatkan conversion rate Anda.
  • Bounce rate dapat (secara tidak langsung) digunakan sebagai faktor Peringkat Google. Salah satu faktor peringkat Google adalah konten yang relevan, apabila pengunjung masuk ke situs dan mendapatkan konten yang relevan, maka tentu juga meningkatkan kesempatan bounce rate karena akan berkunjung ke laman lain.
  • Bounce rate yang tinggi memberi tahu Anda bahwa situs Anda (atau halaman tertentu di situs Anda) memiliki masalah dengan konten, pengalaman pengguna, tata letak halaman, atau copywriting.

Bagaimana Cara Menurunkan Bounce Rate secara Efektif?

Berikut 10 Cara Menurunkan Bounce Rate:

1. Turunkan Loading Speed

Google Page Speed Cara Menurunkan Bounce Rate

Salah satu penyebab bounce rate tinggi bisa jadi karena loading speed dari situs web Anda yang terlalu lama. Perlu Anda ketahui bahwa mayoritas pengunjung situs web sangat benci dengan situs yang lambat.

Hasil penelitian Google juga menunjukkan bahwa peluang bounce rate meningkat sebesar 32% ketika waktu buka halaman berkisar tiga detik. Ketika waktu buka halaman berubah menjadi lima detik, peluang bounce rate Anda akan semakin naik 90% . Jika sebuah situs membutuhkan waktu hingga 10 detik untuk dimuat, maka peluang bounce rate meningkat hingga 123%.

2. Buat Konten Anda Mudah Dibaca

easy to read

Sumber Gambar: businesscomputingworld.co.uk

Sangat mudah untuk melupakan aspek sederhana dari halaman Anda, tetapi konten yang mudah dibaca itu sangat penting.

Ada banyak alat gratis yang memungkinkan Anda memeriksa readability atau keterbacaan konten pada situs web Anda, seperti plugin Yoast untuk WordPress.

Pastikan judul Anda menarik dan jelas. Kemudian, gunakan subheading berisi poin poin penting untuk membuat artikel lebih mudah dibaca.

Berikut adalah beberapa tip untuk membantu Anda memformat konten Anda dan membuatnya lebih mudah dibaca:

  • Pakai subjudul untuk memperjelas topik Anda.
  • Gunakan poin-poin untuk menjelaskan manfaat atau poin yang perlu diperhatikan.
  • Perbanyak bagan, gambar, tangkapan layar, dan kutipan dari pakar industri, jika perlu.
  • Kata kunci bisa Anda highlight beberapa kali (jangan berlebihan).
  • Ajukan banyak pertanyaan dalam konten Anda, untuk memberikan “undangan” kepada pembaca untuk berpartisipasi, bukan hanya membaca.
  • Akhiri konten Anda dengan subjudul berjudul “kesimpulan”. Ini memberitahu pembaca untuk membaca beberapa kata terakhir dan mengambil tindakan dengan cepat. Buat kesimpulan Anda dapat ditindaklanjuti.

Juga, perhatikan ukuran dan jenis font, kalimat dan panjang paragraf Anda. Pertimbangkan elemen lain di halaman Anda yang mungkin mengganggu, seperti pilihan warna dan penempatan iklan Anda.

3. Gunakan Call-to-Action yang Jelas

CTA cara menurunkan bounce rate

Cara terbaik untuk membuat orang terlibat dan berkonversi adalah dengan menggunakan call-to-action yang menarik.

Call-to-action harus memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu, seperti mendaftar ke buletin (Sign up) atau membeli produk (Purchase now).

Ada banyak cara untuk mengoptimalkan tombol call-to-action Anda. Pertimbangkan copy Anda, warna, ukuran tombol, penempatan pada halaman, dan banyak lagi. Contoh tips call-to-action yang baik dari Apple misalnya dengan menyarankan tombol call-to-action memiliki ukuran minimal 44 pixels.

4. Tulis Meta Description yang Menarik

Meta_description

Sumber: x-cart.com

Panjang optimal untuk meta description adalah 155 karakter. Jika deskripsi halaman web lebih panjang, karakter yang tersisa tidak akan ditampilkan di halaman hasil pencarian. Sebagai gantinya, Anda akan melihat elipsis (…) di bagian akhir. Ini dapat menyebabkan rasio pentalan yang lebih tinggi karena orang merasa disesatkan tentang situs web Anda.

karena deskripsi meta pada dasarnya ditargetkan pada pengguna pencarian, pastikan kata kunci yang mereka cari ada dalam deskripsi Anda. Namun, ini tidak berarti Anda harus memasukkan kata kunci ke dalam deskripsi. Sebaliknya, Anda harus benar-benar terus menulis secara alami.

5. Gunakan Video dan Gambar untuk Engage dengan Pengunjung

Video marketing

Sumber Gambar: cxense.com

Manusia adalah makhluk visual dan menyukai citra.

Jika Anda mendengar sesuatu atau membaca sesuatu, kemungkinan besar Anda hanya akan mengingat 10% darinya tiga hari kemudian. Namun, jika Anda melihat gambar, kemungkinan besar Anda akan mengingat hingga 65%.

Menambahkan gambar dan video adalah cara yang bagus untuk membuat audiens Anda terlibat dengan konten Anda.

Menambahkan video meningkatkan waktu rata-rata pengunjung di halaman hingga dua kali lipat.

Selain itu, perlu diingat bahwa video ini tidak harus berupa video Anda.

Anda dapat menyematkan video APA PUN dari YouTube yang masuk akal untuk halaman Anda.

6. Konten Menjawab Search Intent

Menjawab search intent untuk menurunkan bounce rate

Sangat penting bahwa semua halaman konten utama dan landing page Anda memenuhi search intent. Apa itu search intent? sederhananya, halaman Anda harus memberi pencari Google apa yang mereka cari.

Jika tidak, pengguna Google akan kembali ke hasil pencarian.

Tidak ada klik pada halaman lain sebelum keluar maka mereka telah menjadi penyumbang bounce rate Anda. Dan halaman yang tidak memenuhi Search Intent tidak hanya buruk untuk bounce rate melainkan juga buruk untuk SEO.

Faktanya, Bounce Rate yang tinggi dan Dwell Time yang rendah benar-benar dapat merusak peringkat Google Anda.

7. Masukkan Internal Link

Link Building

Sumber Gambar: metalfluence.com

Anda mungkin sudah tahu bahwa tautan internal (internal link) sangat bagus untuk SEO.

Tetapi yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa internal link juga dapat membantu menurunkan bounce rate Anda.

Mengapa? Karena internal link mengirim orang ke halaman lain di situs Anda. Kirim orang ke halaman lain di situs Anda secara alami meningkatkan jumlah pageviews.

Sederahananya, setelah seseorang mengunjungi halaman lain di situs Anda, mereka tidak lagi dihitung sebagai bounce dan tentu mengurangi bounce rate situs.

8. Evaluasi Laman Produk Anda

Aplikasi Omnichannel Qontak

Halaman produk bisa saja meningkatkan bounce rate Anda, kok bisa?

Terlalu banyak informasi pada halaman produk bisa saja meningkatkan risiko pengunjung Anda pusing. Sebaiknya, berikan informasi yang relevan namun dalam porsi secukupnya dan buat calon pembeli Anda merasa tidak mendapat informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat.

Coba sekali lagi evaluasi halaman produk, Anda mungkin akan melihat beberapa peluang untuk mengoptimalkan laman tersebut yang tidak hanya dapat menurunkan bounce rate, tetapi juga meningkatkan conversion rate.

Salah satu alasan utama calon pembeli gagal mengonversi dari halaman produk adalah karena mereka tidak siap untuk menyelesaikan pembelian atau transaksi. Terkadang ini sesederhana keraguan pembeli atau keengganan terhadap harga, tetapi terkadang, itu karena informasi yang mereka inginkan tentang suatu produk tidak diberikan. Informasi tersebut antara lain dapat mencakup detail tentang asal pembuatan, kebijakan pengembalian Anda, atau bahkan ulasan pengguna.

9. Hindari Popups

Cara Menurunkan Bounce Rate dengan Menghindari Popups Berlebihan

Sumber: Freepik

Ya, kebanyakan orang akan selalu membenci popup. Di antara marketer dan pemilik situs, popup sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Kenapa?

Kemunculan popup memiliki dua kemungkinan. Pertama, apabila Anda sudah tertarik pada produk yang ditawarkan pada situs tersebut, mungkin Anda akan klik popup tersebut untuk melakukan pembelian atau hanya mengisi email newsletter.

Namun bagaimana jika Anda hanya ingin tahu? Mungkin Anda akan merasa terganggu dan keluar dari situs tersebut. Yang artinya Anda menyumbang kenaikan bounce rate pada situs.

10. Buat Situs Anda Mobile Friendly

Mobile-apps-real-time-customer-support

Saat ini, kita hidup di era mobile. Hampir 95% pelanggan Anda menggunakan perangkat seluler, jadi situs Anda harus dioptimalkan untuk dapat diakses oleh mereka.

Dengan jumlah pengguna yang mengakses Web terutama dari perangkat seluler meningkat setiap tahun, kegagalan mengoptimalkan situs Anda untuk seluler hanya akan membuat bisnis mereka kabur dari tempat Anda.

Google akan selalu mengikuti penggunanya dan cara Google mendapatkan informasi yang akurat adalah dengan memantau aktivitas pengguna di situs Anda, dari desktop dan seluler.

Faktanya, mobile-friendly adalah faktor peringkat Google. Ini berarti bahwa jika situs Anda tidak mobile-friendly, tidak peduli seberapa baik konten Anda, maka akan meningkatkan peluang tidak mendapat peringkat yang baik di halaman hasil Google.

Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang!


Turunkan Bounce Rate dan Tingkatkan Jumlah Pengunjung pada Situs Anda!

Logo Mekari Qontak

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan bounce rate pada situs mulai dari optimasi kecepatan, konten, hingga mobile-friendly.

Sejalan dengan strategi menurunkan bounce rate Anda, Qontak.com dapat memberikan solusi untuk meningkatkan penjualan dan otomatisasi layanan pelanggan melalui Instagram API, Aplikasi Omnichannel, dan WhatsApp Business API. Semua layanan pelanggan pada social media Anda dapat dijalankan dalam 1 platform. Terlebih, Qontak.com telah dipercaya lebih dari 1000 bisnis untuk meningkatkan usahanya.

Hubungi Qontak Sekarang!

Related Articles

WhatsApp WhatsApp Sales